
💕 kenapa kau diuji?
Sebab Allah tau kau mampu,,
‘‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya’’
(Al-Baqarah :286)
✨✨✨✨✨✨✨✨
Kecelakaan beruntun pun terjadi,
Namun mobil Ardiyan tidak begitu parah, karena Hans sempat membanting setir kearah kanan, hingga hanya bemper depan kanannya saja yang terbentur dengan bemper truk dan kaca samping yang terkenak bak truk. Sedangkan mobil yang mengejar mereka terhantam tepat pada bagian depan truk hingga kerusakan begitu parah.
Dimas yang menyaksikan kejadian itu menjadi panik hingga dengan cepat ia memarkirkan mobilnya lalu ia pun berlari menghampiri mobil Ardiyan,.
"Ardiyan?!..Ar?! Buka pintunya!!!" Teriak Dimas sambil mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil. Namun tidak ada respon dari Ardiyan, lalu ia pun menghampiri kaca jendela Hans..
"Hans?!! Buka pintunya kau tidak mendengar aku?!" Dimas masih mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil namun tidak ada respon juga.
"Kalian Ambil alat yang bisa membuka pintu mobil" ujar Dimas pada anak buahnya, dan tak berapa lama anak buah sudah membawak alat dan dengan cepat mereka pun berhasil membuka pintu mobil dengan paksa.
Dimas pun menarik Ardiyan yang wajahnya di penuhi dengan darah sepertinya ia terkenak pecah kaca jendela yang terhantam oleh bak truk hingga posisi mobil berhenti tepat disana.
"Ar..? bangun Ar.." panggil Dimas sambil menggoyangkan tubuh Ardiyan, namun tidak di respon juga karena Ardiyan sudah tidak sadarkan diri, karena tidak ada respon, Dimas pun langsung mengangkat Ardiyan menuju mobilnya, sedangkan Hans di angkat oleh anak buah Dimas.
"Kalian lihatlah di mobil itu apakah ada yang masih hidup, kalau ada Bawak untuk di interogasi" ujar Dimas pada anak buahnya
"Baik pak" setelah mendapatkan jawaban dari mereka Dimas langsung masuk ke mobilnya dan dengan cepat ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Di dalam perjalanannya ternyata Ardiyan tersadar.
"Ar Lo dah sadar?"
"Hmm, g..gimana k.keadaan Hans dim?" Tanya Ardiyan lemah.
"Udah seperti ini masih mikirin orang Lo.. jangan khawatir, dia masih bernafas sama kayak Lo, dia di mobil anak buah gue" jawab Dimas.
"Oh s.syukurlah, "
"Udah jangan banyak bicara dulu, dan jangan tidur" ujar Dimas lagi.
"Dim, k.kalau terjadi.. sesuatu..sama.. gue.. tolong..jaga..binik..dan anak gue..yah." ujar Ardiyan semakin lemah.
"Gue nggak mau jaga binik Lo, jadi Lo harus kuat!!, demi mereka, dan jangan berpikir yang tidak-tidak paham!" Ucap Dimas agak sedikit marah pada Ardiyan, karena sepertinya ia ingin menyerah.
__ADS_1
"Rudi, dipercepat jalan mobilnya!!" Sentak Dimas pada anak buahnya, mobil pun semakin cepat, dan tak berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit.
Sesampainya di lobby, mereka sudah di tunggu oleh Dika dan beberapa suster yang membawak brankar, dan dengan cepat juga Dimas di bantu Dika mengangkat Ardiyan dan meletakkannya di brankar dan dengan cepat mereka mendorong Ardiyan keruang operasi.
dan dengan cepat Dika menangani sahabatnya itu,
********
Sementara di pondok..
Anisah yang sedang mengajarkan anak santriwatinya memanah tidak begitu fokus
Hati Anisah begitu gelisah ia terus mencoba menenangkan hatinya dengan istighfar. sehingga disaat salah satu santriwati memanggil ia tak mendengarnya
"Ustadazah Nisah?" panggil salah satu dari santri.
"ada apa anti memanggil ustadazah Nisah?" tanya seseorang yang tiba-tiba datang.
" Afwan ustadazah Nina..Ana di suruh ummi memanggil ustadazah Nisah" ucap santriwati itu.
