
>💕KALAM AL'QURAN 💕<
Manusia pasti diuji dan kita harus sabar dalam menghadapinya
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ
“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta ,jiwa dan buah –buahan .. dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar.”
~>(Al-Baqarah: 155)<~
××××××××××××××××🌟××××××××××××××××
"Bibie?!" panggilan seorang wanita yang amat Dimas kenal membuatnya langsung menoleh dan terlihatlah seorang wanita bercadar berperutkan besar sedang menatapnya.
"Ayang?!!" sentak Dimas kaget, melihat Dimas sedang menggendong Wanita, Wanita bercadar yang ternyata Lisa pun membalikkan badannya seperti hendak pergi.
"Ayang Tunggu!!" teriak Dimas, " Roy!, bawa dia ke rumah sakit!" titah Dimas sembari menyarahkan tubuh Indah pada Roy.
"Baik pak!" dan Roy pun langsung membawa indah kedalam mobil kemudian mobil pun langsung melaju menuju rumah sakit.
sementara Dimas langsung mengejar Lisa.
"Ayang Tunggu, itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku bisa menjelaskannya!" Seru Dimas sambil berlari mengejar Lisa dan saat sudah dekat ia langsung meraih tangan Lisa.
__ADS_1
"Yang jangan pergi aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Dimas dengan nafas sedikit tersengal-sengal akibat mengejar Lisa.
"Menjelaskan apa?, siapa yang mau pergi, orang Lisa mau ke toilet kok, dah sesak pipis bibir" ujar Lisa polos, membuat Dimas tercengang.
"Eh, bibi pikir kamu marah karena tadi bibi gendong Wanita" ujar Dimas sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Buat apa marah, kan bibie sedang menolong orang yang pingsan, itu namanya sedang melakukan kebaikan" ujar Lisa Sambil ia melangkah kembali.
"Eh kamu mau kemana Yang?"
"Iiih, tadikan Lisa dah bilang mau pipis bibie" Bales Lisa dan ia pun kembali melangkah.
"Ya sudah bibi temanin, perut kamukan sudah besar" ujar Dimas yang langsung menggandeng Istrinya.
Setelah sampai Lisa pun langsung masuk toilet sedangkan Dimas menunggu di depan pintu, dan tak berapa lama Lisa Kembali keluar.
"Hu'um!"
"Ya sudah ayo ikut bibi" Ajak Dimas dan ia pun kembali menggandeng Lisa, dan membawa Lisa ke hotel tempat ia menginap, setelah sampai di hotel ia menyuruh istrinya berbaring di tempat tidur, setelah itu ia mengambil kaki Lisa yang nampak bengkak dan ia taruh di atas pangkuannya.
"Mengapa kamu kesini yang?" tanya Dimas sembari ia memijat kaki Lisa secara perlahan.
"Lisa mendapatkan ini bie, ini foto wanita tadikan?" tanya Lisa sembari menyerahkan ponselnya. dan terlihatlah foto Dimas bersama indah yang nampaknya itu foto udah lama. dan ada chatnya juga..
💬 Lupakan Dimas, karena aku dan Dimas saling mencintai jadi jangan halangi cinta kami ok!!
__ADS_1
Dimas yang melihat itu menjadi geram pada indah, karena perbuatannya bisa membahayakan Lisa yang sedang hamil besar.
"Yang?, kamu percaya sama bibikan?" tanya Dimas sembari menatap wajah cantik Istrinya, dan di Bales oleh Lisa dengan Anggukan.
"Yang, bibi memang pernah berhubungan dengan indah, tapi itu dulu, semasa kami masih kuliah, tapi hubungan kami putus karena dia memilih menikah dengan orang lain, jadi sejak itu bibi tak pernah lagi mau berhubungan dengan wanita, bahkan melirik mereka pun tak pernah rasa menjijikkan bila melihat mereka, karena bagi bibi, Wanita tidak ada yang tulus dan mereka hanya melihat laki-laki yang memiliki harta, " jelas Dimas jujur, ya memang di Antara 5 sekawan Dimas memang tak pernah peduli dengan yang namanya wanita itu terjadi semenjak ia di tinggal menikah oleh Indah, berbeda dengan teman-teman yang bahkan mereka mau melakukan hubungan terlarang pada wanita malam.
"Terus kenapa sama Lisa bibir kok tidak jijik?, lisakan wanita juga bie?" tanya Lisa yang nampak polos membuat Dimas gemas melihatnya.
"Kamu sangat berbeda sayang, kamu wanita yang tulus, itu terlihat saat kamu menggantikan peluru yang seharusnya untuk bibie, tapi kamu malah menghalanginya, dan saat itu juga hati bibie bertekad untuk menghalalkan kamu langsung" tutur Dimas mengingatkan peristiwa terjadinya huru-hara di pondok pesantren An-Nur.
"Tapikan, itu terjadi juga karena paman Lisa bie," bales Lisa lagi.
"Ya sayang, bibi tahu, tapi bibi malah bersyukur karena peristiwa itu bibie mendapatkan Mar'atush Sholihah" ujar Dimas sembari meletakkan kaki Lisa di ranjang dan setelah itu ia mendekati dirinya pada Lisa dan kemudian ia pun mengecup kening
"Terimakasih ya Yang, kamu sudah mempercayai bibi, dan tak terhasut oleh wanita itu" ujar Dimas dan kembali ia mengecup kening Lisa dengan lembut, lalu ia juga mengecup pucuk hidungnya Lisa, setelah itu ia pun meraih bibir Lisa dengan lembut namun lama-kelamaan ciuman itu berubah dengan hadirnya hasrat, yang sepertinya meminta lebih
"Yang?, ingin itu boleh ya" Ucap Dimas dengan suara yang sudah berat karena hasratnya sudah memuncak, Lisa yang tak ingin berdosa ia pun langsung mengangguk kepalanya.
Mendapatkan lampu hijau dari sang istri Dimas langsung bersemangat 45 dan dengan cepat ia langsung membuka jasnya lalu langsung membuka bajunya, dan ia pun kembali mendekati Lisa, namun saat ia baru ingin beraksi tiba-tiba..
"Aakh, Astaghfirullah" Pekik Lisa membuat Dimas terkejut dan langsung cemas.
"Kamu kenapa Yang?!" tanya Dimas karena melihat Lisa meringis kesakitan..
"Bie... Astaghfirullah Aakh!!"
__ADS_1
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