BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#128


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WITA. Akhirnya aku dan Kevin memutuskan untuk segera menemui kak Rendy dan Shishi.


Ku pikir semua tamu sudah pada pulang, tapi masih setengah nya lagi sedang berkeliling bersenda gurau menikmati segala hidangan, dan berbincang-bincang dengan pasangan nya.


Aku ragu ketika memasuki ruangan berjalan beriringan dengan Kevin, sementara semua keluarga besar yang ikut serta hadir di pesta ini sudah melihat ke arah ku dari kejauhan sana.


" Kamu darimana saja Nak, daritadi semua disini menanyakan mu. Apa lagi tante mu itu, kakak mu rendy terus menanyakan mu dengan Shishi " sapa ibu ku dengan nada khawatir menghampiriku.


" Eh tunggu sebentar, kau sudah ganti pakaian??? " Tanya nya lagi memandangi gaun yang ku kenakan serta memutar-mutar tubuh ku.


" Tadi. . . Fanny. . . "


" Malam tante, apa kabar??? "


Tiba-tiba saja Kevin menyapa ibu ku menyela ucapan ku yang terbata-bata. Aku gak tau harus memberikan alasan bagaimana. . .


" Haaai, bukan kah ini nak Kevin??? iya kan??? Ya ampun tuhan, kau tambah gagah dan tampan Nak. . . " ucap ibu ku memberikannya pelukan hangat.


Kevin tersenyum lembut menanggapinya. . .


" Tadi Fanny sedang bersama ku tante, gaun yang di pakainya kotor kena noda makanan. Jadi aku meminta kurir membelikannya gaun pengganti "


" Ya ampun, Fanny. . . kau memang selalu begitu jika lihat makanan. suka terburu-buru pastinya tadi kan, jadi clemotan kan. . . " jawab ibu melirik ku dengan kesal.


" Ehm, tadi Fanny. . . sangat lapar " jawab ku kikuk sembari ku lirik Kevin dengan helaan nafas lega,


Dia tersenyum mengejek ku.


" Hey nak Kevin, kemari sebentar " panggil mama nya ada Kevin.


" Sebentar ya " ucap nya padaku.


Aku mengangguk pelan padanya, sementara ibu mulai senyum-senyum melihatku.


" Apaan sih bund??? " tanya ku cetus.


" Kevin makin cakep loh. . . " Jawab nya.


" Eh, aaah. . . ya biarin aja, emang kenapa??? "


" lebih tampan dari Ammar loh "


" Bunda, berhenti deh mengejekku " jawab ku dengan cetus. sembari berjalan menghampiri kak Rendy dan semua keluarga yang sedang berkumpul.


Aku berikan kado special yang sudah ku siapkan dari beberapa hari kemarin untuknya. Semua keluarga menyeru melihat ketika kak Rendy membukanya langsung. Membuat ku malu saja. . .


" Kakak jadi terharu, makasih banyak adik ku sayang. kau memang yang terbaik " ucap nya yang di susul oleh kak Shishi memeluk tubuh ku.


" Eh tapi, daritadi kakak belum melihat Ammar. kemana dia??? jangan bilang kalau dia tidak bisa hadir lagi di pesta pernikahan kakak "


Aku gelagapan dengan pertanyaan kak Rendy kali ini, aku memang belum menceritakan hal ini padanya semenjak dia tiba di indonesia. Aku berniat menyembunyikannya karena takut mempengaruhi pikirannya, aku tidak ingin membuatnya sedih di hari bahagianya.

__ADS_1


" Rendy. . . " Ucap mama kak Rendy dengan bahasa isyarat. Kak Rendy terdiam sesaat, suasana jadi tegang.


" Eh, bro. Gue. . . ajak Fanny keliling sebentar ya " ucap Kevin tiba-tiba memecah ketegangan diantara kami semua.


Kemudian dia menarik tangan ku begitu saja di depan semua keluarga. Sehingga semua jadi saling menatap heran melihatku bersama Kevin berlalu pergi.


" Vin, lepasin tangan ku. Jangan begini, aku gak nyaman dengan semua keluarga " Ucap ku menepis tangan nya.


