Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Orang Pilihan.


__ADS_3

*Pondok pesantren.


Semenjak Ardiyan pergi keluar kota Anisah harus tinggal bersama kedua orang tuanya di pondok dan kini nampak Anisah sedang bersiap dengan memakai baju kebesarannya untuk melatih bela diri untuk para santriwati, setelah selesai ia pun bergegas turun, sesampainya di ruang keluarga ia bertemu umi syadiah.


"Kamu mau kemana nak?" Tanya umi syadiah.


"Hari ini jadwal Nisah melatih bela diri para santriwati umi" jawab Anisah lembut.


"Apa? Tidak tidak kamu nggak boleh melatih dulu, kamu nggak ingat ya kalau kamu lagi hamil muda?"


"Nisah ingat kok umi, jangan khawatir Nisah tidak akan melakukan yang ekstrim umi"


"Tetap tidak boleh, lebih baik kamu banyak istirahat saja nak"


"Hm kalau Nisah hanya mantau saja bolehkan umi nanti yang ngajarin Lisa dan Nina boleh ya umi?


"Anak umi yang satu ini memang keras kepala, ya sudah, ingat hanya memantau!"


"Syukron umi, muach, Nisah sayang umi, Nisah pergi ya Assalamualaikum" ucap Anisah setelah mencium pipi uminya ia pun meninggalkan umi syadiah


"Wa'alaikumus salam hati-hati nak" jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah mendapat izin dari uminya Anisah pun bergegas menuju lapangan pondok, dimana para santriwati sedang menantikannya,

__ADS_1


"Assalamualaikum Antumah," salamnya kenapa para santriwati disana,


"Wa'alaikumus salam ustadazah" jawab santriwati serentak.


"Hari ini yang mengajarkan bela diri ustadazah Lisa dan Nina ya, ana hanya mantau" ucap Anisah pada santriwatinya.


"Na'am ustadzah" bales mereka.


Mereka akhirnya pun belajar bela diri dengan di bantu kedua sahabatnya Anisah, membutuhkan waktu satu jam akhirnya pelajaran pun selesai, para santriwati pun meninggalkan halaman pondok tersebut dan tinggallah Anisah dan kedua sahabatnya.


"Syukron ukhty sudah membantu ana" ucap Anisah kepada kedua sahabatnya sambil melakukan pergerakan isyarat tangan karena salah satu sahabatnya bisu.


"Sama-sama ukhty " kata Nina serta di ikuti anggukkan oleh Lisa.


"Tolong jangan biarkan dia masuk aku tak ingin menemuinya"jawabnya dengan wajah yang ketakutan.


"ada apa dengan Lisa kenapa ia begitu ketakutan dan badannya sampai bergetar" Batin Anisah.


"Ada apa Lisa mengapa raut wajah mu seperti ketakutan? Tanya Anisah masih pakai bahasa isyarat tangan. Nampak sahabat enggan menjawab tapi nampak jelas dia seperti menahan Air mata, dan ia pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Lisa katakanlah ada apa? Anti tidak perlu takut, in syaa Allah bila ana bisa bisa bantu maka ana akan bantu" ucap Anisah lembut dan penuh keyakinan.


" Nisah ana di paksa untuk menikah dengan seorang rentenir yang memiliki 3 istri, karena paman ana tidak bisa membayar hutangnya tolong ana Nisah, ana tidak ingin menikah" Balesnya masih pakai bahasa isyarat dan dengan air mata yang tak bisa terbendung lagi, Nisah yang melihat itu pun langsung memeluk sahabatnya

__ADS_1


"Anti yang sabar ya, in syaa Allah kita pasti akan menemukan jalan keluarnya dan in syaa Allah nanti ana juga akan bicarakan ini pada Abi ana" ucap Anisah lalu ia memeluk sahabat yang sudah seperti saudara baginya.


"Lisa ana selalu kagum padamu, anti adalah Orang pilihan Allah, betapa tidak, Dia begitu menyayangi anti, hingga ia selalu menguji Anti dan ana juga yakin anti pasti bisa melewatinya dan setelahnya kebahagiaan adalah hadiah utamanya dari Allah" Ucap Anisah lembut sambil mengusap kepala sahabatnya penuh kasih.


Bersambung


-------------------


Bahasa Arab


Ana : saya, Anti : kamu perempuan,


Syukron: Terimakasih.


Afwan: Maaf ataupun sama-sama


Antumah : kamu semuanya perempuan.


maaf bila ada yang salah tolong di bantu.


Terimakasih yang selalu mendukung 🙏😊


dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2