Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
ZAWJI GENIT


__ADS_3

Karena takut malu siapa yang telah mengalahkan ia di arena balap ia pun berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Eh gue nggak tahu! Udah yuk balik, gue harus siap-siap untuk perjalanan jauh!" Ucap Ardiyan mengalihkan pembicaraan.


" Ha Lo memang mau kemana Ar?" Tanya Dika namun tak di jawab Ardiyan.


"Biasa pengantin baru bulan madulah" jawab Dimas.


"Wah enak tuh, Kemana kita boleh ikutan nggak" ucap Andi.


"Danau Toba!, Ngapain Lo ikut mau jadi obat nyamuk?" Jawab Dimas asal.


"Dih ogah,!, Tapi kenapa ke Danau Toba? Nggak bermodal banget sih bulan madunya" ucap Andi lagi.


"Itu permintaan ustadzah, nggk ada yang bisa di ganggu gugat" jelas Dimas lagi.


"Ooh,.hmm gimana kalau kita ikut juga, ya itung-itung liburan, dah lama juga kita nggak liburan bersama, gimana guys?" Ucap Dika dan di setujui teman-temannya, kecuali Ardiyan.


"Nggak nggak!, Bisa-bisa kalian ngerusak bulan madu gue lagi!" Ucap Ardiyan kesal.

__ADS_1


"Ya elah Lo pelit banget sih bro, nanti kita pada bawak pasangan masing-masing deh" ucap Dika lagi,


"La Lo pada enak ada pasangan, gue gimana dong?" Timpal Dimas,


"Ya itu derita Lo, siapa suruh ngebetah jomblo?" Balas Andi.


"Biarin jomblo yang penting nggak dosa, kalian jangan bangga punya pasangan tapi bukan halal, kalau nggak percaya tanya aja tuh suaminya ustadzah yang baru taubat" Bales Dimas sambil nyengir kuda pada Ardiyan.


"Sudah sudah, serah Lo pada, kalau pada mau ikut habis isya' nanti kita berangkat, biar adem" ucap Ardiyan dan di Setujui teman-temannya,


Dan Akhirnya mereka pun berpisah. Ardiyan dan Dimas kembali ke kantor mereka untuk menyelesaikan pekerjaannya, setelah selesai mereka pun meninggalkan kantor tidak menunggu jam pulang karena Ardiyan ingin secepatnya sampai di rumah untuk beristirahat sebelum mereka pergi.


Kini Ardiyan sudah berada di dalam kamarnya, ia tersenyum melihat istri cantiknya sedang tidur telungkup di karpet bulu yang di sampingnya ada sebuah koper, nampaknya ia baru selesai menyusun baju-baju mereka.


"Kenapa tidurnya seperti ini,?, bikin gemes aja sih, hm bibirnya lucu" batin Ardiyan.


Ardiyan pun menghampirinya ia terlihat gemas melihat bibir merah alami milik Anisah yang terlihat lucu karena tertekan tangan yang menjadi bantalnya, Ia pun langsung mengecupnya dengan gemas, membuat Anisah terbangun karena kaget.


"Hubby!" Sentaknya,

__ADS_1


"Maaf sayang, habis aku gemes lihatnya" balas Ardiyan dan mengecupnya kembali.


"Iis hubby!, sana mandi dulu! Kamu bau tahu!"


"Masa sih aku bau? Nggak kok" bales Ardiyan sambil mencium aroma tubuhnya.


"Sudah mandi sana!"


"Iya nanti, itu dulu yuk, baru kita mandi bersama" ucap Ardiyan mengedipkan matanya.


"Iis sekarang zauji genit ya!, sanaa mandiii,! biar bisa istirahat sebelum berangkat" bales Anisah sambil mendorong suaminya ke kamar mandi.


"Iya iya, tapi mandiin ya, Atau kita mandi bareng yuk" ucap Ardiyan polos.


"Nggak mauu!!, Nisa tadi sudah mandi hubby," ucap Anisah sambil mendorong suaminya


"ia kamu kok tega sih sayang.. ya sudah deh aku mandi dulu ya" ucapnya dan langsung masuk ke kamar mandi, Anisah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Bersambung.

__ADS_1


Tetap dukung Author ya 🙏😊


__ADS_2