BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#140


__ADS_3

Tiba di Hotel kembali aku langsung menuju kamar, kemudian kak Rendy mengejar ku dan terus memanggil namaku.


" Fanny, Fanny. . . tunggu kakak, kakak akan bicara padamu. Fanny. . . "


Aku terus berjalan tanpa menghiraukannya menuju kamar.


" sayang, biarkan ini menjadi urusan Kak Kevin saja. Kau jangan lagi ikut campur, ini masalah mereka berdua saat ini ". lalu kemudian kak Rendy menghentikan langkah nya mengejarku.


Aku langsung memasuki kamar hotel dan menutup pintu. Aku. . . aku sebenarnya tidak ingin menangisi pertemuan ku kembali dengan Ammar kali ini. Tapi kenapa air mata ini terus keluar dengan sendirinya???


Ceklek !!!


Terdengar suara pintu terbuka, dengan cepat aku menyeka air mata. aku tidak ingin Kevin melihat nya, belum sempat aku menoleh kebelakang kedua tangan Kevin sudah memeluk tubuh ku dari belakang.


Aku terkejut namun tak berani menoleh nya, entah apa yang akan dia katakan padaku kali ini.


" Maafkan aku Fanny " ucapnya dengan suara penuh penyesalan.


Seketika aku menoleh ke belakang menghadapnya.


" Tidak, kau tidak boleh minta maaf begitu padaku " jawab ku dengan menyentuh kedua pipinya dengan tangan ku.


" Kalau saja aku tau clien yang akan aku temui adalah Ammar, aku memilih untuk menemuinya sendiri kemari. Aku. . . aku sungguh minta maaf "


Aku baru sadar, apakah ini alasan Ammar tak ingin menemui Kevin sebagai clien nya di kota ku??? karena dia mungkin. . . takut bertemu dengan ku, tak lagi ingin menginjakkan kaki nya di kota tempat ku tinggal.


Heh, kau terlalu munafik Ammar. Umpat ku dalam hati.


" Tak apa, kalaupun kau memilih untuk menemuinya sendiri aku tidak akan membiarkan itu Kevin "


" Apa kau takut aku akan goyah jika bertemu dengan Ammar? setelah apa yang sudah semua dilakukannya untuk menghancurkan mu di masa lalu??? "


" Walau begitu aku tetap takut " jawab ku singkat.


" Fanny, dia bukan lah senjata ampuh yang mampu membuatku mundur dari perjuangan ini setelah sekian lama aku mempertahan kan perasaan ku, senjata yang dapat melumpuhkan hatiku hanya ketika kau berkata untuk menyerah dalam hubungan kita saat ini Fanny. . . "


Oh Tuhan, cukup kau buat aku semakin menyesali sikap ku dulu yang telah menyia-nyiakan lelaki ini. . . Bahkan cinta kasih dan sayang nya Ammar pada ku, ku yakin tidak akan mampu menandinginya.


Ah. . . ku biarkan air mata ku ini kembali mengalir, tapi bukan karena aku menangisi semua yang sudah terjadi. Melainkan. . . ini tangisan bahagia ku mendengar Kevin tetap berdiri kokoh dengan cintanya yang begitu besar pada ku.


" Fanny, apa aku sudah membuatmu menangis??? maafkan aku, jangan menangis lagi. kau tau aku benci itu. . . aku tak ingin melihatmu terus menangis, kau sangat jelek "


Aku tertawa geli mendengarnya bersamaan dengan tangis ku, aaah. . . aku tau dia sedang ingin menghibur ku. Aku sudah tidak dapat lagi berkata apapun, aku hanya ingin memeluknya dengan erat.

__ADS_1


POV AMMAR


Dor dor dor. . .


" Abel, abel, buka pintu nya ". Dengan penuh amarah Ammar menggedor pintu apartemen Abel.


Kemudian abel membukanya dengan pakaian yang sangat minim serta penampilan yang kacau, Ammar terkejut sejenak melihatnya.


" Haduuuh apaan sih kau ini, ada apa??? lama tidak ada kabar lalu tiba-tiba datang marah-marah begitu. kau mengganggu ku saja ". Ucap Abel yang kemudian Ammar memasuki ruangan begitu saja namun kembali terkejut melihat Andi sedang memakai baju nya dengan tergesa-gesa.


" Eh. . . maaf pak " . ucap Andi dengan gemetaran.


