Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
BOS GANTENG TAPI DINGIN.


__ADS_3

◼◼◼>•⚛️{KALAM ULAMA}⚛️•<◼◼◼


"Barangsiapa tidak memiliki adab , maka ia tidak memiliki ilmu . barangsiapa yang tidak memiliki kesabaran , maka ia tidak memiliki agama . dan barangsiapa tidak memiliki ketakwaan , maka ia tidak mempunyai kedudukan di sisi Allah .


- ⚛ Imam Hasan Al-Bashri ⚛ -


⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛🌸⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛


Dimas memang terkenal Selalu kocak, dan apa adanya bila bersama teman-temannya, tidak kalau dia sudah bekerja atau menghadapi musuh, bahkan ia lebih kejam dari Ardiyan dalam menangani musuh-musuhnya, dan ia selalu tahu mana kawan dan mana musuh. makanya kakek selalu mempercayai segala urusan Ardiyan pada Dimas tanpa Ardiyan tahu.


Kini Dimas sedang di ruangannya ia nampak serius mengahapi laptopnya, seperti ada kecewa dari raut wajahnya dan kemudian ia mengambil gagang teleponnya kemudian ia menekan tombolnya.


"Ana, katakan pada setiap ketua bagian, kita akan mengadakan rapat satu jam lagi.dan bawakan aku semua berkas yang di bulan ini hingga 3 bulan yang lalu, cepat!ⁿ" ucap Dimas tegas dalam panggilannya, tanpa menunggu balesan dari yang di seberang Dimas langsung menutup telponnya, tak lama terdengar suara pintu ruangannya di ketuk..


Tok,.. tok.. tok..


"Masuk!!" kata Dimas dan pintu langsung terbuka masuklah seorang pria berjas hitam dengan membawa berkas berwarna biru muda..


"Gimana Roy?," tanya Dimas..


"Sesuai yang bapak perkirakan, ini laporan yang saya kumpulkan semuanya tidak sesuai dan sepertinya, mereka dapat dukungan dari orang luar pak " Ujar pria itu yang bernama Roy..


"hmm, sepertinya mereka ingin bermain denganku, oke kita akan ladenin Roy, kau kumpulkan semua yang aku minta, dan bawaklah keruang rapat nanti, kita tuntaskan hari ini juga, aku tak suka dia berlama-lama merasa disini, kau paham Roy" ujar Dimas yang nampak wajah sedang geram pada seseorang..


"Paham pak!, kalau begitu saya permisi dulu pak" Pamit Roy, orang kepercayaan Dimas yang selama ini memang dia tugaskan


"Ya!" Roy pun keluar namun saat bersamaan Ana masuk sekertaris Dimas yang cantik dan bohay..


"Siang pak!, saya sudah menyampaikan pesan bapak pada ketua bagian Agar ikut rapat satu jam lagi, dan ini laporan ya bapak minta di bulan ini dan di tiga bulan yang juga " ujar Ana sambil menyerahkan tumpukan berkas pada Dimas.


"Hmm terimakasih dan, letakkan berkas itu di situ" ujar Dimas datar. sambil matanya masih tertuju pada laptopnya tanpa melirik sedikit pun pada sekertarisnya itu.


"Baik pak,!, ada lagi yang bisa saya bantu pak?" tanya ana lagi.


"Tidak ada!, kamu boleh pergi sekarang!" ujar Dimas tegas,


"Baik pak, kalau begitu saya permisi pak!" ucap Ana. dan hanya di bales oleh Dimas..


"Hmm" Ana pun pergi meninggalkan ruangan Dimas menuju mejanya di luar ruangan Dimas..


"Brrrr, Dingin!"' ucap Ana saat ia sampai di mejanya..


"Kamu sakit ya na?" tanya seorang wanita yang mejanya berdampingan dengan meja ana..


"Nggak kok" jawabnya apa adanya..


"Lalu kenapa kamu tadi kedinginan?" tanya wanita itu polos.

__ADS_1


"Bos kita yang Dit, jadi di dekatnya berasa berada di kulkas dingin benar!" ujar Ana asal membuat temannya yang bernama Dita tertawa kecil mendengar perkataan Ana.


"Hihihi, kamu ada-ada saja sih Na, tapikan ganteng, lebih enak di lihat, dari pada melihat wajah pak Indra enakan melihat wajah pak Dimas Ganteng jauh lagi" ujar Dita polos.


"Iya sih Bos Ganteng tapi Dingin,!" bales Ana sambil bergidik..


"Hem, hem, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul, membuat kedua wanita itu terkejut..


"Eh p.pak I.indra?, selamat siang pak!" Ucap Ana gugup karena kaget dan takut..


"Hmm" bales pria tadi hanya hmm saja, yang ternyata ia lah yang bernama Indra." tadi saya mendengar kalian menyebut nama pak Dimas apa maksudnya?" tanya Indra lagi yang penasaran.


"Eh, i.itu hari ini pak Dimas datang pak" ujar Dita yang juga ikut gugup.


