
CIIIIKTT.. Suara rem mobil mendadak, seketika mobil pun berhenti.
"Ada apa sayang?!" Tanya Ardiyan agak sedikit kaget karena teriakan Anisah.
"Ingin itu hubby.." Bales Anisah, sambil menunjuk sebuah pohon di halaman rumah orang. Ardiyan pun langsung melihat arah yang di tunjuk istrinya..
"Haaaah, itu kan Jambu..Monyet sayang " ucap Ardiyan, tapi saat mengatakan kata "Monyet" matanya ke Arah Wiraxsana..
"Heey.. kenapa ngomong monyetnya Lo lihat gue..?!" Tanya Wira kesal..
"Lah, jadi gue harus lihat apa, nggak mungkinkan lihat binik gue" jawab Ardiyan polos
"Haeiis ya lihat ke Jambu.. Monyetnya lah " ujar Wira, sambil mengatakan kata Monyet juga matanya mengarah ke Ardiyan..
"Lah, kenapa Lo bilang monyet memandang gue juga?"
"Cih, itukan ajaran Lo "
"Iiss sudah, sudah, kenapa kalian selalu bertengkar sih!" Sentak Anisah mulai kesal pada kedua laki-laki yang di depannya." Mau ngambilkan apa tidak sih?" Tanyanya lagi.
"Maaf sayang, tapi pohonnya tinggi, gimana kalau kita cari di supermarket" ucap Ardiyan membujuk istrinya.
"Nggak mau hubby, Nisah maunya yang itu " bales Anisah manja.
"Tapi sayang itu tinggi sekali hubby takut ketinggian " ucap Ardiyan lagi
"Ya sudah nggak usah!" Ucap Anisah merajuk, dan melipat kedua tangannya di bawah dada serta memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
"Haiis istri cantikku merajuk, ya udah iya iya, ubby akan ambilkan, tapi biar bang Wira yang panjat pohonnya ya" rayu Ardiyan.
"Lah kok gue?.. Nisahkan binik Lo, dan sudah pasti itu permintaan anak Lo yang di dalam perut Anisah.." ucap Wira mengingatkan Ardiyan.
__ADS_1
"Lah Lo kan tahu, dari dulu gue nggak bisa naik pohon, kalau Lo sama Dimas emang jagonyakan" ujar Ardiyan lagi,
"Ya tetap aja.."bales Wira tapi terpotong oleh Anisah.
"Apaan sih hubby kok malah berdebat lagi, pokoknya Anisah mau hubby yang mengambilkan titik!" Potong Anisah
"Haiis, iya iya ubby yang ambil" Bales Ardiyan pasrah." Ya sudah ubby mau permisikan dulu sama yang punya, sayang tunggu di mobil saja ya dan Lo cepatan bantu gue!" lanjutnya lagi, dan mengajak Wira agar membantunya.
Dan Akhirnya Ardiyan dan Wira pun menghampiri rumah pemilik pohon jambu monyet. Lalu Ardiyan mulai mengetuk pintu, dan tak lama pemilik rumah pun keluar.
"Assalamu'alaikum Bu" salam Ardiyan.
"Wa'alaikum salam nak, Ada apa ya?" Tanya sang ibu.
"Ini Bu, sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengganggu ibu " ucap Ardiyan ramah.
"Tidak apa-apa nak, tapi sebenarnya ada apa ya?" Tanya ibu itu lagi,
"Maa syaa Allah, jadi istri mu lagi ngidam ya.? Kalau gitu ambil saja nak, tidak usah beli" ujar ibu itu lagi. " Tapi ya gitu pohonnya tinggi, jadi agak sulit mengambilnya nak" tambah ibu itu lagi.
"Tidak apa-apa Bu, saya akan naik" ucap Ardiyan.
"Oh ya sudah tunggu sebentar nak" bales sang ibu lalu ibu itu masuk kedalam rumahnya, dan tak berapa lama ia keluar kembali sambil membawa Kantong plastik.
"Ini nak, untuk menaruh jambunya."ucap sang ibu sambil menyerahkan kantong plastiknya.
"Ya ampun saya jadi merepotkan, tapi terimakasih ya bu, kalau gitu saya ambil buahnya ya Bu.." ujar Ardiyan sambil menerima kantong tadi.
"Iya nak silahkan" setelah mendapatkan izin, Ardiyan pun menghampiri pohon jambu monyet.
"Haiis, tinggi banget nih pohon, Lo yakin mau naik? Tanya Wira.
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi inikan permintaan bumil., Demi dia dan sih buah hati, jangankan panjat pohon, panjat gunung pun akan gue jabani " bales Ardiyan pede.
"Eleh, sok model Lo bro bro.."
"Sudahlah jangan banyak omong, bantu gue sekarang!" Ucapnya lagi dan memulai memanjat dengan bantuan Wira.
Setelah Ardiyan di atas, Wira pun ikut naik dan mereka mulai memetik buah jambu monyetnya, mereka begitu asik memetik buah hingga tanpa sadar, semut angkrang memasuki tubuh mereka,
"Apaan sih Lo Ar, jangan bercanda deh" ujar Wira sambil menggeliatkan tubuhnya geli.
"Ada apa wir..?" tanya Ardiyan heran, sedangkan Wira kaget melihat posisi dia dan Ardiyan tenyata berjauhan..
"Haaa.. lalu siapa yang ngelitiki badan gue?" ucapnya bingung, dan tak lama badannya terasa di gigit gigit kecil.
"Huaaaa mamiii.. toloong ndraa,..ups " teriak Wira tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya dan ia langsung melihat ke arah Ardiyan yang juga sedang memandangnya..
"huahahah, ternyata CEO WiA dan WixA adalah anak mami hahah" ledek Ardiyan sambil mentertawakan Wira.
"Diiam Lo!!, Aduuh, ternyata nih pohon banyak semut rangrangnya..huaa semut sialan kenapa gigit gue" ucap Wira kesal lalu ia pun turun dari pohon tersebut sambil menjerit-jerit. setelah sampai di bawah ia pun melonjak-lonjak.
"Huaaa maamiiii toloongin, aduuh sakiiit" ucapnya sambil membuka bajunya..
"Aaaaah semut banci jangan kesana.. jangan ganggu adek gue.. sompret Lo semut! " ujarnya lagi sambil membuka celana panjangnya dan tersisa celana pendek dan dia masih berjingkrak-jingkrak, sementara Ardiyan yang melihat itu tertawa terbahak bahak.
"hahahaha..hahhaha, buka saja sekalian semuanya wir hahaha." karena sibuk menertawakan Wira ia malah kehilangan keseimbangannya akhirnya..
BRUUUK..!!..
BERSAMBUNG AKH..
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1
TERIMAKASIH LIKE DAN KOMENTARNYA YA, MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT DEH DAN IDE CERITA JADI GAMPANG MUNCUL.. SYUKRON YA GUYS ππ