" Bisa kau tinggalkan aku dengan abel sebentar Andi??? ada hal serius yang harus ku bahas berdua saja dengannya "


" Tidak. aku tidak mau, kau sungguh brengsek Ammar. apa kau tidak melihat aku sedang. . . aaaarght, kau menyebalkan "


" Yank, aku pulang dulu ya nanti saja kita lanjutkan "


" Aaah sayang, aku masih pengen " jawab Abel dengan merengek manja pada Andi.


" nanti saja, pak Ammar sepertinya sangat marah. Aku takut ". bisik Andi kemudian pergi berlalu begitu saja.


" Katakan ada apa hah??? apa lagi kali ini mau mu Ammar??? "


" Katakan dengan jujur, laki-laki yang pernah kau temui bersama Fanny apa sungguh kekasihnya??? "


" Jawab saja pertanyaan ku Abel ". Ucap Ammar membentaknya.


" Ish. . . iya iya. Dia sendiri yang memperkenalkannya pada Farrel dan Fanny terlihat manja pada nya di depan mataku "


" Katakan apa dia sungguh tampan bagi mu??? lalu bagaimana dengan ku??? apa aku kalah tampan??? "


Abel tampak makin kebingungan melihat ekspresi Ammar dengan nada marah hingga matanya begitu merah menatap wajah Abel.


" Hey, kau benar-benar gila Ammar. Ada apa dengan mu??? Apa. . . kau sudah bertemu dengan mereka??? Wah. . . hahaha jangan bilang jika kau cemburu melihat Fanny bersama kekasih baru nya yang lebih tampan darimu, upz "


" Aaaaaarght. . . " Ammar mengerang dengan membelakangi tubuh Abel kali ini, dia terlihat meremas dan mencoba menarik-narik rambut nya dengan keras. Dia begitu sangat penuh dengan amarah yang tak terkontrol.


Abel tertegun tanpa kata, baginya ini yang kedua kali nya pernah melihat Ammar demikian. Saat itu ketika Eliez meninggalkannya, dan saat ini. . . apakah Fanny yang berhasil membuatnya demikian???


Woah, kau sungguh hebat Fanny. pikir Abel dalam hatinya.


perlahan Abel mendekati Ammar yang membelakanginya semulai tadi. Abel mencoba untuk berbicara serius dengan nya.

__ADS_1


" Ammar. . . apa kau baik-baik saja??? " tanya abel dengan pelan.


" Tidak, aku tidak baik Abel. Aku sangat tidak baik hari ini, sehingga aku ingin menghancurkan dunia ini jika saja mampu "


" Apa. . . kau baru saja bertemu dengan Fanny??? dimana??? lalu bagaimana dengan Eliez, bukan kah kalian baru saja bertunangan " Tanya abel kemudian, namun Ammar terdiam tanpa kata. Ia menundukkan wajah nya dengan nafas yang begitu berat.


" Hari ini aku ada janji dengan clien yang di rekomendasikan oleh pemilik hotel kenalan Papa nya Eliez di luar negeri. Dia meminta seorang koki handal yang mengatur segala hidangan untuk acara perjamuan di kantor nya, sekaligus perkenalan aku sebagai menantu yang akan ikut andil dalam perusahaan itu nantinya. Aku tidak menyangka, jika koki yang akan ku temui ini. . . adalah seseorang yang dulu pernah merebut hati Fanny dari ku. Aku sempat tidak percaya jika kini dia menjadi koki handal yang selalu di rekomendasikan di luar negeri. Dia begitu menantang ku untuk merebut Fanny dariku dulu, dan hingga kini. . . dia kembali, kembali ke indonesia sebagai kekasih baru Fanny. Aku tidak terima itu Abel, aku sungguh tidak terima ". Ucap Ammar dengan wajah pilu.


" Ammar. . . apa kau masih mencintai Fanny ??? kenapa kau begitu marah??? bukan kah kau yang memutuskan untuk meninggalkan nya dulu ??? Lalu kenapa sekarang kau begini ??? bukan kah kau sudah bahagia dengan Eliez??? "


" Bel. . .kenapa harus laki-laki itu??? kenapa Fanny harus memilih dia lagi sebagai kekasih hatinya??? tidak kah itu terkesan meremehkan ku??? bukan aku yang meninggalkannya. Tapi dia yang memaksaku untuk pergi meninggalkannya Abel. Ku pikir dia selamanya tidak akan pernah bisa melupakan aku dengan mudah setelah semua yang kita lakukan selama 4 tahun bersama, terkadang aku masih merindukannya. ingin sekali kembali melewati hari ku dengan keceriaannya, sekarang dia makin cantik dan terlihat anggun, dewasa, penampilan dan postur tubuhnya makin menarik ". Ammar mulai menitikkan air mata dari tatapannya yang kosong.


