
Seiring waktu berjalan, hubungan cinta ku dengan ammar hingga kami akhirnya memutuskan untuk bertunangan sudah berjalan 3 tahun lamanya. Meski harus melalui banyak rintangan putus nyambung putus kemudian nyambung lagi. Seolah aku memang tidak bisa terpisah dengan Ammar begitu pula dengan Ammar.
Dan kau tau, banyak hal yang ku lalui dan yang ku lakukan untuk menata hatiku kembali selepas kepergian Kevin yang terus membuatku di hantui rasa bersalah tanpa henti.
Hubungan ku dengan Kevin sudah benar-benar berakhir tanpa kata yang jelas dari ku, begitupun Kevin. Menghilang tanpa kabar begitu saja, setelah sampai di luar negeri.
Pernah suatu hari aku memaksa kak Rendy untu mengabariku tentang Kevin, tapi kak Rendy seolah sudah bersekongkol dengan Kevin. Dia bungkam. . .
Aku menyerah meski dengan hati terpaksa. Mungkin, ini memang lah jalan terbaik untuk kita.
Semenjak itu pula, aku dan Ammar sudah terbilang makin maniak menjalani hubungan ini. Setiap kali bertemu, belum pernah kami melewati kesempatan untuk tidak berhubungan intim. Sudah menjadi hal yang wajar bagi kami, yah. . . ini memang terkesan seperti hubungan yang tak wajar. Tapi apa daya??? Aku juga wanita normal yang mencintai tunangan ku sepenuh hati, aku tidak bisa terus menerus menolak ajakannya untuk meluapkan hasrat rindu ketika kami sudah berjauhan menahan rindu. Lalu kenapa tidak segera menikah saja???
Ah. . . akupun tak tahu, kenapa rasa ingin segera menikah saja tidak pernah ada di hati dan pikiran kami.
Dan hari ini, Ammar akan menjemputku di rumah untuk diajaknya kerumah Ammar. aku sudah lama tidak menjenguk kedua orang tua Ammar. Kebetulan hari ini hari minggu, tepat hari anniv hubungan kita yang ke 3 tahun.
Aku sudah berdandan secantik mungkin, dengan pakaian yang sengaja ku beli kemarin sebuah dres mini berwarna merah jambu. Khusus untuk memberikan kesan yang lebih manis di hari anniv ku bersama Ammar. Karena kini Ammar sudah berubah, sikapnya lebih overprotektif pada ku. Tiap detik rasanya dia selalu menghubungiku, selalu lembut dan hangat. Tak pernah lagi kasar sedikitpun pada ku, bahkan dia mulai menjadikan ku prioritasnya di banding apapun itu.
Hmm. . . Aku jadi makin cinta padanya.
Lama ku tunggu di teras depan rumah akhirnya Ammar tiba, turun dari mobil dengan penampilan yang lebih memukau. Dia melempar senyum manis nya pada ku, begitupun aku.
" Sayang, apa kau sudah menunggu ku lama??? " Sapanya.
" Hmm. . . tidak. Aku baru saja duduk disini " Jawabku mengelak. Padahal aku sudah semenjak tadi menantinya dari saking semangat dan tidak sabar ingin segera bertemu dengannya.
" Om dan tante mana??? aku harus ijin dulu untuk mengajak mu pergi " Ucapnya kemudian.
" Iiih. . . kau ini, tidak bisakah memujiku dahulu??? coba liat nih. . . cantik kan??? aku sudah dandan berjam-jam untuk menyambutmu " Ucap ku merengek manja.
__ADS_1
" Oh astaga tuhan, sayang ku. . . jika aku memujimu disini, bagaimana jika adik ku ikut serta meronta ingin kan dirimu??? " Ucap nya dengan senyuman nakal.
" ammar, kau memang gila. Ini masih pagi. . . jaga ucapan mu ih, apaan sih " jawab ku dengan tersipu malu.
" Hahaha aku hanya bercanda. Astaga. . . kau. . . sangat cantik hari ini sayang, aku sangat merindukan mu " ucap nya dengan menyentuh pipi ku.
