
Tiba di ruang tamu, keadaan dirumah sepi. Aku mencari Ayah dan ibu berkeliling ruangan, samar terdengar suara obrolan di halaman belakang.
" Mmm. . . sepertinya mereka di halaman belakang, kak Kevin buru mau pergi gak??? kalo buru-buru gapapa besok aja kesini ketemu ayah bunda " Ucap ku.
Kevin menggelengkan kepalanya dengan senyuman manis di bibirnya.
" Nggak, kak Kevin gak buru-buru kok. . . yuk antar kakak menemui mereka "
Aah aku hanya sedikit ragu, bagaimana reaksi mereka setelah melihat Kevin datang ke indonesia lagi dan tepatnya tengah berdiri bersama ku dirumah ini. . . aku takut mereka melarangku untuk berteman lagi dengan Kevin, karena semenjak bertunangan ibu membatasi pertemananku dengan lawan jenis. Demi menjaga status ku yang kini sudah milik orang lain, meski baru sebatas bertunangan.
Dan benar saja, ku lihat ayah dan ibu sedang menikmati waktu sore dengan menyeruput secangkir teh hangat bersama. Sepertinya mereka sedang mengenang sesuatu yang indah bagi mereka, sehingga tersimpul senyuman manis dan tenang di keduanya.
" Ayah, bunda. . . mmm. . . ada tamu " Sapa ku yang mengagetkan mereka berdua sehingga menoleh seketika bersamaan.
" Halo om, halo tante. . . apa kabar, lama tidak berjumpa " Sapa Kevin sembari menghampiri mereka dan mencium tangan ayah dan ibu bergantian.
" Ya ampun, nak Kevin. . . apa kabaaar??? Kabar kami baiiik. . . tante pikir kamu gak ikut lagi ke indonesia, sini sini duduk dulu " Sapa ibu menanggapinya. dan Ayah tersenyum hangat menepuk bahu Kevin dengan pelan dan mempersilahkan nya duduk.
So what??? jadi ibu dan ayah udah tau kalo sebelumnya kak Rendy emang akan menjadi ipar dengan Kevin. . . apa apaan ini??? kenapa hanya aku yang gak tau tentang kabar ini??? uuugh nyebelin.
Aku masih berdiri mematung melihat ini sambutan mereka untuk kevin.
" Sayang, ayo duduk sini. Kenapa masih berdiri disitu??? " Ucap ibu padaku.
Aku sedikit manyun berjalan menuju kursi kosong di samping Kevin, sementara ibu kembali menuangkah Teh di cangkir kosong depan Kevin.
" Jadi bunda udah tau semuanya nih. . . " Tanya ku dengan cemberut.
" Tau apa sayang??? kenapa jadi cemberut gitu wajahnya. . . ih jelek ah, masa begitu di depan nak Kevin " jawab ibu menanggapi.
" Lalu Ayah juga tau kan. . . tapi diam aja, Uuugh sebal " Ucapku lagi dengan kesal.
" Hahaha tau apa sih Nak, kami tidak paham yang kau maksud kan itu "
" Ayah dan bunda kenapa gak kasih tau Fanny kalo kak Rendy bakal tunangan ma adik kak Kevin, dan kedatangan mereka semua hari ini cukup mengejutkan Fanny sampai pening kepala tau, kejutannya bikin shock semua " Aku mulai mengepal ***-remas tangan ku.
" Oooh jadi itu. . . hahaha kau selalu sibuk di sekolah juga di kampus, jadi jarang kan ada waktu buat ngobrol. . . karena kau lebih lama berada di kamar saja dengan semua tugas-tugas mu "
" Uuugh tau ah, bunda dan ayah sengaja kan emang. . . " Aku masih cemberut menanggapi tawa mereka.
" Hey, Fanny. . . sudah lah, jangan ngambek begitu, mereka tidak tau apa-apa. Kak Kevin memang sempat mengurungkan diri untuk ikut tapi. . . Daddy dan mommy memaksaku untuk ikut hadir di acara pertunangan sisi " Ucap Kevin kemudian.
Ibu dan ayah mengangguk melihat ke arah ku. . .
__ADS_1
" Hmm. .., ya ya ya, okey aku maklumi kalian. Ya udah Fanny ke atas dulu ya kak, sebentar " Ucapku sembari melangkah pergi dengan setengah berlari menuju kamar ku di atas.
Jujur sebenarnya aku udah gak sabar untuk membuka kotak hadiah dari Kevin.
Setiba di kamar, aku mengunci rapat terdahulu pintu kamar ku. Dan dengan cepat membuka kotak tersebut, kemudian. . .
Ku lihat sebuah gaun panjang dan elegan juga sangat mewah dan sepertinya pas dengan ukuran ku. Wah. . . Kevin pintar sekali memilihnya.
Aku mencoba mengenakannya dan memutar mutar tubuhku di depan cermin. . . aku suka gaun ini.
Tersadar Kevin masih di bawah, aku kembali bergegas membuka dan melempar gaun ku begitu saja di atas kasur. kemudian menuju halaman belakang kembali.
Hanya ada ayah dan ibu, lalu kemana Kevin???
" Eh sayang, Kevin baru saja pulang. Dia sangat terburu-buru untuk menjemput orang tuanya tiba di bandara, dia titip salam untuk mu "
Aku hanya terdiam menanggapinya.
