BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Tujuh puluh


__ADS_3

Hah. . . aku sudah lelah membalas hisapan demi hisapan serta lumatan bibir Kevin yang sudah membuatku melayang lupa diri. Tenggorokan ku serasa kering. . .


Uuugh Kevin diam-diam lebih jago berciuman daripada Ammar.


Iih apaan sih aku jadi bandingin ciuman mereka. . .


Ku dorong keras tubuh Kevin dan ku menjauh selangkah darinya.


Kevin menatapku dengan mengerutkan kedua alisnya, kemudian tersenyum geli seolah meledekku. . .


" perlawanan mu sungguh menggoda Fanny, kak Kevin jadi kelonjotan. . . gemas pada tubuh mungilmu itu "


" Gila. . . kak Kevin gilaaaaaa. . . "


Bugh bugh bugh. . .


Aku memukuli tubuhnya, dia tertawa dengan penuh kegembiraaan dari ekspresi wajahnya.


Kemudian dia memelukku, memelukku dengan erat. Lalu berbisik di telinga ku dengan lembut. . .


" Kakak terima jika kau akan menjadikan kakak selingkuhan mu Fanny, kakak tak apa "


Aku melepas pelukannya dengan pelan, ku tatap wajahnya. . . dia begitu bahagia setelah ku membalas pelukannya dan menerima ciumannya di bibirku.


Aku mengangguk pelan. . .


" Ajari aku selingkuh dan aku ijinkan kak Kevin merebut posisi Ammar di hatiku "


" Dengan senang hati, siapa takut??? "


Cup !!! Dia mengecup mesra keningku.


Kyaaaaaaaaarght. . . aku berteriak dalam hati. Aku sudah gilaaaa aku sudah gilaaaaaa. . . kenapa aku jadi berani seperti ini aaaaaaaaaaarght. . . .


" Yuk, kak Kevin. . . upz, jangan lagi panggil kakak. Cukup Kevin saja, bisa kan??? "


" Ih apaan sih, hahahaa ya ya ya. Okeh. . . baiklah, yuk ah Fanny udah ngantuk berat. Fanny mau pulang dulu kak, eh Ke. . .vin maksud ku " Aku memejamkan mata dan menepuk jidat ku, aaaah aku sungguh malu.


" Hahaha. . . duuuh imutnya, aku jadi makin sayaaaaang banget "


Aku mencubit lengan Kevin, kemudian berjalan menuju ruang depan. Kevin menggenggam tangan ku, aku menepisnya perlahan. . .


" Jangan begini, aku gak mau mereka mengetahui hubungan kita. . . " ucapku pelan.


" Aku lupa. . . hihihi " Bisiknya pada ku.


Tiba di dalam ruangan, ku pikir perbincangan semua keluarga sudah berakhir. . . hah, ternyata masih berlangsung sangat lama bahkan mereka semakin terlihat asyik mengadakan berbagai macam mainan.


Aku bergegas masuk menghampiri mereka. . .


" Ayah, bunda. . . pulang yuk. . . Fanny ngantuuuk " Ucapku merengek, menghampiri ayah dan ibu


" Tunggu lah sebentar. Kita jarang berkumpul seperti ini. . . permainannya baru saja di mulai " Jawab Ayah. Ibu mengangguk menambahkan. . . begitu juga dengan yang lain.

__ADS_1


" Kalau begitu Fanny pulang duluan aja deh ya, biar Fanny naik taxi aja "


" Eh mana bisa begitu ini sudah malam, baik lah ayah dan bunda akan selesaikan permainan ini dulu "


" Eh tante, om, mmh. . . apa boleh biar Kevin aja yang antar pulang Fanny? Om dan tante lanjutkan saja dulu disini, jarang-jarang kan ngumpul begini. . . "


Sejenak yang lain terdiam dan saling memandang satu sama lain.


Ya ampuuuun Kevin ini. . . gimana jika semua nanti pada curigaaa???


" Ya udah bro, elu anterin adik gue pulang gih. . . tapi ingat, antarkan dengan selamat sampai dirumah dan jangan sampai ada yang kurang satupun. Hehe " Ucap kak Rendy memecah keheningan di antara semuanya yang masih terdiam.


" Baik lah. . . nak, kamu antarkan Fanny pulang kerumah ya. Tante titip Fanny " Jawab ibu ku kemudian.


" Siap tante. . . makasih Ren " Ucap Kevin sembari mengedipkan mata pada kak Rendy.


Lalu tanpa berkata apa lagi aku berjalan keluar meninggalkan mereka yang kembali asyik dengan permainan jaman dahulu yang entah apa itu.


Kevin mengikuti langkahku dengan cepat, terburu-buru dia melewati ku untuk menyiapkan mobil.


***********♡-♡**********


Selama di mobil Kevin tiada hentinya berteriak penuh kegirangan, lagaknya seperti anak kecil saja. Aku sudah sangat mengantuk, tubuhku lemas. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu. . .


Selama di perjalanan dengan alunan musik dan lagu bernuansa barat, membuat mataku semakin berat tak tahan dengan rasa kantuk ku.


Kemudian. . . aku sudah tidak ingat lagi, sepertinya aku mulai menutup mataku. Aku tertidur, ingin ku buka mata kembali tapi tidak bisa. . .


Ku lihat wajah Kevin sudah di dekat ku, melempar senyuman manisnya. . . dia mengelus pipiku dengan lembut.


Aku menggeliat, meregangkan leherku ke kanan dan ke kiri. Menyadari bahwa aku masih di dalam mobil. . .


" Kak Kevin, ini sudah dimana??? " Tanya ku kemudian


" ini sudah dirumah mu sayang. . . " Jawab nya dengan lembut.


