
Tok.. tok.. tok..
"Masuk!" Ucap Dimas, dan ternyata Ardiyan berserta Anisah yang muncul.
"Assalamu'alaikum " salam Ardiyan dan Dimas.
"Wa'alaikum salam" jawab mereka serentak.
"Kakek, paman, ternyata ada di sini juga?" Ucap Ardiyan sambil menyalami kakek dan ayah Dimas.
"Iya nak, mendengar menantunya telah sadar, membuat orang tua ini tidak sabar ingin menjenguknya," ucap kakek Rusdi sambil melirik ke Ayah Dimas.
"Hehehe, mungkin saya hanya sedikit terkejut saja pak, tiba-tiba sekarang saya memiliki menantu, kayaknya seperti mimpi saja, mengingat Dimas yang sepertinya takut dengan wanita pak," bales Ayah Dimas membuat yang lainnya ikut tertawa.
"CK Ayah, Dimas bukan takut dengan wanita, tapi takut dengan dosa tau!", Bantah Dimas kesal karena di goda Ayahnya.
"Betul.. betul.. ini menunjukkan nak Dimas ini lelaki sejati, bukan seperti seseorang yang selalu berganti-ganti pasangan, untung saja ada bidadari yang Meu menerima bocah tengil ini" ujar kakek Rusdi sambil melirik Ardiyan.
"Aiish, kenapa jadi gue yang kenak sih" Gumam Ardiyan tapi masih terdengar oleh kakek dan yang lainnya, dan membuat mereka akhirnya tertawa "Tapi kek itukan masalalu sekarang Diyan cukup mempunyai Anisah saja, dan terimakasih karena Kakek Diyan memiliki bidadari yang Sholehah " lanjutnya lagi, membuat kakek tersenyum bahagia, karena pada akhirnya cucunya bisa memahami mengapa ia memilih Anisah.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kakek sangat bahagia, pada akhirnya cucu-cucu ku memiliki istri-istri yang Sholehah "ucap kakek Rusdi sambil merangkul pundak Ardiyan dan Dimas secara bersamaan
"Semoga kalian berbahagia bukan hanya di dunia, tapi juga hingga di Akhirat kelak" lanjut kakek Rusdi lagi.
"Aamiin..." Jawab mereka serentak.
"Itu tidak adil kek, cucumu yang ini belum mendapatkan istri yang Sholehah seperti mereka, kek." Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul,
"Jadi kakek juga harus mencarikan Dika jodoh Istri Sholeha juga ya kek, " tambah seseorang itu, yang ternyata adalah Dika.
"Hayoy, nih orang! masuk bukannya ucapkan salam dulu kek, malah merintah kakek untuk Carikan jodoh! nggak sopan banget sih lu,!" celetuk Dimas, membuat Dika cengengesan
"Wa'alaikum salam Nak Dika,?, Hmm baiklah, sesuai keinginan mu, in syaa Allah, kakek juga akan Carikan jodoh untuk mu, tapi harus ada syaratnya" bales kakek
"Eh, pakai syarat kek?" tanya Dika.
"Ya iyalah, syaratnya Lo harus mandi kembang tujuh rupa dengan Air tujuh sumur " tutur Dimas datar.
"Haaa... iyakah kek?" tanya Dika dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Hahaha,..tidak seperti itu juga nak, cukup kamu perbaiki diri, maka jodoh yang kamu inginkan in syaa Allah akan datang nak" bales Kakek Rusdi.
"Baiklah kek, in syaa Allah, Dika juga ingin belajar di pondok bang Fahmi, seperti Ardiyan" ujar Dika, membuat kakek senang mendengarnya, karena pada akhirnya satu persatu sahabat cucunya ikut berubah.
"Alhamdulillah, kakek senang mendengarnya. hah.. Akhirnya geng simelekete pada taubat, hahaha" ucap kakek Rusdi sambil tertawa bahagia, tapi tidak dengan 3 sekawan yang saling pandang.
"Geng simelekete?, sejak kapan geng kita namanya simelekete? tanya Dimas polos kepada kedua sahabatnya, dan mereka hanya menaikkan bahu tanda tidak tahu, kakek yang melihat kebingungan mereka jadi semakin terkekeh.
"Haiis,.. kakek tua.., mengapa jadi bahagia banget sih, setelah memberi nama asal pada persahabatan kami?" lenguh Ardiyan pada kakeknya.
"Tentu saja kami para orang tua bahagia melihat anak-anaknya pada akhirnya berubah dari dulu yang simelekete sekarang Alhamdulillaaah menjadi seseorang yang Sholeh," ucap kakek Rusdi ada rasa bangga dan haru akan perubahan besar pada cucu dan para sahabatnya.
"kemarilah cucu-cucu ku," tambah kakek Rusdi lagi sambil merentangkan kedua tangannya dan memeluk ketiga sekawan itu penuh haru..
Bersambung
**********
Terimakasih atas kritik dan masukannya.🙏😊 terus dukung ya ukhti dan Akhy,
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga🙏😉