
Aku masih berdiri memandang wajah ku di depan kaca toilet. Rasanya. . . masih gak percaya aku bisa memeluk tubuh Kevin.
Uuugh aku jadi malu membayangkannya lagi. . .
" hai kau, sudah bisa senyum-senyum sendiri ya di peluk erat pacar seperti tadi " Seseorang menyapa ku. Wanita yang sepertinya lebih tua dariku. . .
Aku masih menoleh sekeliling apa yang di maksud dia adalah aku???
" Eh, yang di maksud kakak siapa ya??? aku??? " Tanya ku heran.
" Iya lah, siapa lagi. Disini cuma kita berdua yang berdiri di depan kaca. Kau sangat beruntung, pacarmu sudah sangat tampan tapi dia langsung memelukmu dengan erat ketika kau sedang menangis seperti tadi. Aku jadi iri, pelukannya tadi sepertinya sangat cepat meluluhkan hati mu " Ucap nya lagi.
So what??? ini cewek darimana punyai pikiran demikian? apa dia memperhatikan ku berpelukan dengan Kevin tadi???
" Eh tapi tadi itu. . . tidak seperti yang kakak pikirkan " Aku hendak menjelaskan nya tapi dia memotong ucapanku.
" ah sudah lah apapun itu, kau harus menjaganya baik-baik, pertahankan dia di sisi mu. aku melihat ketulusan yang dalam dari sorot matanya ketika menatapmu, ya sudah ya aku duluan. Bye. . . "
Aku masih tertegun dengan ucapan wanita itu, hingga tanpa sadar dia sudah pergi menghilang begitu saja lebih dulu.
Kemudian aku pun bergegas keluar dari toilet menuju meja tempat kak Rendy dan yang lainnya tadi duduk bersama ku.
Melihat ku dari kejauhan, ku lihat Kevin sudah melempar senyum padaku.
Aduhai. . . semakin membuatku salah tingkah saja, dan entah ini kenapa pula dengan jantungku. Jadi gak karuan gini. . . hah mungkin efek malu saja karena pelukan tadi.
Aku menghempaskan tubuhku di kursi, dengan wajah menunduk gelisah karena Kevin terus menatap wajah ku.
" Ehhem, Fan. . . cabut yuk. Anterin my bebeb cari gaun dan perlengkapan lainnya, intinya aja dulu. Acara sudah minggu depan jadi biat gak terlalu buru-buru kan. . . " ucap kak Rendy pada ku.
" Ayuk. . . wah, jadi semangat nih " jawabku seketika.
Tanpa menunggu aba-aba dari yang lainnya lagi kami bergegas berdiri bersamaan menuju pintu keluar Kafe ini.
" Eh Vin, elu ajak Fanny satu mobil ma elu ya. Biar Shishi bareng gue " Ucap kak Rendy pada Kevin, yang sontak membuat ku gelagapan di susul dengan sikap Kevin yang sedikit canggung. Sementara Shishi sudah senyum-senyum mengedipkan mata pada Kevin, kakak nya.
" Eh, jangan gitu dong kak. . . masa kak Kevin ma Fanny naik taxi sih, meski kalian pengen berduaan paling tidak jangan buang adek mu si mata wayang ini, kasian kan. . . " Ucap ku merayu dan merengek.
" Siapa bilang naik taxi baweeel, hahahaha Kevin bawa mobil papa tau. Papa lagi dirumah aja, nganggur tuh mobil. Makanya tadi mereka kakak suruh duluan ke kafe ini agar lebih cepat buat kasih kejutan ke elu. . ." Jelas kak Rendy.
Uuuh maksud aku kan biar gak berduaan aja ma Kevin, ih gak paham banget sih kak Rendy.
__ADS_1
Tapi ya udah lah, kali ini demi kak Rendy ma calonnya dulu. Aku lawan dulu rasa canggung ini.
" Baik lah. . . ya ya ya, kakak bebas berduaan di mobil bareng kak Shishi " Ucap ku dengan cemberut.
************♡-♡************
Selama di dalam mobil berdua aja dengan Kevin, sungguh aku tidak bisa terbiasa ngoceh sama ketika dulu awal mengenalnya. Hari ini, bibir ini cukup gemetar untuk memulai perbincangan lebih dulu.
" Fan, kabar om dan tante gimana? sehat??? " Tanya Kevin memecah suasana.
" He'em. mereka baik kak, baik-baik aja kok. Hehe " Jawab ku seadanya masih dengan rasa canggung.
" Gimana rasanya jadi guru di taman kanak-kanak Fan??? yang setiap hari selalu bergulat dan bermain dengan anak kecil??? wah pasti menyenangkan bukan??? " Tanya nya lagi.
" Yah. . . awal-awal sih cukup kerepotan kak, harus mengenal karakter si anak satu per satu, agar bisa melakukan apa yang si anak mau. Meski yah. . . butuh tenaga ekstra untuk bersabar juga. tapi lama kelamaan Fanny bisa menikmatinya, bermain dengan mereka selalu bisa mengurangi beban pikiran Fanny selama ini. Mereka selalu bisa menghibur Fanny dengan keluguan mereka yang belum mengerti betapa kerasnya hidup ini, apa lagi soal hati "
Upz. . . kenapa jadi bahas hati Fanny. . .
Kevin melirikku dengan senyuman, sementara aku sudah menepuk-nepuk bibir ku karena tiba-tiba kenapa jadi bahas soal hati.
