BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#146


__ADS_3

Cut cit cuit cit cit cit. . .


Perlahan aku membuka mata dari tidur ku yang ku rasa baru saja 5 menit aku tertidur. Rasanya tak ingin segera datang waktu pagi ini, setelah semalaman aku cukup gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kepergian Kevin hari ini.


Drrrt drrttt. . .


Ponsel ku berdering, ku lirik jam digital di atas meja sebelah ku. Menunjukkan pukul 6 pagi.


Siapa yang menelpon ku pagi begini? tanya ku dalam hati.


Ku raih dan melihat di layar ponsel nama My sweet boy memanggil. Aku tersenyum mengetahui siapa yang menelpon ku pagi ini.


** Halo pacar aku yang sebentar lagi bakal ninggalin aku keluar negeri. . .


Jawab ku dengan suara agak serak. Mungkin efek bergadang malam tadi.


**Hey, ada apa dengan suaramu sayang??? apa kau masih tidur??? maaf telah mengganggumu. . .


Tidak apa, aku sudah bangun. Hanya sedikit kurang tidur semalaman jadi suara ku agak serak.


Fanny, apa kau memikirkan kepergian ku semalaman**???


Tanya Kevin dengan nada sedih. . .


**Sedikit. hehe, tapi gapapa. Hanys seminggu saja aku bisa sabar menunggu mu.


Baik lah. Cepat mandi, aku akan menjemputku, temani aku sarapan di apartemen. aku akan memasak enak untuk mu sayang**.


Seketika aku membangunkan diri dari posisi ku yang bergumul dengan selimut daritadi. Masakan Kevin sangat enak, aaakh mau banget. Bisikku dalam hati.


Mau mau mau. Mau banget, oke aku akan segera mandi hari ini. Kau cepatlah kemari jemput aku, ok mmuach.


Klik !!!


Ku matikan segera telepon dari Kevin kemudian bergegas ke kamar mandi.


Dengan sedikit tergesa-gesa aku menuruni anak tangga untuk menemui ibu yang sudah pasti masih di dapur sepagi ini.


" Bunda, pagi ini Fanny ijin tidak mengajar. Dan Fanny gak ikut sarapan dirumah "


" Loh, mau kemana sayang??? sepagi ini " Tanya ibu ku dengan heran.


" Kevin siang nanti harus pulang ke luar negeri karena ada urusan kerjaan mendadak yang harus dia tangani langsung. Jadi pagi ini aku akan menemaninya sarapan dan membantunya packing barang bawaan nya nanti ".


" Hmm. . . kenapa tidak mengajaknya sarapan disini saja sayang??? "


" waktunya sangat mepet bunda. Kasihan dia nya dong kalo ketemu ayah dan bunda pasti bakal lama deh ngobrolnya "


" Hmm. . . ya deh ya deh. . . yang mau LDR an "


" Ih bunda apaan sih, lagian cuma semingguan aja kok "


" Berarti bakal balik lagi kan ke indonesia??? "


" Iya dong, harus " jawab ku tegas. Hingga membuat ibu ku sedikit terkejut namun akhirnya menertawaiku dengan geli.


Tin tin. . .

__ADS_1


" Nah tu Kevin sudah datang, ya udah Fanny berangkat dulu ya bund. Daaaa ". ucap ku berpamitan kemudian setengah berlari aku segera pergi menyambut Kevin setelah ku dengar suara klakson mobil nya.


Ku lihat Kevin sudah tersenyum menyambutku di dalam mobilnya. Aku membalasnya dengan kemudian memasuki mobil yang di kendarainya.


" Sayang, kita langsung ke apartemen ya. Nanti keburu dingin sarapannya ". Ucap Kevin pada ku.


" Okeh bos ". Jawab ku singkat.


***********♥♥♥ **********


Tiba di apartemen Kevin, aku memasuki ruangannya tanpa ragu seperti biasa.


" Sayang, kita langsung sarapan atau ku bantu beres-beres dulu??? " Tanya ku pada Kevin.