***********♡-♡***********
Hari berganti hari terus berjalan ku lewati seperti biasanya, berbagai kesibukan menghiasi hariku mulai dari persiapan pertunangan kak Rendy, ujian semester di kampus, dan pengembangan asah otak anak-anak di sekolah.
Aaaaarght. . . semua terasa memecah otak ku, dan beruntungnya aku mulai lupa tentang masalah Ammar.
Aku sudah lama pernah mendengar tentang gramedia ini, begitu banyak di kunjungi dari berbagai kalangan.
Khususnya para mahasiswi dari berbagai kampus di kota ini, bahkan sampai ada yang rela kuliah di universitas yang begitu jauh dari gramedia ini tapi rela datang hanya untuk sekedar berkunjung.
Katanya sih, ada cogan yang selalu menyambut kedatangan para pengunjung dengan ramah sabar dan juga cakep sekaligus dia sebagai pengurus gramedia tersebut. Ho ho. . . aku hanya tersenyum kecut menanggapi isu ini.
" Fan, ayo cepat sedikit. nanti keburu pergi si cogan gramedia itu " ucap Dini menarik-narik tangan ku.
" Aduh Dini, kau ini. . . gak bisa pelan dikit ya??? giliran cogan aja uuuh kau sampai segitunya "
" Aduh aku sudah lama ingin mengajakmu kesana, tapi kau selalu bilang sibuk. aku sudah tidak sabar " Aku mengikuti langkah Dini yang setengah berlari, sungguh ingin rasanya ku jitak ni anak dari belakang. Hah. . . aku jadi sedikit ngos-ngosan.
Akhirnya tiba di ruangan megah di dalam gramedia ini, sangat luas. . . tertata rapi dan memang benar. Hampir di setiap lorong kecil disini, terisi penuh lalu lalang orang dari berbagai kalangan.
" Hai selamat datang di gramedia kami, semoga puas dengan buku-buku yang kami sediakan " Seseorang menyapa kami.
Aku menolehnya, dia tersenyum. . .
Oh jadi ini yang dibilang cogan gramedia itu,emang lumayan sih. . . ramah dan hangat menyambut setiap pengunjung. Biasa aja tuh, kenapa semua para mahasiswi di kampus begitu antusias??? khususnya Dini. Begitu semangat berapi-api. . .
__ADS_1
" Hai, aku Dini. . . dari universitas X, sebelah gramedia ini. hihi " Sambut Dini menyapa.
" Oh hai. . . aku Tristan, penjaga sekaligus pengurus gramedia disini, terimakasih sudah mau berkunjung. Jika ada kesulitan silahkan tanyakan langsung ya, jangan sungkan. selamat menikmati. . . " Jawab nya kembali dengan senyuman ramah.
Sementara aku hanya diam clingak clinguk melihat sekeliling ruangan luas ini, dan tertuju pada perkumpulan buku-buku khusus novel.
Aku bergegas melangkah melewati Dini yang masih berdiri bersama penjaga gramedia tersebut.
Sibuk memilih-milih bolak balik mencari buku yang ingin ku baca. Terbersit dalam otak ku Karya seniman terkenal, Kahlil Gibran. Begitu banyak deretan novel disini, aku bingung. . .
" Hai. . . apa masih belum ketemu yang kau cari??? "
Aku menoleh kebelakang sejenak, ternyata si penjaga gramedia tadi menghampiriku.
" Oh aku sedang mencari buku kumpulan syair terkenal, kahlil gibran " Sembari kembali aku sibuk membuka deretan per deretan buku yang tertata rapi tanpa spasi.
Aku masih mengacuhkannya begitu saja, tanpa menolehnya lagi.
" Nih, ini kan yang kamu cari " Ucapnya lagi sembari menyodorkan ku sebuah buku yang tertulis disitu kumpulan syair oleh Kahlil Gibran.
Aku langsung tersenyum sumringah riang gembira mendapatinya.
" Aaaah terimakasih, semulai tadi aku mencarinya tidak ku temukan. Sembunyi dimana buku ini??? "
Dia tersenyum geli mendengar ucapan ku.
" Apa kau begitu membutuhkannya??? Atau. . . kau sedang patah hati??? " Tanya nya lagi.
Aku menatapnya tajam. Dia terlalu kepo untuk mencampuri urusan orang yang baru di temuinya. . .
" Apa aku terlihat begitu bagimu??? " Tanya ku dengan cetus.
" Hahaha, tidak. . . tidak sama sekali. Hanya saja, rata-rata yang mencari buku ini kebanyakan para ladies yang sedang patah hati, upz. . . mereka sendiri yang memberitahuku, tanpa ku tahu lebih dulu " Jelasnya dengan wajah yang sedikit takut melihat tatapan tajam ku.
" Itu mereka. Bukan aku, aku hanya sedang ingin membacanya di waktu senggang. Bye the way Terimakasih ya, sudah membantuku mencarinya " Jawab ku
Dia kembali tersenyum ramah,
" Sudah tugas ku memberi kenyamanan dan kepuasan bagi pengunjung yang datang, dan selamat membaca !!! "
Aku hanya mengangkat kedua bahu ku menanggapi. Kemudian berlalu pergi melewatinya. . .
Sementara Dini. . . aaah entah kemana itu anak, kami terpisah begitu saja tadi.
__ADS_1