Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Tes urine


__ADS_3

"Tes urine? Emang gue kenapa? Perasaan gue cuma mual dan lemas deh" ucap Ardiyan bingung.


" Mana gue tahu!, Pokoknya gue hanya menyampaikan apa yang di katakan umi., udah sana jangan ngebetah entar kualat loh' kata Dimas lagi.


"Ya sudah kalau gitu tunggu sebentar" bales Ardiyan lalu ia pun bergegas ke kamar mandi dengan membawa bungkusan yang di berikan oleh Dimas. Berapa saat kemudian Ardiyan pun kembali dan menyerahkan sesuatu pada Dimas.


"Nih Udah sekarang Lo keluar! Menggangu saja! " usir Ardiyan sambil mendorong Dimas keluar.


"Huh! Dasar manusia nggk punya perasaan, Udah di bantu bukannya terimakasih malah ngusir,! Haih nasib" gerutu Dimas kesal sambil berjalan menuju ruang keluarga. Yang di sana ada ustadz Khairul yang sedang menonton TV.


"Kamu kenapa nak? Kok ngomel-ngomel begitu?" Tanya ustadz Khairul.


"Hehe Abi.. nggak ada apa-apa kok bi, Dimas cima laper hehe" bales Dimas cengengesan.


"Ha, laper kok ngerep sih bukanya makan?. Ya sudah yuk Abi temanin kebenaran Abi juga pingin mentong"


"Ayo bi, siapa takut kalau ya namanya makan harus di jabanin walau apapun yang terjadi!"


"Lah kok, jadi kayak mau perang sih nak? hahaha ya sudah ayolah" ucap ustadz Khairul. Dan mereka pun melangkah ke ruang makan. Saat mereka sedang makan tiba-tiba umi syadiah datang.


"Assalamualaikum Abi, Dimas,? pantas umi salam di depan nggak ada yang jawab rupanya lagi pada makan ya?"

__ADS_1


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Dimas dan ustadz serempak.


"Maaf umi nggak dengar, mungkin ini pengaruh pecal buatan umi yang enak" ucap Dimas yang mulutnya masih penuh.


"Alhamdulillah kalau enak, ya sudah kamu teruskan makannya jngan ngomong dulu nanti tersedak, umi mau ke kamar dulu ya nak, bi, mau ganti baju" bales umi dan pergi meninggalkan mereka.


" Alhamdulillah, akhirnya selesai juga, masakan umi memang tiada duanya ya bi?"


"Alhamdulillah nak, oh iya bos kamu kenapa nak, kok tumben nggak ngantor? Tanya Abi


"Lagi nggak enak badan bi, dia tadi muntah-muntah dan.." jawab Dimas namun tergantung karena terpotong oleh umi yang tiba-tiba datang.


"Nak? mana yang tadi umi suruh, sudah di tes belum?" Tanya umi syadiah pada Dimas.


"Nih umi" umi pun mengambil yang di serahkan oleh Dimas, ia melihat barang tersebut, kening berkerut.


" Kok negatif?" Ucapnya agak kecewa dengan hasil yang ia pegang.


"Ada apa mi?" Tanya ustadz Khairul.


"Nggak papa bi, umi mau keatas dulu" ucapnya sambil mengambil bungkusan yang tersisa dan membawanya.

__ADS_1


Tok tok tok,


" Nak ini umi, boleh umi masuk?"


"Masuk aja mi, nggk di kunci kok" jawab Ardiyan dari dalam, umi pun membuka pintu kamar tersebut terlihatlah Anisah yang masih tertidur dan Ardiyan duduk di tepi ranjang.


"Anisah masih tidur?, Apakah dia tertidur setelah tes urine? Tanya umi heran.


"Tes urine?, Nisah dari tadi tidur umi," jawab Ardiyan polos.


"Lah tadi yang tes urine siapa?" Tanya umi syadiah penasaran.


"Dian umi.. kata Dimas umi nyuruh Dian yang tes urine kan?" Jawabnya polos.


"Astagfirullaaah... Sih bodoh yang malang..!"


"DIMAAAAAAS!!"


Bersambung


--------------------

__ADS_1


Maaf ya agak sedikit Upnya, karena tangan Author lagi bengkak jadi susah ngetik 😭😭😭😭


jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏


__ADS_2