
Tiba waktu malam. Malam yang mungkin akan terasa lebih panjang dan lama ku rasa, mengingat malam ini hingga malam esok aku akan berada dalam 1 atap bersama Abel. Wanita yang pernah ku cemburui dengan segala kekesalan ku yang tidak pernah bisa hilang sampai detik ini.
Sementara Ammar sudah sampai di kota A, dia menelpon ku bukan hanya untuk mengabari bahwa ia sudah sampai. Melainkan. . . mengabari ku hanya karena menanyai apa abel sudah tiba dirumah ku, dan mengingatkan kembali tentang ini itu banyak macam mengenai diri Abel yang terkesan Ammar sangat takut Abel terluka sedikitpun.
Sekuat tenaga aku menahan kembali amarah ku, hanya tidak ingin dilihat Abel jika aku memang tidak menyukainya. Akan semakin membuatnya bangga dong jika mengetahui aku memiliki rasa cemburu yang begitu besar padanya.
Aku masih duduk santai di teras depan dengan memain-mainkan ponsel ku. Sembari menanti Abel dengan Andi, aku membuka gallery foto di ponsel ku. Ternyata begitu banyak foto-foto mesra ku yang hampir semua isinya bersama Ammar saja.
Ku slide satu persatu hingga muncul foto ku dengan Kevin saat di pantai kami saling berkejaran. Foto ini sengaja di ambil oleh kak Rendy tanpa kesadaran kami sore itu. . .
Hah. . . tiba-tiba saja, aku merindukannya kembali hadir disini. sifat dewasanya itu. . . sikapnya yang selalu tenang, humor, dan tutur lembutnya, membuat siapapun akan betah berada di sisinya. Tapi. . . ah sudah lah, semua sudah berlalu. ini keputusan ku, dia terlalu baik untuk ku, semoga kelak dia akan mendapatkan seorang wanita yang lebih dari ku. Yang memang pantas bersanding dengannya. . .
" Malam kak Fanny " Terdengar suara Andi yang mengejutkan ku. Ah, lagi-lagi aku melamun gak jelas.
Ku lihat Andi menurunkan tubuh Abel dari punggungnya, yang sedaritadi dia menggendong Abel tanpa ku sadari. Gila beneran gak sih ni cewek, jalan kesini aja kudu di gendong ma Andi. Astaga. . .
Aku semakin kesal dibuatnya !!!
" Maaf ya kak, kalo kita baru kesini. Soalnya tadi. . . masih. . . "
" ya gapapa kok, kakak ngerti. Kalo kalian masih pengen berduaan ya lanjut aja dulu. Kakak tungguin di dalam aja ya, oiya Abel. . . bunda ku udah nyiapin kamar buat mu di bawah nanti aku tunjukin ya " ucap ku tanpa basa basi lagi.
" Mmm. . . Fanny, bisa gak kita satu kamar aja??? aku takut tidur sendirian di kamar yang baru aku tempati "
Hellooow. . . udah numpang, di kasih kamar enak sendirian biar leluasa malah minta satu kamar bareng aku??? cih. . . dasar manja !!!
" kak. . . Abel emang penakut. Gapapa ya kak, biarkan dia tidur di kamar kakak saja " Ucap Andi dengan wajah melas.
Iiih apaan sih ni anak pake pasang wajah melas segala, udah tau aku gak tegaan. tapi kan gak gini juga, uuuugh. . . ngalah lagi kan gue. . .
__ADS_1
" ya ya ya, kamu tenang aja Andi. Pacar lu aman kakak jagain kok " jawaban ku ini sepertinya cukup memuaskan sehingga membuat Andi meraih tangan ku dan menciumnya layaknya seorang anak hendak pergi sekolah cium tangan ibu minta uang saku. Haih. . .
Tak lama kemudian, Andi mengecup mesra Abel di hadapan ku. Dan Abel pun membalasnya sedikit liar, aku semakin ilfil menyaksikannya.
Tinggallah kini hanya aku dan Abel saja, tanpa rasa canggung setelah aku melihat nya berciuman mesra dengan Andi, Abel mengajak ku masuk ke dalam.
Ku hempaskan nafasku yang sudah tertahan dari tarikan nafas panjang ku.
Dan melangkah lebih dulu untuk menuju kamar ku di ruang atas.
Aku mempercepat langkah ku menaiki tangga, Abel mengikuti ku dari belakang sangat lambat. Seperti sedang kelelahan, aku hanya melihatnya tanpa berani bertanya.
Tiba di kamar ku buka pintu perlahan, Abel menyusulku masuk dari belakang.
" Waow. . . ini kamar pribadi mu Fan??? " Tanya Abel berseru. . .
" Eh gak gitu lagi, bahkan ini lebih mewah dari kamar kost ku. By the way ni. . . Ammar udah berapa kali masuk ke kamar mu Fan??? hehe " Tanya nya sembari duduk santai di sofa mini ku.
" Mmh. . . berkali-kali sih, bahkan kami sudah hampir kelewat batas bercumbu di kamar ini " ucap ku sengit. menanggapi pertanyaan abel yang seolah dia mengejekku.
" Oh ya??? berarti kamu udah gak virgin dong. . . gila si Ammar, bisa juga nidurin anak kecil sepertimu " dia menyeringai.
Apa dia lupa sedang dimana malam ini??? jangan mancing emosi ku, nanti ku cincang mulutmu itu tante girang. . .
