
“Jihad yang paling baik adalah
menaklukkan diri sendiri.”
🌿 (HR Bukhari)🌿
Masih di dalam mobil Ardiyan..
Dimas sedikit terkejut karena suara Ardiyan yang menggas..
"Ada apa Ar?" Tanya Dimas penasaran.
"Kita kerumah kakek dulu Dim, kata bokap Lo, kakek di serempet motor saat berjalan-jalan pagi tadi" bales Ardiyan cemas.
"Kok bukan ke rumah sakit Ar?"
"Kakek tidak mau di bawak kerumah sakit Dim, jadi Bokap Lo hanya memanggil Dika" jawab Ardiyan lagi.
"Berdoa saja, Karena kata ustadazah Anisah di saat kita cemas hanya doa yang mulia di sisi Allah Ar. seperti yang ada di sebuah hadits..
"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa."
\-(HR. Tirmidzi 3370, Hasan)-" Ucap Dimas yang teringat akan kata-kata Anisah, "Ya Allah mudah-mudahan Kaka Rusdi baik-baik saja Aamiin" lanjut Dimas lagi.
"Aamiin ya Allah" sambung Ardiyan.
Dan tak berapa lama mereka pun sampai di rumah kakek Rusdi, dengan tergesa-gesa Ardiyan melangkah menuju kamar kakeknya, sesampainya dikamar, di sana sudah ada ayah Dimas dan Dika sahabat Ardiyan dan Dimas selaku dokter yang menangani kakek Rusdi.
"Gimana keadaan kakek Dik?" Tanya Ardiyan yang baru sampai di kamar kakek.
"Hanya luka luar saja kok Ar, nggak terlalu parah" jawab Dika
"Kenapa tidak mau di bawak kerumah sakit kek?" Tanya Ardiyan pada sang kakek.
"Kakek nggak papa nak hanya luka sedikit saja kok, benarkan dik?" Bales kakek Rusdi dan di anggukkan oleh Dika ";Tuh.. Jadi kamu nggak usah cemas lagi nak" lanjut sang kakek..
"Kakek selalu begitu, remehkan sesuatu, kalau di rumah sakit itu peralatan lengkap kek, saat ini kakek merasa tidak apa-apa, tapikan kita tidak tahu, apakah ada luka dalam atau tidak dan Dika memeriksa hanya yang nampak di luar tapi tak bisa melihat di dalamnya kek, karena di rumah tidak alatnya" protes Ardiyan, pada kakeknya yang selalu sulit di ajak kerumah sakit yang hanya sekedar untuk di periksa kesehatannya saja..
"Aduh nak, nak, kalau kakek di Bawak kerumah sakit bukannya sehat, yang ada kakek tambah sakit nak"
"Haiis sudahlah terserah kakek saja, tapi nanti kalau ada apa-apa, Diyan akan nuntut kakek di pengadilan"
__ADS_1
"Astaghfirullah.. emang kakek pencuri apa? Pakai di tuntut ke pengadilan segala, kamu tuh ada-ada saja sih nak hahaha.." bales kakek dan ia tertawa geli karena cucunya bicara Asal
"Yakinlah, kakek tidak apa-apa nak, dan sekarang sebaiknya kamu pergi ke kantor saja, bukankah akan ada rapat, pemegang saham" ujar sang kakek mengingatkan Ardiyan." Bawaklah paman sidik sebagai pengganti kakek," lanjut kakek Rusdi lagi.
"Baiklah kek, Diyan berangkat dulu, nanti bila rapat selesai Diyan akan kemari lagi" ucapnya sambil menyalami tangan kakek serta mengecupnya.." Dan Lo.. jaga kakek gue ya.." lanjutnya pada Dika.
"Oke" jawab Dika singkat..
"Emang kakek anak kecil apa? Pakai harus di jaga," protes sang kakek.
"Sssht, nggak boleh protes.. kakek tuh bukan anak kecil, tapi kakek tuh bayi kolot hahaha" bisik Ardyan pada sang kakek..
" Assalamu'alaikum" lalu ia bergegas pergi tanpa mau mendengar balesan dari kakeknya.
" Wa'alaikum salam... Haiis, dasar cucu koplok memang, seanaknya saja mengatakan kakeknya bayi kolot" protes kakek dan di dengar oleh Dika, dan ia langsung tertawa..