Kevin tersenyum menghampiriku, dengan ekspresi nya yang selalu menggemaskan.


" Apa kau tidak ingin segera mencicipi sarapan khusus yang sengaja ku buat untuk mu pagi ini??? "


" Hmm. . . baik lah, kita sarapan dulu ". jawab ku melempar senyuman.


" Sebentar sayang " ucap Kevin menghentikan langkah ku.


" Hemm??? ada apa lagi sayang??? "


Cup !!!


Kevin mengecup bibir ku sebanyak tiga kali hingga membuat mata ku terbelalak karena terkejut dengan tingkahnya itu.


" Morning kiss ". Ucap nya kemudian dengan senyuman manis.


" Iiih apaan sih, gombal ". Jawab ku sembari menutup wajah ku menahan malu.


Kemudian Kevin memelukku sembari membawaku berjalan menuju meja makan.


Perlahan ku buka mata kembali setelah tadi aku menutupinya karena malu dengan sikap Kevin itu, ku lihat di sebuah meja sudah dihidangkan dua porsi sandwich beserta teh hangat.


" Kau yang membuatnya??? "


" Hemm. . . kenapa sayang??? kau tidak menyukainya??? " Tanya Kevin dengan ekspresi ragu.


" Kebiasaan hidup diluar negeri nih, hemm. . . aku belum pernah mencoba nya, tapi akan aku cicipi. Hihi " jawab ku meledeknya.


Ini memang enak. Aakh betapa bahagianya aku jika nanti menjadi istrinya dia yang selalu membuatkan sarapan untuk ku. hihihi iya kan???


" Bagaimana??? "


" Ada yang kurang nih " jawab ku serius.


" Apa??? biar nanti ku perbaiki jika membuatnya lagi untuk mu "


" Kurang kau yang menyuapiku dengan kasih sayang ".


Aku hanya berniat menggodanya saja pagi ini, tapi seketika wajah Kevin mendekati wajah ku. Aku jadi gugup dengan potongan sandwich masih di mulut ku.


Kemudian dia menggigitnya di bagian depan sudut potongan itu.


Aku memejamkan mata sejenak menahan jantungku yang berdebar-debar setiap kali Kevin mendekatkan wajah nya pada ku.

__ADS_1


" Kau menggodaku. Bagaimana jika aku tidak bisa lagi menahan diri berada di dekat mu sayang??? ".


Degh !!!


Aku semakin kikuk dan salah tingkah.


" Hahaha, Sayang. . . kau sungguh menggemaskan ". Ucap Kevin kemudian dengan tawa ceria meledek ku.


Uugh dasar. Dia hanya mengerjaiku pagi ini, dia pasti sengaja. padahal dia sudah mau pergi seminggu ke depan, apa dia tidak sedih sekali.


Kesal ku dalam hati.


" Kau. . . kau pasti sengaja menggodaku seperti tadi. Kau sudah mau pergi, jauh dari ku selama seminggu. Tapi kau masih mengerjaiku, kau pasti tidak merasakan apa yang aku rasakan hampir semalaman ". Aku mulai mengomelinya tanpa jeda. Dia menghampiriku perlahan kemudian tanpa aba-aba lagi memagut bibir ku dengan hangat. Aku yang mendapati serangan nya ini memberikan perlawanan khusus untuk membalasnya. Karena dia sudah mengerjaiku tadi.


" Apa kau tau aku hanya berusaha menyembunyikan rasa takut ku akan berpisah dengan mu sayang, aku takut jika dalam seminggu ke depan kau akan melupakan ku begitu saja "


" Aku sudah terbiasa melalui hubungan jarak jauh Kevin, tapi tidak kali ini. entah kenapa aku begitu tidak ingin jauh dari mu. . . ini cukup berat untuk ku. Aku takut kau.. . berpaling dariku, karena secara. . . di luar negeri tentu banyak wanita-wanita yang jauh lebih cantik dari ku ".


