
Kau jangan gila Fanny, dia Kevin. Laki-laki yang hanya kau jadikan pelampiasan sesaat, bagaimana jika kau sungguh nekat memperlakukannya sama seperti kau dan Ammar malam itu??? Kevin akan semakin menggilaimu. Sementara kau, kau sudah bertunangan dengan Ammar.
Sejenak aku diam tanpa perlawanan berciuman dengan Kevin, mencoba berpikir normal lagi. Mengingat sosok lelaki di hadapan ku ini yang hanya berstatus sebagai Selingkuhanku.
Drrrt. . . drrrt. . . I love you. . . i love you. . .
Ponsel ku bergetar dengan nada dering yang lucu, membuatku terkejut dan mendorong Kevin serta menjauh dari tubuhnya. Kapan aku membuat nada dering begitu???
Ku lihat nafas Kevin terengah-engah sambil menatapku, begitu pun aku sembari merogoh-rogoh ponsel ku di tas yang ku gantung di bahuku. Sementara nada dering itu terus berbunyi tanpa henti.
Ku lihat di layar ponsel ku sebuah notif alarm pengingat yang bertuliskan. . .
B'day my love, Ammar ❤
So what???
Malam nanti hari ulang tahun Ammar?
Oh tuhan, aku.. Aku sungguh keterlaluan melupakan nya begitu saja tanpa persiapan apa-apa. Bagaimana ini???
" Fanny, ada apa??? " Tanya Kevin yang mungkin melihat ekspresiku begitu nampak panik.
" Kevin, aku. . . aku minta maaf, sebenarnya aku masih ingin menghabiskan malam ku bersamamu malam ini. Tapi, aku. . . harus pulang, aku harus menyiapkan sesuatu untuk Ammar. Malam nanti hari lahirnya, aku. . . aku baru mengingatnya dari notif alarm pengingat di ponsel ku " Tanpa ragu aku menjelaskan pada Kevin, ada kekecewaan yang mendalam di wajahnya. Namun dia tetap memaksakan diri tersenyum dengan hembusan nafas yang panjang. . .
" Baik lah, aku mengerti. Gapapa, pergilah. . . atau aku akan mengantarmu pulang. Setelah itu. . . kau bisa mempersiapkan sesuatu. . tapi bagaimana caranya??? bukan kah Ammar tidak ada disini??? " Tanya Kevin kemudian.
" Aaah. . . iya, aku lupa kita. . . kita berjauhan, itupun dalam kondisi hubungan yang masih tidak baik. Tapi. . . tak apa, sebagai tunangannya aku harus tetap memberinya kesan baik bukan??? meski. . . aku. . . aku sudah mengkhianatinya dengan hubungan ini Kevin "
Upz, mulutmu semakin tak terkontrol di hadapan Kevin. . . Fanny. . . kau ini. . . bisakah sedikit menahan diri, jangan buat Kevin semakin terluka dengan posisinya.
" Bukan salahmu, tapi aku yang memaksamu Fanny. . . " Jawab Kevin dengan suara lirih.
__ADS_1
" Kevin maksud ku. . . bukan. . . "
" Ssssstttt. . . aku selalu mencintaimu " Ucap Kevin menutup bibir ku dengan jari telunjuknya, menyela kata yang ingin ku jelaskan.
Dia tersenyum dengan mata berkaca-kaca terlihat jelas di balik langit yang mulai petang.
" Lalu apa yang akan kau rencanakan??? " Tanya nya lagi. Aku terdiam dan menggelengkan kepala ku. . . aku memang belum ada persiapan dan rencana apapun dalam hal ini. Aaaah aku memang payah !!!
" Aku. . . aku tidak tau, aku hanya ingin. . . pulang kerumah dulu sekarang juga " Jawab ku tegas.
" Baiklah, aku akan mengantarmu. Yuk " Ucap Kevin dengan membalikkan badan membelakangiku berjalan perlahan di atas pasir. . . tanpa menolehku lagi yang menyusulnya berjalan di belakang.
Ku pandangi tubuh Kevin yang berjalan seolah dengan pikiran kosong, aku tau. . . dia sangat terluka dan kecewa saat ini. Tuhan. . . entah hukuman apa yang akan kau berikan padaku kelak karena dosa ku ini.
Ku raih tangan Kevin dari belakang, dia menoleh dan menghadapku. Dia tetap melempar senyuman nya yang selalu hangat padaku. . . Aku tidak tahan.
Ku peluk ia dengan sangat erat. . .
" Kevin, maafin aku. . . maafin aku. . . aku selalu menyakiti hatimu. . . maafin aku Kevin. . . " air mataku mulai mengalir membasahi pipi.
Di hapusnya air mata ku yang terus mengalir di pipi. . .
" Air mata apa ini??? Aku tidak pernah menginginkan kau menangis saat berada di sisi ku Fanny. . . jangan menangis, aku tidak suka itu. . . berhentilah menangis " Ucap Kevin dengan lembut yang kemudian mengecup mesra keningku.
