
Di tengah kebingunganku mendapati segala ungkapan Kevin akan perasaannya kembali, terdengar suara dari seseorang yang memberikan sambutan tanda acara pertunangan kak Rendy dan Shishi di mulai.
Kesempatan untuk kabur, pikirku !!!
" Kak, acara pertunangan sudah dimulai. Ayo kita kesana untuk menyaksikan kak Rendy dan kak Shishi tukar cincin. Ini adalah moment yang sangat Fanny tunggu " Ajak ku mengalihkan pembicaraan.
Kevin tampak lesu. . .
" Fanny, tidak bisakah menjawab nya langsung??? "
Astaga, dia masih menahan ku begini. . . Bagaimana ini??? apa yang harus ku jawab. . .
" Kak, pliss. . . ini bukan saat yang tepat. Ini acara resmi kak Rendy, bukan acara kita. . . " Jawab ku mulai kesal.
Kevin menarik tangan ku, menggenggamnya dengan erat. Tanpa peduli ada banyak mata sekeliling melihat kami. . .
Ku tepis tangannya dengan kasar.
" Kak, apa kau gila. Bagaimana jika nanti semua keluarga melihat sikap mu ini "
" Maafin kak Kevin Fanny, sungguh kakak tidak bermaksud demikian. Maaf. . . kakak tidak akan begini lagi "
Ada kesedihan dan rasa bersalah di wajahnya. Aaah. . . Aku jadi merasa bersalah, apakah barusan aku sangat kasar. . .???
" Kak, apa kau sadar. . . jika kau terus memaksa ku demikian, bukankah sama saja kau memintaku untuk selingkuh dari Ammar. . . dan membuatmu jadi orang yang ke dua. Jangan gila. . . "
" Gapapa, kak Kevin akan terima jika harus jadi yang kedua " ucapnya dengan lantang tanpa berpikir panjang.
So what??? Gila gak sih. . . selama ini aku masih belum pernah menduakan seorang lelaki dalam hubungan berpacaran. Bagaimanapun aku tersakiti, aku bukan type wanita seperti itu.
Tapi saat ini kau sudah terlalu di sakiti oleh Ammar Fanny, Ammar lebih memilih untuk membela Abel yang mungkin saat ini mereka juga sedang bersama. Kau tidak tau hal itu kan. . . coba ingat lagi bagaimana Ammar yang selalu membela Abel sedemikian pedulinya, lalu bagaimana jika mereka ada hubungan special yang tidak kau ketahui adanya???
Oh my God. Pikiran jahat sedang memanfaatkan ku detik ini, meracuni pikiran ku. . . ayo Fanny, jangan goyah. Kau tidak boleh menduakan Ammar, jangan menjadikan Kevin alat untuk menyakiti Ammar. . . Jangan. . . tidak boleh. . . !!!
Kembali terdengar suara aba-aba bahwa tukar cincin akan segera di langsungkan.
Aku tidak boleh melewati moment indah ini. . . tapi. . . aaaaarght Kevin masih menahan ku dengan wajah nya yang membuatku jadi susah untuk bergerak melewatinya.
" Kak, ayo lah tukar cincin sudah akan berlangsung. Bisakah kau mengijinkan ku pergi. . . atau. . . mari kita bersama menyaksikan moment indah kak Rendy malam ini "
Hah. . . aku masih berusaha merayunya, untuk mengalihkan penahanannya itu.
" Baiklah. . . aku tidak akan memaksa lagi, sepertinya aku memang sudah terlalu memaksakan kehendakmu, aku tidak akan memaksamu lagi Fanny. . . semoga kau selalu bahagia dengan Ammar, tunangan mu ".
__ADS_1
Kevin tetap tersenyum lembut menatapku meski ku tau ucapannya itu. . . adalah ungkapan dari rasa sakitnya. Sakit atas penolakanku yang kedua kalinya. . .
Kemudian aku mengikutinya dari belakang, setengah berlari untuk menyaksikan acara tukar cincin dari pertunangan kak Rendy malam ini.
Aaah. . . betapa aku ikut bahagia menyaksikan kak Rendy dan kak Shishi sah sebagai tunangan. Mereka saling melempar senyuman bahagia, saling memandang, kemudian kak Rendy tak tanggung-tanggung mengecup mesra kening wanita yang di cintainya itu.
Semua bersorak bahagia menyaksikannya. . . begitupun aku yang kemudian tersadar Kevin masih memandangku dengan tatapan sendu.
Oh tuhan, bagaimana aku akan menghadapinya kembali setelah ini. . .???
*********♡-♡*********
Akhirnya acara selesai dengan lancar pertunangan kak Rendy dan Shishi. Lelah ku tak tertahan, aku sangat mengantuk. . .
Sementara ayah dan ibu masih asyik berbincang dengan semua keluarga termasuk kedua orang tua Kevin.
" Fanny, sini. . . panggil kak Shishi melihatku sedang berdiri menegak segelas minuman "
Aku mengangguk kemudian melangkah menghampirinya. . .
" Mom, Dad. . . this is Fanny " ucap kak Shishi pada kedua orang tuanya.
Glek !!! aku berusaha menelan ludah dengan paksa. Kak shishi ini, kenapa mendadak mengenalkanku pada kedua orang tuanya??? Orang tua kak Shishi orng tua Kevin juga??? Uuuuuft. . .
