Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
MENJADI CALON AYAH.( persi Dimas)


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ ══Kalam Habaib══ ✥.❖.✥ ══


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


Jangan menjauhi orang yang menjauhimu. Bila dia telah menjauhimu, maka balaslah dengan mendekatinya. Bila dia berbuat buruk kepadamu, maka balaslah dengan berbuat baik kepadanya.


📚[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]📚


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Dimas panik melihat istrinya yang mual-mual tanpa hentinya, ia bermaksud memijat tengkuk Lisa namun di dorong oleh Lisa bahan ia juga di usir oleh Lisa.


"Bibie pergi huex.. jangan huex.. dekat-dekat Lisa !! huex..huex.." Pekik lisa mengusir Dimas. kali ini dengan bentakan membuat Dimas kaget dan juga bingung, dia heran kenapa istrinya seperti begitu membencinya.


"Yang kamu kok begitu,? apa kamu sudah tidak suka lagi dengan bibi yang?" tanya Dimas ia begitu syok melihat perubahan istrinya.


"Pergiiii !!, hueex" pekikkan lisa lagi, membuat Dimas kesal, ia pun melangkah keluar kamarnya dan membanting pintu kamar dengan keras, lalu ia pun turun tangga menuju dapur, sepertinya karena emosi ia menjadi haus. saat dia hendak mengambil gelas ia berpapasan oleh pembantunya. melihat majikannya wajahnya berbeda ia pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Den Dimas kenapa, nggak biasa Aden seperti ini ?" tanya bi Ijah. rupanya malah membuat Dimas kaget dan gelas yang di tangan pun terjatuh.


PRAANG.. bunyi gelas yang pecah.


"Astaghfirullah bibi maaf bi, aku terbawa emosi"


ujar Dimas sambil jongkok mau membersihkan pecahan gelas tersebut..


"Nggak papa den, biarkan saja nanti bibi' yang akan bersihkan nanti den " ujar sang pembantu.


"Sebenarnya ada apa den?" tanyanya lagi.


"Bi Lisa berubah " keluhnya sedih.


"Berubah bagaimana toh den?"


"Ia sekarang membenci ku bi, aku di usir olehnya tadi" nampak raut wajah Dimas sangat sedih, ia begitu terpukul karena istri yang dia cintai dan sayangi telah membencinya.


"Apa sebabnya ia mengusir den Dimas?"


"Entahlah bi, ia begitu jijik melihat ku hingga ia mual saat aku dekati bi " keluhnya lagi sambil mengacak-acak rambutnya kesal.


"Maa syaa Allah, itu mungkin karena neng Lisa lagi isi den.." ujar bi ijah membuat Dimas bingung dengan perkataannya.


" Isi.?...Maksudnya bi ijah apa? tanya Dimas bingung.


"Eh.. maksudnya bibi, neng Lisa sepertinya sedang hamil den" jelas bi ijah..


"Benarkah itu bi,?.. dari mana bibi tahu?" tanya Dimas yang semakin penasaran.

__ADS_1


"Karena bibi pernah mengalami den, bibi juga saat hamil anak bibi sangat tidak menyukai suami bibi, tapi saat dia pergi bibi pasti rindu, itu namanya kalau orang kampung bibi bilang hamil harimau den, sebentar sayang sebentar benci, jadi Aden harus sabar menghadapinya " ujar bi ijah menjelaskan pada Dimas..


"Oh begitu ya bi?.. kalau begitu aku mau membawa Lisa periksa dulu bi, biar tahu benarkah dia hamil" ucap Dimas yang kini perasaan berubah yang tadi kesal kini malah berdebar karena penasaran benarkah istri kecilnya itu hamil.


"Iya den pergilah "


"Ya udah bi aku tinggal ya, Terimakasih atas penjelasannya" ujarnya lagi.


"Iya den sama-sama" setelah mendapatkan jawaban Dimas pun kembali melangkah menuju ke kamarnya lagi dengan tergesa-gesa..


Sesampainya di kamar ia begitu terkejut melihat istrinya sedang menangis tersedu-sedu. membuat ia menjadi khawatir.


"Kamu kenapa yang,?, kenapa kamu menangis? apakah ada yang sakit? katakanlah yang?" tanya Dimas bertubi-tubi akibat kekhawatirannya,


" kak Dimas?." Lisa yang mendengar suara Dimas bertanya, bukannya menjawab ia malah memeluk Dimas erat., membuat Dimas semakin bingung.


"Kamu kenapa yang?" tanya Dimas lagi.


"Maafin Lisa kak hiks.. Lisa tidak hiks..bermaksud kasar..Hiks.. seperti tadi Hiks.." Ucapnya di dalam pelukan Dimas..


