
Sesampainya dirumah, tak seperti biasanya. . . ku lihat Ayah dan ibu masih duduk di ruang tamu seolah sedang menunggu ku. Walau sebelumnya aku pulang biasa dengan jam molor, ayah dan ibu tidak pernah menunggu kepulanganku di ruang tamu.
Aku mulai kikuk berjalan menghampiri mereka. . .
" Ayah, bunda. . . kenapa masih duduk disini??? apa kalian menunggu ku??? Maaf. . . malam ini telat sampai dirumah " Ucap ku sembari duduk di sofa, berhadapan dengan ayah dan ibu.
Mereka memandangku dengan tatapan serius. . . membuatku semakin takut.
" Fanny, kau kemana saja dengan nak Kevin??? hingga larut begini baru pulang. . .??? " Tanya ibu dengan mengerutkan kedua alisnya.
" Fanny. . . kan sudah. . . bilang tadi Bunda, Fanny makan malam setelah itu pergi main beberapa game di mall X "
" Nak. . . ingat, kau sudah memeliki tunangan saat ini. . . bagaimana jika Ammar tahu kau sering jalan dengan laki-laki lain dan pulang larut malam begini. . . ? "
Aku semakin sesak menunduk seolah disini sungguh salahku, tapi aku. . . aku begini juga karena Ammar kan yang memaksa hatiku berani seperti ini.
" Nak Kevin itu baik, ayah tau dia tidak mungkin berbuat macam-macam padamu tapi. . . alangkah baiknya jika dengan statusmu sebagai tunangan orang saat ini, menjaga jarak Fanny. . . jaga perasaan Ammar selama jauh darimu. Pastinya Ammar juga sama sepertimu. . . selalu setia dan menjaga perasaanmu saat jauh "
" Dan. . . satu hal yang harus kau ingat, Jika dalam suatu hubungan salah satunya mulai goyah dan mencoba untuk tidak setia. . . maka yang satunya pun akan sama, dan itu terjadi dengan sendirinya tanpa diminta. Itu sudah hukum alam dalam suatu hubungan Nak. Jadi, walaupun kau berjauhan dengan tunangan mu kau harus tetap menjaga hati dan setia padanya. . . maka Ammar pun pasti akan sama nantinya "
Dan kau tau, mendengar jawaban ibu yang panjang lebar itu hatiku bagai terpanah busur berapi. Tapi ini menyadarkanku akan satu hal, mengingat hubungan ku dengan Kevin. . . yang bisa di nyatakan kami sudah selingkuh seminggu belakangan ini, hati ku tergerak dengan sendirinya untuk menerima Kevin sebagai selingkuhan ku, aku jadi terpikirkan akan Ammar yang begitu membela Abel. Ini bukan berarti. . . mereka. . . selingkuh di belakangku kan???
" Fanny. . . apa kau sudah paham Nak??? " Tanya ibu kembali.
" Iya bunda, Fanny. . . fanny mengerti. Maafin Fanny, Fanny gak akan begini lagi ".
Sambil berdiri ku berlalu melangkah menuju kamar, pikiranku kembali di racuni rasa bersalah, bimbang, ragu dan goyah. Suara ibu terngiang-ngiang di telinga. . .
Tiba di kamar, ku menguncinya dengan rapat kemudian ku rebahkan tubuhku di atas kasur. Hah. . . apa begini rasanya selingkuh dari pasangan sendiri??? Kenapa rasanya. . . selalu membebaniku begini.
Drrrrt. . . drrrttt. . .
Ponsel ku bergetar, ku meraihnya. Satu pesan di terima.
__ADS_1
Halo. . .
Ku jawab panggilan telepon dari Ammar, walau bagaimanapun dia tunanganku. Aku harus lebih mengutamakan nya kan, meski di satu sisi Kevin sedang menunggu panggilan teleponku.
Fanny, aku merindukanmu. . . mari lupakan semua yang sudah terjadi. kita mulai dari awal lagi ya, aku sangat merindukanmu sayang.
Aku terdiam, tanpa kata mendengarnya berkata demikian. Huh dengan mudahnya dia berkata begitu. . . melupakan semua yang sudah dia lontarkan padaku begitu saja dengan seenak hatinya.
Fanny. . . kau mau kan melupakan semuanya dan kita memulainya lagi dari awal???
Ammar, aku. . . aku sangat mengantuk. Aku ingin istrahat, jangan menggangguku dulu.
Klik !!! Ku matikan panggilan telepon Ammar. Aku hanya perlu menjernihkan pikiran ku saat ini. . . aku lelaaaaaaah. . .
POV Kevin
Saat awal kevin magang di hotel berbintang di luar negeri sana, tujuannya hanya satu. . .
Tanpa ia sadari, seorang wanita telah dibuatnya jatuh cinta dan memperhatikannya selalu di saat jam bekerja.
