BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#103


__ADS_3

" Fanny, bicaralah. . . maki aku, pukul aku, kau bebas jika perlu bunuh saja aku " Paksa Ammar sembari mengguncang-guncangkan tubuhku. Tapi tak sedikitpun aku mampu membuka mulutku, singguh aku ingin meluapkan segalanya. Tapi kenapa tubuh ini terasa lemah??? hati dan pikiran ku kosong.


" Hey hey ada apa dengan kalian??? " Tiba-tiba suara ibu mengejutkan ku, ketika beliau tergesa-gesa menghampiri kami.


" Tan. . . tante. . . Am. . .mar. . . " Ku lihat Ammar kikuk di hadapan ibu.


" Bunda, Aku sangat merindukan Ammar. Dan bunda juga tau kan, Aku saaaangat mencintai nya dan selalu setia. Tapi lihat lah dia bunda. . . " ucap ku yang kemudian terpotong oleh ucapan Ammar yang berusaha menghentikan perkataan ku.


" Tante, Ammar sungguh minta maaf. Ammar mencintai Fanny Tante, sangat mencintainya. Tolong jangan pisahkan kami apapun setelah ini "


" Tuh kan Bund, lihat. . . Ammar sangat mencintaiku, tapi dia. . . "


" Tante, Ammar boleh kan ngajak Fanny jalan lagi setelah ini??? " ucap Ammar lagi yang terus berusaha memotong pembicaraan ku dengan ibu, ini membuatku semakin murka saja.


" Aduh. . . kalian ini, kenapa selalu saja bermasalah begini. Sudah sudah terserah kalian saja, tante hanya berharap kalian tetap bersatu nantinya "


Kemudian ibu berlalu meninggalkan kami kembali berdua, tanpa mendengar penjelasan ku lagi yang semulai tadi selalu terpotong oleh ucapan Ammar seolah dia memang sengaja.


*********************


POV Ammar


Kegiatan KKN sudah di mulai. Ah tak terasa sebentar lagi aku akan berhasil menempuh pendidikan ku, aku ingin segera menunjukkan pada papa bahwa aku memang pantas untuk menggantikannya mengurus perusahaan. Dan. . . Fanny, ah ku yakin dia akan tetap setia pada ku kan? secara. . . dia sudah rela memberikan segalanya untuk ku. Aku hanya butuh kesiapan mental dan usaha sendiri baru lah aku akan menikahi Fanny.


Dosen sedang mengabsen satu per satu nama kelompok yang sudah di tentukan, beruntung team ku kebanyakan orang yang ku kenal. Jadi tak perlu merasa canggung dan sungkan lagi, pikir ku.


" Hai, gak nyangka ya kita satu kelompok " Terdengar suara seorang wanita menghampiriku. Aku mengerutkan kedua alis ku menatapnya, siapa dia??? apa kita satu jurusan??? kenapa aku melihatnya???


Ih, penampilannya sangat brutal. Body emang ok, wajah. . . cantik, tapi. . . penuh dengan tindikan anting sama sini.


" Maaf, apa kau satu jurusan dengan ku??? " tanya ku kemudian.


" Haha, elu kaget ya baru pertama liat gue? yaaa. . . gue emang jarang kuliah. Males " Jawab nya sombong.

__ADS_1


Wah. . . gila ni cewek. Gimana bisa ini kampus menerimanya kuliah disini. . . pikir ku.


" Gue Siska " Ucapnya memperkenalkan diri.


" Oh, aku. . . "


" Ammar biliyantama, iya kan??? " Ucapnya lagi memotong ucapan ku.


Apaan sih ni cewek, kenapa bisa hafal nama panjang ku. Jangan-jangan dia. . .


" Wah, hebat. Nama panjang ku kau pun sudah tau "


" Gue emang jarang kuliah, tapi gue tau kalo elu jadi kejaran para mahasiswi disini karena ketampanan elu. Ternyata elu emang cakep "


Degh !!!


Wah, ucapan ni cewek terang-terangan banget. membuat bulu kuduk ku merinding begini. . . hih sungguh mengerikan.


Di hari berlangsungnya KKN di suatu pedesaan di kota ku tinggal. . . aku sangat risih dan sedikit terganggu dengan penampilan Siska ini. Dia begitu terlihat liar dan brutal. . . tapi, apakah aku berhak mencampurinya, itu gaya nya. Bukan urusan ku bukan???


" Kenapa lu ngeliatin gue mulu? ntar jatuh cinta loh " ucap nya dengan percaya diri.


Cih gila bener ni cewek, stres !!!


Umpat ku dalam hati. . .


" Bisa gak, penampilan mu dirubah lebih girly sedikit? "


Aaah. . . sial, kenapa aku sungguh mengatakannya. . .


" Hahaha, Wah. . . elu mulai perhatiin gue diem-diem ternyata " kembali ia menyombongkan diri.


