Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
JADI PERAWAT PLUS-PLUS


__ADS_3

~🌺~KALAM HADITS~🌺~


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 💕


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 💕


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 💕


✨﷽✨


Rasulullahiﷺ bersabda;


“Orang yg paling utama bersamaku pada Hari Kiamat adalah yg paling banyak bershalawat kepadaku”


(HR at-Turmudzi)


Salam Ukhuwah Jum'at Barokah 🙏😊


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄


Di dalam perjalanan mereka menuju pulang..


"Benaran nih Ar kita nggak kerumah sakit dulu?" tanya Wira dengan tatapan yang masih fokus kejalan karena ia sedang menyetirkan mobilnya.


"Ya ke rumah sakitlah Kitakan harus ngantar Dimas balik ke sana karena ia belum di perbolehkan pulang" Ujar Dika menjawab pertanyaan Wira pada Ardiyan.


"Apaa!, tidak!, tidak!, gue nggak mau balik kesana!, lebih baik gue di rumah saja lagian gue punya perawat yang lebih profesional dan bahkan ada perawatan plus-plusnya" Protes Dimas yang tak ingin ia di rawat di RS lagi.


"Apaan sih bibie?!, ngomong kok ngasal gitu sih?,"Tegur Lisa yang ternyata ia sudah terbangun dari tidurnya.


"Eh, Ayang Lisa,?, kamu sudah bangun ya?" tanya Dimas polos.


"Hmm!" di bales Lisa dengan hm dengan nada ketus.


"Eh, Ayang kok marah, sama bibi?, ada apa yang?" tanya Dimas heran.


"kenapa bibie ngomong Asal jeplak sih?


lagian siapa yang mau jadi perawat bibie, Lisa mah ogah!" Tegur Lisa lagi masih dengan nada ketus.


"Mampoos Lo!, hahaha, sok nggak mau kembali ke RS, padahal cuma Ayang Dika loh yang mau suka rela merawat bibie Dimas, iyakan Ayang Dika?" Celetuk Andi meledek Dimas.


"Ho'oh!, Ayang Dika mau kok, merawat bibie Dimas di kasih plus-plus lagi Muach!" Sambung Dika dengan gaya ngondeknya membuat semua Sahabat Dimas Tertawa terbahak-bahak..


"Hahahahahahah!"

__ADS_1


"Iya Bawak saja dia bang Dika, biar dia nggak macam-macam!" timpal Lisa.


"Hahahaha, kasihan Dimas, istrinya telah menolaknya " Sambung Wira yang juga ikut tertawa..


"Udah, Dim, terima Aja tawaran ayang Dika, jarang-jarang loh, Ayang Dika mau" goda Ardiyan juga, membuat para Sahabatnya kembali Tertawa.


"Hahahaha" Tawa mereka pecah membuat suasana di dalam mobil ramai


"Akh, Diaam Lo pada!! idih Nazis deh!" Bentak Dimas Kesal karena di tertawain oleh para sahabatnya.


"Ayang kamu kok tega sih?, membiarkan suami kamu di perolok-olok mereka, dan membiarkan Aku di Rawat sama dedemit Dika" protes Dimas dengan wajah di bikin sedih.


"Biarin!" bales Lisa singkat dengan nada ketus.


"Ya udah deh, kalau Ayang nggak mau merawat bibie lagi, bibie mati Aja!" ujarnya membuat Ardiyan, Dika tersentak kaget dan mereka langsung teringat kalau Dimas sempat tidak bernafas dan boleh di katakan ia sempat mati suri


"Dimas!!, Lo ngomong Apa sih?!, sembarangan banget Lo ngomong, Lo kata-kata itu keluar lagi dari mulut Lo, maka gue sendiri yang akan memberikan Kematian itu!!" bentak Ardiyan membuat Andi dan Wira kaget, karena memang mereka tidak tahu kalau Dimas sempat meninggal


"Tau nih!, belum cukup apa?! Lo bikin kami berdua seperti orang Gila kemarin!" Bentak Dika juga ada perasaan takut dan sedih teringat hal itu.


"Ada apa sih sebenarnya?, sepertinya kalian kerahasiaan sesuatu ana kita?" tanya Wira penasaran.


"Sebenarnya, Dimas sempat meninggal selama 30 menit, saat ia tertembak kemarin dan itu membuat kami kayak orang gila" ujar Dika yang akhirnya menceritakan peristiwa saat di rumah sakit.


"Astaghfirullah, jadi Roh yang Lisa lihat itu benaran,?!" Sentak Lisa kaget.


"Waktu hari, kak Dimas tertembak, Lisa sempat melihat Roh bang Dimas dengan tubuh di penuhi darah, dan waktu itu Lisa berpikir kak Dimas akan meninggalkan lisa hiks.. hiks..Lisa takut hiks.. "cerita Lisa yang badannya kini langsung bergetar karena takut. Dimas yang melihat itu, langsung memeluk istrinya..


