
Malam ini, Kevin mengajakku nongkrong di sebuah kafe. Sekalian makan malam sih, hehe. . . tapi kali ini hanya kami, tidak dengan kak Rendy yang biasa mengawal kami kemana-mana.
Dan akhirnya aku luluh juga untuk mau menemani Kevin makan diluar, setelah beberapa kali ku tolak namun ia tidak pernah menyerah.
Ku balut tubuhku dengan serba simpel, ku pakai pakai dress berwarna cream dengan sepatu flat senada dengan dres yang ku pakai, rambut ikal ku yang kian bertambah panjang ku biarkan terurai rapi begitu saja, hanya sedikit ku buat curly di bagian bawahnya.
Tak lupa. . . ku semprot parfum paris favorit aku, hmm. . . aku berputar-putar di depan cermin, kali ini. . . aku memberanikan diri untuk keluar rumah hanya berdua saja dengan Kevin.
Ku pandangi wajah ku di depan cermin. . .
Mendengarkan bathinku yang mulai bergumam sedaritadi mengusik dinding telinga ku.
Tuhan. . .
Tak apa kan??? Jika aku begini. . . meski aku akan tetap merasa berdosa dan bersalah dalam hubungan ku dan Ammar yang masih terikat kata pacaran. . .
Tapi jujur, aku takut Tuhan. . . ini akan benar-benar menjadi awal dari segalanya, dan berakhirnya hubungan ku dengan Ammar.
Entah lah apa yang akan aku jawab nanti ketika mungkin Kevin akan menyatakan perasaannya malam ini pada ku, yang penting. . . paling tidak ini ku anggap sebagai tanda terimakasih karena dia selalu berusaha membuat hati ku bahagia.
Harusnya. . . ini menjadi malam yang paling bahagia buat ku, mengingat anniversary hubungan ku dengan Ammar yang sudah berjalan satu tahun lamanya. Tapi. . . justru Kevin yang akan menemaniku malam ini.
Kemudian Kevin mengirim pesan bahwa Ia sudah menungguku di bawah.
Huuuhft. . . ku tarik nafas dalam-dalam dan ku hempaskan begitu saja.
Tiba di teras depan rumah, ku lihat Kevin sudah berdiri dengan sedikit kikuk karena ngobrol bareng ibu dan ayah. . . aku tertawa melihatnya. Kemudian Kevin melihat ku dengan wajah tertegun memandang ku dari ujung kaki sampai ujung rambut Membuatku sedikit salah tingkah. . .
" Om, Tante. . . saya. . . ajak Fanny makan diluar dulu malam ini, boleh kan??? " ucap kevin dengan bibir gemetar.
" Iya boleh. . . hati-hati ya kalian, jangan pulang terlalu malam " jawab ibu dan ayah bergantian.
Kemudian kami berlalu masuk ke mobil sport milik kak Rendy yang di kendarai Kevin. Sepertinya ini sudah diatur oleh kak Rendy se perfect mungkin,
Hmm. . . malam ini, Kevin tampak berbeda penampilannya dari sebelumnya. Sedikit rapi, dengan setelan jas warna dongker yang sengaja dia buka kancing depannya. Dan dia. . . sangat wangi. . . Uuuuft bikin aku ded deg serr aja berada di dekatnya, hihi. . .
Selama di perjalanan, kami lebih banyak terdiam kaku dan salah tingkah. . .
Aduuuh apaan sih, kenapa aku jadi salah tingkah begini dekat Kevin. . . padahal bareng dia gak cuma malam ini aja. Ih. . . apaa sih lu Fan. . .
Aku terus berbicara dengan hatiku sendiri.
__ADS_1
" Fanny. . ."
" Ah ya, kak ada apa??? " Jawab ku spontan.
" Hahaha apaan sih jadi kikuk begitu, santai ah. . . kakak kan jadi gak nyaman juga kalo kamu salah tingkah begitu ". Ucap Kevin dengan senyuman.
" Ih siapa juga yang salah tingkah, Ge-eR deh kak Kevin " Jawab ku cetus.
padahal. . . iiih malu nya akuuuuu. . .
" Hahaha iya deh iya, kak Kevin cuma bercanda aja. Mmm. . . Malam ini Fanny cantik banget loh " Ucapnya sambil tertawa kecil.
" Ngeledek ya, huuh Fanny kan emang selalu cantik. . ." Jawab ku masih dengan nada cettus.
" Nah. . . gitu dong Pe-De, gak kaku seperti tadi. hihihi. . . Fanny. . . Fanny, kamu itu ya. . . " Ucap nya sambil menggelengkan kepala.
***************♡-♡***************
Beberapa lama kemudian, kami tiba di sebuah Kafe mewah yang sepertinya ini memang khusus untuk para pasangan saja.
Wah. . . salah tempat nih kayaknya, hatiku mulai dag dig dug lagi. . . ntah bagaimana nanti jika Kevin benar-benar menyatakan perasaannya padaku.
Tepatnya di dekat jendela yang dihiasi beberap lampu kecil menggantung dengan hiasan bunga-bunga serta dedaunan menjalar di kaca jendela. . .
Dan di meja kami hanya ada sebuah lilin saja yang menyinari, sungguh tak bisa ku lukiskan ini tempat benar-benar romantis suasana di dalamnya.
