BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Lima puluh lima


__ADS_3

Aku masih terdiam memandang wajah Ammar dalam kegelapan, benar-benar ingin tertawa mendengar penjelasannya ini, tapi aku tidak tahan. . .


sontak aku tertawa terbahak-bahak tanpa henti hingga mengeluarkan air mata. Ini sangat lucu, tapi juga kasihan. aku tau betapa dia sangat tersiksa menahannya, hahaha astaga. . . ini benar-benar gila.


" Kau puas menertawaiku kali ini Fanny, hanya ada aku disini. Tapi jujur, selama aku berpacaran dengan beberapa wanita. Hanya kau dan. . . mantan ku yang membuatku mudah teransang dengan hebat, aroma tubuh mu ini. . . sangat mudah membuat libido ku naik seketika. Kadang hanya dengan kau menyentuh dada ku, aku sudah semakin menggila ingin melahapmu Fanny ".


" Lalu. . . siapa mantan yang sudah lebih dulu menyentuh mu sepertiku ini hah??? " ucapku mulai marah.


" Fanny. . . maksudku bukan seperti ini sayang, aku masih belum pernah melakukan sama seperti yang aku lakukan bersamamu. Sungguh aku tidak berbohong, karena aku dan dia sama-sama sibuk ketika itu sehingga kami jarang bertemu berduaan hingga kemudian dia meninggalkan ku begitu saja tanpa alasan " Jawab nya dengan wajah menunduk.


" Siapa nama wanita yang telah berani meninggalkan lelaki ku ini??? Apa membencinya Ammar??? Atau kau. . . masih menyimpannya dalam hatimu??? "


Ammar menggelengkan kepalanya masih dengan wajah menunduk. Ku raih pipi nya untuk menengadah dan menghadapku. . .


Dan ku rasakan kedua pipi Ammar basah, apakah ini keringat? atau. . .


Oh tidak. . . apa dia menangis???


" Ammar. . . apa kau menangis sayang??? "

__ADS_1


Ammar mulai menghela nafas panjang sepertinya sangat sesak di dadanya. Tak ku sangka, menceritakan mantannya itu membuat Ammar sampai menangis demikian. Ku raih tubuhnya dan ku peluk dengan erat. . .


" Aku sangat membencinya Fanny, hingga ingin rasanya ku membunuhnya. Bahkan menyebut namanya saja aku tidak lagi bisa, betapa dulu aku sangat sangat mencintainya dengan seluruh hatiku. Mama dan papa ku pun sangat berharap penuh padanya ketika itu, tapi. . . dia bukan hanya menyakitiku, melainkan kedua orang tua ku. Aku sudah hampir mengakhiri hidupku sendiri ketika itu. . . bersyukur mama mendapatiku yang sudah menelan banyak obat tidur Fanny "


Oh tuhan. . . apa sebesar itu cintanya pada wanita itu, siapa dia? bagaimana sosok nya? sehingga mampu membuat laki-laki di depan ku ini sangat terpuruk. Ah. . . aku jadi iri dengan nya. Apakah saat ini Ammar juga mencintaiku sama seperti Ammar mencintai wanita itu dulu.


Aku kembali memeluk Ammar yang mulai sesunggukan menahan tangis. Siapa sangka, sosok lelaki yang selalu ku pandang tegar, galak, keras kepala, yang saat ini berubah jadi dingin cuek dan jutek. . . bisa secengeng ini. . .


" Fanny, berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan ku sama seperti yang dia lakukan padaku dulu. Apapun. . . apapun keadaan dan masalah serta sesuatu yang menghalangi kita, kau akan tetap bertahan dengan ku melewati itu semua. Apa kau bersedia??? " Pinta Ammar sembari menggenggam tangan ku dengan erat.


Aku. . . aku terdiam. Ku pandangi wajahnya yang meski di tengah kegelapan aku tau dia sangat berharap penuh di balik wajahnya yang sok cool itu, nyatanya. . .


" Bagaimana jika 2 minggu lagi kita menikah Fanny "


" Apa??? Hey, kau gila. Aku masih ingin kuliah dulu sampai mendapat gelar S1 " Jawab ku dengan lantang.


" Hey. . . bukan kah kuliah tak memandang status dan usia??? Hahahaha. . . aku hanya bercanda sayang, bagaimana jika tahun depan saja? Ah tidak. . . jangan dulu. Tahun depan akan menjadi tahun yang terberat dan tersibuk bagiku. Dari mulai KKN, menyusun skripsi, dan. . . ah banyak pokoknya "


" Hahaha iya iya, selamat berjuang sayang. aku akan selalu di samping mu "

__ADS_1


" Dan. . . apa kau mau berjanji satu hal lagi dengan ku Fanny??? "


" Apa lagi??? ah kau mulai banyak menuntut ku deh. . . "


" Jangan sekali-kali kau menyentuh milik laki-laki lain selain aku, tunangan mu. Dan seluruh tubuh mu dari ujung rambut hingga kaki, semua hanya boleh aku yang menyentuhnya. Karena aku yang pemiliknya "


" Lalu??? apa kau juga bisa menjaganya hanya untuk ku hah??? Secara. . . kau. . . ih kau sangat playboy dan suka tebar pesona di tengah cewek lain. Apa lagi di kampus mu tuh, si abel. . . aku tidak yakin kau bisa menahannya Ammar "


" Sayaaaang. . . kenapa kau masih cemburu begitu dengan Abel. Apa kau tau??? Abel sudah jadian dengan Andi tau. dan kau tau. . . mereka sudah tinggal satu kos. Ya kau pahami sendiri lah jika lelaki dan wanita single tinggal 1 atap tiap hari nya selanjutnya bagaimana. . . Hahahah " Ucap Ammar dengan tawa.


" Oh ya??? Hahaha syukur lah jika Abel sudah memiliki pacar yang bisa dia andalkan. Selanjutnya dia tidak akan mengganggumu dan terus nempel pada mu kan??? "


" Kau tau, kami sudah tidak pernah saling bertemu selama kau memutuskan ku ketika itu Fanny. Aku lebih banyak menghindari dari teman wanita ku di kampus meski kuta hanya sebatas teman saja. Apa kau percaya??? "


" Enggak, hehe.. "


Mendengar ucapan ku ini Ammar kembali mengecup mesra bibir ku.


Uuuh sepertinya bibir ku terasa perih bekas gigitan Ammar yang sangat menggila tadi. Mungkin sudah sedikit bengkak. . .

__ADS_1


Tapi aku juga tidak munafik, aku masih mampu membalas kecupan Ammar di bibir ku ini.


__ADS_2