
Aku dan Ammar masih berdiri di halaman rumabmh ku.
Dengan perasaan penuh amarah aku menatap wajah Ammar yang masih berdiri di hadapan ku dengan tatapannya yang masih tajam.
" Untuk apa lagi kau datang kemari Ammar??? " Tanya ku cetus.
" Kenapa??? apa kau kali ini merasa takut karena ketahuan sedang berjalan bersama cowok lain, sedangkan statusmu masih pacarku. apa ini bida dibilang kau selingkuh dariku??? "
" Tutup mulutmu Ammar "
" Kau. . . kau bahkan sudah mulai berani berkata kasar padaku hanya demi cowok itu " Dengan tegas Ammar menaikkan nada suaranya.
" Apa kau benar-benar marah kali ini Ammar??? Apa kau merasakan sakit hati mendengarku secara langsung lebih membela dan melindungi kak Kevin??? "
" Pertanyaan apa yang lempar padaku ini Fanny, jelas aku sangat tidak terima. Kau pacar ku. . . sampai kapan pun kau akan tetap menjadi milikku ".
" Lalu apa kau pernah bertanya bagaimana perasaanku ketika kau lebih membela dan mengutamakan posisi Abel daripada aku pacar mu??? " Ucap ku dengan tegas.
" Abel Abel dan selalu Abel yang kau jadikan alasan berbuat ini padaku Fanny, aku dan Abel hanya teman. Kami teman satu kampus. . . " Kali ini Ammar kembali berekspresi marah pada ku.
" Ah sudah lah Ammar, jika kedatangan mu kemari masih belum bisa memahami hatiku lebih baik kau kembali saja ke kota mu, percuma kedatanganmu malam ini jika hanya semakin membuat hatiku hancur oleh sifat mu yang tetap mengistimewakan Abel di hatimu "
Lama terdiam tanpa kata, ku lihat Ammar mulai melemah dan bersuara pelan padaku.
" Fanny. . . Apa kau benar-benar akan terus begini??? Malam ini harusnya menjadi malam yang indah bagi hubungan kita, merayakan hari jadi kita yang tanpa kita sadari sudah berjalan satu tahun lamanya, apa kau sadar itu Fanny??? " ucap Ammar dengan sangat lembut kali ini.
Aku memandang wajahnya yang mulai tampak lesu itu, mulai timbul lagi perasaan mudah luluh ku.
Aku terdiam sesaat. . . betapa aku sangat merindukan sosok lembut dan dewasa dari lelaki di hadapan ku ini, sama seperti awal kita memulai hubungan. Tapi malam ini. . . dia begitu kasar, membuatku benar-benar takut berada di dekatnya lagi.
" Ammar, sudah lah. Aku sangat lelah, pulanglah. Atau kau boleh tetap di kota ini, tapi tidak dirumah ku. Aku tidak ingin melihatmu lagi. . . "
Kemudian aku berjalan melewatinya hendak menuju rumah ku, tapi seketika Ammar memelukku dari belakang. . . membuatku terkejut merasakannya.
Dan kau tau, entah kenapa masih merasakan getaran hebat di hatiku merasakan pelukan Ammar. Masih terasa sangat hangat, jantungku bahkan berdegub dengan hebat. Mungkinkah cinta Ammar masih sama untuk ku. . .??? sama sepertiku yang masih tetap mencintainya.
" Fanny, aku merindukanmu. . . aku sangat merindukanmu. . . dan aku. . . masih tetap mencintaimu Fanny, tolong jangan begini. . . jangan pernah berkata bahwa kau tidak akan pernah mau melihatku lagi. . . aku mohon. . .jangan pernah lakukan itu, aku mohon. . . pliss Fanny ".
Kali ini Ammar menenggelamkan wajahnya di bahu ku, lama-lama terdengar lirih isakan tangis dari Ammar.
__ADS_1
Oh tuhan, apa Ammar sedang menangis di bahuku. . .??? Oh tidak, bagaimana mungkin??? Apa aku terlalu kasar padanya malam ini tuhan???
Ammar. . . jangan membuatku goyah.
" Ammar, lepaskan pelukanmu ini. Aku mau masuk, aku ingin segera tidur. Aku lelah, apa kau masih belum mengerti??? Pergilah dari sini segera !" Jawab ku memintanya lagi untuk segera pergi.
" Tidak. . . aku tidak akan pergi sebelum kau mengatakan bahwa kau masih mencintaiku, kau juga sangat merindukanku, dan kau masih ingin kita bersama-sama lagi seperti biasanya " Ammar semakin mempererat pelukannya, membuatku sesak. . .
Dengan sekuat tenaga aku melepas pelukannya dan menoleh kebelakang menghadapnya.
Ya tuhaaaan. . . aku benar-benar melihat airmata menetes dari dagu nya. Dia menundukkan kepala nya dengan lemah di hadapanku. . .
Apa yang harus aku lakukan saat ini Tuhan??? Aku mulai goyah. . . merasakan betapa jahatnya aku padanya malam ini.
" Ammar, pergilah. Besok. . . kau bisa kembali lagi kemari menemuiku " Jawabku dengan lembut.
Dan akhirnya. . . aku kembali memberikannya harapan besar dalam hubungan kita kali ini, Ingin. . . ingin rasanya aku menghapus air mata di wajahnya itu, tapi. . . aku tidak mampu lagi. sekujur tubuhku lemas setelah mengeluarkan banyak tekanan emosi meluap tinggi semulai tadi.
