
Aku masih terdiam duduk berdua dengan Kevin di kamar hotel yang dia tempati kini, aku tidak berani banyak bicara. Dia pun terdiam meski sesekali dia melirik ku dengan senyuman yang membuatku canggung.
Ini sudah hampir satu jam aku tidak berani bergerak sedikit pun, ingin beranjak pergi namun. . . apa daya, sekujur tubuhku kaku. Yang semulai tadi aku merasa kedinginan tapi detik ini berubah memanas, keringat mulai menghiasi kening ku.
" Fanny. . . "
" Ya ? " jawab ku dengan cepat.
" Hahaha ada apa dengan mu??? kenapa seolah tertekan begitu??? " tanya nya dengan menertawaiku.
" Tidaak. . . aku hanya, aku. . . aku canggung sedikit "
" Sungguh??? wah. . . aku tersanjung "
" Apa??? tersanjung apanya??? " jawab ku cetus.
" yaaa tersanjung, itu artinya. . . aku masih memiliki ruang di hatimu "
" Cih. . . GR kau. Gak lucu tau gak??? "
Dia tersenyum sangat manis pada ku. Aku tau, semulai tadi candaan nya hanya lah semata untuk menghibur ku. Mungkin kah dia sudah membaca raut wajah ku detik ini???
" Fanny, katakan padaku. . . apa kau sudah bahagia dengan Ammar??? bagaimana kabar mu dan juga. . . Ammar??? "
Oh tuhan, apa yang harus ku jawab. Bagaimana aku akan menjelaskan semua yang sudah ku alami sejauh ini. . . bagaimana aku akan menyembunyikan rasa malu ku di hadapannya setelah ini???
" Fanny. . . kau baik-baik saja kan??? " Tanya nya sekali lagi.
" aku. . . aku baik-baik saja Kevin, dan Ammar. . . ammar. . . dia. . . sudah sedang melangsungkan acara pertunangan nya juga malam ini "
Jawab ku terbata-bata, mendengar ucapan ku ini Kevin kembali terdiam sesaat. Walau begitu, bahkan aku tidak berani melihat bagaimana ekspresinya saat ini. Mungkin kah ia sedih atau malah menyeringai merasa menang hati.
" Jadi itu yang membuatmu menangis dan terus berteriak diluar tadi??? " Tanya nya kemudian.
Aku terdiam, terdiam menahan diri untuk tidak kembali terjatuh lagi air mata ku.
" Ceritakan padaku bagaima selama ini kau menjalani hidupmu Fanny. . . ceritakan semuanya pada ku. . . "
" Untuk apa lagi Kevin??? semua sudah berlalu. aku tak ingin mengingatnya lagi "
__ADS_1
" Apa kau masih menganggapku teman Fanny??? "
Seketika aku menoleh nya, menatap wajah nya yang begitu banyak tersimpan pertanyaan untuk ku. . . Lagi dan lagi, tangisku pecah ketika tatapan mata kami bertemu.
Tanpa sadar aku meluapkan segalanya yang sudah terjadi padaku, tak satupun yang terlewatkan. Aku tak peduli lagi jikalau setelah ini dia akan jijik ataupun akan menjauhi ku.
Oh my God, betapa ini sangat memalukan. Pada akhirnya aku sungguh menceritakan semuanya padanya. Hingga bagaimana aku dan Ammar kembali berhubungan atas dasar pertemanan meski itu bohong dan berujung aku kembali terkhianati. Kevin hanya terdiam menatap ku dengan tatapan pilu, aku yakin di hatinya saat ini sedang menertawan ku bukan???
" Sekarang, aku sudah bukan lagi wanita baik. aku tidak pantas dicintai oleh siapapun, aku sudah hancur, aku hina, aku sudah tidak suci lagi Kevin, Ammar telah merenggut semua nya dari ku. . . Tapi ini bukan salah nya, aku lah yang salah. aku begitu bodoh mencintai lelaki brengsek seperti dia "
Aaaaaaaarght. . . aku terus saja menangis tanpa henti, ku luapkan amarah, sakit, benci, dan kekecewaan ku yang sudah membaur jadi satu.
Kau tau, betapa aku sangat ingin mengakhiri hidup ku saja lagi. Mengingat semua foto pertunangan Ammar tadi. Dia tersenyum bahagia disitu menatap wanitanya. . . semakin ku sadari bahwa aku sungguh wanita lemah sehingga dengan mudahnya aku di bodohi dengan nya lagi dan lagi.
