
Malam mulai larut, rasanya aku tak ingin beranjak dari lamunan ku di teras depan rumah. Mengingat apa yang sudah terjadi seharian ini membuatku tidak ingin berpikir dan melakukan hal lainnya lagi.
" Sayang, apa kau belum mengantuk??? " Tanya ibu sembari menghampiriku duduk di teras.
" Belum bunda, ehm kalau bunda mengantuk tidur aja duluan. Nanti biar Fanny yang akan mengunci pintu ". Jawab ku dengan nada datar.
" Nak. . . apa kau. . . sedang ada masalah berat??? "
Tanya ibu lagi. Dan aku hanya terdiam dengan wajah menunduk.
" Lagi berantem nih sama Kevin??? atau. . . lagi kangen berat??? "
" cih, bunda. Apaan sih, gak ada hubungannya dengan Kevin ". Jawab ku dengan wajah lesu.
" Lalu??? "
" Bunda, beberapa minggu yang lalu ketika aku dan Kevin pergi ke kota A kami secara tidak sengaja bertemu lagi dengan. . . Ammar, parahnya lagi dia sebagai clien Kevin saat itu ".
" kalian bertemu kembali dengan laki-laki brengsek itu, kenapa kau baru cerita pada bunda Nak??? "
" Apakah penting untuk di ceritakan bunda??? karena disitu dia. . . di pukuli habis oleh kak Rendy dan juga Kevin "
" Anak pintar mereka itu. Bunda puas dengernya ". Jawab ibu ku menyeringai.
" Dan bunda tau, tadi sore. . . tanpa di duga Ammar datang ke kampus menemui Fanny ".
Aku mulai menceritakan apa yang terjadi tadi antara aku dengan Ammar dan bagaimana cara Ammar memaksa ku untuk menerimanya kembali. Aku mulai menangis tersedu-sedu. Ibu menghampiri dan memeluk tubuh ku dengan hangat.
" Apa kau masih mencintai Ammar nak??? "
Seketika aku menoleh tajam pada ibu, dan menggelengkan kepala ku dengan cepat.
" Tidak. Tidak bunda "
" Lalu apa yang membuatmu menangis malam ini??? "
" Entah kenapa, semua yang dia lontarkan padaku tadi terasa begitu sakit menghujam hati Fanny bunda. Semakin dia memaksa Fanny menerimanya kembali, semakin pula sakit hati ini mendengar ucapannya ". Aku semakin terisak menangis dalam dekapan ibu.
" Karena kau masih menyimpan utuh kenangan pahit masa lalu mu dengan nya, coba lah perlahan kau lepaskan seiring waktu berjalan Nak. Jangan selalu kalah dengan rasa trauma mu, bunda paham dengan apa yang kau rasakan kini. Karena bunda pun pernah ada di posisi mu. . . mulai saat ini, cobalah berpikir matang dan fokus untuk masa depan mu. Ada Kevin disana, yang selalu tulus mencintai dan menerima semua kekurangan mu Nak ".
Aku terdiam membisu, aku tak tau harus memberikan jawaban apa lagi untuk bunda. Tangisan dan sesak di dada ini seakan mengunci bibir ku untuk berkata lagi.
Kemudian ibu memintaku untuk segera tidur, aku pun sudah lelah. rasanya tenaga ku sudah terkuras habis hanya dengan menangis saja.
Sesampainya di kamar, aku sudah merebahkan tubuhku berbalut selimut. Aku mengatur suhu AC di kamar ku senyaman mungkin, tiba-tiba ponsel ku bergetar. Ini sudah menunjukkan jam dini hari. . .
My sweet boy memanggil. . .
__ADS_1
Dengan senyuman paksa aku menerima panggilan teleponnya.
** **Halo
Sayang??? maaf baru menelpon mu. Apa kau sudah tidur??? disini baru saja menjelang pagi. Maaf jika mengganggumu, aku sangat sibuk seharian ini. Bahkan sampai tidak sempat menjemput kepulangan papa dan mama.
Heem. . . gapapa Kevin. Aku juga mengerti, aku memang baru saja mau tidur tapi mataku belum mengantuk.
Fanny. . . suara mu. . . sedikit sengau, apa kau habis menangis sayang??? ada apa??? apa kau marah pada ku**???
Aku terdiam sesaat. Mencoba menormalkan kembali suara ku. . .
