BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#132


__ADS_3

" Aku tidak mungkin meninggalkan mu begitu saja tanpa kata Fanny " ucap Kevin kemudian. Aku tersenyum lega mendengarnya.


" Maafkan aku, ku pikir kau. . . kembali ke luar negeri begitu saja "


" Temani aku jalan yuk, bosan nih di rumah rendy aku selalu sendirian. Haha, aku gak mau mengganggu mereka sebagai pengantin baru "


" Haha, baik lah. . . tapi aku, aku begini apa tak apa??? atau aku ganti pakaian dulu "


" bagiku kau tetap cantik " ucap nya menarik tangan ku ketika aku membelakanginya hendak masuk ke dalam lagi.


" Tapi aku, aku gak PD dengan penampilan seadanya begini jalan bareng cowok tampan sepertimu. Upz. . . " jawab ku keceplosan.


" Hahaha, aku tampan??? bagimu??? sungguh??? wah. . . aku ingin pingsan mendengarnya "


" Iiih gak tau ah, aku ganti pakaian saja dulu "


Aku memaksa untuk masuk kembali ke dalam dengan setengah berlari.


Ibu yang melihatku tampak kebingungan.


Dengan gesit aku mengganti pakaian baru untuk menemani Kevin jalan hari ini, ugh. . . aku gak bisa mikir harus pakai baju yang mana. ini dadakan. . .


Aku meraih baju yang ku pikir ini lumayan cocok dengan tatanan rambut ala kadarnya saja. ku poles dikit bedak tabur dan lip tint di bibir, untuk lebih terlihat fres.


Yah, ku rasa ini lumayan membuatku percaya diri sekarang. hihi


Kembali aku menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


" Eeeeeh mau kemana cantik begitu??? gak jadi ke bandara??? " tanya ibu menghentikan langkah ku.


" Ehm gak jadi bunda, Fanny mau jalan bareng. . . Kevin, dia sudah menunggu di depan "


" Sungguh??? ehhem, kenapa tidak menyuruhnya masuk dulu Nak? kau ini. . . dimana dia??? "


" Ih bunda, nanti saja ah. Nanggung nih Fanny udh siap begini " jawab ku merengek.


" Hmm. . mentang-mentang. Ya sudah gih hati-hati ya Nak, nanti pulangnya kau harus ajak nak Kevin mampir dan masuk kerumah kita "


" Iya iyaaa. . . bundaaaaaa " jawab ku sembari melangkah pergi lagi.


Ku langsung menaiki mobil yang Kevin kendarai, dia sudah menungguku di dalam dengan senyumannya yang selalu manis.


" Maaf menunggu lama " ucap ku singkat.


" Gapapa, asal kau merasa PD berjalan di samping ku. hahaha " jawab nya meledekku.


" ih, apaan sih. mulai deh "


" Ya udah, aku hari ini mau mengajak mu jalan seharian. bersediakah tuan puteri??? "


" Karena ini hari libur, maka aku bersedia pangeran "


Kevin terperangah mendengar jawaban ku menyebutnya pangeran. Dia tersenyum geli dengan wajah memerah, dia tersipu malu??? aaah. . . menggemaskan sekali wajah nya.


Kemudian dia melajukan mobilnya dengan perlahan keluar dari halaman rumah ku.


" Eh Fanny, kita ke toko sepatu sebentar ya " pintanya padaku di tengah perjalanan kami.

__ADS_1


" Baik lah kemana pun itu aku akan temani seharian ini "


" sungguh??? jika aku meminta mu untuk menemani hatiku apa kau juga bersedia??? "


Degh !!!


Dia menggoda ku lagi, jelas-jelas di hatinya dia bilang sudah milik wanita lain.


" Tidak untuk itu " jawab ku mengalihkan pandangan melihat ke arah jendela.


" tak apa, aku sudah terbiasa kau tolak dari dulu Fanny " Jawab nya dengan lembut.


Suasana di tengah kami berubah jadi serius dan tegang. . . membuatku jadi gelisah bercampur kikuk gak karuan. Kenapa dia selalu saja menggoda ku dengan perkataan demikian. . . aku gak mau jadi wanita perebut hatinya dari wanita lain.


Tiba di toko sepatu, Kevin keluar dari mobil begitu juga dengan ku. Masih dengan sikap kikuk aku ragu-ragu ingin memulai pembicaraan.


" Bantu aku memilihnya, mana yang terbaik ".


dia memulai lebih dulu berkata dan tersenyum lembut pada ku.


Aaaarght. . . melihat senyum nya saja darahku sudah mengalir deras berdesir hingga ubun-ubun.


" Ayo. . . " ajak nya kemudian. Lalu aku menurutinya dari belakang.


Kami mulai sibuk memilih-milih sana sini sepatu yang cocok dan pas dengan Kevin, aku bingung. hampir semua yang ku pilih kan sangat cocok dipakainya, semua terlihat pas di kaki nya dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap dan berkulit putih bersih.


Akhirnya selesai memilih 3 pasang sepatu sekaligus kami keluar dari toko tersebut, dan kembali masuk ke dalam mobil.


" Fanny, setelah ini aku ingin membeli beberapa kemeja jas dan baju santai juga celana "


" what??? tunggu sebentar, kau. . . kau mengajakku jalan seharian hanya untuk menemanimu shopping??? Uuugh. . . ku pikir. . . "


" Ya sudah lah, terserah kau saja. Aku hanya bertugas menemanimu disini " jawab ku dengan bibir manyun.


Kemudian perlahan dia mendekatkan tubuhnya pada ku, membuatku gelagapan saja.


