
◼◼⚛ MUTIARA HIKMAH ⚛◼◼
"Dunia ini penuh dengan kejutan
Penuh dengan ambisi
Putih dan Hitam membuat kita semua
Terlelap dalam ketidak pastian
Tak ada pencapaian yang sempurna
Karena kita semua hanya sebatas makhluk fana, Yang kapan saja bisa terlelap dalam tidur yang panjang..
SO,
Jangan sia-siakan waktu mu yang masih ada.
Lakukan yang terbaik agar kamu tidak menyesal nantinya 😉.
Happy reading
~~⚛°⚛°⚛~
Dimas terkejut saat mendengar istrinya bisa melihat hal yang gaib, sedangkan ia pernah melihat sekali itu sudah membuatnya Taruma, lalu bagaimana dengan istrinya..?
"Bagaimana itu bisa terjadi yang?" tanya Dimas penasaran, masih dengan suara yang masih lemah.
"Nanti saja ya ceritanya, sekarangkan bibie masih butuh istirahat, jadi sebaiknya bibie tidur lagi ya?" bales Lisa lembut, sembari ia ingin turun dari ranjangnya Dimas namun di tahan oleh Dimas..
"Kamu mau kemana yang?, jangan kemana-mana yang, temani aku di sini ya" pinta Dimas dengan nada manjanya..Lisa Tersenyum melihat suaminya yang manja.
"Na'am, zawji Almudalal" bales Lisa dalam bahasa Arab..
"Apa artinya yang?" tanya Dimas ingin tahu..
"Artinya, iya suamiku yang manja" mendengar Lisa mengartikan perkataannya membuat Dimas Tersenyum..
"Emang nggak boleh ya yang, bermanja sama istri sendiri?"
"Boleh kok bie, nih, sekarang Lisa lagi manjaan bibie, sekarang bibie tidur ya, biar cepat pulih kembali" ujar Lisa sembari membelai-belai rabut suaminya dengan lembut..
"Syukron ya yang, bibi suka di manja kamu"
"Afwan bibie, sekarang bobo ya"
"Na'am, tapi nyanyiiin.." pinta Dimas yang lagi-lagi dengan nada manjanya..
"Duh, manja banget sih bibie, ya sudah Lisa nyanyiin Nina Bobo yaa"
"Kok Nina Bobo sih yang?, kayak anak kecil dong bibie" protes Dimas dengan bibir di manyunkan..
"Kan, memang bibie masih kecil, buktinya aja mau bobo aja minta di nyanyikan hayoo" Ledek Lisa sembari mencubit pelan hidung sang suami..
"Ikh, kan biar bibie cepat bobo yang, ayo dong, nyanyi sholawat gitu loh" pinta Dimas lagi yang masih manja..
"Baiklah, sholawat apa yang mau bibie dengar?" tanya Lisa lembut..
"Terserah ayang saja yang penting sholawat ya yang" balas Dimas berharap..
"Baiklah, Sholawat ya habibal Qolbi aja ya bie?"
"Iya sayang, nyanyikanlah" ujar Dimas lembut, lalu ia pun mengambil posisi memeluk Lisa, dengan wajahnya menempel di dada Lisa dan tangannya melingkar di perut Lisa, membuat Lisa Tertawa kecil melihatnya..
"Hihihi, bibir kayak anak kecil mah" ujar Lisa gemas..
"Biarin,.. cepat nyanyi yang." rengenya manja..
"Iya iya.. Bismillah" ucapnya lalu Lisa pun mulai bersenandung dengan suaranya yang lembut dan merdu..
*يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ*
Ya Habibal Qolbi
Wahai Kekasih Hati
🎶يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
🎶Ya habibal qolbi, Ya khoirol baroyah
Wahai kekasih hati, Wahai manusia terbaik
Yalijitta bil haqqi rasulal hidayah
Engkau datang dengan kebenaran, Wahai Rasul yang membawa hidayah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶يَوْمَ الْوِلَادَةْ كَا لْبِدَا يَةْ لِلْهِدَايَةْ لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
Yaumal wiladah kal bidayah lilhidayah kal bidayah
Hari kelahiranmu adalah awalnya, awal mula hidayah bagi manusia
🎶يَوْمَ الْوِلَادَةْ كَا لْبِدَا يَةْ لِلْهِدَايَةْ لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
Yaumal wiladah kal bidayah lilhidayah kal bidayah
__ADS_1
Hari kelahiranmu adalah awalnya, awal mula hidayah bagi manusia
🎶لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
Lilhidayah kal bidayah
Awal mula hidayah bagi manusia
🎶اِنْ تَجِدْ يَا طٰهٰ بِنُوْرِ الْهِدَا يَةْ
Intajid ya toha binnurih hidayah
Sungguh Engkau adalah pembawa hidayah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا رَسُوْ لَ الله
Ya Rasulallah, Ya Rasulallah
Wahai Rasul Allah, Wahai Rasul Allah
🎶جِئْتَ بِدِيْنِ الله جِئْت كُلَّ الْبَرَا يَةْ
Jitta bidinillah jit kullal baroyah
Engkau datang dengan membawa agama Allah
🎶يَا حَبِيْبَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Habiballah, Ya Habiballah
Wahai Kekasih Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا بَشِيْرَالْخَيْر يَا رَسُوْ لَ الله
Ya ya ya ya basyirol khoir, Ya Rasulallah
Wahai pembawa kabar gembira, Wahai Rasul Allah
🎶يَا دَلِيْلَ النُّورْ يَا حَبِيْبَ الله
Ya ya ya ya dalilannur, Ya Habiballah
Wahai pembawa cahaya kebenaran, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
Ya habibal qolbi, Ya khoirol baroyah
Wahai kekasih hati, Wahai manusia terbaik
Yalijitta bil haqqi rasulalhidayah
Engkau datang dengan kebenaran, Wahai Rasul yang membawa hidayah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶Harapan yang nyata hidup bahagia
Cinta yang utama di hati slamanya
Denganmu ya Rasul rindu tuk bersama
Padamu ya Rabbi terkabul semoga
🎶يَا بَشِيْرَالْخَيْر يَا رَسُوْ لَ الله
Ya ya ya ya basyirol khoir, Ya Rasulallah
Wahai pembawa kabar gembira, Wahai Rasul Allah
🎶يَا دَلِيْلَ النُّورْ يَا حَبِيْبَ الله
Ya ya ya ya dalilannur, Ya Habiballah
Wahai pembawa cahaya kebenaran, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah
Wahai kekasih hati, Wahai manusia terbaik
__ADS_1
Yalijitta bil haqqi rasulalhidayah
Engkau datang dengan kebenaran, Wahai Rasul yang membawa hidayah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
🎶يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Wahai Rasul Allah, Wahai Kekasih Allah
Lisa berhenti bersholawat saat melihat suaminya mulai teratur nafasnya, mengadakan ia sudah terlena di alam mimpinya dan karena hari ini juga hari melelahkan bagi Lisa ia pun akhirnya ikut tertidur dalam pelukan sang suami..