" Oh ya??? jadi ini yang bernama Fanny??? Manis. . . cantik. . . " Sapa ibu nya Kevin sembari senyum hangat padaku.
" Ha. . . halo tante, halo Om. . . saya Fanny " Sapaku dengan kikuk.
" apa kau sudah punya pacar Nak??? " Tanya ayah Kevin.
" Eh. . . ah . . . Fanny, Fanny sudah punya tunangan Om " Duuuuuh. . . jawaban ku ini bener gak ya??? uuugh. . . aku jadi gak enak jawabnya di depan Kevin. Salah gak sih aku ini???
" Wah, sayang sekali. . . kalau saja tidak, sudah kami jadikan mantu untuk Kevin. . . iya kan Vin. . . Hahahah " Ucap ayah Kevin lagi yang di susul tawa oleh yang lainnya.
Deg deg deg. . . ya ampuuuunnn. . . kenapa makin begini alurnya, uuuught. . . Fanny, tahanlah. . . jangan sampai pingsan.
Suhu tubuhku sudah kian semakin meningkat, panas dingin.
" Sudah sudah. . . jika pun akan berjodoh semua pasti ada jalan, iya kan. . . " Susul ibu menambahkan. . .
what??? bundaaaaaaa. . . aaaaaaaaaaarght kenapa jadi berharap begitu ih, sama aja dong ngarep berjodoh.
Ku lihat wajah Kevin kini semakin sumringah menatap ku. . .
__ADS_1
Sudah 1 jam lamanya aku duduk di tengah mereka untuk mendengarkan dengan santai obrolan mereka, padahal aku sudah sangat lelah dan mengantuk.
Bagaimana caranya untuk keluar dari obrolan yang membosankan ini, pikirku. . .
Di tengah serius nya obrolan mereka yang tengah asyik aku mencoba kabur dari obrolan ini. Aku menuju teras depan rumah kak Rendy. . .
Aku meregangkan tubuhku yang ku rasa sudah sangat kaku, ku dengar langkah kaki seseorang menghampiriku. . .
" Kau sangat lelah. . . istirahat lah dulu di kamar Rendy atau. . . kau mau duduk santai dulu disini??? " Kevin lagi-lagi menghampiriku.
" Fanny disini aja deh Kak, bosen banget di dalam " Ucap ku yang kemudian duduk santai di kursi yang sudah tersedia di teras.
" Fan. . . maafin kak Kevin ya, soal tadi. . . kak Kevin jadi malu padamu "
" Gapapa kok, Fanny juga minta maaf soal tadi jika sempat kasar pada kakak " Jawab ku dengan senyuman, ku coba menatap wajahnya sejenak. . .
Kesedihan dan rasa bersalah itu, mencuat lagi dari ekspresi wajahnya membalas tatapan mataku. . .
Ayo lah Fanny, kau terima saja ajakannya untuk menjadikan dia yang kedua. . . gak ada salahnya kau mencoba dulu, menjalani hubungan dengan nya sementara jauh dari Ammar. . . apa kau lupa. . . saat ini Ammar sudah mengabaikan mu lagi, dan itu hanya karena abel. . . demi abel. . . teman wanita nya. . .
Kembali pikiran jahat ini terdengar begitu saja di kedua telingaku. . . apakah ini dorongan dari hatiku???
Hey. . . jangan gila. . . ayolah. . .
Aku memejamkan mataku berusaha menahan suatu dorongan yang terus memaksaku untuk menerima tawarannya. . . menjadikan Kevin sebagai selingkuhanku.
Drrrt drrrt drrrrt. . . . .
Ponsel ku bergetar di dalam tas mini yang ku gandeng semulai tadi. . .
Aku meraihnya dan membaca isi pesan singkat dari nomor baru. . .
Hai bayi kecil, Ammar sedang berada di kost ku malam ini. . . Apa kalian belum baikan??? Dia terlihat murung dan mudah marah semulai tadi, pacarku Andi sedang menghiburnya saat ini. Tolong dong suruh dia pergi dulu, aku jadi terganggu bermesraan dengan Andi.
( A B E L )
Jleb !!! Hatiku bagai tertusuk keris tajam. Perih. . . sangat perih. . . aku ingin marah mengetahui Ammar kembali berada di kost Abel. Ini membuatku cemburu, mengingat dia. . . mengabaikan pesan singkat yang ku kirim tadi. Tapi malah. . . dia pergi ke kost Abel saat ini. Lalu mau sampai kapan dia selalu menjadikan kost Abel tempat pelarian dia yang ternyaman. . .???
Tapi. . . jika aku memaksa menelpon Ammar detik ini juga, Kevin akan semakin menjadi. . . jika mengetahui aku dan Ammar sedang ada masalah dalam hubungan kami. . . aku takut Kevin akan berpikir ini kesempatan bagus untuknya.
Oh astaga. . . kenapa aku begitu buruk menilai Kevin saat ini??? Dia bukan orang yang sedemikian buruknya. . .
Aaaaarght. . . aku binguuuuuung. . . kasih aku petunjuk Tuhan, bagaimana aku segera mengatasi semuanya. . . pikiranku mendadak buntu begini.
__ADS_1