"Sssth..cup..cup.. sayang, biby nggak papa kok yang.. biby tahu kok kamu tidak mungkin seperti itu kalau tidak ada penyebabnya.. sekarang biar jelas apa penyebabnya kita kerumah sakit ya yang" ujar Dimas penuh kelembutan dan sesekali ia mengetahui dahi sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Ke Rumah sakit?.. buat apa bie?" tanya Lisa bingung.


"Nanti kamu juga akan tahu, sekarang bersiaplah.." Titah Dimas lagi dan di anggukkan oleh Lisa, Lisa pun bersiap diri seperti yang di titahkan suaminya,


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Dika bertugas. setelah turun dari mobil Dimas kembali menuntun istrinya memasuki rumah sakit, dan ketika sedang memasuki lobby rumah sakit, tiba-tiba ada yang memanggil Dimas.


"Dimas?!" panggil orang itu.


"Hai dik Assalamu'alaikum" bales Dimas dengan salam saat tahu ternyata Dika yang memanggilnya.


"Wa'alaikumus salam" bales salam Dika " Ada apa siapa yang sakit ?" tanyanya lagi.


"Ini dik sejak tadi Lisa mual-mual saja, jadi gue Bawak kesini untuk di periksa" jawab Dimas yang nampak raut wajahnya seperti khawatir. Dika yang sepertinya paham hanya tersenyum


"Oh, ya sudah ayo gue antar kalian ke dokter ahlinya." ujar Dika yang sepertinya sudah tahu kalau sahabatnya mau mendapatkan kabar gembira.


"Laki-laki apa perempuan?" tanya Dimas


"Jangan khawatir perempuan kok" bales Dika lagi.


"Ya sudah ayo" Ajak Dimas dan akhirnya Dika pun mengantar Dimas ke sebuah ruangan khusus dokter kandungan.


Sesampainya disana Dika mengetuk pintu dan terdengar suara wanita..


"Masuk!" serunya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ne " salam Dika.


"Wa'alaikum salam, oh dokter Dika ada apa dok " tanya dokter wanita itu


"Ini ne tolong priksa istri temanku ya" ujar Dika.


"Hai Dim apakabar?" ternyata dokter wanita itu mengenal Dimas..


"Eh, inne, Alhamdulillah aku baik, kamu gimana?" tanya Dimas balik.


"Seperti yang kamu lihat dim..oh iya ini istri kamu? tanya dokter inne


"Iya ne, kenalkan ini istri gue, Lisa" ujar Dimas memperkenalkan istrinya pada inne. Lisa dan inne pun saling berjabat tangan..


"Oh iya ada yang bisa saya bantu dim? tanya dokter itu lagi.


"Iya ne gue mau periksakan istri ku sejak tadi ia mual-mual saja"


"Oh, baiklah mari kita periksa dulu istri kamu, mari Lisa kita USG dulu ya " ujar inne lagi. Lisa pun mengikuti inne, lalu Lisa pun di persilahkan berbaring, lalu inne pun membuka baju Lisa kemudian memberikan gel ke perut Lisa kemudian sebuah alat diletakkan di perut Lisa dan di gerakkan dengan perlahan, dan nampaklah di sebuah monitor sesuatu yang bergerak-gerak di sana.


"Selamat ya Dim, kamu sudah menjadi Calon Ayah.. istri kamu hamil dan lihatlah di monitor itu, yang hitam seperti biji itu adalah anak Kalian " ujar dokter inne lagi, Dimas yang melihat buah hatinya di monitor tertegun dan tanpa terasa air bening mengalir ia begitu terharu melihatnya..



"Benarkah itu anak kami?" tanyanya seperti tak percaya.


"Benar dim itu anak kalian dan usianya baru mencapai 3 Minggu"


"Maa syaa Allah, Tabarakallah.. Terimakasih ya Allah, Engkau telah menitipkan kepada kami harta yang begitu berharga" ucap Dimas begitu bersyukur..lalu ia memandang istrinya lalu mengecup kening Lisa


"Terimakasih Lisa.. Kamu sudah menjadikan aku calon ayah untuk anak kita" ujar Dimas penuh haru.


"Kita akan menjadi orang tua Lisa" Sambugannya sembari memeluk serta mengecup dahi Lisa berkali-kali.


**BERSAMBUNG


💫💫💫💫💫💫


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA 🙏


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.


AKAN SELALU AUTHOR NANTIKAN🙏😊 SYUKRON**.



YANG MASIH BERTANYA WIRA NIKAH DENGAN SIAPA, KUNJUNGI KE NOVEL BARU AUTHOR "CINTA SESUCI SALJU*

__ADS_1


DAN DI SANA JUGA DIKA AKAN NIKAH DENGAN SIAPA AKAN MENJADI TAHU, MAKA ITU JANGAN LUPA KUNJUNGI YA GUYS DAN DI DUKUNGA JUGA SYUKRON 🙏😊


__ADS_2