
Tiba waktu pagi, aku sudah bersiap-siap dengan sedikit barang bawan ku. Ini memang hanya akan menjadi cuti sehari. Tapi percaya lah, seorang wanita bukan kah harus selalu menyiapkan banyak hal untuk keperluan pribadinya???
Tok tok tok. . .
" Nak, apa kau sudah siap??? Kevin sudah menunggu mu di bawah " ucap ibu ku dari luar kamar.
Kemudian aku bergegas untuk segera turun ke bawah, meski hampir semalaman setelah ayah dan ibu memberiku ijin untuk ikut serta dalam perjalanan bisnin Kevin, aku mulai gelisah. Entah kenapa aku tak tahu. . .
Ah, ku pikir ini mungkin karena aku akan menginjakkan kaki ku kembali di kota A. Sehingga aku begitu gelisah dan gemetaran seperti ini.
Tiba di ruang bawah, ku lihat Kevin dan kak Rendy beserta istrinya sudah duduk manis di ruang tamu.
Kevin tersenyum melihat ku ketika aku datang menghampiri.
" Rendy, jaga baik-baik adik mu disana " ucap ibu ku.
" Tante. . . ayo lah, Fanny sudah punyai bodyguard lebih handal yang akan terus memperhatikannya dalam waktu 24 jam sekaligus, iya kan Vin??? " jawab kak Rendy sembari menengadah pada Kevin.
Lalu semua tertawa dengan riang gembira menyeru, menggoda ku dan Kevin sehingga kami jadi kikuk dan salah tingkah.
" Sudah sudah kalian lekaslah berangkat agar lebih santai di perjalanan " kata ayah ku menyela di tengah candaan kami.
" Ya sudah hati-hati kalian ya. Ehm nak Kevin, tante titip Fanny ya. Tante dan om percaya pada mu " Ucap ibu ku kemudian menghampiri Kevin yang sudah berdiri bersama kami semua.
" Baik tante, om, terimakasih sudah mengijinkan Fanny ikut bersama kami " ucap nya yang kemudian di tanggapi senyuman hangat oleh ayah dan ibu ku.
Lalu kami bergegas melangkah untuk pergi bersama dengan berkendara mobil yang berbeda. Kak Rendy dengan istrinya, lalu aku. . . dengan Kevin. aku tau mereka pasti sudah sengaja merencanakannya. Lagi pula aku juga tidak akan betah satu mobil dengan kak Rendy dan istrinya, mereka pasti akan terus menggoda ku dan memanasi ku bersama Kevin dengan kemesraan mereka.
Selama dalam perjalanan aku masih merasakan kegelisahan yang tak menentu namun ku berusaha menyembunyikannya.
" Fanny, nanti kau istrahat lah dahulu di hotel. saat aku bertemu clien dan tunggu aku kembali pulang ke hotel "
" Hemm. . . baiklah " jawab ku singkat.
" Fanny. . . " panggil Kevin dengan lembut menyebut namaku.
" Ya. . . kenapa Kevin??? " tanya ku meliriknya.
" Apa kau sedang memikirkan sesuatu yang serius sayang??? kenapa kau begitu gelisah ?"
Huhft. . . aku tau, dia akan mudah membaca bahasa tubuh ku ini. dan hanya dia yang mampu membacanya dengan mudah jika aku menyembunyikan sesuatu dari nya.
" Aku. . . aku hanya sedikit takut berada dalam satu kamar hotel dengan mu Kevin " jawab ku menggodanya, berusaha aku tetap menyembunyikan kegelisahan ku.
" Hahaha. . . aku tidak akan memakan mu Fanny, apa yang kau pikirkan??? apa kau mencoba merayuku sayang??? " ucap nya dengan tawa geli.
" tidak, aku hanya bercanda ih. . . ", kemudian di raihnya tangan ku dan di kecupnya mesra oleh bibirnya yang hangat.
__ADS_1
Kemudian dia melajukan mobilnya lebih cepat dan fokus menatap arah depan.
Tak terasa perjalanan kami sudah memasuki kota A, sadar akan hal ini membuatku semakin gelisah tak menentu.
Lalu Kevin mulai perlahan memasuki sebuah basement hotel untuk memarkir mobil nya. Ku lihat mobil kak Rendy juga menyusul setelah aku keluar dari mobil Kevin.
Kemudian kami bersamaan melangkah memasuki hotel.
Kak Rendy dan Kevin sedang mengisi daftar di meja receptionis sedang aku dan kak Shishi sementara menjauh untuk menikmati melihat sekeliling hotel.
" Fanny, aku sangat bahagia melihat mu bersama Kevin kembali " ucap kak Shishi dengan senyuman manisnya.
" Terimakasih kak, aku pun sangat bersyukur mendapatkan kakak ipar terbaik sepertimu " ucap ku.
" Ayo kita ke kamar masing-masing untuk melepas lelah " ucap kak Rendy Kemudian menghampiri kami.
Aku mengangguk pelan dan perlahan berjalan mengikuti kak Rendy dari arah belakang.
Tiba di pintu kamar hotel yang kami tuju, kak Rendy pun berhenti di sebelahku.
" Inget, jangan kau macam-macam dengan adik ku heh. . . aku sengaja meminta kamar bersebelahan dengan mu Bro " ucap kak Rendy sembari membuka pintu kamar di hadapannya itu.
