Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Masakan Umi.


__ADS_3

Sesuai janji ardiyan dan Dimas pergi meeting Dengan utusan dari perusahaan Alexsha grup. Perdebatan demi perdebatan pun terjadi dan akhirnya pun keputusannya mengharuskan Ardiyan yang harus turun tangan langsung ke proyek yang ada di kota Bt, itulah permintaan dari Alexsha grup dan mau tak mau akhirnya Ardiyan menyetujuinya, dan itu membuat Giovani menjadi senang.


" Terimakasih ya Ar? Oh iya kapan kau akan memulainya? Tanya Giovani,


"Secepatnya akan lebih baik,!" Jawab Ardiyan ketus.


"Oke kalau begitu aku akan menunggu kabar dari kamu," kata Giovani lagi.


"Baiklah kalau begitu saya permisi" ucap Ardiyan dan langsung meninggalkan Giovani dan Asistennya.


"Ardiyan?" Panggil Giovani namun di acuhkan oleh Ardiyan.


"Ihs Ardiyan!, kamu sangat menyebalkan lihat saja nanti! Akan Aku pastikan di kota Bt kau akan kembali kepadaku lagi!" ucap Giovani sambil menatap kepergian Ardiyan dengan tatapan yang terlihat amat kesal.


..._______...


Sementara Ardiyan dan Dimas di mobil di dalam perjalanannya.


"Dim aku minta Lo awasi gerak gerik Giovani, karena aku merasa dia akan merencanakan sesuatu" kata Ardiyan kepada Dimas.


"Oke pak, saya juga merasa seperti itu, emangnya rencananya mu akan ke kota Bt?"


" Secepatnya kalau bisa lusa kita sudah berangkat, aku ingin secepatnya proyek ini selesai"

__ADS_1


"Baiklah pak saya akan persiapkan segalanya,"


"Bagus, kita harus berhati-hati tetap waspada dan aku minta tolong Carikan seseorang yang bisa menjaga istriku, dan pastikan dia tidak mengetahuinya"


"Baik pak saya mengerti"


"Ngomong-ngomong kenapa sekarang Lo berubah jadi formal gini, kan gue bilang kalau tidak di kantor biasa aja kali"


' iya iya, tapi.. " belum sempat Dimas selesai berkata sudah di potong oleh Ardiyan.


"Sssth tidak ada tapi-tapian! Antar gue kepondok bini gue.. karena melihat wanita itu gue nggak mood balik kantor,"


"Ok, tapi apa nggak sebaiknya kita makan siang dulu Ar?"


"Justru itu kita kesana,. gue lagi pengen makan masakan umi"


"Ya itu sekalian, tapi emang bener sih tah kenapa tiba-tiba gue kok kepingin banget makan di sana,. udah akh jangan banyak tanya cepat saja kesana!"


"Baiklah pak"


"Haiis ! Au akh serah Lo!" kata Ardiyan kesal karena temannya masih bersikap formal. Dimas hanya tersenyum saja, ia pun melajukan mobilnya menuju ke pondok pesantren tempat Anisah.


Satu jam kemudian mereka pun sampai dan di sambut oleh umi syadiah.

__ADS_1


"Assalamualaikum umi" salam Ardiyan pada umi syadiah


"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh nak masuklah nak, atau mau mencari Anisah? dia lagi di belakang pondok" bales umi syadiah.


"Nggak umi, kali ini Diyan lagi cari umi"


"Eh kok tumben, ada apa nak?"


"hehe itu umi, Entah kenapa tiba-tiba Diyan kepingin makan Masakan umi nih" ucap Ardiyan malu, membuat umi syadiah tersenyum penuh arti.


"Ya sudah kalau begitu, ayo keruang makan, tapi hari ini umi hanya masak tumis kangkung, sambal ikan Asin dan goreng ikan, emang kamu doyan ikan Asin?" tanya umi sambil mempersiapkan hidangan di meja makan tempat ardiyan dan Dimas duduk sekarang.


"Nggak papa umi yang pentingkan masakan umi"


"Alhamdulillah kalau begitu, ya sudah kalau begitu kalian makanlah sekarang" ucap umi dan tanpa menunggu lama Ardiyan melahap makanan tersebut membuat Dimas heran karena yang dia tahu Ardiyan tidak menyukai ikan Asin.


"Tumben mau makan ikan Asin biasanya Lo nggak sukakan?" tanya Dimas tapi tidak di tanggapi oleh Ardiyan ia terus melahap makanannya bahkan ia tambah-tambah lagi. membuat umi tersenyum.


" Sudah biarkan saja nak dimas, itu berarti teman kamu akan mendapatkan kabar bahagia" kata umi syadiah membuat Ardiyan dan Dimas bingung.


"Maksudnya umi?"


Bersambung

__ADS_1


______________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😉


__ADS_2