
Hari-hari yang ku lalui mulai terasa berbeda dengan hadirnya kembali Ammar meski hanya sebatas teman. Tapi walau begitu, sesekali Ammar selalu menggoda ku dengan ungkapan kata sayang. Begitu juga aku selalu membalasanya dengan candaan yang sama.
Aku mulai terhanyut dalam hubungan pertemanan ini, meski. . . andai saja ada yang bertanya pada ku, bagaimana hatiku saat ini??? aku tidak tau. Semua bercampur jadi satu di dalam sana. . . Ada bahagia, ada rindu, ada penahanan diri, ada rasa bersalah, ada dorongan ingin berhenti disini saja, atau. . . aku memang masih mencintainya.
Dan yang membuatku sedikit aneh, dalam hubungan ini seolah Tuhan sedang membalik semua yang dulu pernah Ammar lakukan padaku ketika kami masih berpacaran. Tanpa ku minta seolah Tuhan membantu ku membalasnya, dan itu membuat Ammar selalu kesal terkesan masih ada rasa cemburu di hatinya.
Waktu berlalu begitu cepat, hubungan pertemanan kami sudah berjalan satu bulan lamanya. Terkadang aku senyum-senyum sendiri dan tersipu malu setiap kali mendengar gombalannya, dan candaan-candaan nya via telepon.
Namun, beberapa kali aku menolak untuk diajaknya bertemu. Bahkan melalu video call saja aku tidak pernah mau menerima nya, aku. . . aku belum siap untuk bertemu dengan nya lagi, aku belum siap untuk melihat wajah nya kembali.
" Sayang, apa kau sudah dengar kabar tentang pernikahan kakak mu Rendy??? " Ucap ibu ku di meja makan, mengejutkan ku mendengar nama kak Rendy di sebut setelah sekian lama bertahun-tahun tanpa kabar.
" Apah??? menikah??? kapan bunda??? Fanny belum mendengarnya. Apakah diadakan di luar negeri sana??? kita ikut kan hadir ke luar negeri ??? " tanya ku tanpa henti dan jeda sedikit pun.
Sejujurnya aku sedikit kesal, kak Rendy menghilang begitu saja. Tanpa sedikitpun mengabariku, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tunangan nya pastinya. Mereka benar-benar sepasang kekasih yang sejati. . . bertunangan begitu lama hingga akhirnya mereka menikah.
Aku iri, terkadang. . . aku berpikir jika melihat sepasang kekasih yang menjalin hubungan bertahun-tahun lama nya dengan serius apakah tidak pernah mendapatkan cobaan dan godaan besar seperti ku sebelumnya??? Sehingga mereka bisa dengan santai menjalani nya hingga ke jenjang pernikahan.
" Hey hey, satu persatu dong nak tanya nya Nak. . . bunda jadi bingung mau menjawab yang mana duluan??? "
" Ah. . . eh maaf bunda, Fanny sangat senang dan terkejut mendengarnya "
" Acara pernikahannya diadakan disini, di hotel berbintang milik salah satu keluarga Shishi di indonesia, karena kebetulan keluarga besar kita tidak bisa ikut hadir semua ke luar negeri. Jadi di adakan disini deh, acara nya masih bulan depan sayang. Jadi. . . mulai sekarang kau bisa menyiapkan kado special dan termewah dari sekarang untuk kakak mu itu. Pilih-pilih dulu, sekalian kau harus tampil cantik tentunya. . . " Ucap ibu ku dengan senyuman yang tak biasa melirik ku.
" Iya bener tu kata bunda mu Nak, siapa tau nanti kecantol jodoh dari luar negeri hahahaa " jawab Ayah kemudian meledekku.
" Yeee. . . apaan sih, emang setuju nih kalo Fanny cari jodoh jauh disana??? "
__ADS_1
" Asal seiman kenapa tidak dong. . . " ucap ibu ku tiba-tiba.
" Haish " jawab ku cetus.
Selalu saja, yang di bahas selalu berujung keyakinan lagi. Ibu tidak pernah capek melontarkan kata sindirian demikian untuk ku. Hanya karena kesalahan ku saat bersama Tristan, dan itupun hanya sekali. . . sekali itu saja aku menjalin hubungan dengan lain keyakinan tapi ibu selalu menjadikannya bahan sindiran untuk menasehatiku.
Eh, tunggu sebentar. . . kak Rendy akan mengadakan pesta pernikahan terbesar dan mewah tentunya, itu berarti. . . apakah. . . Kevin juga akan ikut hadir ke indonesia???
Seketika hatiku merasakan sesak yang teramat sakit. Sakit sekali. . .
entah bagaimana jadinya ketika aku harus bertemu dengan nya lagi.
