
Seminggu telah berlalu..
Lisa yang sudah di nyatakan sembuh sudah di perbolehkan pulang, dan sesuai dengan kesepakatan mereka berdua mereka langsung pulang ke rumah pemberian kakek Rusdi. sesampainya di sana mereka sudah di sambut oleh Ardiyan dan Anisah....
"Alhamdulillah tetangga baru sudah datang, Assalamu'alaikum tetangga baru?" Sapa Ardiyan dengan alis di gerak-gerakkan.
"Cih.. wa'alaikum salam! " Jawab Dimas ketus. Lisa yang memperhatikan wajah suaminya hanya tersenyum, karena terlihat menggemaskan di mata Lisa.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh bang Diyan," bales Lisa sambil mengatupkan kedua tangannya setelah itu" Assalamu'alaikum ukhty,?" Sapa Lisa pada Anisah di lanjutkan salam tangan dan lanjut cipika cipiki ke dua sahabat itu.
"Ya sudah mari masuk.. kasihan tuh binik Lo belum sehat benarkan, dan anggap saja rumah sendiri.." ujar Ardiyan polos, sambil mempersilahkan mereka masuk.
"Hai.. inikan rumah gue, kenapa Lo yang seakan pemilik rumahnya!" Bales Dimas kesal.
"Haah iyakah.. perasaan rumah gue dah" ujar Ardiyan lagi.
"Cih rumah Lo?.. pale Lo petang noh..noh.. rumeh Lo.."Bales Dimas kesal sambil ngarahin wajah Ardiyan kerumahnya " sana Lo pulang, ganggu aja!" Lanjutnya ketus.
"Hais ya maaf bro.. bukan salah gue dong, salah tuh kakek, siapa suruh bikin rumah sama, apalagi dekorasi rumah berserta isinya sama, jadi serasa rumah sendirikan gue" ucap Ardiyan membela diri sendiri.
__ADS_1
"Ya ampun ini anak kok kalau ketemu udah kayak Tom and Jerry ya selalu berdebat !" Ucap umi syadiah yang tiba-tiba muncul dan langsung menjewer telinga Dimas dan Ardiyan.
"AW, AW AW.. ampuun umii sakiit!" ucap keduanya..
"Biar kapok!, apa lagi kamu Dimas sudah tahu istrinya baru sembuh bukannya di ajak masuk dulu biar istirahat kok malah suruh nyaksikan kalian berdebat!" Ucap umi syadiah pada Dimas " Dan kamu sudah mau jadi seorang Ayah tapi tingkahnya seperti anak kecil!" Lanjutnya lagi pada Ardiyan.
"Maaf umi" bales keduanya serentak.
"Ya sudah sekarang kalian pada masuk, dan kamu Dimas bawak istri kamu ke kamar biar dia istirahat!" Tambah umi syadiah.
"Iya umi " jawab mereka lagi masih serentak.
Anisah dan Lisa yang menyaksikan tingkah konyol suami mereka hanya menggelengkan kepala. Ya seperti itulah Ardiyan dan Dimas, kalau berada di luar jam kerja, seperti Tom and Jerry berbeda di kantor mereka akan serius selayaknya bos dan bawahannya sikap mereka pun menjadi formal.
"Baiklah, karena kita berkumpulkan untuk acara syukuran karena Lisa telah sembuh dan menyambut kedatangan pengantin baru jugakan. Jadi ayo mulai saja acaranya biar Lisa cepat istirahat lagi" bales umi syadiah.
"Baiklah umi ayo kita mulai saja sekarang" ucap Dimas dan mereka pun berkumpul di ruang tengah, semuanya hadir termasuk kakek Rusdi, Ayah Dimas, ustadz Khairul berserta kedua anak laki-lakinya dan tidak lupa kedua sahabat ardiyan dan Dimas, yaitu Andi dan Dika, mereka semua berkumpul iringan doa-doa syukur yang di pimpin oleh ustadz Fahmi,
setelah iringan doa selesai, mereka pun makan bersama dengan penuh hikmat.
__ADS_1
untuk berapa keheningan tercipta hanya sesekali suara dentingan sendok dan piring yang terdengar, setelah selesai para laki-laki pindah keruang tamu sedang para wanita membereskan bekas mereka makan.
Lisa yang ingin ikut membantu di cegah oleh umi syadiah.
"Kamu mau ngapain nak?,"
"Lisa mau bantu beresin ini umi"
"tidak tidak, sebaiknya kamu istirahat, di sini sudah ada bi Asih dan bi Inah yang bantu," larangan umi syadiah pada Lisa " Anisah, Antar Lisa ke kamarnya ya nak" lanjutnya lagi pada Anisah.
"Baiklah umi, mari ukhty.." ucap Anisah hendak memapah Anisah.
"Sebaiknya Dimas saja umi Lisa masih lemah untuk naik tangga " ucap Dimas yang tiba-tiba datang
"Oh ya sudah hati-hatilah nak" bales umi syadiah lalu Dimas pun hendak menggendong Lisa namun Lisa menolak..
"Eh.. Lisa bisa jalan sendiri kak.." cegah Lisa ia merasa malu saat Dimas hendak menggendongnya.
"Ssst diamlah, sebaiknya kamu menurut saja" ucap Dimas dan langsung menggendong Lisa, akhirnya Lisa hanya diam dan hanya pasrah membiarkan suaminya menggendong dirinya menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua.
__ADS_1
Bersambung
*****"***