" Hey, apa kau menangis Ammar??? oh ya ampun, Lalu apa bedanya sekarang??? siapapun yang lebih dulu meninggalkan, bukan kah kau yang memulainya duluan Ammar??? kau selalu menyakiti dan mengkhianatinya bukan??? lagi pula kau sudah kembali dengan cinta pertama mu, dia kaya, dia dokter, bahkan dia jauh lebih tersegalanya dari Fanny bukan??? Harusnya kau beruntung putus dari wanita manja seperti Fanny. Lagian. . . soal di ranjang pasti lebih jago Eliez kan??? "


" Kau gila Abel, tutup mulutmu yang selalu kasar itu. Aku sedang tidak ingin berbuat kasar untuk mengumpat mu, karena aku sungguh sangat marah hari ini. Dan kau tau, sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa melepas dan membiarkan Fanny bahagia dengan yang lain. Terlebih dengan lelaki itu ".


" Oh ya? coba saja jika kau bisa sungguh-sungguh berbuat kasar pada ku. yang ku bicarakan semuanya Fakta, kau putus dengan Fanny apa kau merugi??? Bahkan kau sudah berkali-kali menidurinya, jika Fanny saat ini berpacaran dengan siapapun itu kau tetap jadi pemenang nya bukan??? Ayolah jangan bodoh begitu ".


" Kau wanita ****** Abel. Kau sungguh keterlaluan merendahkan Fanny. Lihat dirimu, bahkan kau juga tak lebih dari Fanny "


" Ammar, kau. . . howah, lihat saja dirimu itu. Apakah kau tidak sadar siapa yang saat ini sebenarnya lebih kau butuhkan hah??? disaat kau marah begitu, bahkan kau tidak bisa lepas dari wanita yang kau sebut ****** ini bukan??? kenapa??? kenapa bukan pada Eliez kau adukan amarah mu ini hah??? takut??? "


" Abel. . . hentikan. Aku pergi saja dari sini, kau membuatku lebih ingin marah ".


" Lalu apa bayarannya untuk ku setelah kau menghentikan hasrat ku dengan Andi tadi hah??? "


" Apa maksud mu??? "


" Ayo lah Ammar, jangan pura-pura bodoh dan munafik begitu. Aku merindukan mu permainan mu Ammar ". Ucap Abel mendekati tubuh Ammar dan membelainya.


Ammar dengan cepat menepis tangan Abel yang membelainya dengan mesra.


" Hentikan Abel, aku sudah memiliki tunangan ".


" Hahaha, kau sangat bodoh juga egois. Bukan kah baru saja kau bilang masih memikirkan Fanny??? "


" Terserah apa kata mu " ucap Ammar dengan menyeka wajahnya dengan kedua tangan nya. Ia hendak melangkah pergi dan keluar apartemen Abel.


" Ammar. . . kau sungguh ******** !!! Aaaaarght aku benci kau Ammar, aku benci !!! ".


Abel terus berteriak memaki Ammar ketika Ammar berlalu pergi begitu saja keluar dari apartmennya.


Dalam hati Ammar. . .

__ADS_1


Fanny, kau sangat cantik hari ini. Bahkan kau semakin cantik setelah berapa tahun kita tidak pernah bertatap muka. Tapi kenapa Fanny, harus Kevin??? Kau tau aku sangat membencinya dari dulu. Pliss ku harap kau hanya sengaja untuk membuatku marah tadi. Kau berubah tampak lebih dewasa, membuat hatiku bergetar memandang wajah mu kembali


❤ Hai readers ku, maaf jika membuat kalian lama menunggu. Author masih dalam kondisi kurang sehat, jadi semangatin aku terus ya. Mmh. . . Author akan sedih jika kalian tidak memberikan like dan vote yang banyak untuk karya ku ini. Hihi, semoga bahagia selalu kalian ❤


__ADS_2