
Pagi itu Ardiyan sudah bersiap diri untuk pergi bekerja, namun istri kecilnya tak kunjung bangun, ya Anisah tertidur kembali setelah mengerjakan sholat subuh tadi,
"Sayang bangunlah, ubby mau berangkat nih, apakah kamu tidak ke pondok hari ini sayang?" Ucap Ardiyan sambil mengecup kening Anisah, lalu mencubit pelan hidung Anisah..
"Sebentar lagi hubby, Nisa masih ngantuk" bales Anisah masih memejamkan matanya.
"Ya sudah kalau begitu, ubby berangkat yaa..hari ini ada rapat pagi jadi ubby harus cepat pergi"
"Hu'um"
"Jangan lupa sarapan ya sayang.."
"Hu'um"
"Nanti kalau mau kepondok minta antarkan mang Aji ya yang"
"Hu'um"
"Kamu harus tetap hati-hati yaa, jaga anak kita oke.."
"Hu"um"
"Ya sudah ubby berangkat yaa Assalamu'alaikum muach" pamit Ardiyan sambil mengecup kening Anisah, setelah selesai ia pun melangkah menuju keluar kamar, saat mencapai pintu..
" Humm..hubbyy.."panggil Anisah manja..
"Iya sayang ku..ada apa ?"jawab Ardiyan
"Belum peluuuk"
"Ay.. kumat lagi nih manja istri cantik ku" ujar Ardiyan sembari kembali mendekati Anisah. Setelah dekat ia pun memeluk istri manjanya..
"Sudah sayang.."
"Belum cium ini.." Anisah menunjukkan menujuk perutnya yang belum begitu besar karena kandungannya masih berusia 3bulan.
Ardiyan pun mengecup perut Anisah
"Muach"..
"Ini.." iya kembali menuju keningnya
"Muach."
"Ini.." kali ini menunjukkan pipi kanannya
"Muach"
"Ini.." kali ini sebelah kirinya..
__ADS_1
"Muach"
"Ini.." ia menujuk ke ujung hidungnya..
"Muach, muach.. muach..muach.. Muach muach.. muach.. muach.." karena Permintaan istrinya yang terlalu banyak akhirnya Ardiyan mengecup seluruh muka Anisah sedikit gemas..
"Udahkan sayang, apa masih ada lagi?, Atau sebaiknya ubby tidak usah kerja saja biar seharian mengecupi kamu, "
"Humm hubby marah yaa?"
"Tidak sayang ubby nggak marah kok, malahan ubby senang menciumi kamu"
"Benarkah?"
"Benar sayangmu.., ya sudah ubby berangkat ya nanti ubby telat sayang.." bales Ardiyan lembut dan sangat berhati-hati, karena semenjak istrinya hamil, selain manja ia juga sedikit sensitif, makanya Ardiyan selalu berusaha menyenangkan hati sang istri
"Hu'um, hati-hati Hubby.."
"Iya sayang.. Assalamu'alaikum" salam Ardiyan lagi..
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh " setelah istri manjanya menjawab salamnya Ardiyan pun kembali melangkah keluar, dia bergegas cepat karena jam janji rapatnya sudah mendekati..
Sesampainya di depan rumahnya, ternyata Dimas sudah menunggunya di sana..
"Lama bos RPS nya ?" Ujar Dimas saat Ardiyan memasuki mobilnya..
"Haa ente nggak tau bro?"
"Enggak!.. emang apa ?" Tanya Ardiyan polos..
"Tanya aja sama binik Lo"
"Apa hubungannya sama binik gue?"
"Karena dia dah tahu artinya"
"Ah banyak bicara, cepat jalan!" Sentak Ardiyan
"Iya iya ini juga dah jalan bos.." Dimas kembali fokus menyetirkan mobil..
"Dim, rapat kali ini mungkin banyak yang akan terlibat, jadi gue Lo awasi terus paman Radit " ujar Ardiyan nampak agak risau.
"Emang ada apa Ar? bukankah dia keponakan kakek Lo?" tanya Dimas jadi penasaran.
"Entahlah, gue nggak mau Su'uzon sih, cuma akhir-akhir ini, ia terlalu banyak ikut campur di Pramana grup, padahal kakek memberi di perusahaan sendiri agar ia tak terlibat di tempat gue.." ucap Ardiyan merasa tidak tenang..
