Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
BERIKAN IA KESEMPATAN.


__ADS_3

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuh..


Kami keluarga besar:


*BIDADARI TAK BERSAYAP DARI KAKEK*


*CINTA SESUCI SALJU*


*SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI*


MENGUCAPKAN:


Selamat hari raya idul adha 1442 H / 2021 M.


Mohon maaf lahir dan bhatin..🙏😊


Taqabbal allahu mingkum, taqabbal ya karim..


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Mobil Ardiyan dan Dimas telah memasuki area rumah sakit, Dimas pun memarkirkan mobilnya. setelah selesai mereka pun berjalan memasuki pintu rumah sakit, dan pergi menuju ruangan Dika, sesampainya disana mereka pun masuk, ternyata Dika tidak seorang diri ada dua orang lagi yang sedang berbicara padanya.


"Assalamu'alaikum.." salam keduanya..


"Wa'alaikumus salam" Jawab mereka serentak.


"Kenapa Jordy ada disini ?" tanya Ardiyan heran.


"Ini Ar, Ternyata sebelum Andi di tembak ia sempat ke klub Jordy, makanya gue minta dia datang ke sini " jawab Dika menjelaskan.


"Oh lalu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Adiyan lagj.


"Kata Jordy, tadi malam ada yang nantangin Lo balapan, hingga ia juga menghina Lo makanya Andi tidak senang dan dia yang balapan dengan orang itu sebagai Lo, dan dia menang, tapi saat dia hendak pulang ternyata ia di ikuti oleh mereka dan menembaknya" cerita Dika membuat Ardiyan mengeras rahangnya tanda dia geram.


"Wah sepertinya mereka salah sasaran Ar, sepertinya mereka ingin membunuh Lo Ar.." ujar Dimas menimpalin..


"Ya gue rasa juga gitu Dim" sambung Dika.


"Cih, dengan cara yang licik, mau bunuh gue" ujar Ardiyan kesal..


"Siapa mereka sebenarnya jor?" tanya Dimas pada Jordy..

__ADS_1


"Gue kurang kenal juga dim.. karena kayaknya mereka baru dua mingguan gitulah datang klub jadi gue nggak begitu memperhatikan.." Bales Jordy yang memang ia tidak begitu kenal pada tiga orang yang menantang Andi tadi malam.


"Gue butuh rekaman cctv Lo, nanti Lo kirimkan gue ya!" ujar Dimas tegas


"Baiklah bro, ya udah kalo gitu gue permisi ya?" pamit Jordy dan teman


"Oke, Terimakasih ya jor" bales Dika..


"Yup,." Lalu Jordy dan temannya pun melangkah keluar dari ruangan Dika, dan pergi Tinggalah Ardiyan, Dimas dan Dika.


"Menurut Lo pada, siapa yang ingin membunuh gue, apakah ini masih berkaitan dengan Giovani?" tanya Ardiyan penasaran..


"Kalau menurut gue sih bukan, karena Lo tahu sendiri Giovani sudah mendapatkan ganjarannya oleh om Lo dan Wirakan " bales Dimas.


"Iya ya, terus siapa yang sudah aku sakiti hingga ia menginginkan nyawa gue?" tanya Ardiyan dengan mata nerawang mengingat siapa yang pernah ia sakiti.


"Udah nggak usah Lo pikirkan, intinya Lo mulai sekarang hati-hati, masalah lainnya serahkan gue" ujar Dimas menenangkan Ardiyan.


"Iya Ar, lagian lokan belum sembuh banget akibat kecelakaan kemarin, jadi sebaiknya Lo fokus sama kesehatan Lo aja" Sambung Dika juga.


"Baiklah, tapi kalian juga harus hati-hati, gue nggak mau peristiwa Andi terjadi juga dengan Kalian" Pesan Ardiyan pada kedua sahabatnya itu.


"Oke, kalau gitu, ayo kita lihat Andi sekarang"


Ajak Ardiyan pada kedua sahabatnya..


"Oke" lalu mereka pun keluar dari ruangan kerja Dika, dan melangkah menuju keruangan Rawat Andi.