" Oh ya??? Astaga. . . sudah berapa lama aku tertidur di mobil??? kenapa kakak tidak membangunkan ku??? "


" Kau tertidur sangat pulas. . . aku tidak tega membangunkanmu. Jadi. . . aku menunggumu terbangun dulu "


Astaga. . . jadi sedaritadi Kevin menungguku yang tertidur dengan pulas di sampingnya, ntah sudah berapa lama. . . aaaaaarght malu nya, bagaimana tidurku tadi??? jangan- jangan aku mendengkur. . . aaaaah aku malu. . . uuugh. . . dasar mataaaa gak bisa banget diajak kompromi.


" Hey, kenapa diam begitu. . . kau semakin cantik saat tidur Fanny, aku jadi ingin terus memandangimu ketika tidur seperti tadi "


" Apa aku mendengkur kak??? " Tanya ku dengan menutup mulutku dengan tersipu malu.


Jantungku sudah tak karuan. . .


" Hahahahaa astaga, tidak. Kau sama sekali tidak mendengkur. . . kau hanya. . . mengingau menyebut nama tunanganmu. Membuatku cemburu saja " Ucap Kevin dengan wajah cemberut.


" Apa??? sungguh??? ah. . . tidak mungkin, aku gak mungkin sampai mengigau seperti itu. . . Kak Kevin bohong "


" tuh kan. . . kau masih mamanggil ku sebutan kakak " Ucapnya lagi dengan bibir manyun.

__ADS_1


" Upz. . . iya iya, Kevin. . . aaaah jangan begitu, apa benar aku mengigau demikian??? Gak ah gak mungkiiin "


" Aku gak bohong Fanny, kau terus mengigau nama Ammar. Padahal tadi kita baru saja berciuman, apa kau menganggapnya biasa saja??? "


" Apaan sih. . . jadi bahas soal tadi, jangan mengerjaiku. . . aku gak mungkin mengigau menyebut nama Ammar. Kau bohong. . . ugh, yaudah aku marah kalo gitu " Aku bergegas turun dari mobil.


" Eh eh Fanny, tunggu " Kevin bergegas menyusul turun untuk mengejarku.


" Fanny. . . aku hanya bercanda saja, hahaha kenapa kau marah beneran seperti itu??? " Ucap kevin kembali dengan menarik tangan ku.


Aku terhenti. kemudian berbalik menghadapnya yang berdiri di belakangku. . .


" Hahaha kena deh. . . hmm. . . siapa suruh ngerjain Fanny duluan weeeeekkkkk. . . " Aku tertawa geli melihat ekspresi wajahnya itu. Hahaha


Cup !!! Seketika Kevin mengecup bibir ku sebentar. Hatiku berdetak cepat, Membuatku memejamkan mata sejenak. mencoba menahan getaran hati ini. . .


" Kau ini. . . selalu memberikan ku kecupan tiba-tiba. Jangan dibiasakan, aku takut kau juga begitu di depan umum nantinya " ucapku pada Kevin


" Apa kau takut jika kita ketahuan berselingkuh nantinya Fanny??? "


Aku mengatupkan kedua bibirku, tertegun mendengar ucapan Kevin demikian. . .


Aku berusaha tersenyum dan melempar balik pertanyaan darinya.


" Lalu bagaimana dengan mu??? "


" Aku??? Aku justru bangga jika semakin banyak yang akan mengetahuinya nanti " Jawabnya tegas lantang dan tanpa berpikir dahulu.


" Apa kau sungguh ingin kita menjalani hubungan seperti ini Kevin??? " Tanyaku dengan serius.


" Lalu apa boleh buat??? Jika kau pun ku minta memutuskan Ammar saja, itu tidak mungkin bukan??? "


Aku terdiam kembali menatap wajah Kevin yang serius, lalu Kevin memeluk ku. . . ketika aku masih terdiam tanpa kata.


" Fanny, aku sungguh mencintaimu. . . walaupun saat ini, aku hanya akan menjadi yang kedua bagimu. . . aku rela dan akan dengan sabar menunggu hatimu benar-benar seutuhnya untuk ku "


Aku membalas pelukan Kevin di tubuhku. Ku peluk erat sosok lelaki yang sangat bodoh ini. . . kenapa dia begitu rela menjadi selingkuhanku. . . jika nyatanya. . . diluar sana dia bisa mendapat yang lebih dariku.


Aaaah aku semakin merasa bimbang, apa sudah benar apa yang ku lakukan ini???


Karena jauh di lubuk hati ku, aku mencintai Ammar. Hanya saja, saat ini. . . aku sedang memaksakan diri untuk membalas semua perbuatan Ammar.


Paling tidak, aku juga berhak bahagia meski dengan cara yang salah. dan aku pun juga harus bisa membuat Ammar merasakan apa yang kini dia perbuat padaku. . . iya kan tuhan???


Lalu kami kembali berciuman, Kevin memagut bibirku kembali dengan sangat lembut. Aku membalasnya. . . Di tengah ciuman kami, Kevin meraih tangan ku untuk memeluknya.


Dengan lembut aku menuruti arahannya, ku kalungkan kedua tanganku di lehernya. . .


Kevin menarik pinggangku untuk semakin nempel dengan tubuhnya. . .


Rasa lelah dan kantuk ku jadi hilang. . . ciuman Kevin seolah memberiku kekuatan, hah. . . Ciuman bibirnya memang sangat menggodaku. Membuat ku merasakan kenikmatan yang lebih, lebih manis dari ciuman yang selalu Ammar berikan padaku. . .


Ammar. . . maafkan aku, kali ini. . . aku. . . aku sungguh akan mengkhianatimu !!!

__ADS_1


__ADS_2