" Maaf Fanny, aku hanya. . . hanya tidak ingin melihatmu kembali menangis nantinya "


" Ehm, ma. . .makasih " Jawab ku kikuk.


Kevin menatap wajah ku dengan senyuman kemudian mencubit pipi ku dengan gemas.


" Iiih Kevin " ucap ku dengan wajah cemberut.


" Keviiiin. . . kau disini??? Akhirnya kau jadi datang juga "


Betapa aku sangat kesal dengan pemandangan ini. Violet datang dengan setengah teriakan manja yang begitu antusias kemudian merangkul lengan Kevin dengan manja.


Oh Tuhan, ingin ku beranjak pergi saja dari sini. Aku jadi merasa tidak nyaman dengan posisi ku saat ini, aku merasa hanya jadi pembatas mereka.


POV KEVIN


Fanny, berbahagialah dengan cinta mu Ammar. Ku harap kau akan selalu tersenyum dan tetap ceria, meski mungkin setelah ini aku. . . aku tidak akan pernah muncul lagi di hadapan mu sebagai orang ketiga. Terimakasih atas semua kebahagiaan yang sesaat, walau begitu aku sangat penting bahagia tak terkira.


Ah. . . tanpa terasa air mata ini mengalir dengan sendirinya. Haha, lelaki macam apa aku yang menangisi perpisahan seperti ini. Harusnya aku ikut bahagia melihat wanita yang ku cintai juga bahagia dengan lelaki pilihannya.


" Hai Nak, apa kau sedang putus cinta??? kenapa sedih begitu??? " Sapa seseorang setengah baya yang duduk di samping ku.


" Ehm, tidak. . . aku hanya. . . emm. . . ini tangisan bahagia untuk wanita yang ku cintai, karena pada akhirnya dia bahagia dengan orang yang dia cintai "


" Oh ya tuhan, kau mengingatkan ku pada masa muda ku. Sepertinya kau begitu mencintainya Nak "


" Hmm. . . mungkin, tapi. . . aku hanya jadi orang ketiga baginya "


" Kenapa tidak mempertahankan jika kau sangat mencintainya? apakah kau yakin wanita mu akan bahagia dengan lelaki pilihannya??? Dia juga pasti akan bahagia dengan yang tulus sepertimu "


" Darimana bapak tau jika aku sangat tulus mencintainya??? sedang kita baru bertemu disini "


" Nak, air mata yang semulai tadi membasahi pipimu bukan kah dari hatimu yang paling dalam??? bersabarlah, kau hanya perlu menata kembali hatimu untuknya. Jalani saja hari-hari setelah ini dengan santai, jika wanita yang kau cintai di takdirkan bersama mu, hatinya pasti akan menarik hatimu untuk kembali bertemu dengan nya " Jawab seseorang itu yang aku tidak pernah tau siapa namanya. Tapi entah kenapa semua tutur katanya membuat hatiku terketuk, mungkinkah akan demikian nantinya???


Sampai tiba dirumah pun, aku masih saja termenung seorang diri di kamar. namun di satu sisi telingaku selalu terngiang-ngiang ucapan bapak-bapak tadi.


Ah. . . baik lah setelah ini, aku akan mencoba menjalani hari-hari ku seperti biasanya.


Tiba waktu pagi, aku langsung memulai bekerja. sesekali wajah manis Fanny terbayang di hadapan ku seolah dia memberikan senyuman nya yang begitu menggemaskan.


" Kevin, kau kenapa sih daritadi ku perhatikan ngelamun aja " Sapa Violet menghampiriku.


" Ah, tidak apa-apa. Aku hanya. . . rindu indonesia "

__ADS_1


" Tepatnya lagi, wanita itu bukan??? " tanya violet lagi.


Aku tersenyum menanggapinya.