" Astaga, Gila lu Rend. Aku hanya akan istrahat sebentar di dalam setelah itu aku akan bertemu clien " jawab Kevin dengan serius.
" Hahaha. canda doang gue, ya sudah byeeee. . . "
Gubrak !!!
Pintu terbuka dan ruangan di dalam tampak terlihat lumayan luas. Hanya ada satu ranjang lebar nan luas di atasnya terpasang kasur yang sudah bisa di pastikan itu sangat empuk dan nyaman untuk melepas lelah.
Kemudian aku memasuki ruangan tersebut begitu juga dengan Kevin menyusul meletakkan barang bawaan kami di atas meja.
Seketika aku merentangkan tubuh ku menikmati empuknya kasur ini, Aaah. . . akhirnya, aku bisa merasakan urat-urat pinggang ku yang semulai tadi sudah kaku karena kelamaan berada di mobil disertai dengan kegelisahan ku.
" Apa kau begitu lelah??? " tanya Kevin menghampiriku.
Aku membangunkan tubuhku lalu bersandar mesra di bahu Kevin yang tengah duduk di samping ku.
" Aku lelah sedikit, karena aku sudah tidak pernah lagi melakukan perjalanan jauh seperti ini " Jawab ku merengek manja padanya.
" istrahat lah jika begitu, aku. . . akan mandi, aku tidak akan mengganggu mu " jawab nya dengan lembut, di sapunya rambutku yang menutupi separuh wajah ku.
" Aaah tunggu sebentar, biarkan aku tetap memelukmu begini " Jawab ku merengek.
" Baik lah. . . " ucap nya dengan lembut, kemudian melempar senyum pada ku ketika aku menatapnya dengan ekspresi manja.
" Fanny. . . apa kau. . . sungguh sangat lelah??? "
__ADS_1
" Hem??? a. . .apa maksud mu??? kau. . . apa kau??? " Aku mulai salah tingkah dan mengubah posisi ku untuk sedikit jauh dari tubuh Kevin.
" Aku. . . aku hanya. . . " ucap nya terhenti sembari jemarinya menyentuh pipi ku.
Sepertinys aku mengerti apa yang di inginkannya saat ini.
Lalu ku beranikan diri mendekatkan wajah ku pada nya. Dan benar saja. . . Kevin langsung memagut mesra bibir ku. Aku pun membalasnya dengan mesra. . .
Sementara di dalam sana, jantung ku berdegub kencang karena menyadari akan posisi kami yang saat ini hanya berdua di dalam kamar hotel. Meski sebelumnya, itu sudah pernah terjadi, dan Kevin sungguh hebat menahan dirinya untuk tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman mesranya pada ku, seberapa lama pun kami berciuman.
Di tengah mesranya kami melakukan perlawanan mesra di bibir kami, ponsel Kevin berdering membuat ciuman kami terhenti begitu saja.
** **Halo. . .
Oh ya ya, saya sudah tiba di hotel Z beberapa menit yang lalu.
Apa??? kenapa mendadak begitu??? saya baru saja akan istrahat sebentar.
Ah baik lah saya akan menemui beliau disana**.
Kembali Kevin menutup panggilan teleponnya. Dia melirikku dengan helaan nafas panjang.
" Ada apa sayang??? " tanya ku.
" Mendadak clien ku mengajak ku bertemu sekarang juga di restoran dekat hotel ini "
" Tapi apa kau tidak lelah??? kau baru saja tiba Kevin. . . kenapa kau tidak menyuruhnya menemuimu siang nanti saja. Aku baru saja ingin mengajak mu makan, aku lapar dan haus " jawab ku dengan keluhan manja.
" Mmh. . . bagaimana jika kau ikut saja bersama ku, kau bisa menunggu ku di meja yang berbeda di sana "
" Lalu aku akan sendirian menikmati hidangan menunggu mu, begitu??? Aaaah. . . aku belum terbiasa makan di keramaian orang sendirian "
" Astaga, aku tetap disana. hanya beda meja saja dengan mu sayang "
" Uugh. . . ajak kak Shishi aja gimana??? "
" mereka pasti sangat kelelahan sayang, biarkan mereka istrahat dulu. lagi pula ini kan juga baik untuk kita. Bertemu clien lebih cepat jadi aku bisa lebih lama berduaan dengan mu. Hihi "
" Ih mau nya. Ajak kak Rendy aja yuk "
Kemudian aku berdiri meraih tas mini ku hendak pergi menuju kamar kak Rendy di sebelah.
Kevin ikut berdiri menyusulku dan memeluk tubuhku dari belakang sebelum aku membuka pintu dan keluar begitu saja, Aku tersenyum dan menghadapnya.
" Aaah aku masih ingin berduaan dulu dengan mu, tapi aku harus bertemu clien yang menyebalkan itu " ucap nya dengan nada mengeluh padaku.
Tanpa aba-aba lagi aku langsung mengecup bibir nya yang tiba-tiba manyun itu.
__ADS_1
" Nanti saja. Puaskan waktu berdua bersama ku. Sekarang, ayo cepat temui clien itu agar cepat selesai juga pekerjaan mu "
" Baik lah sayang, terimasih kecupan yang barusan. Aku anggap ini sebagai penyemangat ku " ucap nya dengan senyuman.