Ah, tapi mungkin dia sudah menemukan tambatan hati yang lebih baik dariku di sisinya. Atau mungkin. . . dia sudah berpacaran dengan wanita yang selalu menelponnya saat di indonesia beberapa tahun yang lalu.
************♥♥♥************
Dua minggu berlalu, aku mengajak Tommy menemaniku berkeliling dari mall ke mall dari toko khusus kado pernikahan sampai toko perhiasan kami telusuri untuk mencari kado yang special untuk pernikahan kak Rendy.
" Aduh Fan. . . kita harus kemana lagi nih??? semua udah kita obrak abrik tapi kau selalu menolak pilihan ku. . . capek ah " Ucap Tommy mengeluh.
" Jadi mulai bosan nih nemenin aku??? " Tanya ku cetus.
" Bukan bosaaan, habisnya. . . kau kebingungan begitu, aku juga bingung tau. Kenapa gak minta ide dengan mantan tunangan mu saja hah, sekalian minta dia menemanimu " ucap Tommy seketika, membuat ku marah. Meski aku tau dia hanya meledekku saja. . .
" Ya udah gih kau pergi saja, aku bisa sendiri. Gak perlu di temani siapapun "
" Eeh eh. . . ya ya ya, sorry tuan puteri. . . aku hanya bercanda, sensitif banget sih. . . lagi berantem ni ye. . . " Kembali Tommy meledekku.
__ADS_1
Yah. . . memang sudah dua minggu ini, Ammar kembali menghilang tanpa ku tau sebabnya apa. Meski aku sekuat tenaga mengabaikannya, tapi jujur aku merasa kehilangan. Aku mulai merindunya lagi. . . tapi, aku bisa apa??? aku sudah tak memiliki hak untuk menuntutnya lebih agar selalu menemani melewati hari-hariku.
" Fan. . . fanny. . . hey. . . "
Suara Tommy membangunkan ku dari lamunan sejenak.
" Ah iya, kenapa??? "
" Hmm. . . mikirin mantan lu ya??? hayooo. . . siapa aja nih, Ammar, Tristan atau Ega??? ahahhahaha "
" Iiih apaan sih, aku. . . aku cuma, sedang bertanya-tanya dalam hati. Sudah dua minggu ini Ammar menghilang lagi tanpa kabar apapun Tommy. Aku. . . aku khawatir dia mengalami hal buruk lagi, atau. . . mungkin dia sakit, atau. . . dia marah pada ku??? karena aku selalu menolak ajakannya yang selalu ingin bertemu dengan ku diam-diam "
" Kau benar-benar khawatir atau hanya rindu padanya hah??? " tanya Tommy dengan tegas. Membuatku tertegun menoleh ke arahnya. . .
" Aku. . . hanya. . . khaw. . .watir. . . saja. . . " jawab ku dengan suara lirih.
" Ya ya ya, aku percaya. Tapi aku harap kau tidak mulai goyah Fanny, dengan kembalinya hubungan kalian sebagai teman. . . aku takut kau mulai jatuh cinta lagi padanya. . . yaaaa meski itu wajar sih, manusiawi jika kita bisa kembali jatuh hati pada mantan saat memutuskan untuk kembali berteman. Tapi. . . itu. . . terkesan bodoh. Kau sudah sangat tersakiti bukan??? "
" Kau. . . kau tenang saja, aku. . . aku tidak akan seperti yang kau takutkan Tommy. Tapi. . . jangan memintaku untuk berjanji kali ini. Hanya saja, kau harus terus mengingatkan ku akan hal ini "
" Fan. . . apa kau sungguh tidak akan jatuh hati pada nya??? aku. . . aku tidak bisa berkata apa-apa lagi jika nantinya kau akan kembali di kecewakan atau tersakiti oleh lelaki macam Ammar " Ucap Tommy menatap mata ku dengan tajam.
Ku palingkan wajah ku dari tatapan nya itu, ku yakin dia sudah membaca isi hati ku dari sorotan mata ku kali ini. . .
Aaaarght. . . ada apa dengan ku??? kenapa aku kembali berharap lebih akan kehadiran Ammar???
Ini membuatku kesal.
__ADS_1
Namun, jika nyatanya kali ini Ammar akan kembali mengecewakan atau menyakitiku. . . aku. . . aku tidak tau lagi bagaimana akan menata hatiku kembali. Mungkin. . . aku. . . sebaiknya pergi saja dari dunia ini.
❤ Hai readers ku yang setia, Adakah yang masih setia menunggu kehadiran Kevin??? dan bagaimana kabar kalian??? semoga sehat selalu dan tetap setia menanti karya ku up setiap hari nya. Jangan lupa tekan like nya selalu ya, ayo dooong di vote juga. . . pliss. . . agar terus semangat menulisnya ❤