" Aa. . .apa??? mau ngapain??? jangan menggodaku terus ya, atau aku akan menghajarmu " jawab ku dengan ketakutan. Lebih tepatnya aku nervous. . .


" Kenapa kau tidak bertanya kenapa aku membeli banyak perlengkapan pakaian ku Fanny, padahal aku datang ke indonesia untuk menghadiri pesta pernikahan kakak mu Rendy dan adik ku bukan??? "


Aku terdiam sesaat.


Ah, benar juga. kenapa aku tidak sadar akan hal itu. . .


" apa. . . apa kau berniat untuk lama tinggal dirumah kak Rendy??? "


" Tidak, lebih tepatnya aku sudah tinggal di apartemen yang di siapkan oleh perusahaan tempat ku akan bekerja nantinya "


" Mak. . .maksudnya kau. . . kau akan tinggal lama di indonesia??? " tanya ku dengan mata yang berbinar-binar. aku tidak percaya ini. . .


" Yah, aku mendapat proyek di indonesia. dengan susah payah aku meminta perusahaan tempat ku bekerja di luar negeri untuk menempatkan ku di indonesia saja. Jadi. . . aku akan cukup lama tinggal disini Fanny "


Seketika aku memeluknya, aku sungguh bahagia mendengar hal ini. Entah apa yang membuatku sangat bahagia, yang pasti aku hanya ingin dia berada lebih lama bersamaku kali ini.


Tunggu !!! apa yang aku lakukan ini??? kenapa aku jadi memeluknya dengan gampang???


Ah ya ampun, aku terlalu agresif.

__ADS_1


" Maaf, maaf Vin. Aku. . . " seketika aku melepas pelukan ku begitu saja dari tubuh Kevin yang terdiam kaku ketika ku peluk.


Lalu dia tersenyum sangat manis pada ku, membuat jantungku hampir copot saja. Dia sungguh semakin tampan dilihat dari dekat begini.


" Sssst. . . sudah lah, tak apa. Aku bahagia kau memelukku begitu " jawab nya dengan malu-malu.


Aaaaarght sial !!! bodohnya kau Fanny, asal main peluk saja. dimana otak waras mu itu. . . kau gila.


Aku menggerutu tanpa henti di dalam hati.


Kemudian kembali Kevin melajukan mobilnya dengam cepat.


Sesampainya di toko pakaian khusus Kevin keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk ku, aku tersenyum pada nya. Dia pasti memulai lagi untuk menggoda ku. . .


Hendak berjalan masuk, aku melangkah beriringan dengan Kevin. Tanpa sengaja aku bertemu Nayla di pintu masuk, kami saling bertatap serius dengan wajah terkejut. Tampak Nayla terkejut melihat Kevin di samping ku.


" Kau. . . lelaki yang hadir di pesta pernikahan waktu itu kan??? " tanya nya tiba-tiba menyapa Kevin.


" Eh, iya. Tapi kau. . . " Kevin tampak kebingungan.


" Aku yang tidak sengaja menumpahkan minuman dan mengenai sepatu mu "


" Oh. . . ya aku ingat. wah. . . maaf ya, aku baru mengingatnya "


Aaaaaarght. . . jadi Nayla juga hadir di pesta pernikahan kak Rendy??? kenapa aku tidak melihatnya??? kenapa justru Kevin yang bertemu lebij dulu dari ku.


" Tapi kalian. . . " ucap Nayla terhenti ketika melirik ku.


" Ah??? kalian saling kenal??? " tanya Kevin kemudian.


Ku rangkul lengan Kevin seketika dihadapaan Nayla, Kevin terkejut melihat sikap ku.


" Dia Kevin, kekasih ku " jawab ku cetus memberitahu Nayla.


" Lalu Ammar??? " tanya dengan heran.


Gila kau Nayla. Kau menantang ku atau apa???


" Apa kau masih menginginkannya??? kau bebas sekarang jika masih ingin memilikinya "


" Kak Fanny, kau. . . sampai kapan akan terus memusuhiku begitu??? "


Nayla mulai kesal nada bicaranya padaku.


" Sudah lah Nayla, semua sudah berlalu. lagi pula siapa yang memusuhimu, aku hanya memberimu kesempatan jika kau masih ingin memiliki Ammar seperti yang dulu kau lakukan " jawab ku pada nya tanpa peduli Kevin tengah memandang kami dengan kebingungan.


" Tapi itu dulu. Sekarang aku sudah. . . "


" Apa kau juga ingin memilikinya??? silahkan saja jika kau berani " jawab ku dengan melepas pelukan ku di lengan Kevin.


Namun, dengan cepat Kevin meraih tangan ku dalam genggamannya. Dan tersenyum lembut ketika aku melihat sikapnya dengan heran.


" Kami masuk dulu, soal di pesta pernikahan lupakan saja. Sepatu ku masih utuh " jawab Kevin dengan lembut sembari menarik tangan ku untuk berjalan mengikutinya memasuki ruangan toko ini.


Aku terdiam tak mampu berkutik maupun berkata, tapi aku penasaran bagaimana reaksi Nayla akan hal ini hah??? aku ingin menertawainya. Hendak ku menoleh kebelakang namun dengan gesit Kevin merangkul bahuku agar tidak menoleh ke belakang lagi.


Aaah. . . sepertinya Kevin sengaja agar aku tidak menolehnya kebelakang. Entah bagaimana ekspresi wajah Nayla saat ini, sungguh aku ingin melihatnya untuk memuaskan hati ku.

__ADS_1


Tapi. . . yaaaa. . . sudah lah. . . yang penting aku sudah puas mengancamnya lebih dahulu. kalau-kalau dia berniat untuk menggoda Kevin juga kali ini.


__ADS_2