"Sayang?, jangan takut tidak ada yang akan meninggalkan mu, Aku akan tetap di sisimu " ujar Dimas lembut ia pun memberikan kecupan di dahi sang istrinya.dengan lembut.


"Bibie janji, tidak akan ninggalin Lisa?" tanya Lisa yang masih di dalam pelukan suaminya.


"Iya sayang, bibie janji" bales Dimas lembut, sembari ia mengecup pucuk kepala istrinya penuh kasih sayang.


kini suasana mobil menjadi hening, hanya suara isakan Lisa yang sesekali terdengar.


Namun bukan Dimas namanya kalau ia membiarkan suasana menjadi hening Terlalu lama.


" Yang, apakah ini berarti, kamu bersedia merawat ku di rumah yang?, jadi perawat plus-plus ku" bisik Dimas nakal pada Istrinya. membuat Lisa membulatkan matanya pada Dimas.


"Bibie!!" Bentak Lisa dengan melototkan matanya dan tangan yang sepontan memukul di bagian bekas luka tembakan membuat Dimas meringis kesakitan..


"Aakh,! sakiit yang!" ucap Dimas dengan suara menahan rasa sakit.


"Astaghfirullah, Lisa lupa bie, maafi Lisa ya" bales Lisa Sambil mengelus pelan bekas yang ia pukul tadi, karena ia merasa bersalah sudah membuat suaminya kesakitan.

__ADS_1


"Lo nggak papa Dim?," tanya Dika yang ternyata mendengar keluhan Dimas.


"Gue nggak papa Dik!" bales Dimas tapi masih dengan suara menahan sakit.


"Apa sebaiknya kita langsung ke rumah sakit Dim?" tanya Dika sedikit cemas.


"Tidak gue mau di rawat di rumah saja!" bales Dimas lagi.


"Ya sudah sebaiknya Lo istirahatlah" ucap Dika.


"Hmmm!" Lisa yang masih merasa bersalah pada suaminya masih terus mengelus-ngelus pelan bekas luka Dimas dan ia jadi khawatir saat melihat suaminya sedikit pucat.


"Tidak papa sayang, tidurlah, sebentar lagi kita juga akan sampai kok" ujar Dimas yang langsung menarik Istrinya ke dalam pelukannya. dan akhirnya suasana mobil kembali hening karena penghuni di dalamnya sudah masuk ke Alam mimpi Hanya Wira yang masih terjaga karena ia harus fokus dengan menyetirkan mobilnya.


Setengah jam kemudian akhirnya mobil pun memasuki halaman rumah Dimas yang bersebelahan dengan rumah Ardiyan, karena memang Dimas masih membutuhkan perawatan Dika pun membantu Dimas ke kamarnya dan ia juga memasang infus kepadanya dan setelah semuanya selesai mereka pun berpamitan untuk pulang pada Lisa. sedangkan Dimas sudah tertidur dengan tangan sudah di pasang selang infus.


________


Sementara Ardiyan yang memang rumahnya bersebelahan langsung berjalan menuju rumahnya, sedangkan ketiga temannya kembali masuk ke mobil Dika untuk pulang ke rumah masing-masing..


Kini Ardiyan sudah memasuki rumahnya karena memang hari sudah menunjukkan pukul tiga pagi, jadi suasana rumah sudah sepi dan iapun langsung melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai dua, setelah memasuki kamarnya ia melihat sang istri sudah tertidur pulas,


Ardiyan Tersenyum saat Melihat istri cantiknya yang sedang tertidur, baginya memandang sang istri bagaikan obat penghilang lelahnya. setelah ia membenarkan selimut Anisah ia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan tak berapa lama ia kembali keluar dengan tubuh yang sudah nampak segar, setelah ia memakai piyama tidurnya, ia pun langsung naik ke ranjangnya dan bermaksud memeluk sang istri namun ada yang Aneh di tempat Istrinya tidur ia pun meraba-rabanya..


"Sayang Bangunlah?" Ardiyan pun membangunkan Anisah


"Humm, hubby kamu sudah pulang?" tanya Anisah dengan suara khas bangun tidurnya..


"Iya sayang ubby sudah pulang" bales Ardiyan. sembari mengecup kening Anisah. "Sayang apakah kamu mengompol?" tanya Ardiyan membuat Anisah kaget.


"Eh mana Ada Nisah ngompol by" sangkal Anisah.


"Tapi sayang, tempat kamu tidur basah" ujar Ardiyan sambil membuka selimut Anisah, membuat Anisah ingin bangkit namun..


"AAAKH!!, Astaghfirullah!!"


************


Eh, ada apa dengan Anisah ya 🤔🤔🤔


Ya sudah kita lihat besok saja,..


jadi tetap dukung Author terus ya


dan Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊

__ADS_1


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏😉 SYUKRON 🙏😊


__ADS_2