
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Kami memutuskan untuk melepas lelah di sebuah restoran terdekat. Aku sungguh lelah, lapar dan haus. meski tak perlu waktu yang lama untuk untuk mencarikan pakaian yang pas dan cocok di tubuh Kevin, tapi aku yang selalu lebih semangat memilih ini itu model begini dan begitu.
Aah aku seperti mendandani suami ku saja, ini membuatku tertawa geli dalam hati. Tanpa sadar aku terus menatap wajah nya dengan senyum-senyum sendiri, sembari menunggu makanan dan minuman yang kami pesan datang.
" Fanny. . . "
" Iya. . . " jawab ku masih dengan senyuman memandang wajah nya.
" Kenapa kau terus menatap wajah ku dengan senyuman begitu??? "
Mendengar pertanyaan Kevin tersebut, seketika aku menyadarkan diri akan sikap ku ini. Oh ya ampun, aku sudah gila. Kenapa aku terus menatap wajah Kevin begini. . .???
" Ehm, aku. . . aaah. . . aku. . . apaan sih siapa juga yang menatap mu??? " Jawab ku kikuk.
" Hahaha. . . lagi pula tak apa, jika kau ingin menghabiskan waktumu untuk terus memandangi ku. Itu membuatku sangat bahagia Fanny "
Mendengarnya berkata demikian semakin membuatku malu. . . hingga mungkin wajah ku sudah memerah.
Dan akhirnya, seorang pelayan membawakan hidangan pesanan kami. Aku sedikit tertolong. . .
Kemudian aku langsung mencicipi segala makanan dan minuman yang sudah tertata rapi di atas meja tanpa menunggu aba-aba lagi. Aku tidak peduli dengan keberadaan Kevin di hadapan ku saat ini, aku sungguh sudah sangat lapar dan haus.
Satu jam berlalu, aku dan Kevin sudah mengisi perut kami yang kosong semulai tadi. Lalu kami berniat pergi lagi, tapi Kevin menghentikan langkah ku sebelum keluar dari restoran.
" Fanny, tunggu sebentar "
" Hemm??? ada apa Vin??? " Jawab ku menoleh nya.
" setelah ini. . . temani aku berjalan-jalan di taman "
Aku terdiam sesaat. lalu tersenyum padanya lagi. . .
" Baik lah. Ayo kita ke taman, aku akan mengajak mu ke taman yang paling di minati oleh orang-orang di kota ini " jawab ku antusias.
Kevin dengan semangat mengiyakan nya. . .
Dalam waktu setengah jam kami sudah tiba di taman, aku keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan Kevin.
Hah. . . suasana taman ini masih tetap sama, saat ini aku pernah berjalan disini sendiri kemudian tanpa sengaja bertemu dengan Tristan yang pada saat itu. . . hubungan ku dengan Ammar sedang kacau balau.
Mungkin berawal dari sini juga hati ku dengan Tristan mulai jatuh cinta. Ah. . . bagaimana kabarnya saat ini? ini sudah sangat lama bukan???
" Tempat ini, sangat cocok untuk membawa pasangan kemari. Wah. . . pasti akan sangat lebih indah lagi " ucap Kevin dengan tiba-tiba di sebelah ku.
__ADS_1
" Hmm. . . tidak juga, ini taman juga kadang jadi tempat picnic keluarga saat hari libur. Mereka membawa anak-anak mereka bersantai dan menikmati udara disini, lalu para orang tua mereka akan tersenyum bahagia memandangi tingkah lucu anak-anak mereka ". Jelasku dengan pandangan luris ke depan.
Sejenak aku terdiam, kemana perginya pikiran ku ini???
" Fanny, maukah untuk di tahun berikutnya kau tetap mengajakku kesini bersama anak-anak kita??? "
Degh !!!
Seketika aku menoleh nya di samping ku dengan terperangah, hingga kedua alisku menjadi satu.
" Hmm. . . ??? kau tidak mau??? " tanya nya lagi.
Kevin. . . entah ini sudah keberapa kali kau selalu menggodaku begitu. Apa kau sedang menguji hatiku saat ini Kevin? atau kau akan balas dendam dengan menjadikan ku orang ketiga antara kau dan wanita yang telah menempati ruang hatimu saat ini.
" Kau. . . berhenti menggoda ku " jawab ku cetus lalu berjalan melewatinya lagi.
" Lagi-lagi aku di tolak, ya ya tak apa. Aku sudah biasa "
Aku menoleh nya ketika aku mendengarnya berbicara demikian. Dia tersenyum nyengir pada ku. . .
Ku lihat sekeliling hanya ada beberapa orang saja di sekitar kami itu pun lumayan agak jauh, Kemudian ku hampiri dia untuk lebih dekat dengan ku.
