
08:30 wib
Sesuai dari yang sudah di rencanakan, Ardiyan, Anisah dan sahabat-sahabatnya pun berangkat. Ardiyan, dan Anisah berada di mobil yang sama yang di kemudikan Dimas, sedangkan dua sahabatnya bersama pasangannya di mobil lainnya. hanya Dimaslah yang tak memiliki pasangan karena pria itu terkenal cuek dan dingin pada wanita manapun.
"Bang Dimas kok nggak Bawak pasangan juga sih?" Ucap Anisah penasaran.
"Dia nggak suka sama wanita" jawab Ardiyan Asal membuat Dimas kesal,
"Sialan Lo.. jangan dengar perkataannya ustadzah.. belum ada yang cocok aja kok" jelas Dimas.
"Ah jomblo banyak alasan, gimna mau cocok coba, kalau Lo lihat cewek aja seperti tak terlihat" ucap Ardiyan lagi.
"Bukankah memang harus seperti itukan ustadzah, karena melihat sesuatu yang bukan halal bagi kita adalah haram benar tidak ustadzah?" Tanya Dimas pada Anisah.
"Ma syaa Allah, benar sekali bang Dimas, ternyata bang Dimas memahami hal itu dan apabila memang bang Dimas ada seseorang yang menurut bang dimas dia pantas maka segeralah untuk menghalalkannya" bales Anisah.
"Nah itu dia Nisah gimana mau ada yang pantas bila dia saja selalu bersama ku sepanjang hari" timpal ardiyan.
" Udah akh kenapa jadi ngomongin gue sih, lagian kalau gue belum ada itu artinya Allah belum mempercayai gue untuk memiliki pasangan, iyakan ustadazah?" ucap Dimas lagi.
__ADS_1
"Iya bang benar, intinya sabar. Mungkin Allah sedang mempersiapkan yang terbaik buat bang Dimas" bales Anisah.
"Aamiin semoga saja ustadzah.. tuh dengar tuh kata ustadzah jadi lebih baik jomblo akut dari pada harus menanggung dosa bro" ucap Dimas lagi.
"Ah bisa aja Lo jomblo akut," ejek Ardiyan namun dapat cubit cubitan dari Anisah.
"Aauc sakit Nisah"
"Hahaha rasain Lo terima kasih ustadzah"
" Kenapa kmu jadi bela dia sayang?" Ucap Ardiyan dengan wajah ngambeknya.
"Iya iya maaf"
"Minta maaf bukan sama Nisah, sama bang Dimas tuh"
"Aiis, kenapa malah nyuruh minta maaf sama jomblo akut sih" gumam Ardiyan dan masih terdengar oleh Anisah, dan langsung di cubit lagi oleh Anisah.
"Auc auuu iya iya ini minta maaf sama jomblo, eh sama Dimas.. maaf Dim!" ucapnya kesal.
__ADS_1
"Hahahaha iya dah gue maafi Lo kok," bales Dimas,
"Tuh dengar, dimas sudah maafi aku, sekarang sebaiknya kamu tidur saja ya, karena perjalanan kita masih jauh, sini tidur di sini," ucap Ardiyan sambil menepukan pahanya agar Anisah tidur dalam pangkuannya, Akhirnya Anisah pun menurutinya, ia pun membaringkan tubuhnya dengan kepala di pangkuan suaminya. dan tak lamapun ia tertidur dengan cadar yang masih terpasang,
"Ar?, apakah binik Lo kalau tidur tetap memakai cadarnya? apa dia nggak Engap apa?" tanya Dimas.
"kalau di rumah nggak sih, tapi di sinikan ada Lo jadi dia nggak mau aja Lo lihat dia," jawab Ardiyan sambil memandang istrinya
"Tapi apa Lo nggak kasihan, dia tidur seperti itu?" Ucap Dimas lagi, dan Ia pun melihat istrinya yang masih tertutup cadar membuat Ardiyan kasihan melihatnya dan ia pun membukanya agar istrinya bisa bernafas bebas,
"Lo jangan sesekali lihat sini ya, gue nggak mau Lo lihat wajah cantik binik gw" bales Ardiyan.
"iya Lo tenang aja, yang penting binik Lo tidurnya nyaman" ucap Dimas dan membuat Ardiyan tenang, ia pun kembali memandangi istrinya cantiknya.
" *kamu begitu cantik Anisah, aku begitu bersyukur karena bisa memiliki mu bidadari surga ku"batin Ardiyan
Bersambung
-------------------
__ADS_1
Terus dukung Author ya terimakasih 🙏😊*