Wanita itu ahli gizi, dia tidak cantik. Tapi perawakannya yang selalu sabar, wibawa dan sebagai wanita pintar. . . Membuatnya terlihat berkelas. Hanya saja, usianya yang jauh lebih dewasa dari Kevin. . . membuat Kevin hanya menganggapnya sekedar teman layaknya kakak beradik saja. Tapi tidak dengan wanita itu.
Kevin bukanlah type laki-laki yang mudah menjauhi orang yang tidak di sukainya, termasuk wanita. . . Dia masih bersikap baik, dan ramah, dia tetap menghargainya.
Pernah suatu ketika Wanita yang bernama Violet itu menyatakan perasaannya lebih dulu pada Kevin, di sela jam istrahat mereka sedang makan bersama diluar.
Secara langsung kevin menolaknya dengan halus, dia bilang bahwa ingin fokus bekerja dulu. Ingin memperdalam pengetahuannya di dunia masakan khususnya berbagai macam kue khas yang terenak dari seluruh penjuru dunia.
Violet menerima alasan itu dengan bijak meski kekecewaan menyelimuti hatinya. . . bagi nya, sosok Kevin lah yang selama ini ia inginkan dan dinantikan. Tapi tak kunjung ia temui dari berbagai lelaki yang sudah pernah ia pacari.
Tapi Violet masih menegaskan jika ia akan menunggu hati Kevin terbuka dengan sendirinya untuk menerima cinta Violet.
*************♡-♡*************
__ADS_1
Tiba waktu pagi,tanpa sadar aku tertidur begitu saja malam tadi. . . hah. . . rasanya pagi ini kepala ku sangat berat. Tapi aku harus bangun, dan melanjutkan aktifitasku seperti biasa. . . sebagai seorang guru.
Aku bergegas mandi lalu bersiap-siap untuk pergi mengajar.
Selesai bersiap-siap aku tergesa-gesa keluar kamar menuruni anak tangga dengan setengah berlari. Bersyukur aku hanya memakai sepatu yang tidak ber hak tinggi seperti biasa. Itu melelahkan ketika aku harus berdiri mondar mandir menemani anak-anak di kelas.
" Sayang, sarapan sudah siap. Makan dulu " Ucap ibu melihatku menghampirinya di meja makan
" Bunda, Fanny minum susu aja deh. Fanny buru-buru di sekolah diadakan badzar buku untuk anak-anak dan wali murid, dan Fanny lupa itu. Fanny harus datang lebih pagi ke sekolah " Jawab ku nyerocos.
Ibu hanya terdiam mendengarkan ocehanku yang tanpa jeda, begitu juga dengan ayah. . .
Kemudian tanpa menunggu mereka berkata lagi, aku bergegas keluar sedang sopir taxi yang sudah ku pesan sudah menunggu di depan pintu gerbang.
Tiba di sekoalh, aku langsung menyibukkan diri membantu guru yang lainnya untuk menyiapkan tempat yang luas dan nyaman bagi pengada acara badzar buku ini.
Setengah jam kemudian, para team badzar sudah tiba di sekolah kami. sementara aku mulai sibuk memberikan arahan pada semua murid-murid untuk tidak ada yang keluar dari kelas terlebih dahulu. Dan semua wali murid sudah berjajar dengan bising saling menyeru ada yang mulai menyerbu memilih buku-buku yang cocok untuk anak-anaknya. Padahal acara belum dimulai. . . uuugh dasar ibu-ibu, hihi. . .
Kepala sekolah memanggilku, aku menghampirinya ke ruangannya di kantor. Dan. . . tiba diruangan kepsek, aku sedikit terkejut melihat beberapa team pengada badzar buku ini, salah satunya ada si cogan dari gramedia dekat kampus ku. ya, dia Tristan. . .
Kami saling terperangah menahan diri ketika mata saling memandang.
" Eh, kau. . . si penyuka syair cinta, hehe " Sapanya.
Panggilan apaan itu, si penyuka syair cinta. . . hih. . . baru juga sekali aku membeli buku tentang syair, itupun belum sempat ku baca.
" Eh kau, kenapa disini??? " Sapaku sedikit cetus.
Kemudian bu kepsek menghampiriku. . .
" Bu fanny, ini para team dari penyelenggara badzar buku hari ini. . . bu Fanny sebagai guru termuda disini pastinya lebih cocok untuk mendampingi mereka dan memberikan arahan pada semua wali murid yang begitu antusias diluar, biar guru-guru yang lainnya mengurus murid-murid. Bagaimana??? "
" Mmh. . . baiklah bu, saya akan berusaha agar penyelenggaraan badzar buku kali ini berjalan lancar sesuai yang di harapkan " Ucap ku dengan sedikit ragu. Aku. . . entah kenapa jadi canggung melihat si Tristan ikut dalam acara penyelenggaraan badzar buku di sekolah ini, sekolah tempatku mengajar.
__ADS_1