
Aku masih mengabaikan ucapan Ammar tentang taruhan ku padanya.
" Hmm. . . jadi mau pura-pura lupa nih " Ucap Ammar lagi.
" Ih aku bukan typikal cewek yang lari dari tanggung jawab ya, apa lagi aku yang memulai ini taruhan. Uugh "
" Lalu??? kenapa mengeluh seperti marah begitu??? hihihi " Ammar mulai meledekku.
" Ih tauk ah, emang kamu tega mengerjaiku Ammar??? Kita baru saja bertunangan. Ih dasar ya, cowok tu emang egois maunya menang sendiri " Jawab ku pura-pura ngambek, padahal mah sengaja agar Ammar tidak mengerjaiku karena merasa berhak atas kemenangan ini.
" Hmm. . . giliran udah kalah, mulai deeeh menyalahgunakan status malam ini. Hmm. . . gak mau tau, sesuai yang di janjikan dari awal taruhan. Aku bebas mau apa aja bukan??? "
Aku memalingkan wajah ku dengan bibir cemberut.
" Ammar, Fanny. . . kalian disini??? Bunda cariin daritadi. Ayo acara sudah mau selesai kalian berterimakasih dulu pada semua tamu yang hadir " ucap bunda dengan tergepoh-gepoh menghampiri kami.
Kemudian aku dan Ammar bergegas berjalan berdampingan mengikuti langkah bunda dari belakang.
Satu persatu kami menyalami semua tamu undangan, rasanya kaki ini sudah hampir patah ku rasa. Sangat lelah berdiri tegak dengan sepatu hak tinggi begini.
Akhirnya semua tamu sudah sepi dari ruangan ini, ku lihat mama Ammar sudah mengeluh nafas panjang.
" Ibu Lina, menginap saja malam ini disini. Kami sudah menyiapkan kamar untuk anda, jika memaksa pulang kalian akan semakin lelah nantinya " Ucap ibu ku pada mama Lina
" Maaf jika kami jadi merepotkan begini " Ucap nya lemas.
" Jangan begitu, kita kan sudah jadi keluarga " susul ayah menjawab.
" Mmm. . . Ma, istrahat lah lebih dulu. Ammar ijin keluar sebentar dengan Fanny, mau cari angin. Mungkin nongkrong sebentar di kafe dekat sini "
Aku terkejut dengan ucapan Ammar meminta ijin untuk mengajak ku keluar malam ini.
Dasar, kenapa tidak mengerti sama sekali. Aku sangat lelah. . . dia malah ngajakin aku keluar lagi, ini sudah hampir jam 10 malam bukan???
Pikir ku.
" Ya udah gih kalian cari angin dulu hilangkan lelah kalian sejenak diluaran sana " Ucap mama Ammar yang di susul anggukan tanda setuju dari ayah ibu ku.
Tanpa menunggu aba-aba persetujuan dari ku, Ammar langsung menarik ku untuk mengikuti langkahnya menuju mobil.
Aku masih terdiam sembari melepas sepatu hak tinggi ku di sisi depan kursi mobil yang ku duduki.
__ADS_1
" Ammar, kau memang semaunya sendiri. Aku sudah ngantuk, sedaritadi aku sudah menunggu acara selesai dengan cepat. Aku ingin segera tidur, aku sangat lelah " Jawab ku dengan kesal.
" Sayang, besok aku harus segera balik ke kota A. Apa kau tidak ingin menghabiskan malam ini bersama ku. . . ??? Setelah ini kita akan berjauhan lagi loh "
" Tapi setiap minggu kan kau bisa menemui ku kemari "
Ammar mengabaikan ucapan ku dengan melajukan mobilnya lebih cepat.
Sejenak Ammar berhenti mencari-cari minimarket terdekat di pinggir jalan, hanya untuk sekedar membelikan ku air mineral.
" Terimakasih sayang, kau tau aku sangat kehausan daritadi "
" Aku juga punya sesuatu untuk mu "
" Apa itu??? " tanya ku heran.
" Sesuatu yang manis, yang sedikit cukup mengurangi lelah mu " Jawab Ammar dengan senyuman yang kemudian menyodorkan sebuah ice cream Cokelat vanilla kesukaan ku.
" Asyik. . . uuugh, makin cinta deh. Tau aja kalo ini cukup membuat lelah ku tertahan sebentar hehe " Jawab ku dengan girang yang lalu ku buka perlahan pembungkusnya. Kemudian ku menjilat-jilatinya dengan nikmat.
Ammar hanya tersenyum kemudian menaiki mobil lagi dan melajukan nya dengan cepat.
" Kita mau kemana lagi Ammar??? " Tanya ku mulai heran.
Aku kembali menjilati ice cream yang sudah mulai mencair di tangan ku.
Hampir tidak ku sadari ini jalan menuju kemana karena jalanan sudah cukup gelap.
Tiba di tempat yang entah dimana aku masih belum sadar. Ammar membukakan pintu dan memintaku untuk segera turun.
Betapa aku terkejut melihat sekeliling, sepi dan hanya terdengar suara deru ombak menghantam batuan karang.
