Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Ijab qobul (Persi Dimas)


__ADS_3

Ruang tunggu..


Di saat Dimas sedang mengungkapkan keinginannya pada ustadz Khairul yang ingin menikahi Lisa tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah dua orang suster yang mendorong brankar yang di tiduri wanita cantik dengan selang oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya sesaat di memandangi kepergian para suster itu hingga hilang di pintu lift, lalu ia pun menghampiri sahabatnya selaku dokter.


"Gimana keadaan dia Dik?" Tanya Dimas


"Operasinya berhasil, kami sudah mengeluarkan pelurunya yang hampir mengenai jantungnya, tapi keadaannya masih kritis, untuk saat ini hanya doa yang bisa menyelamatkannya " jawab Dika membuat Dimas muram sedih. Dika yang memperhatikan perubahan sahabatnya menjadi penasaran.


"Siapa dia?, Mengapa Lo kelihatan sedih?" Tanyanya penasaran.


"Dia penyelamatan gue.. seharusnya gue yang ada di posisi dia saat ini " bales Dimas sedih.


"Hanya itu?" Tanya Dika lagi karena melihat Dimas yang tidak seperti biasanya. Sejenak Dimas terdiam.


"Iya, tapi sekarang gue akan menikahinya, gue minta Lo jadi saksi pernikahan gue yang hari ini juga akan di laksanakan" ucap Dimas lalu ia pun melangkah menuju tempat Ustadz Khairul dan lainnya yang sedang menunggu dan ternyata di sana sudah ada paman Lisa, Ayah Dimas, kakek Rusdi dan dua orang teman ustadz Khairul. Dimas menatap Ayahnya sejenak seperti ingin mengungkapkan sesuatu padanya namun lidahnya seperti kelu, Ayahnya seperti memahaminya langsung memeluk.

__ADS_1


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja, sebaiknya sekarang persiapkan dirimu karena sebentar lagi ijab qobul akan di mulai" ucap Ayah Dimas yang mengerti kesedihan anaknya, lalu ia memberikan sebuah kotak, yang ternyata berisi cincin.


"Terimakasih Ayah," ucapnya lirih dan menerima kotak tersebut. Lalu tanpa bicara Dimas menghampiri kakek Rusdi, kakek yang juga paham dengan keadaan Dimas ia hanya memeluk Dimas yang sudah ia anggap seperti cucunya sendiri.


"Jangan sedih jagoanku, semuanya akan membaik" ucap kakek Rusdi dan menepuk pundak Dimas "Baiklah.. sebaiknya kita keruangan Lisa di rawat" Ajak kakek Rus lalu mereka semua pun mengikuti kakek Rusdi yang sedang merangkul pundak Dimas dan berjalan menuju kamar Lisa. Yang ternyata sudah di gelar karpet baldu dan sebuah meja kecil tempat Dimas akan mengucapkan janji.


Setelah semuanya duduk acara pun di mulai.


Dimas yang di dampingi Ayahnya duduk berhadapan dengan paman Lisa dan penghulu. Kemudian Dimas mulai menjabat tangan paman Lisa dengan satu tarikan nafas Dimas memulai mengijab qobul Lisa, dan di sambut kata sah pada mereka yang hadir di sana dan di tutup dengan doa oleh ustadz Khairul. Kini Dimas sudah resmi menjadi suami Lisa. Setelah menyalami semua orang yang disana Dimas pun menghampiri Lisa yang sedang berbaring lemah tidak sadarkan diri karena koma, lalu Dimas pun menyematkan cincin pemberian Ayahnya tadi Kejari Lisa.


"Udah jangan lama-lama ngecupnya, nggak di lihat apa di sini masih banyak orang" Goda Dika yang ikut menyaksikan acara sakral sahabatnya itu.


"CK," Dimas berdecak kesal, "pergi Lo mengganggu saja"


"Aiit Lo ngusir kami,? ingat dia masih belum sadar belum boleh di sosor" bales Dika membuat semua yang ada di sana tertawa. wajah Dimas langsung memerah karena malu dan geram melihat Dika.

__ADS_1


"Cih.. elo..." Dimas mulai kesal dan meja kera baju sahabatnya namun di hentikan oleh Ardiyan.


"Santai bro.. Dika hanya bercanda ya sudah gue pulang dulu kasihan Nisah dia pasti sudah lelah " ucap Ardiyan setelah menengahi kedua sahabatnya." jangan lupa kabarin kami bila ada perkembangan dari Lisa sekali lagi selamat sudah menjadi seorang suami ya bro" tambah Ardiyan lagi dan memeluk sahabatnya.


"In syaa Allah gue akan kabari, thank's Ar" bales Dimas.


Ardiyan bersama istri dan keluarga ustadz Khairul pun pergi meninggalkan ruang rawat Lisa dan di ikuti oleh yang lainnya. dan kini tinggallah Dimas dan Lisa di ruangan itu.


Bersambung


-------------


Gimana ya kalau Dimas dan Lisa di buat cerita sendiri seru nggak yaa 🤔🤔


ada nggak yang setuju kalau kisah mereka di sendirikan?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.


__ADS_2