"Pantas bokap gue pernah bilang "kalian jangan sampai lengah" tapi gue nggak begitu paham Karana bokap langsung pergi" bales Dimas teringat pada perkataan Ayahnya.
"ya sudah yang penting kita tetap waspada Dim, dan perintahkan juga pada anak buah untuk mengawasi kediaman paman Radit juga." ujar Ardiyan tegas
__ADS_1
"Oh iya, Lo masih merintahkan anak buah untuk berjaga-jaga di rumah kakekkan?" tanya Ardiyan lagi
"Masih kok, bahkan bukan hanya anak buah kita aja, anak buah bayangan bokap gue juga di perintahkan menjaga kakek Lo kok" bales Dimas sambil melirik raut wajah Ardiyan yang tampak begitu cemas.
"ngomong-ngomong ada apa sih Lo kok kelihatan cemas begitu?" tanya Dimas penasaran
"Entahlah, perasaan gue kok nggak enak ya, gue jadi kepikiran sama kakek dim" bales Ardiyan cemas.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak Ar.. ingat perkataan Ustadz Fahmi jangan berprasangka buruk, karena Allah selalu bersama dengan prasangka hamba-hamba-Nya
عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال النبي - صلى الله عليه وسلم - : يقول الله تعالى : أنا عند ظن عبدي بي ، وأنا معه إذا ذكرني
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’ Sesungguhnya Allah berkata: "Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku" (HR Muslim)
Dalam hadits ini tersirat sebuah ajakan dari Rasulullah SAW agar kita berusaha selalu dekat dengan Allah SWT, berbaik sangka (husnudzan) dan tidak berburuk sangka (su'udzhan) kepada-Nya. Karena Allah SWT "berbuat" sesuai prasangka hamba-Nya. Bila seorang hamba berprasan]gka bahwa Allah itu jauh, maka Allah pun akan "menjauh", sebaliknya bila ia berprasangka bahwa Allah itu dekat, maka Allah pun akan "mendekat" kepadanya.
Lewat hadits ini Rasulullah SAW pun mengajarkan umatnya untuk selalu berpikir positif dalam segala hal. Karena semua kejadian, apa pun itu, berada sepenuhnya dalam genggaman Allah SWT dan terjadi karena seizin-Nya. Dengan berpikir positif, seseorang akan mampu menyikapi setiap kejadian dengan cara terbaik." jelas Dimas mengingat perkataan Ustadz Fahmi.
"Jadi sebaiknya Lo Positive thinking, Sembari berdoa semoga Allah selalu melindungi kakek Rusdi " lanjut Dimas lagj.
"Aamiin ya Allah.. Syukron bro, atas pencerahannya dan sepertinya sebentar lagi Lo akan menyandang predikat Ustadz deh" ucap Ardiyan kagum karena Dimas memang memiliki ingatan yang kuat..
"Aamiinkan aja deh.. soalnya kata binik gue juga setiap ucapan akan menjadi doa bagi kita" bales Dimas lagi..
"Maa syaa Allah, jadi ingat dengan perkataan kakek, bila sekali kita melangkah menuju kebaikan, maka dengan sendirinya orang-orang baik akan datang satu persatu, agar semakin bertambah ilmu keimanan kita, " ucap Ardiyan ingat dengan Nasehat-nasehat kakeknya.
"Bernar kamu Ar, gue merasakan perubahan besar pada diri gue, sekarang hati gue terasa tenang, tidak seperti dulu, Amburadul bro" bales Dimas lagi
"Yaa kita harus banyak-banyak bersyukur bro, karena Allah masih menyayangi kita, makanya ia memberikan kita kesempatan untuk bertaubat" ujar Ardiyan
"Iya Ar Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah yang telah memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki diri kamiii" bales Dimas penuh semangat, dan sedang asik-asiknya mengobrol tiba-tiba HP Ardiyan berdering..
ia langsung menjawab..
"Halo.. Assalamu'alaikum? ucap Ardiyan saat mengangkat panggilannya.. lalu sesaat ia terdiam seperti sedang mendengarkan perkataan orang di balik panggilan tersebut..
Namun tiba-tiba..
"APAAA?!!"
BERSAMBUNG LAGI YA..
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
Tetap dukung Author terus yaa..
dan jangan lupa Like, komen serta vote Author selalu menantikannya, dan terus dukung juga *Cinta Secuci Salju* yaa
Syukron juga yang baru saja mampir🙏
__ADS_1