" Kevin. . . kenapa kau begitu bodoh mau menjadikan dirimu sebagai pelarian ku seperti ini, kenapa??? Hikst. . . " Aku mulai terisak dalam tangis.
" Karena aku mencintaimu. . . sangat mencintaimu, tak apa jika seluruh duniapun menganggap aku bodoh dan gila, bisa berada di sisimu dengan posisi beginipun aku sudah bahagia Fanny, setiap luka dan kecewa yang akan ku dapatkan darimu, biarlah jadi suatu kebanggaan tanda bahwa aku mempunyai tempat di hatimu walau secuil " Ucap nya lagi dengan mengelus rambut ku, mengusap lembut pipiku yang terus di basahi oleh air mataku.
Aku semakin sesak mendengar ucapan nya itu, aaaah. . . aku sungguh wanita yang jahat. Ku peluk kembali tubuhnya yang kekar. . . ku peluk erat, sangat erat.
Bathin ku. . .
__ADS_1
Tuhan, jika pun dia akan menjadi akhir dari pelabuhan cintaku nantinya. . . bisakah kau hentikan caraku untuk menyakitinya dengan cara seperti ini. Jika pun dia bukan lah akhir dari labuhan cinta ku nanti. . . tolong, buat hatinya berhenti saja mencintaiku.
Aku masih memeluk erat tubuh Kevin, perlahan Kevin melepas pelukannya lebih dulu.
" Kita temui Rendy dulu sebentar " Ucapnya. Aku mengangguk pelan. . .
Aku berjalan berdampingan dengan nya menuju dimana kak Rendy sedang duduk bercumbu mesra berdua dengan kak Shishi. Dari kejauhan ku lihat kak Shishi sudah merapikan baju dan rambutnya, wah. . . sepertinya kak Rendy sudah mulai nakal, hihihi.
Melihat mereka demikian aku dan Kevin hanya saling memandang sesekali kemudian tertawa geli.
" Ehhem, kak Rendy. . . Maaf ganggu sebentar, hehe Fanny. . . Fanny pulang duluan ya " Ucap ku dengan kikuk.
" Loh kok gitu??? Kita kan belum shopping-shopping. . .??? " Tanya nya heran.
" Iyya Fanny. . . kenapa tiba-tiba minta pulang duluan??? " Susul kak Shishi menambahkan.
" Mmh. . . Ammar, Ammar ulang tahun besok. Aku lupa dan belum menyiapkan sesuatu apapun, Jadi malam ini aku ingin menyiapkan sesuatu untuk merayakannya tapi. . . "
" Hmm. . . kamu ini, ulang tahun tunangan sendiri bagaimana bisa terlupakan begitu saja??? " Ucap kak Rendy dengan tatapan tajam melirik Kevin.
Aku melihat Kevin mulai salah tingkah . . . aku takut, kak Rendy dan kak Shishi mulai curiga dengan hubungan kami, kami memang sengaja menyembunyikan hal ini. Meski ku tau kak Rendy pasti akan lebih memahamiku. . . tapi, aku tidak ingin kali ini dia mengetahuinya.
" Jadi bagaimana setelah ini??? apa tunangan mu disini??? " Tanya kak Shishi lagi.
" Dia tidak disini kak, dia tinggal di kota A. Untuk pergi ke kota tempatnya tinggal saat ini, butuh waktu beberapa jam. Tapi aku berniat ingin merayakannya hanya saja, butuh ide cemerlang dulu untuk bisa merayakannya bersama "
" ya sudah, kau hanya tinggal menelponnya saja kan. . . meminta Ammar untuk datang kemari. Dengan alasan kau sudah menyiapkan pesta kecil untuk perayaan ulang tahunnya " Jawab kak Rendy.
Aku terdiam memandangi kak Rendy, kak Shishi kemudian. . . Kevin. Ku lihat mereka semua sepertinya benar-benar tidak tau bahwa aku dan Ammar kini sedang. . . ada masalah, mereka ingin sekali Ammar datang kesini. Tapi Kevin, dia. . . dia hanya terdiam menunduk.
" Aha, kak Shishi punya ide. Bagaimana jika kakak mu Rendy menelpon nya dengan alasan kau sedang sakit agar Tunangan mu bergegas kemari. . . sementara disini kita akan membantumu menyiapkan pesta kecil menyambut kedatangan Ammar. So, sureprice ini menarik bukan??? " Ucap kak Shishi dengan semangat.
__ADS_1
Oh tidak. . . ini tidak akan berhasil dengan mulus jika aku merayakan ulang tahun Ammar, di hadapan Kevin langsung. Itu tidak mungkin. . . Aku tidak bisa melihatnya menahan sakit nantinya.
Uuugh. . . aku hanya ingin berdua saja dengan Ammar, sembari menyelesaikan masalah ini dengan tuntas. Tapi. . . Kevin masih disini. . . . aaaaaarght binguuuuung. . .