" Vin, apa kau sengaja selalu menggoda ku??? apa kau sengaja ingin membuatku goyah??? atau. . . apakah kau sengaja ingin balas dendam padaku karena dulu aku menjadikan mu selingkuhan ku dari hubungan ku dengan Ammar ??? Kau bilang hatimu sudah milik wanita lain bukan? tapi kenapa kau terus saja menggoda ku dengan rayuan-rayuan gombal yang seolah-olah kau memberikan ku harapan. Tapi maaf, aku. . . aku tidak akan pernah lagi tertipu dengan rayuan laki-laki lagi. Ingat itu, aku. . . aku tidak ingin menjadi sosok Fanny yang lemah dan bodoh seperti dulu lagi. Cukup aku hanya ingin melewati hari ku sendiri sampai waktu nya tiba Tuhan mempertemukan ku drngan lelaki yang bersungguh-sungguh tulus menerima ku, mungkin disitu aku akan bersedia menikah dengannya langsung. Bukan lagi dalam hal berpacaran "
" Sudah selesai ngomel nya??? Kalau masih ingin memberikan ku omelan aku akan bersedia mendengarnya dengan senang hati. . . " ucap nya kemudian.
Sumpah, dia tetap Kevin yang ku kenal. Selalu tenang, diam tanpa perlawanan dan tersenyum melihatku ketika sedang marah-marah atau mengomelinya begini. Oh tuhan. . . tolong, jangan membuatku kembali jatuh hati pada nya. Dia sangat baik, bahkan terlalu baik untuk ku yang sudah. . . hancur di masa lalu.
" Kenapa Kevin, kenapa kau selalu saja hanya diam ketika aku ngomel atau marah-marah tanpa sebab pada mu, bahkan kau menunggu ku selesai berbicara meski kau berhak melawan pembicaraan ku " jawab ku dengan suara melemah.
Kau tau, dia selalu melempar senyumnya dahulu sebelum akhirnya dia angkat bicara pada ku.
" kau semakin cantik ketika ngomel seperti tadi, dan kau semakin imut ketika sedang marah "
Ya ampun tuhaaaan. . . boleh kah aku egois kali ini???
" Kevin. . . "
" Ya. . .??? " Dengan lembut dia menjawab panggilan ku.
" Apa wanita yang sudah memiliki hatimu tinggal di luar negeri??? jika iya, kembali lah secepat mungkin. Dia pasti sangat mengharapkan mu "
" Dia disini Fanny " jawab nya mengejutkan ku.
__ADS_1
" Disini??? di taman ini??? dimana??? pantas saja kau mengajak ku ke taman, jika begitu temuilah dia. Sebelum dia lama menantimu, tak apa aku bisa sendiri disini. Nanti saat pulang aku juga bisa memanggil taxi ". Jawab ku dengan lirih.
Jujur, dalam hatiku terasa perih. Entah kenapa aku merasa sedih ketika dia bilang wanita itu ada disini. . .
Seketika aku menundukkan wajah ku dari tatapan matanya. Aku tidak ingin dia terus menatap ku dan menelusuri kemudian membaca hatiku seperti dahulu yang selalu ia lakukan.
Dia masih terdiam tanpa kata di hadapan ku. Ini membuatku canggung. . .
" Eh baik lah, kalau begitu. . . aku saja yang akan pergi duluan " jawab ku kemudian memutar tubuh ku untuk pergi dari nya.
Dan betapa terkejutnya aku, Kevin menarik tangan ku untuk menghentikan langkah ku.
Apa lagi yang dia inginkan kali ini??? pikir ku dalam hati.
Aku memutar tubuh ku lagi dengan wajah yang tetap menunduk.
" Fanny, lihat aku " Pinta nya dengan lembut.
" Bicara saja jika kau masih ingin bantuan ku " jawab ku.
" Fanny, lihat aku plis. . . " pinta nya sekali lagi.
Dengan perlahan aku menatap wajah nya yang kini mulai serius, aku tidak tau apa yang membuatnya berubah ekspresi demikian.
" Apa kau begitu bodohnya Fanny??? atau kau sedang pura-pura??? atau kau malah sedang ingin menguji ku lagi??? hah??? " tanya nya pada ku.
" Aku. . . aku tidak mengerti maksud mu "
" Apa masih belum jelas dari sikap dan bahasaku yang secara terang-terangan aku melontarkannya pada mu??? Kenapa kau begitu tidak peka terhadap perasaan ini Fanny??? "
" Vin, aku. . . "
" Kau tau, wanita itu adalah kau. Kau Fanny. . . !!! "
Dug. . . dug dug dug dug dug. . .
Aaaaaaaaaaarght. . . jantung ku mau meledak rasanya mendengar ucapan itu.
Apa ini Tuhan??? kenapa??? kenapa begitu cepat??? apa dia hanya mengerjaiku??? atau dia hanya ingin menggodaku saja? atau. . . apa, apakah ini semua???
" Maaf jika ini terlalu cepat. Tapi aku tidak ingin kehilangan mu lagi, cukup sudah kau membuatku gila karena terus menunggu Tuhan memberikan kesempatan untuk ku bertemu kembali dengan mu, seperti saat ini. Kau kembali berdiri di hadapan ku secara nyata Fanny "
Hah, rasanya aku tak mampu lagi berbicara. sekujur tubuh ku kaku, sementara detak jantung ku terus melaju dengan cepat.
__ADS_1
" Fanny. . . kenapa kau diam??? apa kali ini kau kembali berpikir aku hanya menggoda mu? aku merayu mu?atau apa lagi Fanny??? "