"Apa!!, apa kalian tidak salah?!" ujar Indra kaget.


"Tidak pak!, sekarang pak Dimas ada di ruangannya sekarang, dan pak Dimas juga memerintahkan kepada semua kepala bagian untuk rapat satu jam lagi pak" jelas Ana membuat wajah Indra seperti tidak senang..


"cih, kenapa cepat sekali dia datang!, bisa gagal Rencana ku, aku harus segera memberitahukan bos kalau begitu, aku nggak mau ngambil risiko sendiri!" _batin Indra dan ia pun melangkah pergi meninggalkan meja sekertaris Dimas.


Namun saat ia hendak memasuki lift, tiba-tiba seorang pria muncul dari lift itu.


"Pak Indra?, anda di panggil pak Dimas sekarang!" ucap orang tersebut dengan wajah dinginnya.


"Tapi saya.." bantah Indra.


"Baiklah" ucap Indra pasrah dan akhirnya ia mengikuti Pria berjas hitam tersebut..


Mereka berjalan menuju ruangan yang pintunya tertutup, setelah sampai pria itu pun mengetuk pintunya..


Tok.. tok.. tok..


"Masuk!" ujar seseorang dari dalam, lalu mereka pun masuk keruangan Dimas.


"Siang pak!, ini pak indra sudah datang!" ujar Pria tersebut..


"Terimakasih Roy, sekarang kamu boleh pergi!" ujar Dimas pada pria tersebut yang ternyata Roy, Asistennya.


"Baik pak!, kalau begitu saya permisi"


"Iya " balas Dimas singkat. dan Roy pun pergi meninggalkan mereka..


"Hay Dim, lama kita tidak berjumpa ya Apakabar Lo.." sapa Indra sok Akrab.


"Ini kantor!, dan gue Bosnya ! apa seperti itu Lo berkata-kata pada seorang bos!" ujar Dimas dingin dengan tatapan mata yang tajam. membuat Indra bergidik ngeri.


"Eh, m.maaf pak.." ucap Indra bergetar.

__ADS_1


"Silakan duduk!" kata Dimas namun matanya hanya tertuju pada laptopnya, Indra pun langsung duduk di depan meja kerja Dimas. suasana hening Dimas tak mengeluarkan sepatah katapun, membuat Indra bingung yang sejak tadi ia di sana tapi dimas hanya diam dan hanya fokus pada kerjaannya


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Indra Akhirnya buka suara..tapi tidak di respon oleh Dimas ia masih fokus pada laptopnya.. dan akhirnya Indra memilih Diam dan hanya memperhatikan Wajah Dimas yang sepertinya tidak bersahabat..


dan satu jam kemudian..


"Ayo ikut gue!" ucap Dimas sembari ia berjalan menuju pintu keluar dan akhirnya Indra pun mengikutinya..


mereka terus berjalan hingga berhenti di sebuah Ruangan, lalu merekapun masuk dan ternyata di sana sudah ada beberapa orang y6 di duduk melingkari meja besar..


"Duduk di sana !" perintah Dimas pada Indra. dan di sana juga sudah ada Roy..


"Rapat kita mulai !" ucap Dimas tegas..


"Roy?!" Dimas memberi isyarat pada Roy, dan di anggukkan oleh Roy, dan tak lama lampu di ruangan itu gelap dan tiba-tiba juga cahaya keluar dan memantul Diding ruangan tersebut dan nampaklah layar besar seperti menonton di bioskop, dan semuanya terkejut melihat adegan di layar tersebut dan ada beberapa orang yang memandikan keringat yang sepertinya ketakutan dan itu termasuk Indra dan tak lama layarpun mati dan lampu kembali menyala..


Dimas nampak tenang..


"Ada yang bisa memberikan penjelasan?" tanya Dimas datar.. namun tak satupun dari mereka yang berani angkat bicara..


"Apakah itu artinya kalian mengakui Semua?!" masih tak ada yang ingin membalas perkataan Dimas.


"Roy persilakan mereka masuk!" titah Dimas tegas..


"Baik pak!" Roy pun menghampiri pintu dan ia pun membuka pintu tersebut dan masuklah beberapa orang berseragam kepolisian.. membuat mereka terkejut..


"Siang pak Dimas?" ucap salah pria berseragam itu


"Siang pak Edy Gunawan, silahkan bapak bawa mereka semua!" kata Dimas tenang.


"Baik pak!" bales pria berseragam..


"Tangkap mereka!" titah polisi itu pada anak buahnya..dan mereka pun segera menangkap mereka yang duduk di ruangan rapat termasuk Indra tapi tiba-tiba Indra memberontak dan dengan cepat ia merebut pistol dari salah satu polisi itu dan..


DOOR..DOOR !!


**********


Aduh.. Apa yang terjadi?..😱😱


ikuti Author terus ya..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA..


LIKE* VOTE * DAN "KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU..

__ADS_1


SYUKRON 🙏😊.


__ADS_2