Kemudian aku benar-benar meninggalkan Ammar, masuk kedalam rumah tanpa basa basi lagi, tanpa menoleh kebelakang lagi.
Aku bergegas menuju kamar dengan pikiran kosong.
********************♡-♡*******************
Pagi telah tiba terlalu cepat bagiku, bahkan aku hampir semalaman tidak nyenyak dalam tidurku.
Mengingat semua yang terjadi semalam ku harap itu semua hanya mimpi burukku, tapi. . .
semua rasa bersalahku pada Kevin, dan kebimbangan ku pada Ammar. . . seakan mencabik-cabik hatiku. Sesak kelewat batas ku rasa. . .
Aku bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. . . kembali berdiri di bawah rintikan deras air yang jatuh melalui shower. Mencoba mendinginkan kepala dan rambut ku, rasanya ini otak sudah semalaman memanas.
Selesai mandi, ku kenakan baju santai saja. Tak perlu berdandan cantik meski ku tau Ammar akan kembali kerumah pagi ini, entah rayuan apa lagi yang akan dia lakukan untuk melukuhkan hatiku. Semoga kali ini aku bisa memberikannya pelajaran untuk menyadarkan sikapnya yang sudah keterlaluan itu. . . selesai berbenah diri aku merapikan kasur dan segala sesuatu di kamarku yang terlihat sedikit berantakan.
Kemudian Tok tok tok. . .
Terdengar suara ketukan pintu kamarku dari luar, selesai merapikan kembali seisi kamar aku bejalan menuju pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuknya. Tak mungkin Ammar sepagi ini kan???
Dan setelah aku membuka pintu. . .
__ADS_1
" Happy anniv ke satu cinta ku. . . "
Ammar menyambutku di depan pintu kamar dengan setengah duduk memberikan bucket bunga mawar merah kali ini, dan di depan kamar ku sudah di penuhi dengan banyak kelopak bunga dan hiasan balon-balon warna warni.
Gila. . . sejak kapan dia menghias seluruh ruangan sekitar kamar ku???
Emang aku anak kecil. . . pake isi balon segala, hadeh. . . segini doang usahamu Ammar.
Pikir ku dalam hati. . .
" Apa kau pikir dengan memberikan kejutan ini semua akan selesai dengan mudah Ammar??? "
Ucap ku masih dengan nada cetus seperti semalam.
Ammar tampak kecewa dari raut wajahnya. . .
" Fanny, ku mohon dengarkan penjelasanku dulu. . . dan aku. . . benar-benar minta maaf karena semalam aku lepas kontrol, aku cemburu melihatmu bersama Kevin hanya berdua saja, dan kau tau. . . Aku. . . aku sangat takut kau akan berpaling dariku " ucap Ammar dengan wajah sedih.
" Lalu kemana kau selama dua bulan terakhir ini Ammar??? kemanaaaa hah??? kau bahkan dekalipun tidak pernah mengirim pesan singkat padaku, kau tau bagaimana hati dan pikiranku??? aku hampir tidak bisa lagi meneteskan airmata dari mataku. Melainkan sesak di hati, dan itu lebih sakit Ammar . . . apa kau tau??? " Aku menjawabnya dengan nada emosi.
Hah. . . rasanya sampai terengah-engah nafasku ini, karena meluapkan emosi ku dengan setengah teriak.
" Maafkan aku Fanny, selama ini aku. . . selain aku sibuk untuk penerimaan mahasiswa baru di kampus dan juga di sekolah tempat ku mengajar beberapa dari murid didik ku mengikuti lomba olimpiade, dan selebihnya lagi. . . aku tidak bisa menjelaskannya secara langsung padamu. tapi percayalah. . . hatiku masih milik mu. Perasaan ku belum berubah, aku sengaja mendiamkan mu berharap kau yang akan berusaha menghubungiku. . . tapi. . . "
" Cih. . . kau sungguh sangat cerdik dalam memanipulasi sebuah alasan Ammar, apa sesibuk itukah sampai kau benar-benar mengabaikan ku selama dua bulan ini??? Dan kau masih berharap aku yang barusaha menghubungimu lebih dulu??? Apa sampai detik ini kau masih memintaku minta maaf untuk Abel??? Wah. . . kau sungguh hebat Ammar "
" Tidak. . . tidak lagi, tentang Abel. aku sadar, aku yang keterlaluan pada mu ketika itu. . . aku tak ingin kita berdebat dan bertengkar lagi hanya karena Abel. Pliss Fanny. . . maafkan aku. . . "
" Entah lah, biarkan aku sendiri dulu Ammar. lebih baik kau pulang saja jika kau masih belum bisa menjelaskan dengn jujur kemana selama dua bulan terakhir ini, dan ngapain, sama siapa aja, aku butuh semua alasan itu secara DETAIL. jika kau belum bisa menjawabnya, aku minta kau pergi saja dari rumah ku sekarang "
Aku berjalan melewati tubuh Ammar yang setengah duduk bersimpuh di hadapan ku daritadi tanpa menerima bucket bunga mawar di tangannya itu.
Hendak menuruni tangga, Ammar berdiri dan berucap. . .
" Fanny, mari kita bertunangan saja "
Degh !!! langkah ku terhenti seketika mendengar ucapannya itu. . .
Apa ??? Tunangan ???
__ADS_1