**Tidak. . . aku hanya sedikit radang sepertinya, jadi tenggorokan ku tidak enak.
Fanny**. . .
Panggil nya dengan lembut terdengar di telinga.
**Yaa. . . kenapa Vin???
Apa kau sungguh baik-baik saja??? ada yang ingin aku bicarakan serius dengan mu. Tapi. . . jika kau sedang tidak enak, nanti saja. aku tidak ingin membebani mu**.
Degh. . . apa yang dia maksud membebaniku??? kenapa dia terdengar sangat serius???
Ada apa Kevin??? bicaralah, aku akan mendengarkan mu.
**Kevin, bicara lah. . .
Apa kau sungguh bersedia menjadi istriku kelak Fanny??? Apa kau sungguh mencintaiku dan siap menerima kekurangan ku dan keluarga ku**???
Ku tarik nafas dalam-dalam sebelum menjawabnya, ku yakinkan hatiku kembali. . . jika aku memang bersediakah menjadi istrinya??? Jika di pikir berulang kali pun wanita mana yang mampu menolak sosok sempurna dari seorang Kevin???
Dia juga sangat mencintaiku kan???
**Apa kau masih ragu pada ku Kevin??? bukan kah aku sudah memberikan mu kepastian ???
Aku butuh jawaban mu sekali lagi Fanny, apa kau sungguh bersedia**???
**Ya. Aku mau menjadi istrimu, aku menerima semua kekurangan dan juga keluargamu. Saat ini yang aku cintai hanya dirimu Kevin, tak ada yang lain. Bahkan aku semakin jatuh cinta pada mu. . . aku takut kehilangan mu, dan aku takut kau akan meninggalkanku. . .
Terimakasih sayang, akhirnya aku lega mendengar semua itu darimu dengan tegas. Aku janji akan selalu setia pada cinta kita, ah tidak tidak. Aku takut mengingkarinya, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan mu dan hubungan cinta kita**.
Aku memang tidak bisa melihat ekspresinya langsung saat ini, namun aku bisa membayangkan jika dia sungguh sangat bahagia mendengar jawaban ku kali ini.
Kevin, aku sudah rindu. Kapan kau akan kembali ke indonesia???
Tanyaku mengalihkan
__ADS_1
**Apa kau sungguh sangat merindukan kekasih mu yang menggemaskan ini sayang??? Apa kau sungguh ingin aku segera kembali ke indonesia???
iih mulai deh ngeledek**.
Hahahaha baik lah, aku akan mengabulkan keinginan mu itu. Besok siang aku akan terbang ke indonesia dan setiap detik tentunya aku akan selalu berada di dekat mu.
**Sungguh???
Aku bahagia mendengarnya akan segera kembali ke indonesia. Aaaarght. . .. aku tak sabar rasanya.
Hemm. . . apa kau mau menjemput ku di bandara???
Mau mau. . . aku pasti akan menjemputmu**.
**Jika begitu, sekarang kau tidur lah. Tidur yang nyenyak dan mimpiin aku. . .
Baik lah. . . aku akan tidur, lagipula aku sudah sedikit mengantuk.
Ya sudah, jangan lupa pakai selimut atur suhu AC senyaman mungkin jangan sampai flu atau sakit besok akan bertemu dengan ku.
I love you calon istri ku**. . .
Aku tersenyum tersipu malu sejenak mendengarnya menyebutku calon istrinya lagi.
Ada kebahagiaan sendiri di hatiku ini. . . hingga rasanya ingin loncat melambung tinggi hingga ke awan.
I **love you too calon suami ku.
Apa??? coba kau ulangi lagi??? Aku ingin mendengarnya sekali lagi Fanny.
ihh tauk ah aku matikan telponnya, bye. . . semangat kerja hari ini. Mmuach**
Klik !!!
Seketika aku mematikan teleponnya, ah. . . membuatku panas dingin saja. apaan coba??? dia memintaku mengulang ucapan ku tadi. . .
Calon istri ku. . .
calon suami ku. . .
Aaaakh. . . aku pasti akan gila setelah ini. Aaaarrghttt. . .
Aku terus saja menggigiti selimut ku yang menutupi di bagian dada ku.
Aku menutupi wajah ku memakai bantal, aku jadi senyum-senyum sendiri dan malu pada diriku sendiri.
Kevin. . .
__ADS_1