BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Tujuh puluh empat


__ADS_3

Acara Badzar buku di mulai. . . semua wali murid berdesak-desakan penuh antusias memilah milih buku-buku khusus untuk anak-anak mereka dimulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah dasar semua buku ada disini.


Sangat ramai, di tambah lagi dengan murid-murid yang sudah ikut memilih buku-buku kegemaran mereka. . . aku sedikit keteteran, di tambah belum sarapan tadi pagi aku jadi sedikit pusing dan mulai berkeringat dingin.


Aku menahannya meski sempat hampir terjatuh, tapi beruntung Tristan berada di sampingku sehingga dia menahan tubuhku yang lemah.


" Apa kau baik-baik saja??? " Tanya nya sembari sibuk merapikan buku-buku dan melayani para wali murid yang membelinya.


" Iya aku baik-baik aja cuma sedikit pusing, mungkin efek ramai begini. . ." Jawab ku sembari mengelap keringatku dengan tissue.


" Kau istrahatlah sebentar, duduk saja. Biar aku yang melayani mereka ya " Jawab Tristan.


" Tidak, aku masih kuat. Sebentar lagi sudah akan berakhir kan. . . ??? " Tanyaku lgi.


" Iya, 15 menit lagi. Kau tahan lah sebentar jika masih kuat " Jawab nya sembari sesekali menoleh ke arah ku.


Dan. . . akhirnya. . . acara selesai dengan lancar meski lebih dari waktu yang sudah di tentukan.


Aku terduduk lemas meneguk sebotol air mineral terus meneguk tanpa henti. . . hah aku sungguh lelah dan sedikit lapar.


" Apa kau lapar??? ini buatmu, aku membelinya barusan di minimart sebrang jalan " Tristan menghampiriku, dan memberikan sebungkus roti rasa cokelat kacang padaku.


Aku masih terdiam, ragu untuk menerimanya. . .


" Ambil lah. . . aku tulus memberinya, dan ini gratis kok " ucapnya lagi dengan tersenyum ramah padaku.


" Terimakasih " Aku menerimanya dengan senyuman kecut.


Sementara aku masih terduduk di amperan kelas menahan lelahku. . . lalu Tristan ikut duduk bersamaku.


" Boleh ikutan duduk disini kan ??? " Tanya nya kemudian.


Aku hanya menolehnya, tanpa kata kemudian melahap roti yang di berinya tadi. Tapi dia tetap tersenyum ramah melihat sikapku yang cuek. . .

__ADS_1


" Ternyata kau seorang guru. . . wah, gak nyangka di balik sikapmu yang selalu cuek ini. . . ternyata punyai hati yang lembut dan penyabar menghadapi anak-anak disini " Ucapnya dengan meneguk minuman dingin di sampingku.


Mendengar ucapannya yang sok akrab begini, aku jadi canggung. Bersyukur semua murid sudah di pulangkan, dan hanya tinggal aku dan guru-guru lainnya beserta para team badzar termasuk Tristan.


Aku masih terdiam tanpa kata, mengabaikan ucapan Tristan yang di tujukan padaku. . . lagi pula aku tidak begitu tertarik untuk mengobrol dengan laki-laki yang baru ku kenal ini, tapi sudah sok akrab memujiku segala.


Cukup Kevin dan Ammar saja yang membuat ku bingung kali ini. . . Huhft. . .


oh tuhan, aku jadi lupa mengecek ponsel ku dari semalam. Mungkinkah Kevin menunggu telepon ku semalaman??? dan Ammar. . . apa pagi ini sudah menghubungiku lagi???


" hey, bu guru. . . kenapa termenung begitu, nanti kesurupan loh " ucap Tristan lagi, suaranya mengagetkan ku. . .


" Apa kau akan terus disini berdiam diri di sampingku??? Coba lihat tuh semua anggota team mu sedang sibuk merapikan sisa buku-buku yang terjual di badzar tadi " Jawab ku dengan cetus sembari menunjuk ke beberapa orang anggota team badzar tersebut.


" Aku kan sebagai ketua disini, mereka sudah tau hal ini. . . dan mereka pun aku yang a bergabung dengan ku lalu membentuk team ini " jelasnya dengan senyuman.


" Oh baik lah jika begitu. . . aku duluan ya, masuk kantor. Aku mau bersiap-siap untuk pulang. . . " Jawab ku sembari berdiri dan sejenak menatapnya. Dia tersenyum dengan ramah. . .


ya ampun. . . dia manis sekali dilihat secara dekat begini, kulitnya itu. . . sungguh putih bersih, mulus dan glowing banged itu wajah, bibirnya merah banget uy. . .


Aku terbangun dari kehanyutanku mendapati senyuman ramah Tristan.


Kemudian masuk ke ruang kantor, aku merogoh ponsel di dalam tas ku. Benar saja, Kevin dan Ammar seolah berlomba untuk menghubungiku. Dadaku seperti terketuk dengan keras. . . dug dug dug. . . hah. . . bagaimana ini. . .


