Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Penyempurna Agama


__ADS_3

04:45


Ardiyan terbangun setelah mendengar alarm di sampingnya, ia sengaja pasang alarm karena ia tahu pasti Anisah tidak akan terbangun karena sudah pasti istri kecilnya ke lelahan karena ulahnya apalagi ini adalah yang pertama bagi Anisah.


Sesaat Ardiyan memandangi wajah cantik istrinya dan mencium keningnya ia pun bangkit dan melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai ia pun membangunkan Anisah.


"Sayang.. sudah menjelang Subuh bangunlah kita sholat berjamaah yuk" panggil Ardiyan lembut sambil mencium pipi istrinya.


"Hmm.. iya Nisah bangun by." Bales Anisah dengan suara serak ciri khas dari bangun tidurnya dan kemudian ia ingin menduduki dirinya namun..


"Awuu Astagfirullah!! " Rintihnya membuat Ardiyan khawatir.


"Ada apa sayang? Apakah itu masih sakit?" Tanyanya panik. Anisah tersenyum lembut sambil mengangguk.


"Sedikit" Balesnya tetap tersenyum walaupun sakit ia bahagia karena pada Akhirnya dia bisa memenuhi kewajibannya kepada suaminya sebagai ibadahnya


"Maaf ya karena aku kmu jadi.." kata Ardiyan namun terpotong karena jari telunjuk Anisah yang menutup mulutnya.


"Sstt.. ini ibadah buat Nisah, jadi hubby tidak perlu meminta maaf ya, "ucapnya lembut


"Ma syaa Allah.. aku benar-benar bersyukur mendapatkan dirimu Nisah terimakasih karena telah mengajarkan ku banyak hal." balas Ardiyan sambil memeluk Anisah.


"Ya sudah yuk hubby gendong kamu ke kamar mandi " Ujar Ardiyan kemudian ia pun hendak menggendong Anisah..

__ADS_1


"Tidak tidak! Nisah bisa sendiri"


"Kamu yakin bukankah itu masih sakit?"


"Iya Nisah bisa kok..Awuu!" Kata Anisah, namun saat hendak berjalan area sensitifnya masih terasa sakit.


"Haiis dasar keras kepala " Ujar Ardiyan dan ia langsung menggendong Anisah kekamar mandi dan memasuki Anisah kedalam backtup yang telah terisi dengan air hangat.


"Berendamlah sebentar, biar rasa sakitnya hilang sedikit." lanjutnya lagi dan di anggukkan Anisah sedikit malu, Lalu Ardiyan mengambil wudhu setelah selesai ia pun keluar.


Setelah Anisah selesai membersihkan dirinya mereka pun melaksanakan kewajiban mereka pada Rabb nya. Ardiyan begitu bahagia karena ini pertama kalinya mereka sholat berjamaah dan menjadi imam untuk Anisah setelah selesai mereka pun mengaji bersama menjadikan hati Ardiyan begitu tenang.


"Anisah.. terimakasih ya" ucap Ardiyan lembut setelah mereka selesai mengaji'


"Terimakasih kamu telah menjadi penyempurna Agama ku, tetaplah di sisiku hingga maut memisahkan. Dan jadilah istriku bukan hanya di dunia namun hingga Jannah, Apakah kamu bersedia Anisah?" Tanya Ardiyan lembut membuat Anisah terharu mendengar ucapan suaminya.


"In syaa Allah hubby..in syaa Allah Nisah mau bantu Nisah juga ya agar kita pantas bersama hingga Jannah" Bales Anisah lembut, mendengar perkataan Istri kecilnya Ardiyan langsung memeluk Anisah.


"Aamiin. Aamiin ya Allah.. in syaa Allah sayang, semoga Allah meridhoi kita dalam menjalankan ibadah terlama ini ya sayang" Ujar Ardiyan lembut di dalam pelukannya dan kemudian ia mengecup kening istrinya.


"Aamiin, iya hubby" kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya.


"Sekarang kita sarapan yuk" Ajak Ardiyan dan di anggukkan oleh Anisah.

__ADS_1


Dan kemudian mereka pun meninggalkan kamar dengan saling berpegangan tangan menuju ruang makan untuk sarapan bersama yang telah di sediakan oleh BI Asih di sela sarapan


"Anisah.. sebaiknya hari ini kamu tidak usah kepondok dulu ya?" ucap Ardiyan


"Memang kenapa by?"


"Bukankah itu masih sakit?" Tanya Ardiyan dengan matanya yang mengisyaratkan kebawah, membuat wajah Anisah bersemu malu,


"Iiis hubby malu akh.." Ucap Anisah sedikit malu. membuat Ardiyan terkekeh melihat wajah Anisah yang memerah.


"Wajah kamu menggemaskan sekali sih Sayang, sepertinya hari ini aku akan meminta cuti pada kakek." Kata Ardiyan dengan pandangan yang terlihat gemas pada Anisah.


"Eh kenapa Hubby?." tanya Anisah polos,


"Mau membuat cicit untuknya." goda Ardiyan sembari mengedipkan matanya pada Anisah membuat Anisah terbelalak,


"Hubbiiiiii kamu geniiit!." Seru Anisah, membuat Ardiyan terbahak melihat wajah istri kecilnya yang memerah,


Bersambung akh. 😜


___________________.


Hari ini update sekali saja deh, karena tidak semangat. sepertinya novel ini tidak menarik 😔😔

__ADS_1


Bantu Author ya kalau tidak menarik maka Author akan mengakhiri novel ini, aku tunggu jawabannya


__ADS_2