
──⊱◈◈◈⊰──Kalam Hikmah──⊱◈◈◈⊰──
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
"Kehidupan seorang muslim tidak dapat dicapai dengan sempurna , Kecuali mengikuti jalan Allah Subhanahu wa Taala yang dilalui secara bertahap. Tahapan-tahapan itu antara lain : Taubat , Sabar , Faqir , Zuhud , Tawakal , Cinta , Makrifat dan Redha."
📖 [ Imam Al-Ghazali] 📖
◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼
Kebahagiaan Begitu terpancar dari wajah Ardiyan dan Anisah, hingga mereka ingin membagikan kebahagiaan itu pada keluarga Anisah yang berada di pondok pesantren An-Nur.
Dan di sinilah mereka sekarang di pondok utama Ustadz Khairul..
"Assalamu'alaikum " salam mereka saat mereka memasuki rumah Ustadz Khairul.
"Wa'alaikumus salam, " jawab seorang wanita paruh baya yang baru keluar dari dalam
"Nisah, Ardiyan, Dimas,Lisa.?., masuk nak, ?" titah wanita itu yang ternyata umi syadiah.
"Iya umi," ujar Anisah sembari meraih tangan sang umi lalu mengecupnya dan di ikuti juga oleh Ardiyan, Dimas dan Lisa.
"Kalian semua baik-baik saja kan? "tanya umi syadiah pada mereka semua.
"Alhamdulillah kami baik-baik semua umi" kata Ardiyan
"Alhamdulillah, ya sudah tunggu sebentar umi kebetulan membuat kue tadi, umi Ambil sebentar ya" ujar umi semangat karena dapat kunjungan dari Anak-anaknya.
"Nisah bantu ya umi" ujar Nisah yang hendak mengikuti sang Umi, namun saat bersamaan terdengar suara salam seorang laki-laki.
"Assalamu'alaikum" Salam Pria itu saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak..
"Maa syaa Allah, anak-anak semua lagi pada ngumpul nih" ujar pria itu yang tak lain adalah ustadz Khairul.
"Iya nih bi, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan Abi dan umi" kata Ardiyan
"Oh iya apa itu nak?" tanya Abi penasaran..
"Tunggu umi dong bi, umi juga mau dengar! " seru Umi syadiah yang sedang di ruang makan.
"Iya Abi tunggu" bales Ustadz Khairul dan tak lama umi dan Anisah pun keluar dengan membawa baki berisi minuman yang di bawak umi dan satu baki lagi berisi cemilan yang di bawak oleh Anisah.
Setelah menyuguhkan makanan dan minuman di atas meja umi pun duduk di samping sang Abi, sedangkan Anisah duduk di samping Ardiyan.
"Alhamdulillah, sekarang beritahulah kabar bahagia itu nak? " ustadz Khairul bersyukur karena istrinya dan Anisah menyesaikan penyajian, dan kemudian di akhiri pertanyaan untuk Ardiyan..
"Iya Abi, hm Abi dan umi akan mendapatkan tiga cucu lagi, dari Dimas satu dan dari kami dua " ujar Ardiyan berbinar senang
"Alhamdulillah, Tabarakallah, Terimakasih anak-anak Abi, yang sudah memberikan hadiah teristimewa " Ujar ustadz Khairul penuh rasa syukur.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu besok malam kita akan mengadakan syukuran untuk sekalian mendo'akan semoga di lancarkan segalanya sampai hari kelahiran Meraka nak" tambah Ustadz Khairul lagi.
"Baiklah bi, Diyan akan mengatur semuanya" kata Ardiyan.
"Jangan lupa nak, kabari juga kakek kamu dan om kamu" Sambung sang umi juga
"Baik umi, " bales Ardiyan
"Ya sudah hari ini kalian pada nginap di sini ya nak" ujar umi syadiah.
"Baiklah umi " bales Ardiyan lagi.
"Dimas umi?" tanya Dimas Seperti mengharap ia juga di ajak.
"Emang kamu anak siapa?" goda sang Abi.
"Ya hmm Dimas anak siapa ya?" tanyanya pada diri sendiri sambil berpikir.
"Ia kamu itu yaa hm.."
"Aw.. aw..Aw..Aw.. Ampun umi " teriak Dimas saat tangan umi menjewer telinganya.
"Mampoos!" Seru Ardiyan meledek Dimas.
"Tega banget Lo Ar, senang lihat orang menderita" gerutu Dimas sambil mengusap-usap telinganya yang masih terasa sakit.
"Biarin, cari penyakit sih Lo" kata Ardiyan.