" Bukan begitu, kau terlalu percaya diri. Wanita itu harus anggun dan cantik, bersih rapi dan girly. Lihat dirimu itu. . . tapi itu terserah kau, lagi pula bukan urusan ku. Tapi apa ada lelaki yang mau menyukaimu ??? " Ucapku yang secara spontan keluar begitu saja dari mulutku.

__ADS_1


" Hmm. . . aku jadi suka kau perhatian pada wanita sepertiku, awas aja lu jatuh cinta ma gue " Jawab nya menantang.


Aku hanya menggelengkan kepala dan mengabaikannya.


Keesokan harinya, betapa aku sangat terkejut melihat penampilan dia yang begitu imut. Ah. . . aku hampir tidak mengenalinya kalau saja dia tidak menyapa ku lebih dulu. Dan. . . keakraban kami entah dari kapan dimulai sehingga begitu semakin akrab dan dekat.


Bahkan aku tidak pernah bisa menjauh darinya, begitupun dia sebaliknya. Dia begitu sederhana dan unik, sehingga membuatku selalu gemas dibuatnya.


Hari berlalu ke minggu menuju bulan. . . kami semakin dekat, aku pun mulai lupa status ku yang sudah bertunangan.


Ah. . . kenapa??? kenapa aku selalu dibuat penasaran oleh sosok wanita ini, dia begitu unik dan gigih. Selalu mampu mengisi hari-hariku jadi lebih menarik di tengah rasa lelah ku dalam kegiatan ini.


Malam ini, hujan turun begitu derasnya disaat kami masih melakukan kegiatan KKN dan kami juga terpisah dengan beberapa teman kelompok kami, hanya ada aku dan Siska. Kami basah kuyup karena hujan, sehingga bergegas mencari tempat untuk berteduh tak kunjung ku temukan. Akhirnya kami berteduh di bawah sebuah pohon besar. . .


Siska tampak kedinginan, aku jadi tidak tega. Tanpa sadar aku bahkan memandanginya dengan rambut nya yang basah, terlihat sangat menggoda dan makin manis ku pandang. Siska sadar akan sikap ku yang terus menatap wajah nya. . .


" Mau berciuman???? " tanya nya tiba-tiba.


Membuatku gelagapan saja, kemudian tanpa aba-aba dia langsung memeluk dan merangkul leherku serta merta mencium bibir ku. Sontak ada kehangatan terasa mengalir dalam darah ku, ah. . . aku entah setan mana yang telah membuatku terhipnotis akan ciuman bibir siska.


Sementara di tengah ciuman kami, ponsel ku terus berdering. Itu pasti Fanny, tapi. . . ah. . . aku tidak bisa melepaskan diri dari jeratan ini. Hingga begitu lama aku tersadar dan melepaskan pelukan Siska dan menjauh darinya.


Hah. . . sampai suatu ketika, sejak malam itu siska semakin berani menyentuhku dimanapun ada kesempatan. Aku tau, aku sungguh jahat dalam hal ini. Terutama pada Fanny, tapi. . . apa kau tau, sungguh aku merasa terjebak oleh permainan ku sendiri. Siska memintaku hadir kerumah nya dan memperkenalkan pada orang tuanya sebagai calon suaminya. . .


Mereka sangat baik, aku jadi semakin tidak bisa keluar dari lingkaran yang sudah menjebak ku begini. Ku iyakan saja untuk menghibur kebaikan orang tua Siska yang terus memujiku bahwa aku lah laki-laki pertama yang telah mengubah jati diri Siska yang selalu liar dan brutal. aku jadi tersanjung. . .


Ketika aku hendak pulang dari rumah siska mengajakku jalan-jalan sebentar yang sama sekali aku tidak menyangka bahwa pada akhirnya kami. . . kami telah melakukan hubungan intim. Aku sungguh biadab, tapi aku tidak bisa munafik. Aku merindukan sentuhan ini sangat lama dari tubuh Fanny, tapi melihat Siska yang begitu cantik siapapun akan suka dengan tubuh nya yang sangat seksi ini.


Hingga akhirnya hubungan kami berjalan begitu saja selama dua bulan, aku mulai jenuh dan takut jika ini akan berlanjut. Ketika Siska selalu memintaku untuk segera menikahinua setelah kami sudah berkali-kali melakukan hubungan intim layaknya suami istri.


Aku mulai menghindarinya, dan sadar satu hal dari dalam lubuk hati ku. Bahwa siska, dia. . . memang bukan lah wanita yang ku cintai. Ini hanya nafsu sesaat saja, oh tuhan. . . aku sungguh ****, aku tidak pantas lagi untuk kembali pada Fanny. Sedang dia. . . dia selalu memaafkan ku dan setia pada ku selama ini. Tapi, selamanya. . . aku juga tidak akan melepas Fanny meski kini aku sudah keterlaluan mencintainya.


Maafkan aku Fanny. . . Biarlah ini jadi rahasia dan dosa ku dengan Tuhan. Tanpa kau ketahui hingga mungkin aku mati nanti. . .

__ADS_1


__ADS_2