
10:30
Sesuai perjanjian Ardiyan dan Dimas pun memasuki restoran tempat mereka akan bertemu dengan Giovanni Alexsha. untuk membahas kerjasama antara Pramana grup dan Alexsha grup, pertemuan itu berlangsung sampai jam makan siang namun Ardiyan menolak untuk makan siang bersama dengan Giovanni dan Asistennya.
"Baiklah karena kita sudah sepakat. Saya akhiri pertemuan ini semoga kedepannya berjalan dengan lancar. Baiklah kami undur diri selamat siang" ucap Ardiyan hendak meninggalkan tempat itu, namun terhenti karena tangannya di pegang oleh Giovani.
" Ar kenapa terburu-buru, kita makan siang dulu ya" ucap Giovani lembut dengan tangan masih memegang tangan Ardiyan tapi langsung di tepis oleh Ardiyan.
"Maaf Bu Vani saya sudah ada janji dengan istri saya untuk makan siang bersama" ucap Ardiyan lagi. Membuat wanita di depannya kaget.
"Istri? Kamu sudah menikah?"
"Iya saya sudah menikah !" Jawab Ardiyan tegas, saat Giovani ingin berkata lagi tiba-tiba ada dua orang mendekati mereka.
"Hei.. Assalamu'alaikum suaminya ustadzah lagi pada ngapain nih" ucap salah satu dari mereka,
"Andi, Dika,? wa'alaikumus salam kalian ngapain kesini?" bales Ardiyan yang ternyata para sahabatnya, dan semenjak Ardiyan dan Anisah semakin dekat mereka pun selalu memanggil Ardiyan suaminya ustadzah.
"Lah perasaan gue yang nanya kok malah balik tanya sih? Jawab Dika. Sambil matanya melirik Giovani.
__ADS_1
"Eh ini Giovani kan? Ada apa kok bisa sama suaminya ustadzah?" Tanya Dika lagi. Membuat Giovani bingung.
"Iya gue Giovani kami baru selesai mithing, siapa yang di maksud suaminya ustadzah? Tanya Giovani lagi.
"Lah Lo nggak tahu, kalau ardiyan sudah nikah ya? Dia tuh sekarang menjadi suaminya seorang ustadzah" bales Andi ikut menimpali.
"Sudah sudah, jangan di perpanjang, sebenarnya kalian mau ngapain kesini?" Tanya Dimas kepada kedua temannya.
"Ya makanlah, Lo pikir jam segini ngapain coba berada di sini" bales Dika.
"Ya sudah kalau gitu, ayo Dim " ajak Ardiyan meninggalkan mereka, lalu di susul Dimas.
"Eh.. kalian mau kemana kami ikut" ucap Andi sambil menyusul Ardiyan dan Dimas dan di ikuti oleh Dika, meninggalkan Giovani dan Asistennya membuat wanita itu kesal.
----------
"Ar Lo kok main kabur aja sih dan kenapa Lo bisa bekerja sama dengan Giovani?" Tanya Andi,
"Gue nggak tahu, tanya aja tuh sama Dimas! Jawab Ardiyan ketus.
__ADS_1
"Ya gue juga nggak tahu, seingat gue Alexsha grup itu CEO nya tuan Alex, tapi siapa sangka ternyata sudah di pegang oleh Giovani" jelas Dimas.
"Sudahlah nggk usah di bahas, nggk penting juga!" Ucap Ardiyan males, karena dia tidak suka mendengar nama Giovani lagi.
"Betul tuh, yang di bilang Ardiyan, dari pada bahas orang nggk penting lebih baik kita merayakan pertemuan empat sekawan yang semakin jarang ini," ucap Dika dan di setujui temannya.
"Ah iya, semenjak Ardiyan nikah dan naik jabatan, kita jarang berkumpul, dan apalagi semenjak Ardiyan kalah balapan sama cewek misterius itu, semakin nggk pernah kita nongkrong di basecamp motor" timpal Andi,
"Eh ngomong-ngomong kalian sudah cari tahu cewek misterius itu? gue penasaran siapa sih dia yang beruntung membawak si black motor kesayangan Ardiyan?" tambah Andi penasaran dan membuat Ardiyan yang sedang minum tersedak
"uhuuk uhuuk huuk"
"lah Lo napa bro? sepertinya Lo tahu ya siapa cewek misterius itu?" tanya Dimas sambil menepuk-nepuk punggung Ardiyan.
"Mampus gue, apa kata mereka kalau yg ngalahin gue binik sendiri, bisa jatuh martabat gue" batin Ardiyan
Bersambung.
---------------------
__ADS_1
Hari ini karena ada yg menyemangati updatenya dua kali, terimakasih ya, 🙏😉
Terus ikuti ya dan jngan lupa tinggalkan jejak 🙏😊