BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#141


__ADS_3

" Sayang, bangun ".


Terdengar sayup di telinga ku suara Kevin, perlahan aku menyadari jika emosi dan tangis ku tadi membuatku lelah ingin tidur. Entah bagaimana posisi ku tadi, aku seolah lupa jika berada satu kamar dengan Kevin.


Perlahan ku buka mata, Kevin sudah berbaring di sebelahku sangat dengan dengan wajah ku. Dia memberikan senyuman manisnya, ugh. . . membuatku tersipu malu.


" Apa kau masih mengantuk Fanny??? ". tanya nya lagi pada ku,


" Berapa lama aku tertidur Vin??? " ucap ku dengan suara sedikit serak.


" Kau sudah melewatkan makan siang mu "


" Ah??? serius??? ya ampun. . . selama itu aku tertidur??? jadi daritadi kau ngapain saja??? " tanya ku dengan gelagapan.


" Mandangin kamu tidur, hehe " jawab nya dengan santai.


Aku tertegun mendengarnya, sulit di percaya selama itu dia hanya diam memandangiku tidur pulas sementara ini di kamar hotel, yang cuma kita berdua ada disini. Bahkan dia bisa saja dengan bebas jika ingin melakukan hal yang tak wajar.


Upz, dia bukan Ammar. Ya, dia bukan laki-laki brengsek seperti Ammar. Dia lelaki yang berbeda, dan dia Lelaki pujaan ku kini. Hihi


Aku mulai senyum-senyum sendiri memuja nya dalam hati.


" Kau menggoda ku lagi ", ucap ku kemudian.


" Saat tidur kau cantik Fanny "


" Iiih berhenti terus merayu ku ".


Aku menarik selimut dan bersembunyi di dalam nya. Lalu perlahan Kevin berbisik mesra yang membuat bulu kuduk ku berdiri rasanya.


" Bibir mu menggoda ku terus saat tidur, tapi aku tidak berani menyentuhnya tanpa seijin mu "


Pssshhh. . . wajah ku mungkin sudah seperti kepiting rebus saat ini menahan semua nya. Dia sungguh terdengar sengaja ingin menggoda ku, atau mungkin dia hanya ingin menghibur ku dari rasa kesal ku pada Ammar tadi.


Perlahan aku keluar dari persembunyian ku di dalam selimut. Aku terkejut saat ku buka selimut, wajah Kevin berada tepat di depan wajah ku. Sangat dekat.


Dugh dugh dugh dugh dugh. . .


Howaaaah kau sangat berisik di dalam, bisa tenang sedikit gak???


Aku menggerutu mendengar jantung ku terus berdegub kencang berdekatan dengan Kevin seperti ini. Dan. . .


Cup !!!


" Ini yang kau ingin kan bukan??? "

__ADS_1


Degh !!!


Aaaaaarght, ya ampuuun apa yang ku lakukan barusan? aku mengecup bibirnya lebih dulu. Astaga, ini terlalu agresif.


Fanny. . . kau gila, kau harusnys menahan diri. Jangan main nyosor duluan, lihat sekarang. Kevin sampai terbelalak begitu mendapat kecupan dadakan darimu.


Ugh, lagian siapa yang betah lama-lama melihat bibirnya yang merah itu secars berdekatan begini. Iya kan??? lagi pula aku pacar nya. Aku bebas menciuminya saat ini, dimana pun itu. Iya kan???


Hahaha gila. . . ini konyol. Aku mulai lagi beradu argumen dengan hati ku sendiri.


Kevin masih terdiam menatap wajah ku, sementara aku serasa tidak lagi mampu sekedar menelan ludah ku saja. Tenggorokan ku terasa kering saat ini, dan kemudian Kevin tersenyum menatap kedua mata ku bergantian.


Dan pada akhirnya, dia membalas ku. Dia memberikan ciuman yang hangat di bibir ku, ku pejamkan mata ku menikmati kelembutan nya dalam posisi ini.


Lalu kami mulai bergumul di dalam selimut, menikmati ciuman kami yang semakin lama semakin memanas.


Terdengar nafas Kevin yang mulai menderu hebat, namun dia tetap bersikap lembut mencumbuiku. Membuatku gemas, seolah dia sengaja ingin membuatku kelonjotan.


" Kevin, jangan di lanjutkan lagi. Kau membuat jantung ku hampir copot saja ". Ucap ku di sela hentinya kami sejenak. Namun dia hanya tersenyum menanggapi ucapan ku lalu kembali menyerang ku.


Ah. . . aku sungguh dibuat terbuai oleh kelembutan Kevin dalam hal ini, kami cukup lama bercumbu mesra dan bergumul dalam selimut. Jujur, aku ingin lebih melakukannya dengan Kevin. Tapi entah kenapa Kevin begitu menikmati sentuhan dan ciuman serta kecupan singkat yang meninggalkan bekas hanya disitu saja. Aku sudah tidak tahan lagi, ku dorong perlahan kepalanya yang semulai tadi terbenam di dadaku.


" Kevin, hentikan. Aku. . . aku. . . ", ucapan ku terhenti. rasanya aku malu jika aku yang bilang lebih dulu jika aku ingin melakukannya.


Degh. . . apa dis sudah mengerti maksudku??? ah tidak. Aku sungguh agresif padanya kali ini. . .


" Tidak, aku. . . aku hanya. . . "


Krucuk. . . kriuk. . . kerrrr


Aaarght sial !!!


