Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
MENURUTLAH SAYANG


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu..


Peristiwa demi peristiwa telah di lalui oleh Ardiyan dan Anisah, ada suka maupun ada duka, semuanya masih sangat membekas bagi mereka, terutama Anisah.


"Sayang?" Panggil Ardiyan saat melihat istrinya sedang duduk termenung di kursi panjang di taman belakang rumahnya. Anisah yang mendengar langsung menoleh.


"Iya.. hubby sudah pulang ?" Tanya Anisah


"Sudah sayang, hubby juga tadi singgah ke rumah sakit juga" bales Ardiyan sambil menghampiri istrinya lalu duduk di sebelahnya.


"Iyakah,? Lalu gimana keadaan Asyifa hubby? Apakah iya sudah sadar?" Tanyanya lagi bertubi-tubi penuh penasaran.


"Iya sayang, keadaan masih sama, dia belum sadar juga sayang "


"Hmm, kasihan Syifa, ia begitu terpukul akan Kepergian Almarhumah nenek Minah" ucap Anisah yang nampak ia juga mulai sedih.


"Masih sedih?"tanya Ardiyan namun Anisah hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Lalu tadi apa yang sedang kamu pikirkan sayang? Soalnya ubby lihat sayang sedang termenung" Tanya Ardiyan lembut. Namun tak di jawab oleh Anisah. Ia malah menaruh kepalanya di pangkuan Ardiyan, dan di sambut oleh suaminya dengan membelai kepalanya yang tertutup oleh hijabnya.


"Dulu Nisah selalu diperlakukan oleh Almarhumah nenek Minah seperti ini hubby, rasanya Nisah belum percaya kalau nenek sudah pergi by, rasanya baru kemarin Nisah tidur di pangkuan nenek, ia juga selalu membelai kepala Nisah dan mengidungi, ia selalu memanjakan Nisah.. " Ucap Anisah yang teringat masa-masa di saat nenek Aminah masih ada, menurut masa-masa itu sangatlah indah, namun kini ia sudah pergi untuk selamanya, dan tanpa terasa air matanya mengalir.


"Sayang, segala sesuatu yang indah memang sulit untuk di lupakan, ubby juga tahu perasaan mu saat ini sayang pasti sangat sedih, tapi bila kita berlarut-larut dalam kesedihan juga tidak baik sayang, itu akan membuat Almarhum nenek sedih, sayang nggak inginkan Almarhum nenek sedih di sana?" Ujar Ardiyan lembut serta di akhiri dengan pertanyaan. Dan di Bales Anisah dengan gelengan kepala saja.


"Kalau tidak ingin almarhum nenek sedih, maka sekarang sayang jangan sedih lagi ya, dan jika sayang rindu, cukup hadiahkan Al-fatihah untuk almarhum serta mendoakannya pasti nenek akan bahagia di sana, oke sayang?" Ucap Ardiyan lagi sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Na'am hubby, in syaa Allah, " bales Anisah dan mulai tersenyum pada istrinya.


"Alhamdulillah.. nah gitu dong kan manis bila kamu tersenyum"


"Hmm Syukron pujiannya hubby, dan Syukron untuk nasehatnya, " Ucap Anisah lembut


"Iya sayang sama-sama"


"Hmm mendengar nasehat hubby, Nisah jadi tenang, hmm sekarang, zuji' Nisah maa syaa Allah banget deh semakin ganteng semakin pintar juga, makin sayang mah" ucap Anisah sambil menggusek-gusekkan wajahnya pada perut Ardiyan dengan posisi Anisah tidur bantalkan paha Ardiyan.


"Iya dong zuji' siapa dulu hayoo.."bales Ardiyan yang mulai menggeliat karena gusekan Anisah.


"Sayang geli, jangan begitu, dan jangan banyak bergerak kaaan si jaguar jadi bangun tuh, kamu harus tanggung jawab sayang."lanjut Ardiyan lagi yang mulai memerah wajahnya.


"Tapi dia sudah bangun jadi gimana dong? pokoknya sayang harus tanggung jawab" ujar Ardiyan sambil menggendong Anisah.


"Eh, Aah.. hubby, dasar genit, ini kan masih terang hubby, Nisah malu nanti di intip oleh Author loh.." pekik Anisah sambil sedikit meronta saat di gendong oleh Ardiyan.


"Jangan beralasan lagi, pokoknya sayang harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan jaguar ku" bales Ardiyan lagi, masih terus berjalan menuju kamar mereka.


"Tapi hubbykan belum mandi bau tahu by" protes Anisah lagi


"Mandinya nanti saja kalau sudah selesai" Bales Ardiyan lagi sambil meletakkan Anisah ke tempat tidur saat mereka sampai di dalam kamar. "Menurutlah Sayang." Lanjutnya dan ia pun mulai mengecup kening Anisah dengan lembut, lalu ia pun membuka hijab Anisah, dan kembali mengecup kening dan saat ingin turun ke yang lainnya..


"Hubby, matikan lampunya, tutup pintu, lihat tuh Author mengintip kita hubby, Nisahkan maluu"

__ADS_1


"Baiklah sayang, apapun kata sayang"


CLICK.. pintu terkunci.


TIIK.. lampu mati


"Baiklah sekarang kita lanjutkan Author sudah tidak kelihatan kita lagi ngapain"


AUTHOR:' iss Anisah su'uzon dehπŸ™„ siapa juga yang mau ngintip, Author mah gak suka ngintip, paling para readers tuh yang ingin ngintip, buktinya mereka selalu penasaran, benar tidak para readers?"


Ya sudahlah kalau begitu, Author juga nggak tahu mereka lagi ngapain, jadi sebaiknya


**BERSAMBUNG saja deh.


Maaf ya episode kali ini agak sedikit, karena Author lagi sedikit lemas πŸ€’πŸ€’πŸ€’


jadi nggak bisa fokus, doain saja semoga Author cepat fit lagi agar secepatnya update lagi, ya sudah Author mau bobo cantik dulu ya.. 😴😴


Jangan lupa tinggalkan jejak ya**..



Oh iya yang ingin tahu Wira nikah dengan siapa


Jawabannya di Novel baru Author dengan covers yang ada di atas, dan di novel itu juga kalian akan tahu siapa nenek Aminah, jadi jangan lupa kunjungi ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga Syukron πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2