" Sory ya, sampai saat ini Ammar masih menjaga diri dari kesucian ku. Kami memang sudah melakukan berbagai macam oral seks. Tapi hanya sebatas itu, dan aku. . . aku bukan anak kecil lagi. Jangan selalu memanggilku begitu !!! "
Hah. . . aku mulai marah !!!
" Upz. . . sory sory, aku cuma becanda. Astaga, kau mudah sekali marah ternyata. . . hahaha kau sangat lucu, kau tau. . . sejak awal aku melihatmu bersama Ammar aku sempat tidak menyukaimu. kau begitu nempel dan manja pads Ammar, dan ku lihat Ammar sangat takluk pada mu. Aku sudah sangat lama bersahabat dengan Ammar jadi aku sedikit merasa ketergantungan dengan adanya Ammar di samping ku. Hahaha tapi ya udah lah, aku juga udah punya Andi saat ini di samping ku " Ucap nya dengan santai tanpa berpikir lagi bahwa apa yang di sampaikan padaku saat ini. . . membuatku serasa ingin mencekiknya.
__ADS_1
Oh tuhan. . . sabaaaar. . . sabar Fanny, kamu harus tetap tenang. Dan hanya memandangnya saja, memberinya kesempatan untuk meneruskan ocehannya itu.
" Dan kau tau Fanny, Ammar orang yang sangat baik dan perhatian pada teman-temannya, khususnya aku teman terdekatnya. Hampir setiap hari dia menemani dan membantuku di kost saat aku sendirian dan merasa jenuh apa lagi kalau aku sakit. Makan tidur mandi di kost ku sudah hal biasa bagi Ammar. Kemana-mana aku juga selalu diantar oleh Ammar, sampai-sampai aku dan ammar dikira pacaran. Hahaha lucu kan??? padahal, kami cuma teman dekat saja. Aku juga sudah berapa kali bertemu dengan orang tua Ammar, mereka baik dan ramah. Tapi ku harap kau tidak cemburu pada ku, gak mungkin lah aku ngrebut Ammar dari kamu Fan. . . Andi lebih jago di ranjang daripada Ammar. hahahaha " Dia terus tertawa dengan pandangan seolah sedang membayangkan sosok Ammar dengan Andi dan membandingkan diantara mereka berdua.
Apa kau tau bagaimana aku saat ini??? Kedua kaki ini seperti tak lagi menyentuh bumi, sangat lemas. Aku ingin marah, aku ingin teriak, aku ingin memaki wanita di depan ku ini. Kenapa. . . kenapa dengan gampangnya dia berbicara demikian tentang hubungannya dengan Ammar pada ku, apa dia lupa. . . aku dan Ammar sudah bertunangan. Atau dia sengaja, ingin membuat hati ku hancur. . . benar-benar hancur. . . apakah dia memang masih tak menyukai ku dari awal seperti yang dia katakan tadi???
Ammar. . . Kau BRENGSEK. Ternyata seperti itu hubungan mu dengan Abel selama ini. . . pantas saja kau begitu sangat peduli dan mengenal sosok Abel lebih dari sekedar teman biasa. Andai. . . andai saja kau disini malam ini Ammar, aku sudah pasti langsung membunuhmu dengan tangan ku sendiri.
" Hey, Fanny. kau sedang memikirkan apa bengong begitu??? " suaranya yang cempreng itu mengagetkan ku lagi.
Aku. . . aku sungguh tidak mampu berkata lagi, tapi aku harus. Aku tidak kuat lagi menahan sesak ku, oh tuhan. . . tubuhku seperti mematung saja.
" Apa kau sedang curhat padaku daritadi??? Sepertinya kau lebih mengenal Ammar daripada aku tunangannya " Jawab ku spontan.
" Ah enggak juga kok, aku tau Ammar sangat mencintaimu. Dan. . . jika kau masih bisa mempertahankan kesucian mu ketika bersama Ammar, aku iri. Karena yang aku tau, Ammar sangat mudah terangsang dengan sentuhan wanita. apa lagi yang memiliki payudara montok sepertimu, Hahahaa "
Glek !!! aku menelan ludah ku dengan susah payah. Dia makin jadi saja, aaaaargh wanita sialan. Enyah saja kau dari kamar ku.
Aku hanya bisa menggerutunya dalam hati, memakinya tanpa jeda.
" Sepertinya kau sudah gila dengan belaian Andi. Sampai kau begitu vulgar dalam obrolan seperti ini. apa kau benar-benar mencintainya??? secara kan dia brondong " Tanya ku dengan cetus.
" Iya lah. . . aku cinta mati pada Andi. Dia selalu membuatku ketagihan di atas ranjang. Hahaha. . . ah kau tidak akan memgerti karena kau belum mencobanya dengan Ammar. Tapi aku jamin, Ammar tidak sehebat Andi di ranjang " Dia semakin menggila berbicara soal hubungannya dengan Andi di ranjang.
Oh tuhan, aku bisa gila jika terus menanggapi ocehannya itu. bisakah kau sulap itu mulut nya agar terkunci rapat dengan sendirinya???
❤ Hai readers ku yang setia, adakah yang sudi memberikan karya ku ini Tip??? agar karyaku lebih di gemari lagi, Aku akan sangat berterimakasih atas dukungan kalian, aku suka kalian selalu antusias menanti per episode nya. Atau bagi pengguna Noveltoon kalian bisa vote aku, caranya kalian bisa langsung klik di beranda ya. Makasiiiih ❤
__ADS_1