
"Wah selamat ya bro, akhirnya Lo akan jadi seorang Ayah" ucap Andi sambil menyalami Ardiyan.
" Aamiin, terimakasih juga ndi" bales Ardiyan menyambut salaman Andi." Oh iya ada perlu apa Lo kemari?" Tanya Ardiyan lagi.
"Gue kesini cuma mau nyampaikan pesan seseorang" jawab Andi.
"Pesan?," Ardiyan mengerutkan keningnya.
"Ya, Lo ingat Wiraxsana, teman kuliah kita dulu?" Tanya Andi pada Ardiyan. Dan Ardiyan berusaha mengingatnya.
"Wiraxsana Andara maksud Lo?" Tanya Ardiyan lagi.
"Iya, dia kembali, dan sekarang dia menantang Lo buat balapan" Bales Andi.
"Gue nggak bisa balapan lagi," bales Ardiyan datar.
"Ya sudah gue bilang begitu, tapi ia mengatakan kalau dia kalah Andara grup akan menjadi milik Lo " ujar Andi. Membuat kedua temannya kaget.
"Haa, gila aja tuh orang, perusahaan di jadikan taruhan" ucap Dimas menimpali.
"Ya kan emang dari dulu dia sudah gilakan, Apalagi sejak Giovani memilih Ardiyan dia semakin gila" tutur Andi lagi.
__ADS_1
"Sudahlah nggk usah di tanggapi lagi orang seperti itu, gue nggak bisa balapan lagi, jadi gue menolak tantangannya" bales Ardiyan lalu ia berdiri " gue mau mithing jadi sebaiknya Lo pergi dari sini.. ayo Dim" ucapnya lagi lalu ia pun melangkah keluar dari ruangannya meninggalkan Andi.
"Yee gue malah di usir lagi, ya sudahlah balik saja," ucapnya lalu Andi pun meninggalkan ruangan ardiyan juga.
____
Sementara Ardiyan dan Dimas dalam perjalanannya..
"Ar, menurut Lo kenapa Wira sampai senekat itu mempertaruhkan perusahaannya, hanya buat balapan?" Tanya Dimas yang sedang fokus menyetir.
"Gue juga nggak tahu, tapi rasanya ada yang janggal, sebaiknya kita waspada saja Dim" Bales Ardiyan.
"Iya, gue juga merasa begitu, ini aneh"
"Oke gue tahu" bales Dimas.
"Oh ya profosal untuk GM grup Lo sudah siapkan?" Tanya ardiyan mengingatkan
"Sudah bos" jawabnya, dan tak lama pun mereka sampai di sebuah restoran tempat mereka membuat janji mithing pada koleganya dari GM grup. Pertemuan pun berlangsung selama satu jam setengah, dan sepertinya Ardiyan tidak suka dengan hasil yang di putuskan oleh pihak GM grup.
"Maaf pak Edy, sepertinya saya tidak setuju dengan hasil yang bapak ajukan, dan sebaiknya kita pending dulu kesepakatan ini" ucap Ardiyan datar, membuat pak Edy sedikit tidak senang.
__ADS_1
"Mengapa pak Ardiyan bukankah saat anda bekerja sama dengan Bu Giovani tidak di persulit, mengapa dengan saya begitu di persulit, apa karena dia bisa memberi sesuatu yang memuaskan Anda?" Ujar pak Edy dengan wajah sinis penuh pemikiran kotor.
"Itu bukan urusan Anda, dan jauhkan pemikiran kotor anda terhadap saya, dan sebaiknya ini pertemuan kita terakhir, karena saya sudah tidak berniat berkerja sama dengan Anda! Permisi dan selamat siang! "bales Ardiyan dengan tatapan tajamnya lalu ia pun meninggalkan tempat itu.
"Sombong sekali dia, aku akan mencari kelemahan mu, yang akan membuat mu hancur!" Ucap pak Edy sinis.
"Selidiki dia carilah kelemahannya dan buat dia menyesal karena kesombongannya" ucapnya lagi pada Asistennya dan di anggukkan oleh Asisten nya. lalu mereka pun ikut meninggalkan tempat itu juga.
__________
Di mobil Ardiyan dan Dimas...
"Ar, sebaiknya sekarang Lo hati-hati, karena pak Edy itu bukan orang sembarangan dan yang gue tahu, dia salah satu anggota mafia yang sangat kejam di kota S" ucap Dimas mengingatkan Ardiyan.
"Ya gue tahu, dan gue minta tolong agar anak buah Lo berjaga-jaga di sekitar pesantren, dan ingat jangan membuat mereka yang di pesantren curiga" ujar Ardiyan agak cemas. Ada rasa TakutArdiyan di hatinya.
"Oke gue akan kerahkan anak buah gue untuk berjaga-jaga di sana, dan sebaiknya Anisah jangan pulang dulu kerumah kalian dan kalau bisa Lo jangan pergi kepondok dulu untuk saat ini, karena gue yakin sekarang ini gerak gerik Lo sedang di awasi" ujar Dimas mengingatkan.
Bersambung
-------------------
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏😉