BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#135


__ADS_3

Hari-hari ku mulai di warnai dengan senyuman-senyuman ceria dan penuh semangat semenjak hadirnya Kevin. Namun aku masih selalu menahan diri untuk tidak melampaui batas kebahagiaan ku ini. Aku masih saja selalu takut, takut semua akan berakhir.


Lalu kenapa tidak menikah saja??? selalu pertanyaan itu yang mencuat dari dalam lubuk hati ku yang terdalam.


Huhft !!!


Ku hempaskan nafas dengan begitu saja. Menikah bagiku bukan hal yang mudah untuk di jalani, bahkan itu adalah hal tersulit yang ku ketahui di dunia ini. Mengapa tidak??? dalam suatu pernikahan yang ku ketahui, yang ku dengar, dan yang ku lihat secara langsung. Bukan hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai di atas kertas, melainkan menyatukan dua karakter yang berbeda, dua sikap dan sifat yang kadang saling bertentangan, dua pemikiran yang tak selalu sejalan, bahkan kita pun harus juga menikahkan keluarga dari kedua belah pihak.


Aku memang sudah cukup mengenal kedua orang tua Kevin. Terutama papanya, dia begitu sangat baik dan ramah padaku, perhatian sepenuhnya pada ku, dan sepertinya dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Tapi itu tidak cukup bagi ku, meski Kevin sendiri sudah sangat dekat bahkan sudah dianggap menantu oleh ayah dan ibu ku.


Sore ini, ku dengar suara bel pintu depan berbunyi. Kebetulan aku sedang ingin bermalas-malasan diruang TV, jadi sedikit terganggu. Ku yakin ini pasti seseorang yang ingin bertamu pada ayah dan ibu. Uuugh. . .


Dengan langkah malas-malasan aku pergi untuk membuka pintu depan, sangat berisik seperti dengan sengaja dia mainkan untuk segera dibukanya pintu itu.


" Iya tunggu sebentaaar " jawab ku dengan terburu-buru. Dan setelah ku buka, tengah berdiri kak Rendy dan kak Shishi dengan senyuman nyengir pada ku.


" Hey, lihat siapa yang datang??? pasangan yang baru saja sah jadi suami istri lalu menghabiskan banyak waktu berdua bahkan tak ingin di ganggu. Dan sekarang datang tiba-tiba memainkan bel pintu rumah ku dengan seenaknya. Huh ".


Aku berdiri dan terus saja mengomel di depan mereka.


Cttakkk !!!


Kak Rendy menjitak kening ku.


" Aw, kak Rendy. Sakit tau " jawab ku manyun.


" Apa begitu caranya menyambut kakak mu ini??? lihat istri kakak sampai bengong melihatmu menyambutnya dengan omelan khas mu itu "


" Habisnya kakak begitu sih, mentang-mentang udah nikah sulit sekali Fanny temui. Yuk kak, aku ajak kak Shishi saja yang masuk ke dalam. Kak Rendy jangan " jawab ku tetap dengan wajah cemberut menarik tangan kak Shishi. Dia tertawa geli melihat tingkah ku demikian.


" Eh. . . ya ya ya, kakak minta maaf deh. Sorry. . . udah mengabaikan adik kakak yang paaaaaaaling manja ini. Lagi pula Fanny kan lagi asyk tuh, bahagia terus selama beberapa bulan ini. iya kan beb??? " Ucap kak Kevin sembari melirik istrinya itu.

__ADS_1


" He'em beb, mereka yang justru melupakan kami dari saking bahagianya tuh kan. . . " jawab kak Shishi menambahkan.


" Ih, apaan sih. Gak ada gak ada. . . " jawab ku mengalihkan dengan wajah ku yang mulai merona ku sembunyikan dengan berbalik badan berjalan masuk yang kemudian di susul oleh mereka.


" Yakin nih, gak ada??? lalu ini apa??? "


** Rend, lu jadi kerumah Fanny??? bilang ke dia, gue selalu merindukannya **


Langkah ku terhenti ketika mendengar notif voice dari suara Kevin. Aku menoleh lagi ke belakang, ku tatap kak Rendy beserta istrinya Shishi.


" Ciye. . " jawab nya kemudian bersamaan.


" Iih apaan sih, kalian datang hanya untuk menggoda ku. Pulang aja gih " jawab ku menutupi wajah dengan kedua tangan ku.


" Fanny, kak Shishi ikut bahagia. Kau. . . akhirnya bersama Kevin seutuhnya. Bahagia selalu ya kalian "


Kemudian kak Shishi mendekatiku lalu memelukku dengan lembut.


Sungguh, aku terharu dengan ucapan itu. Membuatku sedikit merinding, bahkan aku. . . sedikit tersanjung, setiap harinya Kevin selalu mengirimiku notif voice dengan kata rindu.


" Dan jangan lama-lama lagi pacaran, nikah aja langsung. lalu ikut tinggal bersama kakak di kuar negeri " jawab kak Rendy meledekku.


" Waaaah kita kedatangan tamu special nih, siapa yang mau kalian ajak ke luar negeri??? tante gak diajak nih??? " kemudian ibu ku datang menyambut mereka dengan hangat.


" Ini loh tantr, si Fanny. . . "


" Kak Rendy, sssttt. . . " aku menyela ucapannya dengan membrri isyarat untuk diam.


" Ini loh tante, Fanny mau kami ajak ke luar negeri bersama calonnya. Kak Kevin, hihihi iya kan Fan. Karena mereka sudah resmi menjalin hubungan tante "


Tiba-tiba kak Shishi yang angkat bicara demikian pada ibu ku.

__ADS_1


Aaaaaaarght. . . sial !!!


Mereka memang sepaket, klop dan sehati. Ugh, tadinya aku sengaja untuk tidak memberitahu ibu dulu. karena ku tau pasti ibu sudah akan melakukan banyak hal juga nasehat-nasehat rohani nya untuk ku dan Kevin.


Aakh, kak Shishi ini. . . sejak kapan jadi lebih bocor dari kak Rendy??? apa sudah kerularan suaminya itu.


Aku mulai menggerutu gak jelas di hati saat ini.


" Apa??? benarkah itu Fanny??? kenapa kau tidak memberitahu kabar bahagia ini sayang??? Ah ibu sangat bahagia, akhirnya kau mampu membuka hatimu untuk nak Kevin "


" Iiih apaan sih kalian ini malah terus menggodaku begini " jawab ku dengan tersipu malu.


" sudah sudah ayo Rendy, ajak istrimu duduk dulu " Kemudian ibu mengajak mereka untuk duduk santai di sofa.


" Sebentar ya, tante buatkan kalian minuman dsn cemilan " ucap ibu ku lagi sambil berjalan melangkah menuju dapur.


" Fanny, kakak sungguh kecewa padamu. Kenapa kakak jadi orang terakhir yang tau putusnya hubungan mu dengan Ammar. Bukan kah dia berjanji akan menikahimu setelah wisuda??? harusnya tahun ini kau sudah menjadi istrinya bukan??? "


" Sudah lah kak, semua sudah berlalu. Jangan memintaku untuk mengungkitnya lagi dengan menjelaskannya padamu " jawab ku berusaha tetap tenang. Meski sampai detik ini, amarah ku selalu memuncak ketika seseorang menanyaiku tentang bagaimana putusnya hubungan kami yang sudah berlangsung tahunan lamanya.


" Laki-laki brengsek sepertinya tidak akan pernah mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Kakak yakin dia selamanya akan terus di hantui rasa bersalahnya pada mu adik ku " jawab kak Rendy mulai berapi-api.


" Kamu wanita yang hebat Fanny, salut kak Shishi pada mu yang begitu rela melepasnya yang sudah bertahun-tahun kau perjuangkan " Ucap kak Shishi kemudian.


" Bersyukurlah karena sekarang kau sudah mendapatkan penggantinya yang kakak yakin dia akan selalu membuatmu bahagia dan tersenyum setiap harinya " ucap nya lagi.


Jawaban ini membuatku tersipu malu, bagaimana tidak??? aku mengiyakan di dalam hati ku. Kevin memang nyatanya memperlakukan ku demikian rupa selama ini pada ku.


" Hmm. . . kita ke secret beach yuk, kakak rindu tempat itu. Kali ini, kakak akan memperkenalkan istri terbaik kakak pada lautan luas di tempat itu. Huh. . . rasa sakit, kecewa, dan semua kehancuran yang pernah kakak buang disana pasti akan iri melihat kebahagiaan yang akan kakak bawa kesana " Ucap kak Rendy kemudian.


Ah, aku pun rindu dengan tempat itu. Tempat dimana selalu menjadi pelarian kami ketika sedang patah hati. . . selama ini, aku tidak pernah menginjakkan kaki ku lagi disana. Semenjak putusnya aku dengan Ammar, aku tidak ingin lagi pergi ketempat itu.

__ADS_1


Tapi kali ini, sepertinya aku akan mengikuti cara kak Rendy. Akan ku sampaikan rasa bahagia ku kali ini, pada lautan luas yang telah membantuku mengubur semua kenangan pahit ku disana.


Meski kali ini aku datang masih dengan orang yang sama seperti sebelumnya, tapi ini berbeda. Kami datang dengan kebahagiaan yang terus bersemi di hati kami.


__ADS_2