Lalu aku bergegas untuk segera pulang dan pamit terlebih dahulu pada yang lainnya, untuk tugas-tugas lainnya di sekolah aku meminta ijin untuk mengerjakannya dirumah saja. Dan kepsek beserta guru lainnya setuju. . .


Diluar, ku lihat Tristan sudah berkumpul bersama anggota team nya. Aku hanya tersenyum sedikit menundukkan kepala pada mereka semua kemudian berlalu untuk pulang. . . Tristan terus memandangku. Aku mengabaikanya. . .


Setiba dirumah, ku lihat sebuah mobil parkir di halaman rumah ku. Yang tak asing lagi bagiku. . . yah. . . ini pasti kak Rendy dan kak Shishi.


Aku setengah berlari menuju rumah ku, dan. . . ku lihat kak Rendy dan kak Shishi sudah asyik berbincang-bincang di sertai senda gurau bersama ayah dan ibu ku.


Mereka menoleh ke arah ku bersamaan. . .

__ADS_1


" Selamat siang cik gu imut. . . " Sapa kak Rendy menyambut kedatangan ku. Di susul senyuman hangat dari kak Shishi. . .


" Selamat siang juga untuk kedua kakak ku yang tengah berbahagiaaa. . . hehe, kalian jahat ih kenapa baru menjenguk ku kemari??? Mulai songooong mentang-mentang ya. . . udah tunangan, kak Rendy juga. Jangan gitu dong, masa lupain adek gitu aja sih. . . " Jawab ku mulai nyerocos lagi.


" Nah hayo. . . tuh kan. . . tuh kan. . . dasar baweeeel " Ucap kak rendy lagi.


" Fanny, kau sangat anggun dengan seragam guru mu itu. . . makin cantik " Sapa kak Shishi.


" Aaaah sungguh??? makasih kak Shishi. . . kak Shishi emang oaling bisa nyenengin hati Fanny " Jawab ku sembari melangkah menghampiri mereka.


" Huuuh dasar, giliran di puji cantik aja. hmmm. . . " Kak rendy mulai meledekku.


" Sayang, ganti baju dulu ah. . . bersihkan diri sana. Bau keringat tau " Ucap ibu ku.


" Ih bunda, sebentar lagi ah Fanny ke atas. . . Fanny masih kangen sama dua pasangan serasi ini. . . " ucapku merengek manja.


" Hahahaa kau ini, sudah gih ganti baju mandi lalu istrahat. Kak Rendy dan kak Shishi juga udah mau pulang kok "


" Ih kok sebentar sih, jahat ah gak seru. . . masa Fanny baru aja ketemu udah mau ditinggal aja "


" Sayang, nanti sore mereka akan kembali kesini untuk menjemputmu " Jawab ibu


" Sungguh, asyik . . . hmm. . . kalian akan mengajak Fanny kemana lagi nih kali ini??? Kevin di ajak kan. . . eh maksud ku. . . kak Kevin " jawab ku yang membuat semua menatapku heran tanpa kata.


" Iya Fanny, nak Kevin pasti ikut. Mereka sudah akan kembali ke luar negeri besok, kepulangan Shishi dan Kevin di majukan sehari dari waktu yang sudah di tentukan. Ya kan Rend. . .??? " Ucap Ayah menambahkan.


Degh !!! besok??? Besok Kevin sudah akan balik ke luar negeri??? oh tuhan. . . kenapa cepat sekali. . . aku masih belum puas bersamanya disini. . . menemani hari-hariku penuh canda tawa. . .


" So, adik kakak yang paling cantik. . . sekarang, Fanny istrahat dulu. Kumpulkan tenaga untuk menemani kami sore nanti. Karena banyak hal yang akan di beli kakak iparmu ini, hahaha dia begitu antusias untuk belanja ini itu di temani oleh mu " Ucap kak rendy kembali.


" aah. . . baik lah, siap laksanakan " Jawab ku seadanya. Pikiran ku masih sembrawut memikirkan kepulangan Kevin yang terdengar mendadak bagi ku.


Sampai akhirnya mereka pulang, aku melangkah menuju kamar ku dengan pikiran kosong. . . seakan beribu tanya menghampiri.

__ADS_1


Bagaimana setelah ini, bagaimana aku akan menjalani hari-hari ku dengan Kevin yang kembali akan jauh dari pandangan ku??? Sementara disana. . . seorang wanita yang diakuinya hanya sebatas teman, berada lebih dekat dari ku. . . tapi. . . apalah daya ku, aku pun sama bukan??? hanya menganggap Kevin pelarian ku saja. Jika di tanya apakah aku mencintainya??? aku pasti akan menjawab tidak, yang ku cintai hanya Ammar di hatiku. Namun. . . sikap Kevin yang selalu membuat ku kagum dan nyaman, menarik simpati hatiku untuk mencoba menjalani hubungan lebih dari sekedar teman dan saudara dari kakak ipar ku sendiri.


__ADS_2