"Iya umi sudah" bales Dimas dengan tampang di sedihkan.
"Di mana biasa kamu tidur?" tanya umi lagi.
"Di situ umi" jawab Dimas sembari menunjuk sebuah kamar di lantai bawah.
"Ya sudah sekarang Bawak istri kamu ke kamar, sepertinya ia nampak sudah lelah" titah umi lagi pada Dimas yang menyuruh untuk membawa Lisa yang memang nampak lelah.
"Baiklah Umi bi, Dimas Bawak Lisa ke kamar dulu ya umi?"
"Pergilah nak" setelah mendapatkan izin Dimas pun membawa Lisa ke sebuah kamar yang biasa ia tempati bila Ardiyan dan Anisah sedang di pondok.
"Kamu juga nak, pergilah istirahat, umi melihat kalian seperti ke lelahan " ujar sang umi pada Anisah dan Ardiyan, iya mereka memang lelah karena hari ini begitu banyak peristiwa yang mereka Alami, tapi mereka tidak ingin Abi dan uminya tahu.
"Baiklah Umi bi , kalau gitu Nisah dan bang Diyan ke kamar dulu ya " pamiit Anisah pada Umi dan Abinya.
"Pergilah nak, " bales umi dan Abinya, setelah mendapatkan izin Anisah dan Ardiyan pun berlalu meninggalkan umi dan Abi yang masih di ruang keluarga, mereka berjalan menuju kamarnya Anisah yang berada di lantai dua.
▫▫▫▫▫
Sesampainya di kamar Anisah..
"Sayang kamu tidak mandi dulu?" tanya Ardiyan karena melihat istrinya langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
__ADS_1
"hmm, Nisah lagi males by, " bales Anisah manja.
"Tapi sayang, kalau kamu tidur dengan keadaan belum mandi nanti kamu tidur akan gelisah sayang" ujar Ardiyan lagi, sembari membantu istrinya membuka hijab syar'i nya.
"Hmm gendong" ujarnya manja sambil merentangkan kedua tangannya.
"Tapi sayang, sekarang kamu sudah berat, di tambah lagi sudah Ada Twins di dalam rahim kamu," ujar Ardiyan yang sekarang mulai tidak berani menggendong Anisah takut ia tak kuat dan bisa mengakibatkan Anisah terjatuh.
"Ya sudah kalau begitu Nisah nggak mau mandi!" kata Anisah dengan wajah cemberutnya dan langsung membelakangi Ardiyan.
"Haiis, bertambah lagi sifat barunya, dari manja, perajuk sekarang keras kepala" gerutu Ardiyan yang mulai tak memahami sifat istrinya semenjak hamil.
"Ya sudah ayo ubby gendong, pegang yang kuat ya sayang" Akhirnya Ardiyan menyerah dan ia pun menggedong istrinya dengan Ala bridal style, Anisah pun kembali tersenyum lalu dengan cepat tangannya sudah melingkar di leher suaminya, dan dengan perlahan Ardiyan pun membawa Anisah ke kamar mandi,
Sesampainya disana, ia menurunkan Anisah setelah itu ia membantu membukakan bajunya setelah itu ia pun memasuki bathtub yang sudah berisi dengan air hangat.
"Ya sudah kamu mandi ya sayang ubby keluar ya, " ujar Ardiyan dan hendak pergi. namun.
"Mandiin by" pinta Anisah manja membuat suaminya tercengang.
"Tapi sayang.."
"Pokoknya mandiin !" Sentaknya manja.
"Iya ya sudah kita mandi bersama ya" Akhirnya Ardiyan mengalah dan ia pun ikut mandi sekalian memandikan istri manjanya namun saat ia menyentuh bagian-bagian tempa favoritnya, tiba-tiba hasratnya Naik,
"Sayang?..hmm " panggilnya dengan suara beratnya. sembari mengecup bahu putih nan mulus milik istrinya.
"Iya?"
"Ubby jadi kepingin hmm" ujar Ardiyan yang kini ciuman naik keleher jenjang sang istri..
"iss hubby..!! hm" Anisah jadi terpancing oleh rangsangan yang di buat Ardiyan..
"Kamu harus bertanggung jawab sayang hmm?"
"Nisah nggak mau di sini.. aahs"
Hmm, **Bersambung yaa 😉
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Jangan lupa tinggalkan jejaknya..
VOTE,*** Bonus buat Author ya
LIKE*** Penyemangat.
KOMENTAR***Pemicu Inspirasi 😉🙏
Jadi jangan lupa ya guys Syukron**..
__ADS_1