Cacing di perut ku mulai mendemo hingga terdengar begitu keras oleh Kevin. Aku sungguh malu kali ini.


" Hahaha. . . astaga sayang, kau lapar. Maafkan aku ",


" Eh tidak tidak. aku cuma. . . Uugh, ya sudah aku mau mandi saja dulu " jawab ku dengan kikuk.


" Hahaha. . . astaga, baik lah. . . ayo bangun, bersihkan diri dulu ". Jawab Kevin yang terus saja menertawaiku.


Kemudian aku membangunkan tubuh ku, lalu berdiri hendak menuju kamar mandi. Namun Kevin menarik tubuhku hingga terduduk di pangkuan nya kali ini. Di peluknya tubuh ku dengan erat. . .


" Jujur, aku juga sangat ingin dan tak mampu menahannya lebih lama lagi. Tapi. . . aku tidak akan pernah melakukannya lebih sebelum kau yang mengijinkan dan memintanya Fanny. Ini masih terlalu cepat jika aku melakukannya sekarang. . . aku takut suatu hari hatimu tiba-tiba berubah dan memintaku untuk pergi meninggalkan mu, itu akan kembali menoreh bekas luka lama di hati mu ".


Hatiku sedikit sesak mendengar ucapannya di telinga ku detik ini, kenapa dia berpikir aku akan demikian nantinya. Jika dia sungguh mencintaiku teramat dalam, bukan kah aku akan kembali menjadi wanita bodoh jika memintanya pergi meninggalkan ku???

__ADS_1


" Vin, apa kau sungguh melihatku wanita yang mudah membuang laki-laki jika aku sudah bosan??? "


" Tidak, tidak sama sekali sayang. Hanya saja, aku sangat takut kehilangan mu, aku takut kau akan meninggalkan ku setelah itu ".


Aku berdiri perlahan melepas pelukannya di tubuh ku, kemudian berbalik menatap wajah nya yang tampan itu, ku tatap mata nya dan ku sentuh ke dua pipi nya.


" Kau sudah membuatku jatuh cinta setiap detik nya, bahkan jauh sebelum kita di pertemukan kembali aku sudah jatuh hati pada mu saat itu, lalu bagaimana mungkin aku akan mudah meninggalkan mu nantinya. Kita akan hidup berdua selamanya hingga menua "


" Lalu, apa kau sudah siap menjadi istriku Fanny??? "


Aku terdiam sejenak, mendengar hal itu. Tatapannya benar-benar serius kali ini. . .


" Sayang, bukan aku menolaknya. Tapi. . . ini terlalu cepat. Masih banyak yang ingin aku lakukan sebagai anak tunggal di keluarga ku, dan aku. . . aku masih takut, aku belum berani memikirkan hal sejauh itu. Aku masih dalam kondisi menata hati ku benar-benar utuh kembali dalam kepercayaan suatu hubungan. Aku belum siap. . . rasa sakit dan trauma itu masih kadang menghantuiku ".


" Maafkan aku sayang, jika terkesan memaksa mu. tapi baiklah. . . aku akan selalu setia di sisi mu sampai akhirnya kau siap menjadi istriku nanti "


" Terimakasih Kevin, kau selalu memahami ku. Aku mencintaimu. . . "


" Aku juga mencintaimu Fanny, sangat mencintaimu " ucap nya dengan sebuah kecupan lembut mendarat di kening ku.


" Ya sudah aku mandi dulu ", jawab ku kemudian.


" Aku. . . boleh ikut??? "


" Yakin kau sudah siap??? ". Tanya ku mencoba menantangnya. . .


" A,a. . .pa kau. . . sedang menggoda ku kali ini Fanny??? "


" Hahahaha. . . apa kau berpikir begitu Kevin??? ". Ucap ku sembari berjalan mundur menuju kamar mandi.


" Sungguh kau mengijinkan ku ikut mandi bersama mu Fanny??? benarkah ". Jawab Kevin yang masih berdiri kaku di tepi ranjang.


" Hahahaha aku hanya bercanda. Kenapa kau begitu antusias hah??? Bye. . . ".


Gubrak !!!


Dengan keras aku menutup pintu kamar mandi. Dengan deguban jantung ku yang tak beraturan, dengan nafasku yang sedikit terengah-engah menahan nya. Aku hanya sok cool saja mengerjainya, padahal bisa saja dia memaksa masuk ikut bersama ku sekarang juga. tapi dia tidak melakukannya. . .


Aaaah. . . aku jadi membayangkan hal yang mesum lagi. Ini semua karena dia terus membuatku gemas menahan gairah **** ku. Tapi aku harus bisa menahannya kali ini yang entah sampai kapan aku akan bisa menahan diri jika dia terus memberikan sentuhan lembutnya padaku.


Bahkan melihat kembali bekas kecupan yang dia tinggalkan di dadaku tadi, membuat ku sangat bergairah.


Ah Kevin, aku sungguh jatuh hati padamu. Kau membuat ku sesak menahan diri setiap kali bersama mu.


❤ Hai hai hai. . . ada yang lagi senyum-senyum kah membaca episode kali ini??? sama, aku pun juga. Ini episode special full Fanny dan Kevin untuk kalian. Hahaha, semoga puas. . . jangan lupa tekan like dan vote nya untuk ku ya. Love love kalian, semangat selalu dalam hari-hari kalian 😘❤

__ADS_1


__ADS_2