\_\_\_\_\_\_.
Sementara di sisi lain di Prakasa grup..
Ardiyan memasuki area sebuah gedung berlantai 5 bertuliskan Prakasa grup, bersama Roy, Asisten Dimas, dan di saat memasuki lobby perusahaan tersebut ia melihat seseorang pria berjas hitam yang sepertinya ia kenal, lalu ia pun mendekati pria itu..
"Pak Edy?, sedang apa bapak di sini?" tanya Ardiyan heran..
"Wah, apa yang terjadi, kenapa CEO Pramana grup, bisa ada di sini?!" bales pria itu dengan senyum sinisnya, saat melihat Ardiyan.
"Apa maksud anda?, saya yang bertanya sedang apa anda disini?!" ujar Ardiyan yang sudah mulai kesal dengan sikap Pria itu yang ternyata bernama pak Edy.
"Oh, maaf! sepertinya anda tersinggung, saya kesini mau bertemu dengan pak Indra Pemilik perusahaan ini" bales pak Edy, santai.
"Pak Indra?, Pemilik?, apakah anda tidak salah pak?, karena setahu saya pemilik perusahaan ini pemiliknya bernama Dimas Prakasa! bukan pak Indra!" Tegas Ardiyan, membuat pak Edy sedikit terkejut.
"Apaa!!, itu tidak mungkin, karena saya baru melakukan kerjasama dengannya" ujar pak Ed6 tidak percaya..
" Anda boleh tidak percaya, tapi itulah faktanya.. Dan satu lagi, bila bapak ingin bertemu dengan pak Indra, sebaiknya bapak pergi ke penjara, karena setahu saya pak Indra sedang di sana " bales Ardiyan dengan senyum tipisnya, karena melihat pak Edy, sepertinya telah tertipu oleh Indra.
"Apaa!, tapi kenapa?" tanya Edy, penasaran..
"Saya tidak tahu!, karena itu bukan urusan saya!, baiklah kalau begitu saya permisi pak!" jawab Ardiyan, dan ia pun langsung melangkah meninggalkan Edy, yang masih dalam kebingungannya, ia terus melangkah menuju lift bersama Roy, dan saat mereka sudah memasuki lift..
"Roy,!, sepertinya ada yang tidak beres, kamu selidiki apa yang terjadi, mengapa Indra mengaku Pemilik perusahaan ini?" ujar Ardiyan pada Roy..
"Baik pak, kebetulan saya memang di pinta pak Dimas, untuk menyelidiki hal ini, karena pak Dimas tadi sempat mendapatkan sebuah berkas yang aneh" bales Roy..
"Kalau begitu ayo, kita ke ruangan Indra!" tegas Ardiyan saat pintu lift terbuka..
"Baik pak!" Roy pun membawa Ardiyan menuju keruangan Indra, saat sudah di depan pintu ruangan tersebut tiba-tiba mereka seperti mendengar percakapan seseorang di dalam ruangan itu, yang sepertinya ia sedang melakukan panggilan..
"Pak, berkas itu tidak ada di ruangan pak Indra!, sepertinya berkas itu hilang pak!" ujar orang tersebut dalam panggilannya.. namun Ardiyan tidak mendengar perkataan orang yang di sebrang panggilan tersebut..
" °°°°°°° °°°°°°° "
" pak Dimas sepertinya di rumah sakit pak, dan penjagaan di sana terlalu ketat pak, saya tidak mungkin bisa membunuhnya" ujar pria itu, membuat darah Ardiyan mendidih mendengar perkataan orang tersebut..
\*\*\*\*\*\*\*\*
Siapa orang tersebut yaa 🤔🤔🤔🤔
jadi penasaran deh Author..
ya sudah kita lanjutkan besok.
Jadi jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😉
**LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR
SELALU AUTHOR TUNGGU LOH 😉
JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏
__ADS_1
SYUKRON 🙏😊**.