Entah apa yang di pikirkan Kevin melihat ku terus saja menangis sedu sedan, di tarik nya tubuhku kembali dalam dekapan nya. Di peluk nya tubuh ku dengan erat, aku semakin menangis tanpa henti hingga rasanya suara ku mulai habis dan sesak di dada.
" Tenang lah Fanny, tenanglah. . . maafkan aku, maafkan aku sudah meninggalkan mu sendirian Fanny. Aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi sedetik pun " ucap nya di telingaku sembari mengelus lembut kepala dan rambutku.
" Kevin, aku sudah tidak pantas kau pedulikan lagi. Aku tidak pantas kau perhatikan, aku hanya wanita bodoh dan kotor. Jangan membuatku semakin malu berada di dekat mu "
Perlahan Kevin melepas pelukannya dari ku, di pegangnya kedua pipi ku ini dan di tengadahkan untuk menatap wajah mya.
Aku memberanikan diri menatap mata nya. Dia pun menatap ku dengan mata berkaca-kaca, ini membuatku semakin sesak di dada.
Andai kala itu aku lebih memilihmu Kevin, aku tidak akan sehancur ini pastinya. Aku akan selalu kau buat bahagia. . . iya kan???
" Ada aku disini, setelah ini aku tidak akan pernah membuatmu menjatuhkan air mata lagi. Aku tidak akan berjanji, tapi aku akan berusaha "
" Tidak Kevin, kau. . . kini. . . milik Violet "
Jawab ku singkat dengan memalingkan wajah ku dari tatapannya.
" Apa kau cemburu??? "
" Kau meledekku ??? " Jawab ku lagi dengan kesal.
" Lalu kenapa kau terus menyebut ku milik violet??? apa kau sungguh ingin aku menikah dengan nya dan melupakan mu??? "
" Aku. . . " ucapan ku terhenti dengan kembali menatapnya tajam.
__ADS_1
Lagi-lagi dia tersenyum mengusap lembut sisa air mata ku di pipi.
" Violet. . . dia. . . dia memang wanita yang sangat baik dan sabar serta rela menantiku demi cinta nya. Akan tetapi. . . hati tidak bisa di paksakan Fanny " jawab nya serius.
" Lalu, apakah di hatimu sudah ada wanita lain??? " tanya ku mulai penasaran.
Sesaat dia terdiam, kemudian tersenyum menyentil keningku dengan pelan.
" sudah lah. . . ayo kita temui Rendy dan Shishi setelah ini. Tapi bersihkan dulu wajah mu itu " Ucap nya sembari berdiri menjauhiku.
" Kevin. . . "
" Hmm??? kenapa lagi Fanny??? "
" Kau belum menjawab nya, apakah di hatimu sudah ada wanita lain saat ini??? "
" hahaha. . . apa kau sungguh ingin tahu???? " Jawab nya meledekku. Aku jadi semakin kesal dia membuatku penasaran begitu.
" Terserah kau saja, aku malas. Apa susahnya kau menjawab jujur pada ku jika pun sudah ada " Jawab ku menggerutu dan berdiri melangkah melewatinya.
Dengan cepat dia menarik tangan ku dari belakang, ketika aku hendak menuju kamar mandi.
Aku menolehnya dengan tatapan marah. . . meski tak sepatutnya ini membuatku marah bukan???
Tapi ini tidak adil, aku sudah menceritakan semua kisah ku tanpa terlewatkan sedikit pun. Tapi dia. . . dia malah merahasiakan kisah nya dari ku, huh. . .
" Hatiku. . . sudah menjadi milik orang lain " jawab nya dengan lirih menatapku dengan lekat.
Degh !!!
Sudah ku duga, kau pasti sudah mencintai wanita lain Kevin. Ah. . . betapa beruntungnya wanita itu, semoga kau bahagia selamanya setelah ini. . . aku. . . aku turut berbahagia. Meski entah kenapa di hati ini masih terasa ada bekas luka yang menyibak jantung ku hingga terasa memanas di sekujur tubuh ku.
" Dia sangat beruntung mendapatkan lelaki baik seperti mu Kevin " Jawab ku dengan suara serak.
" Yah. . . semoga kali ini "
Kemudian perlahan aku melepaskan genggaman nya di tangan ku, dan melangkah pergi menuju kamar mandi. Tadinya aku berniat membasuh muka ku karena terlalu kucel setelah menangis berjam-jam. Namun, aku tetap kembali menangis mendengar ucapan dan sikap Kevin yang masih peduli terhadapku. Meski kini di hatinya. . . sudah ada orang lain.
Semoga kau bahagia selalu Kevin. . .
__ADS_1