" Kapan sih Vin, kamu akan memberikan ku kesempatan menduduki ruang di hati mu??? apakah wanita itu sangat cantik??? apakah aku tidak bisa mengalahkan apa yang dia miliki sehingga mau begitu sangat mencintainya "


" violet, ku mohon jangan membahasnya lagi ya "


" Tapi Vin, sampai kapan hah? kau akan terus begini. sedangkan dia kata mu sudah memiliki kekasih, apa kau mau menjadi orang ketiga penghancur hubungan nya??? iyya??? "


" Sudah lah Vio. . . jangan memaksa ku. Aku sedang tidak ingin membahasnya, sudah ya aku lanjut kerja dulu "


Dalam hati ku. . .


Apakah aku hanya penghancur untuk hubungan Fanny dan Ammar selama ini??? atau kah. . . Fanny menerima ku karena kasihan atau memang merasa tidak enak dengan ku??? ah. . . entah lah, semua ini terasa berat bagiku.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan menjadi tahun. . . terlalu banyak hal yang terjadi, dan usahaku untuk menjadi seperti ini tak mampu ku ceritakan lagi. Namun satu hal yang tak pernah aku bisa melaluinya, ialah melupakan sosok Fanny dalam hati ku.


Hingga malam ini, Rendy sahabat plus calon adik ipar ku berkunjung kerumah dan menyatakan bahwa minggu depan kami harus terbang ke indonesia untuk mengadakan pesta pernikahan. Aku sedikit terkejut, bagaimana aku akan datang ke indonesia dan bertemu dengan Fanny nantinya???


Ada rasa bahagia yang terbersit di hati ku, namun. . . seketika berubah sesak tak terkira ketika Rendy memberitahu ku bahwa Ammar telah melamar Fanny untuk jadi tunangannya. Dan itu sudah berlangsung lama. . .


Hatiku hancur, jujur ku akui. Tapi apa daya ku Tuhan??? hanya saja. . . ini cukup membuatku ingin berontak andai mampu. Ah entah lah kenapa sosok Fanny begitu lekat di hatiku bahkan ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. . . cinta apa ini Tuhan??? kenapa begitu menyiksa bathin ku.


Violet, ya Violet. . . walau bagaimanapun dia juga sahabat ku selain Rendy. dan aku tidak mungkin minta pendapat Rendy tentang Fanny bukan.


" Apa??? kamu mau ke indonesia??? " jawab Violet dengan terkejut mendengar ucapan ku di sebuah kafe tempat kami biasa makan.


" Iya, adik ku Shishi akan mengadakan pesta pernikahan disana. jadi aku harus ikut juga, tapi. . . jujur aku belum siap untuk bertemu kembali dengan Fanny "


" Aku akan ikut dengan mu "


" ikut??? ke indonesia??? jangan bilang kau sengaja melakukannya karena sangat ingin bertemu dengan Fanny "


" Astaga Kevin, aku tidak akan menggigitnya. Aku hanya ingin berteman dan meminta ilmu bagaimana caranya menaklukkan sosok lelaki di hadapan ku ini "


" Jangan gila Violet, kau. . . "


" pokoknya aku ikut. Kita berangkat bareng dari sini "


" Tidak, aku tidak akan ikut hadir. aku tidak sanggup untuk bertemu kembali dengan Fanny " jawab ku sengaja mengalihkan agar dia tidak memaksa untuk ikut serta.


Violet memang sudah akrab dan dekat dengan keluarga ku, tapi yang mereka tau Violet hanya senior ku bekerja di hotel. tidak lebih sehingga mereka nyanan-nyaman saja ketika Violet berkunjung ke rumah ku.


Dan siapa sangka dia dengan berani menawarkan diri untuk ikut serta hadir dalam perta pernikahan Rendy dan shishi di indonesia. Sontak, dengan senang hati kedua orang tua ku senang dengan kehadirannya nanti di indonesia.


Sedangkan aku???


Aku butuh waktu dahulu untuk menyiapkan diri bertemu kembali dengan Fanny. Wanita yang saat ini masih ku cintai.


❤ Hai hai hai. . . Happy new years semua 🎆🎉😇 Jangan lupa tekan like dan di vote ya agar aku lebih semangat menulisnya, makasiiiiih ❤

__ADS_1


__ADS_2