Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Hadiah kakek.


__ADS_3

Ruang rawat Lisa di penuhi rasa suka cita bagi para orang tua kakek Rusdi dan ayah Dimas.


Begitulah orang tua, ia akan resa tatkala anak-anaknya berbuat kenakalan dan sebaliknya mereka akan bahagia tatkala anak-anaknya berbuat kebajikan,


Dua orang tua melawan tiga anak muda, saling ledek, saling bercanda ya mereka berada di dunianya sendiri, sedangkan Anisah menghampiri sahabatnya.


"Gimana keadaan anti?" Tanya Anisah yang sengaja pakai bahasa isyarat tangan agar hanya mereka yang mengerti.


"Alhamdulillah ana sudah baikan ukhty" bales Lisa yang juga memakai bahasa isyarat tangan.


"Alhamdulillah, ana ikut senang, semoga akan semakin membaik ya ukh" Anisah masih memakai isyarat tangannya.


"Aamiin.. na'am ukh Syukron" bales Lisa yg masih pakai bahasa isyarat. " Ukhty?.. apakah ana sedang bermimpi?" Tanya Lisa lagi.


"Tidak ini nyata, ada apa anti menanyakan seperti itu?" Bales Anisah mereka masih tetap memakai bahasa isyarat tangan.


"Benarkah, sekarang ana sudah walimah?" Tanya Lisa masih tidak percaya.

__ADS_1


"Na'am, anti sekarang sudah menjadi istrinya bang Dimas, kenapa apakah anti tidak menerima keputusan ini?"


"Tidak, tidak, ana menerimanya kok, Alhamdulillah kalau ini nyata, hanya saja, ana sedikit takut, kalau kak Dimas menghalalkan ana karena keterpaksaan" jawab Lisa dengan wajah sendu, walaupun mereka memakai bahasa isyarat tapi wajahnya akan terlihat reaksi yang berubah-rubah, seperti sekarang nampak kalau Lisa sedih.


"Tidak ada keterpaksaan bagi saya menikahi kamu Lisa, dan saya menikahi kamu karena Allah, jadi saya minta jangan berpikir yang tidak-tidak Ok" ucap Dimas yang tiba-tiba ikut nimbrung ke pembicaraan antara Lisa dan Anisah, ya ternyata sebenarnya Dimas diam-diam memperhatikan mereka berdua, dan ternyata ia juga sudah mulai mengerti dengan bahasa isyarat tangan. Untuk sesaat mereka terdiam hanya mata mereka saling bertemu.


"Ehem..ehem, jangan main pandang-pandangan di sini, ingat masih banyak orang disini" celetuk Ardiyan membuat Dimas dan Lisa tersentak dan membuang pandangannya.


"CK, apaan sih Lo ganggu aja!" Decih Dimas kesal.


"Alhamdulillah, tapi apa ini kek?" Tanya Dimas sambil membuka kotak tersebut yang ternyata sebuah kunci. " Apa maksudnya ini kek, ?" Tanya Dimas lagi.


"Itu kunci rumah, nanti setelah Istri kamu sembuh bawalah ia kesana, dan mulai sekarang kalian resmi menjadi tetanggaan" ucap kakek Rusdi sambil merangkul pundak Ardiyan dan Dimas.


"Apaa!" Ucap keduanya serentak.


"Jangan bilang rumah kosong di sebelah rumah kami itu milik kakek jugakah?" Tanya Ardiyan penasaran.

__ADS_1


"Iya betul sekali nak, kedua rumah itu memang sudah ku persiapkan untuk kalian berdua. Waktu itu kakek hanya membeli lahan tanah saja, agar kakek bisa membuatkan rumah untuk kalian yang sama persis, karena kakek tidak ingin kalian terpisah" jelas kakek Rusdi kepada Ardiyan dan Dimas.


"Pantas saja selama tinggal di sana tidak pernah melihat penghuninya, ternyata yang punya mantan jomblo toh.. Aiiish, kenapa juga jadi tetanggaan ma orang kayak giniian" ucap Ardiyan lenguh


"Cih, gue juga sebenarnya ora Sudi tetanggaan ma Lo, bisa-bisa hidup gue nggak tenang lagi" ucap Dimas juga ikut melenguh.


"Ha'ah tuh, gue jadi nggak susah-susah lagi nunggu Lo yang kadang suka lama, hahaha kakek jenius" ujar Ardiyan senang..


"Huaaaa.. kakek kejam sama Dimas, kenapa Hadiah kakek naruhnya di sebelah rumah Diyan sih, yang ada suasana bulan madu Dimas di ganggu dia kakek..huaaa" ucap Dimas sambil pura-pura menangis bak anak kecil mengelongsor dan menggejol-gejolkan kaki di lantai dan tangan di gosok-gosok di matanya, membuat semuanya pada tertawa terpingkal. termasuk Lisa yang akhirnya ikut tertawa melihat tingkah konyol suaminya.


Bersambung


**********


Maaf ya guys, baru update..


karena kesibukan Author, sepertinya novelnya nggak bisa di lanjutkan lagi deh, tapi jangan khawatir Author akan selesaikan ini, kemungkinan dua update lagi, nanti in syaa Allah bila ada kesempatan Author akan buat episode keduanya tapi itu pun kalau para reader setuju sih. jadi ana minta kritik dan sarannya ya. dan jangan lupa dukungannya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2