"Huahahaha, nikmati aja kek, itukan cucu kesayangannya kakek" timpal Dika terkekeh..
"hah, memang kakek sudah nikmati kok, malahan kakek sangat bersyukur memiliki dia yang sudah bertaubat, dari pada kamu, kapan kamu mau bertaubat?.Skakmat "perkataan kakek berhasil membuat Dika terdiam dan malu.
"hahaha, anak bodoh.!, bertitel tinggi pun kamu tidak ada artinya di mata Allah nak, jadi apa yang ingin kamu cari tanpa Ridho-Nya akan menjadi sia-sia di mata Allah, Namun bila kamu iringi dengan beribadah kepada-Nya bukan hanya mendapatkan ketenangan, tapi kamu akan mendapatkan Ridho di setiap langkah mu, tapi jangan juga kamu beribadah ingin mengharapkan yang lebih tapi beribadahlah pada-Nya untuk mengharapkan ridho-Nya nak..
"Janganlah engkau beribadah kepada Allah agar Dia memberi. Tapi beribadahlah kepada-Nya agar Dia ridho. Apabila Dia ridho.. maka engkau akan terkagum dengan pemberian-Nya."
(M. Mutawalli Asy-Sya'rawi rh)"
penjelas kakek yang panjang lebar membuat hati Dika tersentuh, dan dia mulai menyadari selama ini ia terlalu bangga akan titelnya, tapi ternyata di mata Allah tidak berarti apapun
"Terimakasih kek, karena sudah membukakan mata hati Dika, karena selama ini Dika berpikir kesuksesan di raih harus dengan bekerja keras yaa memang pada akhirnya Dika mendapatkannya, namun hati Dika terasa kosong kek" Curhat Dika membuat kakek Ardiyan tersenyum senang karena pada akhirnya sahabat cucunya telah menyadarkan kekhilafannya.
"Alhamdulillah..kamu tahu nak..di Sebuah hadits mengatakan:
“Jihad yang paling baik adalah menaklukkan diri sendiri.” (HR Bukhari)" mungkin akan sulit untuk menjadi seorang yang baik, tapi kalau kamu melakukan karena Allah, in syaa Allah akan ada kemudahan bagi mu nak" ucap kakek Rusdi lagi..
"Iya kek, terimakasih atas Nasehat kakek yaa" Bales Dika tulus
"Sama-sama nak.. kamu mau dengar tidak petuah bijak dari Sayyidina Umar bin Khattab RA?" tanya kakek Rusdi
__ADS_1
"Apa kek?"
"Sesungguhnya manusia yang paling berakal adalah manusia yang suka menerima nasihat dan meminta nasihat"
(Sayyidina Umar bin Khattab RA)
jadi kamu jangan bosen ya akan Nasehat kakek" ujar kakek lagi.
"Iya kek, tidak malah Dika senang"
"Alhamdulillah.. kakek juga senang nak" bales kakek, dan di saat bersamaan terdengar ketukan pintu..
Tok tok tok..
"Masuk!" ucao kakek singkat..dan muncullah
seorang lelaki berjas hitam dengan badan yang kekar.
"Assalamualaikum kek" salam orang tersebut.
"Wa'alaikum salam, masuklah Hans" dan orang itu pun menghampiri kakek yang sedang berbaring setengah duduk karena di ganjal oleh bantal"
"Iya kek.."
"Gimana penyelidikan mu Hans?"
"kalau di lihat dari rekaman cctv kecelakaan itu memang di sengaja kek" Bales Hans anak buah kakek yang terpercaya.
"Sudah ku duga.. karena posisi ku berjalan sudah di paling pinggir kenapa masih ingin menabrak aku, " jelas kakek mengingatkan kecelakaan yang dia alami..
"Iya kek, tadi aku juga bertanya pada orang di sekitar itu, dan ada dua orang yang menyaksikan kejadian itu dan mereka mengatakan kalau itu di sengaja" ujar Hans lagi.
"Selidikilah terus siapa dalangnya.. dan ingat jangan sampai Ardiyan tahu!" ucap kakek tegas
"Baiklah kek, kalau begitu saya permisi, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumus salam" lalu Hans pun pergi meninggalkan kamar kakek Rusdi.
"Ini namanya Rencana pembunuhan kek" ucap Dika.
**BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, dan kalau bisa di bonusi vote nya ya guys..
Syukron 🙏😘**