" Jika begitu, kenapa aku lebih mempertahankan cintaku pada mu selama bertahun-tahun??? Hah??? "


Aku terdiam. Lalu mata kami saling memandang dengan lama, sangat lekat, hingga rasanya kami sudah mulai di racuni oleh pikiran-pikiran kotor.


Lalu Kevin menggendong ku, perlahan di bawa nya aku ke sisi ranjang nya.


Kembali kami berciuman mesra tak peduli ini masih cukup pagi untuk bercumbu, hatiku. . . jantung ku. . . sudah tidak karuan rasanya hingga sekujur tubuhku terasa gemetaran.


Sementara Kevin mulai memberikan ku sentuhan yang sangat lembut dan semakin membuat jantungku berisik di dalam.


Oh Tuhan, bagaimana ini. . . aku takut kami akan melakukannya, aku takut melakukan hal yang lebih dari sebelumnya. ini tidak boleh terjadi, tapi hati ini inginkan beda.


Perlahan ku hentikan Kevin dari aktifitasnya. Kemudian dia menatapku, lalu mengeluhkan nafas panjang.


" Maafkan aku sayang ". Jawab nya, seolah dia sungguh merasa bersalah akan hal ini.


" Lakukan saja jika kau ingin Kevin ". Jawab ku yang seketika membuat Kevin melotot terperangah.


Kau sudah gila Fanny, apa yang kau bicarakan itu??? kau yang mengajaknya demikian lebih dulu??? aaaarght. . . kau sudah lepas kontrol Fanny.


" Apakah kau berniat memberikan kepastian permanen untuk ku Fanny??? "


" Dan ini bukan hadiah dari sebuah perpisahan "


" Kau tidak berniat meninggalkan ku bukan??? "


" Itu yang seharusnya aku lontarkan padamu Kevin "


Kemudian Kevin kembali menyerang ku dengan sentuhan dan ciuman nya lebih intens dari biasanya. Aku. . . aku tidak ingin percaya kita akan melakukannya sekarang. . . tapi. . . aku. . . aku ingin dia percaya pada ku, begitu juga aku. Aku. . . harus percaya bahwa dia bukan lah Ammar ke dua.


Dan. . .


Kau tau, bisa kau bayangkan apa yang kami lakukan setelah itu. . . Kami sungguh melewati pagi ini dengan suasana baru, hal baru, kenikmatan baru, ekspresi baru, dan semua terasa baru bagi kami. Kevin memberikan ku sensasi yang berbeda dengan Ammar. Dia sangat lembut, dia penuh kasih sayang dan sesuatu yang melambangkan bahwa dia sungguh mencintaiku.


Aku tak ingin hari ini berlalu begitu cepat, aku sudah pasti gila. Setelah sekian lama aku tidak terjatuh pada godaan ini, namun pagi ini aku kembali melakukannya dengan orang yang tentu lebih mencintaiku dengan tulus di bandingkan Ammar.


Ya, aku memang Gila. Cinta dan kasih sayang serta kesabaran seorang Kevin membuatku luluh dengan sendirinya, bahkan ini semua terjadi karena aku yang memintanya. Melihatnya yang sudah sangat berhasil menahan diri selama ini hingga detik ini dia masih ragu-ragu untuk melakukannya. Namun, aku meyakinkannya jika ini dari hati ku. Dia tersenyum puas dan ku lihat kebahagiaan begitu dalam terpancar di matanya.


" Kevin, i love you "

__ADS_1


" I love you too Fanny ".


❤ Hai hai haiiiii. . . semoga tidak pernah bosan menunggu setiap episode nya dari karya ku ini. Semoga selalu puas, jangan lupa like dan vote nya dong. . . Author lagi butuh dukungan dan semangat kalian nih, untuk bisa masuk 10 besar dalam sistem ranking. Pliss pliss pliss vote dan like yang banyak ya, kalian juga bisa ajak temen-temen kalian untuk membaca karya ku ini. Makasiih 💋💋💋❤


__ADS_2