Kemudian kami melangkah masuk bersama ke dalam ruangan rumah ku, yang dimana hanya ada ayah di ruang tamu sibuk membolak balik sebuah buku.
" Pagi om, wah. . . keliatannya sedang sibuk " Sapa Ammar.
" Hai nak, pagi juga. Ah tidak, hanya membaca-baca saja sambil menunggu menantu kesayangan ku ini datang, Hahahaha " sapa Ayah dengan tawa.
" Ah om, paling bisa membuat hati ku berbunga-bunga " Jawab Ammar dengan wajah memerah.
Aku meledeknya ketika dia melirikku dengan senyuman puas dan percaya diri.
" Eh Ammar, kau sudah tiba sayang??? Apa kau sudah sarapan??? " Sapa ibu ku keluar dari arah dapur.
" Wah. . . bunda baru ingat, ini sudah tahun ke tiga kalian berhubungan " Jawab ibu ku dengan senyuman sumringah penuh semangat.
" Jadi kapan, kalian memutuskan untuk segera menikah??? apa sudah terniat dari hati??? ah. . . kami sudah ingin sekali segera menggendong cucu " Ucap ayah dengan senyuman kepada kami.
Aku dan Ammar gelagapan kikuk saling memandang satu sama lain, ayah dan ibu serempak menertawakan sikap kami ini.
" Sudah sudah. . . kami mengerti. Jangan tegang begitu. . . " Jawab ibu ku kemudian.
" Ya udah bund, kami langsung berangkat aja ya sekarang " ucapku menyela untuk segera mengakhiri ketegangan kami.
" Hati-hati kalian. . . salam sama orang tua mu Ammar " Jawab Ayah menanggapi.
__ADS_1
***********♡-♡***********
Tiba dirumah Ammar, aku mulai gugup. Bagaimana sikap om Haris padaku yang sudah jadi tunangan Ammar saat ini? karena semenjak kami bertunangan, aku jarang bahkan hampir tidak bisa menemuinya karena sepertinya dia selalu menghindariku setiap kali aku berkunjung kerumah Ammar.
Ku lihat tante Lina sudah tersenyum dengan bahagia menyambut kedatangan ku.
" Sayaaaang, uh uh menantu kesayangan tante. Sini " Aku langsung di peluknya dengan hangat.
" Tanteee. . . Fanny kangen banget, udah lama kita gak ketemu ya tan. . . maaf fanny sibuk di kampus akhir-akhir ini, di sekolah pun sama. Murid-murid sedang ikut lomba " Jelas ku dengan membalas pelukannya.
" Iya sayang, gapapa. Tante paham kok, ugh kamu makin cantik dan sudah mulai berisi lagi ya sekarang. Jadi seksi begitu dengan dress ini " ucapnya memuji ku, aku tersipu malu menunduk dengan senyuman. Sedangkan Ammar hanya tersenyum menyaksikan. . .
" Ehm. . . tante, rapi begini apa memang khusus menyambut Fanny??? " tanya ku heran.
" Oh ini, tante mau keluar. Menghadiri undangan dari teman kantor om Haris nya, Fanny tunggu tante dulu disini ya. Jangan buru-buru pulang "
Sudah ku duga, lagi dan lagi om haris pasti akan menghindariku.
Dan ku lihat Om haris sudah menuruni anak tangga dengan perlahan.
Dia melihat ku dengan tatapan matanya yang tajam, membuatmu semakin kikuk.
" Ha. . halo om, apa kabar??? "
" Baik, bagaimana dengan mu??? "
What? apa aku tidak salah dengar, om haris menanggapi sapaan ku. . . oh senangnya. . .
" Baik om, baiik. . . " Jawab ku singkat dengan senyuman sumringah, hingga sepertinya mataku mulai berbinar-binar.
__ADS_1
" Ya sudah om dan tante akan pergi, kami tinggal dulu ya " ucapnya lagi, yang di sertai anggukan senyuman tante Lina mengecup kedua pipi ku.
Sungguh hari ini rasa bahagiaku tak terkira, om Haris menyambutku dengan sapaan meski masih terlihat cuek dan tanpa melihat ku. Tak apa, ini memang butuh waktu. . .