" Ammar, bagaimana kau tau tempat ini??? " Mataku terbelalak menatap wajah Ammar.
" Kau orang yang sangat ku cintai, lalu apa yang tidak ku ketahui dari mu lagi??? "
" Tidak, kau bohong. Pasti kak Rendy kan yang memberitahu tempat ini??? atau. . . Ke. . .Vin??? "
" Kevin??? wah. . . kau benar-benar pernah mengajaknya kemari??? apa yang kalian lakukan di pantai yang cukup sepi ini??? "
" Mulai deh, apaan sih. . . waktu itu tu bareng kak Rendy juga tau, mereka mengajak ku kemari karena hanya disini aku bisa melepaskan semua penat dan lelah ku, serta semua beban dan masalah yang ku hadapi. Tapi. . . kau??? darimana tau tempat ini??? "
__ADS_1
" Maaf Fanny, sejujurnya. . . aku tanpa sengaja melihat foto mu dengan Kevin di pantai ini dan disitu tertera info lokasi pantai ini, tapi aku sempat kecewa dan jujur aku sangat cemburu. Di foto itu. . . kau sangat cantik tertawa lepas dengan Kevin, bahkan kau masih menyimpannya hingga saat ini " Jawab Ammar dengan wajah lesu menunduk.
" A. . . Ammar. . . itu. . . itu hanya foto kenangan persahabatan kami waktu itu. dan bukankah ini sudah berlalu cukup lama, kalau kau mengajakku kemari hanya untuk membahas ini, kita pulang saja " Jawab ku sedikit cetus.
" tidak tidak. . . aku hanya. . . penasaran dengan tempat ini, kenapa kau begitu menyukainya. Padahal tempat ini biasa aja tuh " Jawab ammar dengan mengangkat kedua bahu nya dan melihat lihat sekeliling.
" Mari, ikut dengan ku. Aku akan tunjukkan, bagaimana kau bisa merasakan kenyamanan yang berbeda di pantai ini jika kau hanya berdiri disitu " Aku berjalan menarik tangan Ammar menuntunnya untuk lebih dekat dengan pesisir pantai.
Kemudian aku duduk di atas pasir dengan kaki telanjang menyentuh nya di pesisir pantai ini.
" Ahh. . . hangat nya. . . serasa di pijit-pijit telapak kaki ku oleh butiran pasir ini " Jawab ku dengan kaki diluruskan menggosok-gosok telapa kaki ke dalam pasir sementara mata ku terpejam menikmatinya. Geli-geli nikmat di kaki ku rasa. . .
Tersadar akan Ammar yang masih berdiri di sampingku, aku membuka mata menengadah padanya.
" Ammar, ayo duduk. Rasakan lah hangat nya ini butiran pasir disini, sangat hangat dan udara malam disini sangat nyaman, damai, dan menenangkan" Ucap ku.
Seketika saja Ammar membuka sepatunya lalu kemudian duduk tepat di belakang ku, sangat dekat hingga aku merasa tubuh ammar mulai menempel pada ku.
" Ammar, ih. . . jauh dikit dong. Jangan mulai deh " aku mendorong bahu nya dengan tubuhku sembari melepas pelukan Ammar di pinggang ku.
Penahanan Ammar sangat kuat. . .
" Bukankah cara seperti ini sudah biasa kita lakukan ketika berasa di pantai, sewaktu kita masih pacaran dulu??? kenapa jadi tidak suka begitu sekarang??? "
Bantah Ammar sembari memeluk ku semakin erat. Nafasnya mulai terdengar sayup-sayup di telinga ku, sontak membuat libido ku naik seketika. Aku sedikit terangsang mendengar helaan nafasnya.
" Ammar. . . lepas. Ih, kau duduk di samping ku saja sini. . . ayo Ammar " Jawab ku dengan wajah yang mungkin sudah memerah kali ini.
" Kenapa??? Apa Kevin pernah memperlakukan mu begini di tempat ini Fanny??? Aaah. . . benarkah??? Aku jadi cemburu lagi. . . " Ucapannya kembali menyebut nama Kevin, namun kali ini nafasnya sudah mulai tak beraturan.
Aku menoleh kebelakang, menangkap wajah Ammar dengan kedua tangan ku di pipinya.
Ku lihat Ammar memejamkan matanya dengan wajah yang ntah seperti apa, karena ini sudah malam. Lampu-lampu rumah tingkat di perkotaan ini yang biasa menyinari sepanjang pesisir pantai, tidak lagi begitu terang.
Apa yang dipikirkan lelaki ini, kenapa dia memejamkan matanya. . .
Mungkinkah dia mengantuk, atau. . . apa. . . nafasnya terus saja memburu.
**❤ Hai hai readers ku yang baik hati dan tidak sombong, terimakasih selalu setia membaca karya ku ini. Aku akan segera follow kalian dari berbagai komentar yang the best bagi ku. Di tunggu ya, dan jangan lupa follow balik aku nya oke oke oke 😘
So, tekan terus like nya ya. plus jangan lupa komentaaar.
__ADS_1
ai lupiyuh ❤**