" emang hati cik gu Fanny saat ini kenapa??? hehehe apa murid Kevin disini boleh menghiburnya??? "
Ih entah kenapa aku jadi malu mendengarnya berkata begitu.
" Hahaha. . . kan nanya doang, anggap aja kak Kevin disini sebagai murid Fanny di sekolah. Hehe "
" Cih mana ada murid yang sekolah di taman kanak-kanak segede kakak, sok tau lagi, ih bisa kabur para guru-guru yang lain. Atau malah. . . "
" Berlari mendekati kakak, iya kan. . . hahaha jadi GR "
imbuhnya menyambung ucapan ku.
Aku kembali tertawa melihat tingkahnya. . . sifat humornya tetap saja mampu membuatku tertawa lepas.
" Fan. . . apa kau bahagia dengan pertunangan mu dan Ammar kali ini ??? " Tanya nya lagi, wajahnya berubah jadi serius ku lihat.
Aku jadi canggung lagi menanggapi pertanyaannya itu. . .
" mmm. . . bisa gak kak, jangan bahas soal pertunangan ku dengan Ammar dulu. Hehe. . . maaf "
" Okey, baiklah. . . baiklah. . . kak Kevin gak tanya lagi deh " Jawab nya dengan wajah yang sedikit lesu.
__ADS_1
" Lalu. . . bagaimana dengan kak Kevin di luar sana, apakah. . . sudah. . . ehhem, hehe ketemu tambatan hati??? "
" Mmm. . . bisa gak, jangan nanya ini dulu??? hehe. . . sory " Jawab nya menanggapi dengan meniru gayaku, seolah balas dendam dengan apa yang ku ucapkan tadi.
" Ih apaan sih kak Kevin. . . gak lucu ah "
" Tuh kan. . . ngambek, giliran dia nya aja. . . hmm. . . emang cuma Fanny aja yang punya privasi, kak Kevin juga dung. . . "
" Ya udah, gak nanya soal itu. Mmm. . . kak Kevin kegiatannya apa aja selain kuliah di luar negeri sana??? " Aku mencoba mengalihkan pembicaraan
" Kak Kevin lagi magang di sebuah hotel berbintang di luar sana, dan kebetulan kakak di bagian koki nya hehe "
" Sungguh??? kak Kevin punya bakat di dunia masak??? hahahaha serius??? ah bohoooong. . . " Jawab ku menertawainya, sukit di percaya di balik semua kegagahannya itu. . . dia jago masak??? jadi koki di hotel berbintang pula???
Oh so sweet banget. . . siapapun yang bakal jadi ceweknya, uuh pasti bakal di masakin mulu. Apa lagi kalo udah jadi istrinya, hmm. . . gak perlu repot lagi bukan si istri masak ini itu kebingungan cari menu buat di masak.
" eh ni anak ya, ngeremehin banget atau ngeledek aja nih??? kak Kevin seriusan lagi, kak Kevin juga iseng aja sih ikut les masak, padahal jurusan pendidikan yang kakak tempuh di bagian bisnis hahaha gak nyambung ya??? "
" Eh siapa bilang gak nyambung, bagus dong nanti kak Kevin bisa buka usaha sendiri sambilan berbisnis. Wah. . . mantap " Sahut ku dengan penuh semangat.
" lebih mantap lagi kalo aja istri kakak nanti, kuat makan suka makan dan doyan mencicipi berbagai makanan seperti wanita di samping kakak ini??? hehe. . . bakal maju terus usaha kak Kevin nantinya " Ucap nya tiba-tiba di tengah semangat ku yang masih penuh takjub. Ntah ini rayuan atau candaan biasa. . .
" Ah eh. . . aaa. . . ya. . . ya ya. . . haha semoga ketemu nanti kak, dengan Wanita yang sama-sama doyan makan seperti Fanny " Jawab ku dengan kikuk. Kembali wajah ku seperti memanas ku rasa, hah. . . malu banget, apaan sih dia terus membuatku canggung.
Bersyukur sudah tiba di tempat yang akan di tuju untuk membeli semua perlengkapan untuk pertunangan kak Rendy.
Ketika Kevin masih berada di dalam mobil di parkiran, aku bergegas lebih dulu turun dan menghampiri kak Rendy bersama Shishi. Hah aku sudah benar-benar ingin udara bebas jauh dikit dari Kevin, sekujur tubuh ku memanas mendengarnya terus seperti memancing logika ku akan perasaannya yang dulu.
" Hey, kenapa jadi keringetan gitu keluar dari mobil??? hayo. . . " Tanya kak Rendy, dan shishi sudah cekikian menahan tawa dengan geli.
" Kak Rendy apaan sih, tadi itu Fanny kepanasan di mobil. Ac di mobil om mungkin lagi mati ya, gak berasa adem tau " Jawab ku dengan bibir gemetar.
" hahaha. . . oooooh oh oh, begitu. . . lalu Kevin mana??? "
" Masih di dalam mobil, sebentar lagi nyusul " Entah apa yang dipikirkan kak Rendy ini, dia dan shishi selalu tertawa geli melihat ku.
ih si kevin juga lama banget di mobil masih ngapain sih tu orang. . .
aku mulai menggerutu dalam hati menunggu kevin belum juga keluar dari mobil sementara aku disini sendirian di ledekin mulu ma kak Rendy juga shishi tunangannya.
uuuuuuft. . . . . . . . .
__ADS_1