Sesampainya di ruangan itu, nampaklah Andi yang terbaring lemah dengan selang oksigen di hidungnya ia masih belum sadarkan diri.


"Sudah berapa lama dia tak sadar?" Tanya Ardiyan.


"Sudah sejak di temukan pukul sebelas, hingga sekarang sudah sepuluh jam juga dia tidak sadar Ar, " ujar Dika.


"Siapa yang menolongnya tadi malam?" kali ini Dimas yang bertanya..


"Seorang wanita, gue nggak kenal, cuma wajahnya familiar banget, " jawab Dika


"Oh iya dia sepertinya dia melihat kejadian itu tadi malam karena panik gue jadi nggak sempat bertanya," lanjut Dika lagi.


"Tenang aja gue akan minta anak buah gue mencari gadis itu nanti" ujar Dimas, dan di saat bersamaan Andi bergerak-gerak Dika yang melihat langsung menghampirinya dan langsung memeriksa keadaan Andi.

__ADS_1


"Hai.. guys,.. kalian.. sudah.. datang" sapa Andi terbata-bata lemah.


"Iya kami datang " bales Ardiyan prihatin melihat keadaan sahabatnya itu.


"Ka..Lian mau..mengan..tarkan ke..per..gian.gue..?" tanya Andi yang masih terbata-bata, tapi kali ini di sertai senyuman paksaan..


"Apa yang Lo bicarakan?!, ingat nggak ada yang boleh pergi dengan cara seperti ini Lo paham?!


Seru Ardiyan tegas, namun ada rasa takut menyelimuti hatinya saat mendengar kata-kata Andi tadi.


"hah..Kem..atian.. gue.. juga..Lo..ya..ng atur?" ucap Andi lagi dengan senyuman miris. dan kali ini nafasnya tersengal-sengal


"Iya gue yang atur kematian Lo.. Lo boleh pergi saat Lo sudah bertaubat, dan juga bila sudah memiliki istri dan anak!" Ujar Ardiyan lagi pada sahabat yang lemah itu.. sekali lagi Andi Tersenyum keterpaksaan pada Ardiyan..


"He..he..he.. em..ang ..Lo..bisa..mence..gah..gue..man?" tanya Andi lagi..


"Ndi, gue minta Lo jangan banyak bicara dulu, fokuslah pada kesebuhan Lo,.. gue akan bantu Lo bro.." Ujar Dika menimpali, karena bila Ardiyan terus menanggapi dia akan semakin membahayakan untuk dirinya..


"Ah.si..ap bro..eh.. bro..ma..na.. mi.nul..?" tanya Andi yang matanya seperti mencari sesuatu..


"Sudah hentikan ndi.! istirahat sekarang !" Titah Dika yang mulai kesal karena teman seperti tidak mau mendengar perkataannya..


"Uhuk..uhuk..uhuk..byur" Andi terbatuk dan disertai dengan semburan darah membuat ketiga sahabatnya menjadi panik


"Astaghfirullah, Lo kenapa ndi?!" pekik Ardiyan panik, sedangkan Dika langsung menangani sahabatnya itu, Dika juga meminta kedua sahabatnya keluar dari ruangan Andi.. Ardiyan dan Dimas pun menurut mereka akhirnya keluar dengan wajah yang tak bisa di artikan.


"*Ya Allah, berikan Ia kesempatan untuk bertaubat pada mu, jangan ambil dia dulu ya Rabb"_ doa Ardiyan di dalam hati..


"Ya Allah takdir engkau yang mengatur, tidak ada yang bisa menentang takdirmu, tapi bisakah hamba Meminta, Berikan ia kesempatan untuk memperbaiki dirinya ya Allah.." Doa Dimas di dalam hatinya*..


*BERSAMBUNG.


**************


Hari ini Author hanya update B.T.B.D.K.


aja ya guys karena Author bertujuan mengucapkan selamat Idul Adha saja.


maaf ya bila ada perkataan yang tidak baik dalam cerita Author ini yang tidak berkenan di hati para Readers Author mohon di maafkan ya guys 🙏😊


Dan jangan lupa ya tinggalkan jejaknya..🙏😊**

__ADS_1


__ADS_2