"Ya sudah Anti kembalilah katakan pada ummi sebentar lagi ustadazah Nisah akan datang" ujar ustadazah Nina dan santriwati itu pun mengangguk lalu ia meninggal mereka.
Sementara Nina yang melihat kegelisahan Anisah pun menghampirinya..
"Eh.. Astaghfirullah.. Wa'alaikumus salam ty Nina" balas Anisah sedikit kaget.
"Apa yang Anti lamunakan? Sejak tadi ana perhatikan sepertinya anti sedang gelisah.?"
"Entahlah ty, ana juga bingung, sejak tadi hati ana begitu gelisah dan ana juga sudah menyiramkannya dengan istighfar namun belum kunjung reda ty"
"Subhanallah.., itu ujian hati, ty...
Jika detik ini ujian itu masih sering kita hadapi.. Maka bersabarlah jangan putuskan kesabaran kita, Karena sesungguhnya Allah sedang menguatkan kita.." ujar Nina lembut
"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa."
-HR. Tirmidzi 3370, Hasan-
Berdoalah pada-Nya ty..agar kegelisahan Anti terjawab, atau terobati" lanjut Nina lagi,
kata-kata Nina yang lembut membuat hati Anisah sedikit nyaman.
"Na'am ty..in syaa Allah, Syukron ya, perkataan Anti membuat hati ana sedikit nyaman" bales Anisah sambil memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
"Afwan ty, ya sudah sebaiknya sekarang kita kembali ke pondok utama, karena selain Anti di ummi, juga sebentar lagi akan memasuki Dzuhur " Ujar Nina lagi sambil menarik Anisah yang sedang duduk,
"Baiklah, mari ty, Nina" bales Anisah lalu mereka pun kembali ke pondok utama ya itu Rumah Ustadz Khairul. setelah sampai..
"Assalamu'alaikum?" Salam Anisah dan Nina berbarengan.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab umi syadiah.
"Umi, ada apa memanggil Nisah?" tanya Anisah sambil mencium punggung tangan uminya. dan di ikuti oleh Nina.
"Umi memanggil hanya mau menyuruh mu untuk makan nak, kamukan sedang hamil tidak baik bila terlambat untuk makan" bales Umi syadiah lembut. " Makanlah sekarang biar kamu di temani Nina" sambung umi lagi.
"Na'am umi, tapi sepertinya Nisah ingin Dzuhur dulu mi, karena sudah mendekati waktunya" bales Anisah lagi.
"Nina juga umi, nanti saja setelah sholat kami akan makan" ujar Nina juga.
"Oh, ya sudah kalau begitu, mari kita sholat berjamaah" ujar sang umi.
"Na'am umi" Lalu mereka pun pergi meninggalkan umi syadiah dan menuju Ruang Sholat, dan sebelumnya mereka berwudhu dulu. setelah selesai mereka pun melaksanakan Sholat jama'ah
setelah selesai mereka berdoa masing-masing
Anisah di dalam doanya..
Ya Rabb,,
Jadikanlah kami seorang penyabar dan bersabar di setiap dugaan-Mu,,
Ya Rabb
Didiklah diri kami untuk sabar meniti liku-liku kehidupan ini,, Dan tenangkanlah hatiku dari prasangka buruk dan tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu,,
Ya Rabbulizzati
Aku titipkan dia pada-mu,,dia yg selalu ada untuk ku,, tolong jagakan dia untukku lindungi dia dimana pun dia berada,, Dan berikan kemudahan serta kelancaran jalannya untuk berjihad dan mencari ridho-mu,,
Ya Rabb
Ku percayakan dia pada-mu,, karena ku yakin hanya engkau yang mampu menjaganya dan engkau pula yang akan melindungi nya,, dan semoga engkau memberikan keselamatan untuk nya,, Aamiin ya Allah"
Baru selesai Anisah Berdoa, tiba-tiba HP nya berbunyi ia pun segera mengambil hp nya yang ia letakkan di atas meja lalu ia pun menerimanya
" Halo Assalamualaikum?"
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😉
__ADS_1
Syukron yang telah memberi like Vote dan komentar penyemangatnya🙏😊