Aaakh. . . andai saja yang datang kemari bersamaku adalah Ammar. . . kami merayakan hari jadi kami, anniversary pertama kami. . . bahagianyaaaa. . .
Tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri menatap jendela kaca di samping ku.
" Hayo. . . mikirin siapa??? " Ucap Kevin bertanya.
Aku mengatupkan bibir seketika. . .
" Hehe. . . tempat ini sangat romantis kak, sepertinya kita salah tempat deh, pindah aja yuk " Ucapku dengan wajah sedikit panik.
" Tidak tidak. . . sekali-kali kak Kevin pengen ngajakin Fanny ketempat ginian, hehe. . .
" Hmm. . . okeh, baik lah. . . mari kita nikmati suasana di kafe cinta ini. . hahahahaa, kali aja kak Kevin bisa bertemu cinta kakak setelah ini disini ". Jawab ku dengan tertawa meledeknya.
Kevin hanya tersenyum menanggapinya. . .
__ADS_1
Tak lama kemudian, seorang pelayan di kafe ini sudah tiba dengan membawakan segelas jus buah di dan sepotong dessert strawberry keju kesukaan ku. Aku melotot kemudian setengah teriak gembira. . .
" Kyaaaaaaaaaaarght. . . ini kan dessert kesukaan akuuuuuu. . . bagaimana kak Kevin tau hal ini??? Hmm . . . pasti kak Rendy lagi deh. . . ". ucapku dengan meliriknya tajam.
" Hahaha enggak kok, kak Kevin emang sudah lama tau hal ini semenjak mengenal dan bersahabat dengan Rendy di luar negeri, dia selalu memesan makanan dan minuman ini ketika merindukanmu. . . jadi. . . sepertinya ini memang makanan favorite mu Fanny. . . " ucapnya sembari tersenyum menatap wajahku dengan lembut.
" waaaah. . . jadi sedikit narsis Fanny nih, jangan-jangan kakak emang udah lama ya ngefans sama Fanny melalui cerita-cerita kak Rendy di luar negeri sana. . .? Hahahaha " Kembali aku meledeknya, sembari mencicipi dessert di depan mata ku ini.
Mmmmmmmh. . . ini saaaangat lezat, bahkan lebih lezat dari buatan ibu ku. Uuugh maaf bu, kali ini kau punya saingan, gumam ku dalam hati.
" Bolehkah lebih dari sekedar mengagumi saja Fanny??? " Tanya Kevin kemudian, membuat ku sedikit terbatuk-batuk menelan paksa dessert yang ku kunyah. Seketika ku seruput jus buah di atas meja. . .
" Pelan-pelan Fanny. . . astaga. . . kamu ini " Ucap Kevin memberiku sebuah tissue.
Aku gelagapan dan salah tingkah menerima tissue tersebut.
" Kak Kevin nih ah, tanya nya ngagetin aja. dadakan gitu. . . " Jawab ku kembali.
" Kak Kevin serius Fanny, Jika boleh. . . kakak ingin mengenalmu lebih dekat lagi. Bukan antara teman atau kakak beradik. . . ngerti kan maksud kak Kevin??? "
Aku tertegun menatap wajahnya, ku lihat sorot matanya benar-benar penuh kekhawatiran. . . apakah dia benar-benar telah jatuh cinta padaku???
Oh my God. Bagaimana ini. . .
Lama kami saling memandang satu sama lain, kemudian aku tersadar dan memalingkan wajah ku dengan menunduk.
" kak. . . kak Kevin tau kan, Fanny ini sudah punya pacar. apa kakak lupa??? Yah. . . meski saat ini. . . Fanny tidak tau, apakah hubungan ini akan tetap lanjut atau tidak. Dan apa kakak tau, seharusnya malam ini adalah malam anniversarry hubungan ku dengan Ammar, tapi. . . " Aku menjelaskan panjang kali lebar tanpa berani menatap lagi wajah Kevin.
" Fanny. . . gapapa, aku akan sabar menunggumu jika memang pada akhirnya kau akan mengakhiri hubungan mu nantinya ".
Aku terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya itu. . . seketika aku memandangnya dengan lekat.
" apa kak Kevin berharap aku putus dengan Ammar??? "
" Eh tidak tidak. . . bukan begitu maksud ku Fanny, tapi. . . kak Kevin akan memberikan mu waktu. tidak harus menjawabnya sekarang, pikirkan lah dahulu. Meski kakak tidak ingin kau terus tersakiti oleh Amamr, tapi kakak juga tidak ingin ambil kesempatan ini Fanny. . . kakak akan tunggu kamu sampai kamu benar-benar menemukan jawaban yang tepat dengan pilihannya. Dan. . . apapun jawab mu nanti, siapapun yang akan kau pilih nanti. . . Kakak akan siap menerimanya dengan ikhlas. Karena nyatanya, kakak memang terlambat. . . menyukai orang yang sudah memiliki pacar ".
Aku tertegun mendengar jawaban Kevin yang membuatku terharu. . .
Ya tuhan, setulus itu kah dia pada ku. . . aku ini siapa??? sehingga dia begitu rela menantiku tak peduli apapun jawaban dan pilihanku nanti untuk nya. . .
Kevin. . . jangan begitu. . . kau membuat ku semakin takut. . .
__ADS_1