
__💟 MUTIARA HIKMAH 💟__
"Setiap orang belum tentu baik,, tetapi selalu ada kebaikan pada setiap orang . .
Jangan terlalu cepat menilai seseorang, karena setiap orang suci pasti punya masa lalu, dan setiap pendosa masih punya masa depan . .
__(Quotes of the day)__
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>💟<\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kini kandungan Lisa sudah mau memasuki bulan ke sembilan, namun di saat ia hamil besar justru Dimas sering keluar kota, karena Ada perkejaan yang harus ia tangani sendiri.
Seperti saat ini Dimas sedang berada di kota A karena ada sebuah proyek yang harus ia kerjakan Dimas yang selalu di dampingi oleh Roy kini sedang di atas gedung yang hampir siap pembangunannya. dan di saat mereka sedang melihat para pekerja tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Siang pak Dimas?" sapa seorang Pria berjas hitam dan memakai helem proyek.
"Siang juga pak Jeremy" bales Dimas sembari menjabat tangannya pada pria yang bernama Jeremy.
"Wah, sepertinya proyek ini akan segera selesai ya?" tanya Jeremy dengan pandangan kearah sekeliling gedung.
"Iya pak, dan saya jamin dalam Minggu ini proyek akan siap pak" ujar Dimas yang pandangannya juga melihat sekeliling gedung tersebut.
"Baguslah kalau begitu pak, saya suka bekerja sama dengan anda yang selalu tepat waktu dari yang sudah di janjikan" Ujar Jeremy lagi yang sepertinya puas dengan hasil kerja Dimas.
"Syukurlah bapak suka" bales Dimas lagi.
"Ya saya sangat puas dengan hasil kerja bapak, dan karena itu saya ingin mentraktir bapak di cafe di sini apakah bapak bersedia?" tanya Jeremy
__ADS_1
"Baiklah pak, mari kita kesana" bales Dimas, dan akhirnya mereka menuruni gedung itu dan langsung menuju sebuah cafe yang berada di dekat gedung tersebut.
Sesampainya di sana mereka pun saling mengobrol sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah di pesan oleh Jeremy dan di saat mereka Asik mengobrol tiba-tiba HP Jeremy berbunyi dan ia pun menerima panggilan tersebut setelah panggilan terputus..
"Maaf pak Dimas saya ada Keperluan mendadak jadi tidak apa-apakan saya tinggal?" ujar Jeremy sopan.
"Tak masalah silakan pak" bales Dimas
"Baiklah kalau begitu saya permisi pak" pamit Jeremy.
"Iya pak silakan" Jeremy pun pergi meninggalkan Dimas dan Roy yang masih menikmati makanannya, dan di saat mereka mengobrol tiba-tiba seorang wanita memanggil nama Dimas.
"Dimas?!" panggil Wanita cantik itu sepertinya ia terkejut saat melihat Dimas. karena namanya di panggil, Dimas pun menolehkan wajahnya.
"Indah?!" sama seperti Wanita tadi Dimas pun sepertinya terkejut melihat wanita itu.
"Gue baik!" "Jawab Dimas ketus dan dengan wajah yang sudah berubah menjadi Dingin.
"Kamu belum berubah ya?, masih tetap seperti dulu" Ujar Wanita yang bernama indah. Namun tak di bales oleh Dimas, ia malah fokus pada makanannya.
"Dim, kamu masih marah ya sama aku?, Dim waktu itu aku nggak punya pilihan selain mengikuti kemauan orang tuaku, aku juga menderita setelah kita berpisah, karena aku sangat mencintaimu Dim" tutur indah yang kini Air matanya telah lolos begitu saja " hiks hingga saat ini aku masih mencintaimu hiks " lanjut indah yang isakannya sudah terdengar jelas oleh Dimas.
"Sudah lupakan, gue sudah tak ingin mendengar kata-kata itu lagi, sebaiknya kamu pergilah dari sini!" Bales Dimas dingin.
"Dim, aku sudah bercerai dengan suamiku, karena aku mengatakan padanya kalau aku mencintai orang lain, yaitu kamu dim," ujar Indah tanpa malu, " bisakah kita kembali seperti dulu lagi Dim?" tanyanya, membuat Dimas menatapnya dengan pandangan yang tajam.
"Sekarang Lo Sepertinya tidak punya malu ya?! mengungkap perasaan Lo pada suami orang lain?" Ujar Dimas yang masih dingin, mendengar kata suami orang lain membuat indah kaget.
__ADS_1
"Suami orang?, kamu sudah memiliki istri dim?" tanya Indah yang sepertinya tidak percaya.
"Iya gue sudah punya Istri" Bales Dimas sembari menunjuk sebuah cincin pernikahan di jari manisnya.
"Bukankah kamu pernah berjanji akan selamanya mencintai ku?" tanya Indah lagi.
"Gue pernah janji tapi itu sebelum Lo mengkhianati gue, jadi jangan pernah mengingatkan janji orang lain, kalau dirinya sendiri telah ingkar janji!" Ujar. Dimas dengan nada yang di penuhi dengan kebencian.
"Maafi aku Dim, aku melakukan itu karena terpaksa" Dalih indah sembari ingin memegang tangan Dimas namun dengan cepat Dimas pun menepisnya.
"Jangan sentuh gue!" Bentak Dimas yang seperti jijik karena tersentuh oleh indah. " Ayo Roy kita pergi dari sini! akan sial bertemu mantan yang tidak punya malu!" lanjut Dimas Lagi sembari ia bangkit dan langsung melangkah meninggalkan Indah yang masih duduk disana sambil menangis,
melihat Dimas pergi indah pun langsung mengejar Dimas dan memeluknya dari belakang.
"Dim aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku dim hiks" ucap indah yang masih memeluk Dimas dari belakang, Dimas yang sejak tadi jijik ia pun dengan kasar melepaskan pelukan indah membuat indah terjatuh dan langsung tidak bergerak membuat Dimas jadi merasa bersalah dan ia pun langsung menggendong indah
"Roy Buka pintu mobil cepat" titahnya yang masih menggedong indah dan saat ia berjalan menuju mobil tiba-tiba..
"Bibie!!" panggil seseorang dengan suara yang di kenal oleh Dimas.
"Ayang?!"
**********
Masih mendukung Authorkan?,
kalau begitu jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊
__ADS_1